Bab 5

Setelah berapa Hari Berlalu dikediaman keluarga Rusli kini tengah disibukkan untuk mempersiapkan kedatangan keluarga besar Alaska untuk melamar ara

"nih, Nanti malam kamu harus pakai baju ini " selin melempar baju yang akan di gunakan ara untuk nanti malam

"Terima kasih Kak "ucapnya Sendu sambil mengambil baju yang dilemparkan selin ke arahnya

selin tak menjawab iya langsung pergi dari kamar ara begitu saja ,nampak selin tersenyum sinis sebelum meninggalkan kamar ara, ada bahagia tersendiri saat ara akan meninggalkan rumah

sedangkan di dalam kamar ara nampak sendu memperhatikan baju yang di berikan oleh selin pada nya, pikiran nya berkelana entah kemana

ara menarik nafas nya dan menghembuskan nya dengan kasar Ia tak menyangka kalau sebentar lagi ia akan di persunting oleh laki laki yang belum pernah ia lihat dan ia kenal

" bagai mana aku bisa menjalani pernikahan ku nanti, aku saja tidak mengenal pria yang akan menikahi ku" gumam nya

" namun mau menolak juga percumah papa pasti tidak akan mau membatalkan perjodohan ini, Tuhan apa mungkin ini jalan takdir yang Engkau gariskan untuk ku? " gumam nya lagi sambil merebahkan tubuh nya di kasur busa yang udang dan tipis, mirip seperti kasur lantai

" aku akan menjalani semuanya dengan ikhlas, dan aku berharap bisa mendapatkan kebahagiaan dengan keluarga baru ku nanti, amin" katanya dengan penuh harapan

saat sedang berkelana dengan pemikiran nya ara di kejutkan dengan seseorang yang membuka paksa pintu kamar nya

" hay jangan melamun aja, cepat bersiap, sebentar lagi calon suami mu yang cacat itu akan datang bersama keluarga nya" bentak Winda di ambang pintu kamar ara

" ya ma" jawab ara bangkit dari tiduran nya sambil menundukkan kepala nya, ia terlalu malas untuk menatap ibu tirinya itu

" jangan iya iya aja awas kamu ya kalau samapi keluarga Alaska sudah datang tapi kamu belum bersiap, maka aku akan segera menghukum mu" ancam Winda sebelum meninggalkan kamar ara dan menutup pintu nya dengan kasar, sehingga membuat ara terkejut

" Astaghfirullah" kata ara sambil mengelus dadanya yang berdetak kencang krena terkejut

ara langsung bangkit dari kasur lantai nya itu dan segera bersiap untuk menyambut keluarga calon suaminya, ya calon suami, rasa nya ia tak percaya kalau ia saat ini sudah memiliki calon suami tak terpikir sebelum nya bagi ara untuk memiliki calon suami

ara keseharian nya hanya membersihkan rumah , memasak dan menjalankan setiap perintah semua orang yang ada di rumah ini tanpa memikirkan untuk menikah , untuk sekedar mencari pacar atau calon suami , tak sedikit pun ara terpikir sampai kesana

setelah beberapa menit ara berganti pakaian dan sedikit mengoles wajah nya dengan bedak tabur untuk bayi hanya itu yang ia punya, tak ada lipstik, atau make-up lain nya, setelah selesai ia bercermin di kaca kecil bekas wadah bedak milik selin yang ada kacanya

di luar terdengar ada bunyi suara mobil yang memasuki halaman rumah nya, terdengar seperti bukan satu mobil melainkan dua mobil

" apa mereka sudah sampai" gumamnya lirih saat mendengar suara mobil

tiba tiba ada seseorang yang masuk ke dalam kamar ara secara tiba tiba, terlihat selin sedang berdiri di ambang pintu

" cih" selin berdecak saat melihat penampilan ara, ia sedikit kesal melihat ara masih terlihat cantik saja meski tak menggunakan make-up apa apa, ia sejujur nya sangat iri dengan ara yang memiliki kecantikan alami, sedangkan dirinya yang sudah melakukan perawatan ini dan itu masih saja kalah dengan ke cantikan yang di miliki ara

