anak buah oma Retno membawa ara ke hotel tempat di laksanakan acara pernikahan nya, setelah menempu perjalanan tiga puluh menit akhir nya mereka tiba di hotel tersebut
" silahkan nona" ucap seorang perempuan yang di tugaskan menjemput ara membukakan pintu mobil untuk ara
" Terimakasih " ucap ara tersenyum ,ara langsung keluar dari dalam mobil sambil melihat kemewahan hotel keluarga Alaska
" mari ikut saya nona " ucap uci seorang perempuan tadi
ara hanya menggunakan kepalanya saja, mereka pun berjalan beriringan menuju ke sebuah kamar hotel yang telah di siapkan untuk merias ara, di sana sudah ada mua profesional bertugas merias ara
" silahkan masuk nona" kata uci yang membukakan pintu kamar hotel
Ara hanya tersenyum lalu masuk kedalam kamar hotel itu , ternyata di dalam kamar itu sudah ada beberapa orang yang tengah sibuk menyiapkan ini dan itu
" permisi" ucap ara dengann sopan saat sudah masuk kedalam kamar itu
semua orang yang ada di ruangan itu pun langsung menghentikan kegiatan mereka , mereka langsung menatap ke arah ara , mereka menatap dengan heran dan bertanya tanya, apa ini yang akan di nikahi oleh tuan muda dewa pikir semua orang yang ada di ruangan itu
" apa kamu calon pengantin nya?" tanya seorang mua yang bertugas merias ara dengan tatapan ragu
mereka semua seperti tidak yakin jika ara adalah calon pengantin nya , melihat dari penampilan ara yang sangat sederhana dan juga bisa di katakan jauh dari kata layak bagi orang orang kaya seperti mereka atau bisa di katakan kampungan , ara hanya menggunakan kaos lengan panjang yang warnanya sudah pudar dan rok payung panjang yang warna nya juga sudah pudar, tak lupa sendal jepit nya
" ya " jawab ara sedikit ragu , ia merasa tak nyaman dengan tatapan meraka semua kepada nya
" kamu sudah datang ara ?" tanya seseorang wanita paruh baya yang baru masuk ke kamar itu
Ara langsung meboleh ke arah sumber suara , ia tersenyum saat melihat kehadiran oma Retno yang datang
" ya oma" jawab ara dengan senyum manis nya
mendengar jawaban ara semua tim mua pun terkejut, bererti perempuan yang berpenampilan sederhana dan kampungan ini adalah calon istri dari tuan muda dewa bagai mana bisa pikir mereka semua
" kalian kenapa diam saja , cepat rias calon cucu mantu ku" kata oma retno sambil menatap tajam ke arah tim mua
" ba-baik , nyonya " ucap ketua tim mua dengan terbatah batah
" mari nona, silahkan duduk , kami akan mulai merias anda" ucap ketua tim mua itu lagi yang langsung menyiapkan sebuah kursi untuk ara duduk
" sana duduk lah , biar cepat di rias , acara nya tidak akan lama lagi" ucap oma Retno menyuruh ara untuk duduk di kursi yang tekahh di siapkan untuk nya
" baik oma "
" oma tinggal dulu ya, oma masih ada pekerjaan " pamit pma Retno
ara hanya tersenyum lalu menggukkan kepalanya
" kalian , cepat laksanakan tugas kalian , kalau tidak , aku akan melapor kan kalian semua ke ruri" ancam oma Retno kepada tim mua , ruri adalah bos dari tim mua untuk merias ara
Tim mua pun langsung ketakutan saat menadapat ancaman daro oma Retno
" baik ntonya" jawab tim mua itu sambil menundukkan kepalanya
" ara , oma pergi dulu ya, kalau mereka berperilaku tak baik pada mu, kamu bisa melaporkan nya kepada oma" ucap oma Retno sambil mengelus rambut ara dengan sayang
" baik oma " jawab ara sambil tersenyum senang
