Tanpa terasa gini hari mulai menjelang malam ara dan dewa pun pamit pulang ke apartemen milik dewa, kini mereka sudah ada di dalam mobil milik dewa dengan supir dan pengawal pribadi nya, sedangkan satria tadi setelah mengentar dirinya dan ara dia langsung pamit, karena masih ada pekerjaan
" mas kok kita gak bawa barang apa apa? " tanya ara heran kerena mereka tak ada membawa barang satu pun untuk ke apartemen untuk mereka tinggali nanti
" gak, semuanya sudah ada di sana" jawab dewa sambil memainkan ponsel nya
" tapi baju baju aku gimana mas, kan baju baju aku semuanya masih ada di hotel" kata ara yang mengingat saat saat tas berisi baju baju nya masih ada di hotel , tadi ara sempat mau membawa nya namun di larang oleh dewa
" untuk baju baju kamu yang di hotel sudah aku buang dan di apartemen sudah ada baju untuk mu" jawab dewa tanpa melihat ke arah ara , ia masih sibuk dengan ponsel nya
" apa , di buang?" tanya ara terkejut saat mendengar ucaan dewa yang telah membuang buang baju milik nya
" hem" jawab dewa yang masih sibuk dengan ponsel nya
ara langsung menghembuskan nafas nya dengan kasar , ia tak habis pikir kenapa suami nya ini membuang baju baju nya, padahal baju itu masih layak pakai pikir ara
" kenapa di buang mas , baju baju aku kan masih layak pakai" tanya ara dengan sedih mengingat baju baju nya di buang begitu saja oleh dewa
" sudah lah tidak usah membahas baju yang sudah di buang , toh semua baju nya sudah aku ganti dengan yang baru" jawab dewa yang masih sibuk dengan ponsel nya
Ara hanya diam , ia tak lagi menanggapi ucapan dewa , dan dewa juga masih sibuk dengan ponsel nya, entah apa yang di kerjakan dewa, sedangkan pak supir dan satu pengawal dewa hanya diam mendengarkan perdebatan bos bersama istri nya
tiba tiba dari belakang ada sebuah mobil yang mengikuti mereka sejak tadi dan menembak mobil milik dewa
Dor.....
Satu tembakan mengenai body mobil milik dewa semua yang da di dalam mobil itu pun tekejut termasuk ara yang langsung menjerit
"aaaa" teriak ara ketekutan , refleks ara langsung memeluk suami nya yang ada di samping, dan dewa pun membalas pelukan ara
" tenang lah , jangan takut ada aku di sini yang akan melindungi mu" ucap dewa menenangkan ara
"tuan apa kita harus meminta bantuan ?" tanya pengawal dewa
" tidak perlu, biar aku yang menghadapi mereka " jawab dewa
"tapi tuan" ucap pengawal itu ragu
Ara hanya mengelengkan kepalanya di dalam pelukan dewa , pertanda ia tak mengizinkan dewa untuk menghadapi mereka
" tenang lah kita akan baik baik saja , pak supir cari jalan yang sepi , aku tidak mau ada mobil lain yang yang terkena sasaran dari penyerangan ini" ucap dewa
" bik tuan " jawab pak sopir yang langsung mengemudikan mobil nya menuju jalan yang agak sepi
" doni ambil senjata di bawah tempat duduk mu, kita akan melakukan penyerangan balik" printah dewa, doni adalah asisten yang ia tugas kan untuk menjaga nya dan ara
" mas aku takut" ucap ara dengan tubuh yang gemetar , jujur ini baru petama kali nya ara mengalami hal yang seperti ini
" kamu jangan takut , sebaik nya kamu duduk di bawah aja ya , tutup mata dan telinga mu "ucap dewa dengan lembut
ara hanya menggukkan kepalanya dan langsung turun dari bangku penumpang , ia duduk di bawah di belakang bangku supir
doni langsung menyerahkan satu pistol kepada dewa dan doni juga memegang satu pistol di tangan nya
dor.... Dor...
