Bab 14

 Dewa metotot saat ia melihat ada luka lebam di pinggang ara , dengan sedikit gemetar dewa mamberanikan diri untuk membuka baju ara bagian bakalang , ia ingin mamastikan nya lagi apa benar itu luka lebam atau tanda lahir

 dengan perlahan dewa mangangkat baju ara bagian belakang nya agar ara tak bangun , alangkah terkejut nya dewa saat melihat punggung ara yang penuh dengan luka lebam

'kenapa dia bisa mendaatkan luka ini, siapa yang melakukan nya' batin dewa bertanya tanya

 memang ia sebenar nya tak mau menerima pernikahan ini karena ia beranggapan semua perempuan yang mau menerima nya hanya mengincar hartanya saja , namun setiap melihat wajah ara yang polos dan tatapan sendunya itu dan dewa juga tidak yakin kalau ara hanya mengicar hartanya membuat nya berubah pikiran , dan ia berencana untuk mencoba menjalani pernikahan ini bersama ara

dewa langsung turun dari ranjang nya dan mencari kotak obat , setelah bertemu dewa langsung membawa nya ke atas ranjang lagi dan dengan pelan ia mengoleskan salep di punggung ara , dengan pelan

 ara yang memang sangat lelah , ia tak merasakan apa apa saat dewa mengoleskan salep ke punggung nya

Setelah selelsai mengobati punggung ara , dewa langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi asisten nya

" hallo tuan , ada yang bisa saya bantu?" tanya sisten nya saat sambungan telfon sudah tersambung

" satria , mana informasi tentang istri ku"tanya dewa sambil brbisik dan menahan emosi

" semua informasi baru saya dapatkan tuan , saya akan mengirimnya ke email anda sekarang" jawab satria asisten kepercayaan dewa

Dewa langsung memutuskan sambngan telfon nya setelah mendengar ucapan satria , tak lama benar saja satria telah mengirimkan semua informasi tentang ara

Dewa langsung mengepalkan tangan nya saat setelah membaca informasi tentang ara , informasi tentang kehidupan ara bersama ayah dan ibu tirinya serta saudara tirinya dan alasan ara di jodohkan dengann nya

" kurang ajar kalian semua , aku akan membalas semua perbuatan kalian kepada istri ku" gumam dewa dengan emosi

  dewa membelai rambut ara dengan sayang , ia merasa kasihan dengan hidup yang ara jalani selama ini, setelah itu dewa langsung turun dari tempat tidur nya , ia langsung memasuki kamar mandi , ia ingin mendinginkan tubuh nya yang telah terbakar emosi

 setelah beberapa saat dewa pun selesai mandi , ia langsung mengenakan baju tidur nya dan setelah itu ia tidur di samping ara, ia membalikkan badan ara agar menghadap kearah nya

"kamu cantik , baik, tak salah kalau akau langsung jatuh cinta pada mu, aku akan selalu menjaga mu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu" ucap dewa kepada ara yang tengah tidur pulas

 cup

 dewa mengecup kening ara dengan lembit, namuan tiba tiba ada sesuatu di bawah sana menegang sempurna , dan meronta ronta minta di keluarkan

" ah sit , masa hanya dengan mencium kening nya saja dia sudah menerspon' gumam nya kesal

 namuan ia berusaha menahan nya , ia langsung memeluk ara dan menahan sesuatu di bawah sana , ia berusaha untuk tidur namun tak semudah itu bisa membuat dewa tertidur , butuh satu jam lama nya ia menahan sesuatu di bawah sana agar tertidur kembali, baru ia bisa tertidur

Di kediaman keluarga Alaska , kini oma Retno dan bram tengah duduk di ruang keluarga untuk membicarakan masa depan perusahaan Alaska dan seluruh kekayaan keluarga Alaska

" ma, bagai mana kalau mela tak terima dengan keputusan mama?" tanya bram kepada ibunda nya

