Bab 16

dewa kini tengan melihat ara yang sedang melaksankan sholat subuh , ada sedikit cubitan di hati nya saat melihat sang istri tengah menjalankan sholat dengan khusuk nya , setelah melihat ara mau selelsai sholat , dewa memejamkan matanya lagi, ia pura pura tidur

Ara telah menyelesaikan sholat nya dan tak lupa ia memanjatkan doa doa untuk maminta ampunan Nya dan berdoa untuk kelanggengan pernikahan nya , ara melihat ke ara suami nya yang masih telelep tidur , ia langsung mendekati ke arah suami nya

" mas" panggil ara sambil mengoyang goangkan lengan suaminya

" hem" jawab dewa yang masih pura pura tidur

" apa ada dapur di sini mas, aku mau buat sarapan ?' tanya ara dengan polos nya

dewa yang mendengar pertanyaan ara pun langsung membuka matanya , dan mleihat wajah cantik istri nya itu, dan seketika jantung dewa mulai bersetek lebih cepat saat melihat wajah cantik istrinya

" mas, di mana dapur nya?" tanya ara lagi saat dewa tak menjawab pertanyaan nya

" hem " dewa berdehem untuk menetralisir detak jantung nya

" di sini gak ada dapur, kalau kamu mau sarapan pesen aja lewat telfon itu" ucap dewa menunjuk telfon yang ada di atas nakas

" apa gak papa aku gak masak ?" tanya ra dengan polos nya

dewa sangat gemas saat mendengar pertanyaan polos dari istri nya, ingin sekali ia mencubit kedua pipi sang istri untuk melampiaskan kegemasan nya, namun dewa berusaha untuk menahan nya , ia tak mau nanti ara berpikiran yang tidak tidak kepadanya

"ya gak papa lah , emang nya siapa yang berani marahin kamu kalau kamu gak masak " jawab dewa berusaha untuk bersikap biasa saja

" terus aku ngapain kalau aku gak masak?" tanya ara bingung, pasal nya ia sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah saat pagi hari

" sini tidur aja , kelonan sama suami" jawab dewa tanpa sadar

' duh kenapa nih mulut malah ngomong kaya gitu , bisa bisa ara salah paham nih' gumam nya dalam hati

' baik lah , berhubung ini adalah perintah suami , jadi aku tidak bisa membantah nya" jawab ara yang langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur di samping dewa

 dewa pun tersenyum dan merasa lega saat ara menuruti ucapan nya, namun saat ia ingin memeluk ara tiba tiba ia ingin membuang air kecil , dewa berpikir sejenak tidak mungkin kan kalau ia harus berjalan menuju ke kamar mandi bisa bisa ara curiga pada nya

" em ara , bisa bantu aku naik ke korusi roda , aku ingin ke kamar mandi" ucap dewa dengan pelan , namun masih bisa di dengar oleh ara

 ara langsung bengkit lagi dari tidur nya , lalu menghadap ke arah dewa

" baik lah mas , sini aku bantu" ucap ara yang langsung turun dari tempat tidur dan berdiri di samping dewa dan membantu dewa duduk ke kursi roda

"mau aku antar ke kamar mandi mas?" tawar ara yang hendak mendorong korsi roda ke kamar mandi

" tidak, tidak usah , aku bisa sendiri , kamu lanjut tidur lagi aja " ucap dewa yang melarang ara untuk mengantarnya ke kamar mandi, bisa bisa ia tak bisa bergerak dengan leluasa kalau ara ikut masuk kekamar mandi

" baik lah, tapi kalau butuh bantuan ,aku ada di sini, mas bisa panggil aku aja" ujar ara

Dewa tak menjawab lagi, ia langsung masuk ke kamar mandi dengan mengunakan korsi roda setelah itu ia menutup puntu nya dan tak lupa ia mengunci pintunya agar ara tak bisa masuk kedalam

