ketua mua itu pun terkejut saat melihat banyak luka lebam di punggung ara, saat ara sudah melepaskan pakaian nya
" nona" ucap ketua mua itu sambil menutup mulut nya
" tolong apa yang kamu lihat jangan sampai ada orang lain tau" pinta ara dengan memohon
" tapi , kenapa bisa seperti ini nona , apa anda mengalami ke kerasan?" tanya ketua mua itu peranasaran dan juga kasihan melihat luka lebam yang begitu banyak di punggung ara
" kamu tak perlu tau apa yang aku alami , kamu cukup diam dan jangan memberitahu siapa pun tentang hal ini"
" nona " ucap ketua mua itu sambil berkaca kaca , ia merasa kasih kepada ara , dari sorot mata ara terlihat jelas kalau ara mengalami kekerasan
" aku mohon , kau sudah berjanji untuk tidak mengatakan kepada siapa siapa tentang hal ini" ucap ara masih memohon
" baik lah nona , aku tidakakan mengatakan kepada siapa siapa , tapi, jika ada yang bertanya , aku akan mejawab nya" ujat ketua mua itu menyetujui permintaan ara karena ia sudah kadung berjanji kepada ara
ara langsung tersenyum kepada mua itu
" tererimakasih" ucap ara dengan tulus
" ya sama sama nona , ayo saya bantu anda mengenakan gaun nya, karena waktu kita tak banyak " ucap ketua mua itu
Ara pun menggukkan kepalanya , ketua mua langsung membantu ara untuk memakai kan gaun pengantin , untung nya gaun pengantin itu saat ini terlihat tertutup dan bisa menutupi luka lebam di punggung ara
Setelah selelsai semua , kini ara tengan duduk di kamar itu , sambil menunggu dewa mengucapkan kata kata sakral yang seketika mengubah status mereka yang berubah menjadi suami dan istri
di tempat acara pernikahan ara dan deawa, kini acara sakral itu pun sudah berlangsung dan di buka , dengan lantunan ayat ayat suci alquran , terus di lanjutkan dengan kata sambutan dari kedua membelai , setelah itu di lanjutkan ke acara inti yaitu acara ijabkabul yang akan di lakukan oleh dewa ,dewa yang kini tengah duduk di depan pak penghulu dan Rusli
jantung dewa sedari tadi terus deg deg kan tak karuan , ia juga terlihat sangat gugup dan tegang
" yang rileks nak dewa , jangan tegang begitu" goda pak penghulu kepada dewa
Dewa tak menanggapi ucapan pak penghulu , ia hanya menggerutu di dalam hati
'kenapa aku bisa segugup dan deg kan seperti ini, bahkan aku di todong dengan puluhan pstol pun aku tak segugup dan deg degkan sseperti saat ini' gumamnya dalam hati
" nak dewa, pak Rusli , bisa kita mulai acara ijabkabul nya?" tanya pak penghulu kepada dewa dan Rusli
" ya siap" jawab Rusli
dewa hanya menggukkan kepalnya , pertanda ia menyetujui nya
Acara nya pun di mulai Rusli mengupakan ijabkabul nya , yang menyerahkan anak gadis nya kepada dewa sepenih nya dari lahir maupun batin , sedangkan dewa menjawab ijabkabul nya dengan lantang dan tegas dengan satu kali tarikan nafas nya , kata SAH yang di ucapkan dari kedua saksi yang menyaksikan acara ijabkabul yang di ucapakan oleh dewa
semua orang pun mersa lega , termasuk dewa yang merasa lega dan ara juga yang mendengarkan nya dari dalam kamar rias nya , tak lama ara pun di suruh keluar oleh pak penghulu nya untuk bertemu dengan suami nya
Ara pun berjalan di dampingi oleh ketua mua tadi , mereka berdua berjalan ke arah tempat dewa dan pak penghulu berada
dewa langsung menoleh ke arah ara yang sedang berjalan mendekat ke arah nya
Deg deg