oma Retno pun langsung pergi meninggalkan kamar tempat ara di rias, sedangkan ara langsung mendekat ke tim mua yang akan merias wajah nya
tanpa banyak bertanya lagi tim mua langsung menjalankan tugas nya untuk merias wajah ara, mereka tak mau banyak bertanya kenapa ara bisa menikah dengan tuan muda dewa meski mereka sangat penasaran sekali dengan kisah cinta mereka, namun berusaha mereka menahan rasa penasaran nya itu karena tak mau nanti terkena masalah dengan keluarga Alaska, bis bisa karir yang mereka rintis selama ini akan hancur begitu saja
setelah dua jam lama nya tim mua merias ara kini mereka sudah menyelesaikan tugas nya, mereka terperangah saat melihat ara yang telah selesai di rias
" ya Tuhan anda sangat cantik sekali nona, saya rasanya tak percaya kalau saya bisa merias wajah anda dengan sangat cantik seperti ini" ucap ketua mua yang kagum dengan kecantikan ara
ara langsung membuka matanya dan melihat bayangan nya di pantun cermin yang ada di hadapan nya, ia sangat terkejut saat melihat ke arah cermin, ia meraba raba wajah cantik nya dengan pelan apa benar yang ada di pantulan cermin itu adalah dirinya batin ara bertanya tanya
" baru di rias begini aja anda sudah sangat cantik nona, apa lagi di tambah dengan gaun pebgntin yang sangat indah ini" ucap tim mua yang yang lainnya
" terimakasih, ini juga berkat keahlian kalian semua, tanpa kalian apa lah aku yang hanya perempuan sederhana dan kampungan sekali lagi aku mengucapkan banyak banyak terimakasih atas kerja keras kalian " ucap ara dengan tersenyum ramah
"wah anda sangat baik dan rendah hati sekali nona, pantas saja tuan muda dewa memilih anda sebagai calon istri nya" puji ketua mua
" Terimakasih atas pujian nya" ucap ara smbil tersenyum manis
" ya nona, ayo nona sekarang saat nya mengenakan gaun nya" ajak ketua mua
" em bisa saya sendiri saja yang memakaikan nya" pinta ara, ia takut bekas luka nya kan di lihat oleh orang lain
" tidak bisa nona, anda akan kesulitan karena gaun nya sangat besar"
' duh bagai mana ini , kalau mereka membantu ku pasti mereka akan melihat luka di punggung ku' gumamnya dalam hati
"ayo nona waktu kita tidak banyak lagi" ucap ketua mua itu
" emm baik lah, tapi aku hanya minta satu dari klaian yang membantu ku, aku malu kalau kalian semua yang akan membantu ku berganti pakaian" pinta ara dengan tatapan memohon
" baik lah, mari saya yang kan membantu Anda menganti pakaian " ujar ketua mua
ara pun mengagukkan kepala, mareka berjalan ke sebuah ruangan untuk mengganti pakaian
" em boleh aku minta sesuatu dari mu" tanya ara dengn ragu
" minta apa nona? " tanya balik ketua mua
" em.. aku minta pada mu, apa pun yang akan kamu lihat nanti tolong jangan beritahu siapa pun termasuk oma Retno dan tuan muda dewa" pinta ara sambil menatap ketua mua itu dengan sendirinya
" loh memang nya kenapa nona? " tanya ketua mua itu dengan heran
" aku mohon pada mu, tolong jangan katakan keada siapa pun tentang nanti apa pun yang kamu lihat, aku tidak mu menambah masalah" ucap ara dengan memohon
ketua mua itu merasa bingung namun ia hanya bisa menggukkan kepala menyetujui permintaan ara
jangan lupa like komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Febby Fadila
ayah lacnat itu tega banget
2024-11-02
0
ira
semoga semua keluarga Ara yang jahat itu mendapatkan karmanya
2024-10-30
1
ira
kasihan anak dipandang remeh oleh orang-orang
2024-10-30
0