Setelah itu dewa langsung beranjak dari korsi roda nya untu membuang air kecil namun ia ingin langsung mandi ia mandi mandi selayak nya orang normal biasa , tak butuh waktu lama dewa telah menyelesaikan ritual mand nya, setelah itu ia kembali duduk di korsi roda dan keluar dari kamar mandi dengan mengunakan korsi roda lagi

ara langsung menoleh saat pintu kamar mandi di buka, matanya langsung meotot saat melihat tubuh seksi suami yang hanya berbalut handuk saja dan menampilkan roti sobek yang tersusun sempurna di perut rata dewa, meski dewa hanya duduk di kursi roda namun tubuh nya sangat sempurna

" hem" dewa berdehem saat melihat ara yang menatap roti sobek milik nya

Ara langsung tersadar dari saat mendengar deheman dewa, ia sangat malu saat ketahuan telah memeperhatikan roti sobek milik suaminya

" mas , udah mandi nya? Mau aku siapkan baju ganti " tawar ara yang berjalan mendekat ke arah suami nya dengan wajah malu nya, ia tau kalau suaminya mandi saat mendengar gemericik air shower

" ambilkan aku baju kaos putih, kemeja , dan celana jeans panjang" ucap dewa sambil melihat tingkah ara yang malu malu

 tanpa menjawab lagi ara langsung mengambilkan baju yang di minta oleh dewa , setelah itu memberikan nya kepada dewa

" mana dalaman ku?" tanya dewa yang tak melihat dalam nya , ia sengaja menanyakan nya agar ia suka melihat wajah merona istri nya

mata ara langsung melotot, seketika wajah ara merona malu , apa kah harus ia mnegambilkan dalaman nya pikir ara dengan sangat malu

" ara , cepat ambilkan dalaman ku di laci bagian bawah" ucap dewa lagi sambil menahan senyum nya saat melihat wajah merona ara

Dengan menahan rasa malu nya ara mencoba untuk memberanikan diri untuk mengambilkan dalaman suami nya, jujur seumur hidup nya baru kali ini ia memegang dalaman pria , merki di rumah ada ayah nya , ara tidak pernah mencuci atau memegang dalaman ayah nya karena ibu tirinya lah yang selalu mengambil alih semua tentang ayah nya

Dengan gemetar ara langembil dalama suami nya , setelah itu dengan cepet ia langsung memeberikan nya kepada dewa

"ini mas" ucap ara dengan gugup , setelah memberikan dalaman dewa , ara langsung berlari pergi menuju ke balkon , ia meninggalkan dewa sendiri di dalam kamar, tak mungkin kan kalau ia harus membantu memakaikan nya pikir ara , eh tapi dia kan suami ku dan dia kan duduk di kursi roda , apa dia bisa memakai nya pikir nya lagi dengan bingung

'baru liat sangkarnya aja sudah begitu, bagai mana liat dalam nya ' gumam dewa dalam hati sambil tersenyum

 dewa melihat ke arah balkon , ara tak nampak di sana , dengan cepat ia berdiri dan mengenakan pakaian nya , ia tak mau sampai ara melihat kalau ia sebenar nya ia pura pura lumpuh karena sesuatu hal

 setelah menganakan semua pakaian nya , dewa langsung duduk lagi di kursi roda dan menjalankan kursi rodanya ke arah balkon kamar tempat ara berada saat ini, dewa melihat ara tengah menikmati angin sambil melihat gedung gedung pencakar langit yang berdiri tak jauh dari hotel milik keluarga Alaska

'cantik' gumam nya dalam hati melihat ara yang nampak sangat santik saat angin menyapu wajah nya dan membuat rambutnya terbang terbang

Janga lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

itu hotel ara mana ada dapurnya

2024-11-02

0

ira

ira

dalamnya lebih-lebih mengerikan bagi Ara🤣🤭

2024-10-30

0

ira

ira

mulai jail ya dewa🤣

2024-10-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!