Mobil yang ada di belakang mobil dewa terus melayangkan tembakan bertubu tubi kepada mobil dewa, untung nya setiap mobil menggunakan anti peluru semua jadi tembakan yang mereka layangkan tak berpengaruh apa apa kepada mobil dewa, paling hanya lecet lecet di bagian body nya saja
" don, siap untuk melakukan penyerangan balik?" tanya dewa yang sudah siap dengan posisi nya
" siap tuan " jawab doni yang sudah siap dengan senjatanya
dewa lanagsung membuka kaca jendelanya dan melayangkan tembakan balik kepada mobil yang ada di belakang nya
dor... Dor...
Tembakan demi tembakan yang doni dan dewa layangkan kepada mobil yang ada di belakang mereka , dan mobil di belakang mereka pun tak mua kalah, sehingga baku embak pun terjadi
Dewa pun berancang acang mengincar ban mobil yang sedari tadi memberi penyerangan kepada mereka
Dor...
Tembakan dewa berhasil mengenai ban mobil bagian depan nya pun pecah , sehingga mobil itu oleng dan terjatuh ke dalam jurang , namun sebelum mereka jatuh ke dalam jurang salah satu dari orang yang ada di dalam mobil berhasil melepaskan satu peluru nya, dan peluru itu nyerempet lengan dewa yang belum sempat dewa masuk kan kembali ke dalam mobil
" tuan anda tidak apa apa?" tanya doni yang tau kalau lengan tuan nya terluka
" aku tidak apa apa " jawab dewa santai, dewa langsung memegang lengan ara
" bangun lah , mereka sudah tudak mengejer kita lagi " ucap dewa dengan lembut
ara yang mendapat sentuhan lembut dari dewa pun memberanikan membuka matanya dan melepaskan kedua tangan nya di telinga nya
" bangun lah , dan duduk di bangku mu" ucap dewa lagi
" apa mereka benar benar sudah pergi?" tanya ara yang masih dengan ketakutan nya
" ya , cepat duduk lah lagi di tempat mu" jawab dewa
ara pun mulai bangkit dan kembali duduk di tempat nya semula sambil celingukan kebelakang mobil dan ia tak melihat mobil yang tadi mengikuti mobil mereka ,ara pun bernafas laga
Sedangkan dewa hanya menahan senyum nya melihat tingkah sang istri
" sebenar nya , siapa mereka ?" tanya ara
belum sempat dewa menjawab nya ara melihat lengan dewa mengeluarkan darah
" ya Allah , mas kenapa dengan lengan mu?" tanya ara dengan panik dan langsung mengambil lengan dewa dengan banyak darah yang keluar dari sana
" ini hanya luka kecil, kau tak perlu khawatir" ucap dewa yang hendak menarik kembali tangan nya namun di tahan lagi oleh ara
" pak supir , kita langsung kerumah sakit , lengan suami ku harus cepat di obati" ucap ara yang mengalihkan pandangan nya kepada pak sopir
" baik nona" jawab pak sopir
" tidak usah ke rumah sakit pak , kita langsung aja ke apartemen" tolak dewa yang tak mau ke rumah sakit
" tapi mas, luka mu harus cepat di obati, udah lah kamu diem aja , aku gak mau terjadi apa apa sama kamu ms" omel ara yang menatap tajam ke arah dewa
Dewa langsung tersentak mendapat omelan dari istri nya dan juga tatapan tajam yang seolah oleh ingin menelan nya hidup hidup , jadi dewa hanya pasrah saja
Jangan lupa like , komen dan vote nya ya Terimakasih 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Healer
cerita yg menarik ya Thor cuma teknik penceritaan dan penggunaan huruf besar dan kecil menyebabkan ada 'rasa kurang * ya
2024-11-02
0
Febby Fadila
bagus ufah mulai takut istri... ara uda mulai berani 😂😂😂
2024-11-02
0
ira
sudahlah dewa nurut aja apa kata istrimu 😁😁😁
2024-10-30
0