" cepat keluar, calon suami kamu yang cacat itu sudah datang" ucap selin dengan mengejek

" ya aku akan segera keluar" jawab ara dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya, ia merasa sangat gugup untuk bertemu dengan calon suami nya dan keluarga nya

selin pun berjalan lebih dulu ke arah ruang tamu, di ikuti oleh ara yang berjalan sambil menundukkan kepalanya tanpa berani menatap purus kedepan, saat sampai di ruang tamu terlihat semua sudah berkumpul sambil berbincang bincang ringan antara bram dan Rusli, sedangkan nyanya Retno atau biasa di panggil oma oleh dewa sedang berbincang bincang dengan Winda, hanya dewa yang duduk di kursi roda dengan malas mendengarkan percakapan mereka

" nah itu dia ara dan selin " ucap Winda sambil tersenyum melihat kedatangan selin dan ara

semua orang menatap ke arah selin dan ara, penampilan yang sangat berbeda dari keduanya, yang satunya terlihat menor dengan dandanan nya yang satunya tampak sederhana tanpa make-up apa pun

selin langsung terkejut melihat pria yang sangat tampan bak pangeran turun dari kayangan yang duduk di korsi roda dengan tatapan dingin nya, tapi hal itu membuat nya sangat berkali kali lipat tampan nya

' apa dia yang akan di jodohkan dengan ara, wah tampan sekali seandainya kamu gak lumpuh aku pasti dengan suka rela untuk menggantikan ara' gunam selin dalam hati saat melihat ketampanan dewa

sedangkan dewa menatap sinis ke arak kedua wanita yang baru datang

' cih, menjijikan terlihat dari tatapan nya kalau mereka hanya menginginkan harta ku saja' gumam dewa bedecih sebal dengan tatapan memuja yang di lontarkn oleh selin kepadanya

' ceh yang satunya sok lugu, dikira nya aku akan tertipu apa dengan wajah sok polosnya itu' gumamnya lagi saat melihat ke arah ara yang sedari tadi hanya menunduk

" perkenalkan ini selin dan ara anak saya, yang akan di jodohkan dengan tuan muda dewa adalah ara, sebenarnya selin yang lebih tua dari ara, tapi selin sudah mempunyai kekasih, sedangkan ara belum mepunyai keksih" jelas Rusli yang mengenalkan kedua anak gadis nya

" jadi mana yang bernama ara, calon istrinya dewa? " tanya oma Retno pura pura tidak tau, pdahal ia sudah melihat foto ara yang bram tunjukkan kepada nya

"kalian perkenalan diri kalian masing masing" kata Winda sambil menatap ara dan selin bergantian

" perkenalkan nama saya selin " ucap selin sambil menunduk hormat sambil tersenyum ramah

" perkenalkan sa-saya ara" ucap ara menunduk kan kepalanya dengan gugup dan sambil menahan detak jantung yang sedari tadi berdetak tak karuan

oma Retno langsung tersenyum lalu berdiri ia berjalan ke arah ara, tanpa mereka semua duga oma Retno memeluk ara dengan penuh kasih sayang

ara yang mendapatkan pelukan yang sangat hangat pun terkejut, ia tak menyangka kalau ada seseorang yang sudi memeluk nya dengan hangat seperti ini, pelukan yang selama ini ia rindukan, pelukan hangat seperti pelukan almarhumah ibunya dulu

jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

kasihan ara yg kurang akan kasih syang

2024-11-02

0

ira

ira

pak Pram dan Oma aja bisa melihat kalau Ara itu gadis yang baik masa kamu nggak bisa ngelihat si dewa

2024-10-30

1

ira

ira

yah kamu memang tertipu dewa tertipu banget malah karena sudah berpikiran buruk terhadap ara

2024-10-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!