"kamu tenang aja , nanti saat dia pulang biar mama yang bicara kepada nya, dia pasti akan mengerti kalau mama yang berbicara kepada nya" jawab oma retno

" aku gak yakin ma , mama tau sendirikan bagai mana sifat mela , dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk anak tirinya itu bisa memimpin perusahaan Alaska" ujaar bram dengan rasa cemas nya

" dia seperti itu , karena dia telah di pengaruhi oleh suami dan anak nya itu, mama sangat yakin kalau mela tau bagai mana sifat dan perilakuakn mereka di belakang mela , dia pasti dia tidak akan menetang keputusan mama lagi" ucap oma Retno dengan sangat yakin

" tapi bagai mana cara nya ma , setiap kita memberi bukti tentang tingkah anak nya saja dia tidak percaya , terus bagai mana kita harus membuat dia percaya dengan kita" tanya bram yang pusing menghadapi adik nya yang sangat keras kepala itu

" nanti kita pikirkan lagi masalah itu, yang penting saat ini kita harus bersiap siap saat dia pulang dari liburan nanti, dia pasti akan marah besar kepada kita karena telah menikahkan dewa tanpa mamberitahukan nya terlebih dahulu" ujar oma retno

" ya ma, kalau masalah dia akan marah marah saat pulang nanti , bram sudah mengantisipasi kan nya, yang sebenar nya bram takutkan itu nanti sean dan diki yang akan membuat rencana untuk mencelakai dewa dan ara" ucap bram yang merasa takut akan keselamatan anak dan menantunya itu

" ya juga sih, semoga saja mereka tidak berpikiran sampai kesana" ucap oma Retno yang juga merasa takut kalau sean dan diki akan mencelakai dewa dan ara

"apa aku menyewa kelompok mafia aja ya ma untuk menjaga dewa dan ara dari kejauhan " usul bram

" apa kamu mempunyai kenalan mafia?" tanya oma Retno penasaran

" ya tidak sih ma , tapi aku pernah dengar dari rekan bisnis ku kalau mereka suka menyewa anak buah mafia untuk menjaga mereka dan keluarga nya , apa salah nya kalau kita menyewa mereka juga untuk menjaga dewa dan ara"

" jika itu menurut mu baik dan bisa menjaga ara dan dewa dari sean dan diki tak ada masalah nya " ujar oma Retno menyetuui nya

" baik lah nanti aku kan langsung menghubungi ketua mafia itu untuk meminta anak buah nya menjaga dewa dan ara dari kejauhan " kata bram

" memang nya anak buah kelompok mafia mana yang akan kamu minta untuk menjaga dewa dan ara?" tanya oma retno

" Black horses , mereka terkenal mau membantu dan mau mengawal orang orang yang berada di bawah tekanan" jawab bram

" baik lah , jika menurut mu mereka bisa di percaya untuk mejaga keselamatan dewa dan ara mama akan setuju " kata oma retno

" baik lah ma , besok aku akan membuat janji dengan asisten nya untuk bertemu dengan ketua nya , setelah itu baru aku meminta bantuan mereka untuk menjaga ara dan dewa " ujar bram yang mau bergerak cepat , sebelum terlambat, ia takut kalau ia menunda nya terus bisa bisa sean dan diki benar benar bisa mencelakai dewa dan ara

Bram tak mau kecolongan untuk yang kedua kali nya , cukup dulu istrfi tercinta nya yang telah menjadi korban dari musuh nya yang entah siapa yang telah mebunuh istri tercinta nya, bram tak mau lah itu terulang lagi kepada ara dan dewa

 jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

nggak tau aja kalian klw dewa adalah ketua mafia 😂😂😂

2024-11-02

0

ira

ira

ketua mafia black horses itu adalah dewa sendiri 🤣🤣🤣

2024-10-30

0

ira

ira

tidak perlu melakukan itu pak bram dan oma, krna sebenarnya dewa sendirilh ketua mafia nya🤣🤣

2024-10-30

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!