" bersiap lah , kita akan pulang" ucap dewa yang ikut memandang pemandangan dari balkon kamar nya
Ara langsung menoleh ke arah dewa yang sedang duduk di korsi roda sambil memandang lurus kedepan
" kita mau pulang ke mana mas?" tanya ara yang berjalan mendekat ke arah dewa
" kita akan pulang ke mansion terlebih dahulu, setelah itu aku akan membawa mu ke apartemen ku" jawab dewa
ara hanya mengagukkan kepalanya saja pertanda ia mengerti
setelah bersiap siap mereka langsung pergi meninggalkan hotel keluarga Alaska , mereka sudah di jemput oleh satria asisten pribadi dewa
" selamat pagi tuan , nona " sapa satria menunduk hormat kepada kepada ara dan dewa
" selamat pagi" jawab ara dengan senyum manis nya sehingga memperlihatkan lesung pipit nya
Stria yang mendapatkan senyuman manis dari ara pun langsung terpesona , dewa semakin kesal saat ara memberi senyuman kepada satria sehingga dengan sengaja dewa melindes kaki satria dengan kursi rodanya
" aaahh" satria meringis kesakitan saat kakinya d lindes oleh korsi roda tuan nya
' rasakan itu' batin dewa tersenyum puas
" kenapa tuan?" tanya ara yang terkejut saat pria yang menyambutnya dengan ramah tadi tiba tia meringis kesaitan
" jangan memnggil nya tuan, panggi dia satria saja" ucap dewa dan ara hanya menggukkan kepalanya saja
" ah tidak ada nona , kaki saya hanya di gigt semut saja , mari silahkan masuk mobil nona " kata satria sambil tersenyum
ara pun henya menggukkan keplanya saja , lalu masuk kedalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh stria , setelah itu satria membantu dewa untuk masuk kedalam mobi nya
setelah semua sudah masuk , satria langsung menjalankan mobi nya menuju ke Mansion milik keluarga Alaska selama di perjalanan mereka bertiga sama sama diam , tak ada satu pun yang berani membuka suara , bagitu pun dengan satria , ia tak berani membuka pembicaraan , ia akut salah lagi di mata bos nya itu
" kala mengantuk tidur lah " kata dewa sambil melirik ara
" maaf tuan , kalau saya tidur, terus siapa yang akan mengemudi" bukan ara yang menjawab tapi satria
" siapa yang bertanya kepada mu, aku bertanya kepada istri ku" jawab dewa dengan tegas
mendengar kata istri ku dari dewa seketika ar langsung tersenyum malu dan pipi nya langsung merona , ara langsung mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela untuk menyembunyikan rasa malu nya dan agar dewa tak melihat wajah nya yang sudah merona
" maaf tuan " ucap satria dengan merasa malu, ia kira tuan nya itu menyuruh nya tidur ternyata istri nya
" hem, jawab dewa
kembali hening tanpa ada yang berbicara lagi, sampai di depan Mansion milik keluarga Alaska mereka bertiga masih betah dengan diam nya, setelah memasuki halaman yang luas dari Mansion , mobil ya pun langsung berhenti tak jauh dari pintu masuk kedalam Mansion itu
ara yang baru pertama sekali melihat Mansion pun tercengang sampai membuka mulut nya sanking ia kagum nya dengan kebesaran dan kemegahan Mansion milik keluarga Alaska
" ttutup mulut mu ara, nanti ada lalat masuk" ucap dewa sambil melirik ke arah ara, sebenar nya ia ingin tertawa melihat wajah cantik ara yang terpelongok seperti tadi
ara dengan cepat menutup mulut nya sendiri dengan satu tangan nya
merek bertiga pun masuk kedalam Mansion keluarga Alaska, saat membuka pintu ternyata mereka sudah di tunggu oleh para pelayan, oma Retno dan bram
" selamat datang di Mansion keluarga Alaska " ucap semua orang yang menyambut kedatangan ara dan dewa