jantung dewa langsung berdetak lebih cepat saat melihat ara yang sangat cantik dan anggun dengan gaun pengantin yang di kenakan nya
' kenapa di terlihat sangat cantik sekali, sstt ingat dewa secentik apa pun dia , dia tetap lah perempuan matere' gumam nya yang menepis kekaguman nya kepada ara , naun mulut dan hati bertolak belakang
' hay jantung kenapa kau berdetak tak mentu seperti itu, hanya melihat dia 'gumam nya lagi dengan kesal kerana ia merasakan detak jantung tak mentu lagi saat melihat kecantikan ara , baru saja ia menetralisir detak jantung nya setelah mengucapkan ijabkabul tadi , eh sekarang sudah mulai kembali berdetak tak menentu lagi gara gara melihat kecantikan ara
Ara yang kini sudah sampai di hadapan dewa hanya bisa mematung , ara juga sangat mengagumi ketampanan dewa yang bak pangeran turun dari kayangan
" ham , nanti di lanjut lagi pandang pandangan nya, bahkan yang lebih dari pandang pandangannya pun boleh, sekarang nak ara silahkan salim kepada suami nya dan suami nya juga silahkan mencium kening sang istri" goda pak penghulu kepada kedua sepasang pangantin baru itu
ara dan dewa sentak langsung tersadar dari lamunan mereka , ara langsung mengulurkan tangan nya kepada dewa sabil sedikit menunduk , keran dewa duduk di kursi rudanya , dewa pun mengulurkan tangan nya menyambut tangan ara , sekerika ara langsung mencium punggung tangan suami nya
Ada rasa hangat dan nyaman yang mengalir saat ara mencium punggung tangan dewa, namun entak rasa apa itu , rasa yang belum pernah dewa rasakan selam ini , saat bersama mantan kekasih nya dulu pun ia tak pernah merasakan hal seperti ini, padahal mereka seringkali bergandengan tangan dan juga sering melakukan cium tangan , dan sampai pelukan , namun dewa tak pernah sedikit pun merasakan yang saat ini ai rasakan
setelah ara mencium tangan dewa, dewa pun menarik tangan ara agar ara bisa mendekat ke arah nya , setelah dewa langsung mengecup kening ara dengan lembut dan cukup lama
ara pun langsung memjamkan matanya saat bibir dewa menampal sempurna di kening nya , ada rasa hangat dan nyaman yang ara rasakan saat mendapat kan ciuman dari dewa, tak lama dewa pun mengurai ciuman nya
meraka jadi merasa canggung satu sama lain , setelah itu mereka langsung menandatangani berkas berkas pernikahan mereka , setelah itu para keluarga dan tamu undangan bergantian mengucapkan selamat kepada pengantun baru
acara pernikahan mereka pun berjalan dengan sangat meriah dan mewah, acaranya berjalan dengan lancar , setelah acara selesai ara dan dewa pun kini sudah ada di kamar pengantin mereka , saat di di dalam kamar mereka terlihat sangat caggung
" mandilah , setelah itu istirahat" ucap dewa dengan dingin
" baik lah , emm apa mas mau mandi , nanti akan aku siapkan air nya setelah aku selelsai mandi" ucap ara dengan ragu, namun ia merasa kalau itu adalah tugas dari seorang istri
" tidak usah , aku bisa sendiri" jawab nya dengan ketus
Tanpa bertanya lagi ara langsung masuk kedalam kamar mandi , namun tak lama ia keluar lagi membuat dewa menatap nya dengan bingung
jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Febby Fadila
semoga dewa tidak ikutan menyiksa ara kasihan ara sdah terllu menderita
2024-11-02
0
ira
semangat dengan pernikahan ini Ara bisa bahagia dan dewa bisa mencintai Ara plus bucin banget kepada Ara 🤭🤭
2024-10-30
1
ira
pak penghulunya bisa aja menggoda kedua pasutri 🤭😁🤣
2024-10-30
0