aram tersenyum ramah sambil mengucapkan terimakasih sedangkan dewa hanya diam dan memasang wahh datar nya, mereka langsung di giring menuju meja makan oleh oma Retno
" ara kamu jangan sungkan kalau mau apa apa, kami sekarang adalah keluarga kamu " ucap oma Retno sambil mengandung tangan ara
" baik oma , terimakasih " ucap ara yang merasa senang mendapatkan perlakuan istimewa di keluarga Alaska
kini mereka semua sudah duduk di meja makan bersama dan menikmati sarapan bersama, mereka sarapan sambil bercanda tawa tentunya hal itu hanya di lakukan oleh ara dan oma Retno saja, sedangkan dewa dan bram hanya sesekali tersenyum dan memperhatikan keseruan mereka
" hem, papa, oma ada yang ingin dewa katakan" ucap dewa dengan serius dan semua orang pun memperhatikan ke arah dewa
" apa yang ingin kamu bicarain son? " tanya bram penasaran
" aku memutuskan mau tinggal di apartemen ku bersama ara" kata dewa sambil memandangi wajah keterkejutan ayah dan oma nya
" loh kenapa harus tinggal di apartemen dewa, kenapa tidak tinggal di sini aja bersama kami"tanya oma Retno yang kurang setuju dengan pendapat dewa
" ya dewa kalau kalian tinggal di sini kami bisa memantau dan menjaga kalian " ujar bram menimpali
sedangkan ara hanya diam tak berani mengutarakan pendapat nya, ia yakin kalau suaminya itu bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk nya
" pa, oma aku memutuskan tinggal di apartemen bersama ara karena aku dan ara butuh privasi, dan kami juga masih butuh tahap pengenalan, kalau kami tinggal di sini kami akan merasa canggung, sedangkan kalau di apartemen kan kami bebas " jawab dewa panjang leber
" ya ada benar nya kalian memang butuh privasi untuk saling mengenal, baik lah papa akan mengizinkan kalian untuk tinggal di apartemen " lbram menyetujui keputusan dewa
" tidak, oma tidak setuju, kalau kali tinggal di apartemen pasti nanti ara akan kesepian kalau kau tinggalkan sendiri saat kamu mulai bekerja di perusahaan" ujar oma Retno yang tidak setuju
" nanti ada orang yang aku tugaskan untuk menemani ara di apartemen oma dan sesekali nanti aku akan mengajak ara ke prusahaan menemani ku, jadi oma jangan khawatir kalau ara akan kesepian " jawab dewa untuk menyakinkan oma nya
" tapi kan beda dewa" ucap oma yang terus mengelak dan terus mencari alasan agar dewa dan ara bisa tinggal di Mansion keluarga Alaska
" oma sayang tolong mengerti lah aku dan ara hanya butuh privasi dalam tahap pengenalan satu sama lain, dan kamu oma kangen sama ara om bisa mendatangi apartemen milik kami" ujar dewa yang terus memberi pengertian kepada oma nya
" ara apa kamu setuju tinggal di apartemen? " tanya oma Retno yang berharap ara tidak mnetujui nya, karena oma Retno akan merasa kesepian lagi jika ara tinggal di apartemen besama dewa
" maaf oma, ara hanya mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan suami ara" jawab ara
dewa tersenyum saat ara mengatakan kata suami, ada rasa bahagia tersendiri saat mendapat pengakuan dari ara
" ya sudah lah jika memang itu sudah keputusan kalin, tapi ingat sering sering main kesini ya" ucap oma dengan nada sedihnya
' maafin aku oma, aku terpaksa melakukan ini, aku tidak mau istri ku di ganggu oleh sean' gumam dewa dalam hati
jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimaksih🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Febby Fadila
mantap dewa jangan sampai penjilat seperti sean akan melecehkan ara
2024-11-02
0
ira
bener banget itu ara harus dijauhkan dari sean yang penjahat kelamin cap kadal
2024-10-30
1
ira
🤣🤣🤣🤣 keselek gara-gara lalat kan nggak lucu
2024-10-30
0