adzan subuh mulai berkumandang, ara langsung membuka matanya dengan perlahan saat mendengar suara adzan subuh berkumandang, saat membuka matanya ara langsung terkejut saat ada tangan yang menimpa perut nya
" aaaaaa" teriak ara histeris saat melihat tangan seseorang yang ada di atas perut nya dan dengan sigap ia langsung menyingkirkan tangan itu dan langsung beranjak duduk
dewa yang mendengar suara teriakan ara pun terkejut, dengan refleks langsung bangun dari tidurnya dan langsung duduk
" ada apa? " tanya dewa yang panik dan langsung melihat ke sekeliling ya
ara yang baru mengingat kalau dewa sudah menjadi suaminya, ia pun hanya tersenyum kecut dan mengaruk kepalanya yang tak gatal
" ada apa?, kanapa kamu berteriak?" tanya dewa yang masih mode panik nya
" hehehe, maaf ya mas , aku tadi cuma kaget aja saat ada tangan yang memeluk ku" jawab ara yang merasa bersalah , karena telah menimbulkan keributan
dewa langsung bernafas lega saat mendengar ucapan ara, ia pikir ada penyusup masuk ke kamar mereka
" aku kira ada apa , ya sudah ayo tidur lagi, di luar masih malam" ujar dewa yang menarik ara untuk tidur kembali
Ara yang di tarik dewa pun langsung terbaring di samping dewa
" ehh , mas ini sudah subuh, tu sudah adzan " ucap ara yang berusaha untuk bangun lagi, namun dewa langsung melingkarkan tangan nya di perut ara lagi
" terus kalau sudah adzan kenapa, sudah lah ayo tidur lagi " ucap dewa mengajak ara tidur lagi
" mas , aku harus sholat subuh , aku gak bisa tidur lagi" tolak ara yang berusaha melepaskan tangan dewa yang melingkar di perut nya
" perasaan semalem kamu gak sholat , kenapa pagi ini kamu mendadak sholat?" tanya dewa yang saat ini sudah membuka matanya dan melihat ara dengan tatapan bingung
" hehehe aku semalem kecapean mas mangkanya lupa sholat" jawab ara sambil cengegesan dan mengaruk kepalanya yang tak gatal
ya memang ara tak rutin menjalankan sholat lima waktu, namun ia sedang berusaha untuk menunaikan sholat nya sebanyak lima waktu dalam sehari, namun terkadang masih banyak kendala yang menundanya untuk melaksanakan sholat , ya seperti semalam yang ia sangat lelah setelah acara pernikhan nya
"sudah lah, semalem aja gak sholat, jadi gak usah sholat lagi aja" ucap dewa asal , ia mengatakan hal itu agar ara mau menemaninya tidur lagi
" iiss, gak boleh gitu, ya aku akuin semalam aku gak sholat kerena aku sangat kelelahan dan seharus nya sih selelah apa pun masih harus menjalankan sholat " ucap ara yang merasa sedih karena belum bisa melaksanakan sholat lima waktu dalam satu hari
" yuk mas , kita sholat, kita mulai mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa dan meminta untuk di berikan kesadaran dan bimbingan agar kita lebih taat lagi menjalankan kewajiban kita sebegai umat muslim" ajak ara
Dewa langsung terdiam dan mematung , pasal nya ini pertama kalinya ia di ajak sholat oleh seseorang , seumur hidup nya ia tak pernah sholat meski ia memeluk agama islam , karena di rumah nya tidak ada yang mengajak nya atau mengajarinya tentang agama
" mas, ayo, kok melamun" ucap ara menyenggol lengan suaminya yang tengah masih terbaring
" ah ya , kamu aja dulu, aku belum siap untuk menjalankan sholat" jawab dewa yang langsung membalikan badan nya memunggungi ara , jujur bukan nya ia tidak mau melaksanakan sholat, namun ia tidak tau bagai mana sholat, mau mengatakan nya kepada ara kalau dia tak bisa sholat ia merasa malu
" ya udah kalau belum siap, ara sholat dulu ya mas," ucap ara yang langsung turun dari atas ranjang nya dan berjalan menuju ke kamar mandi, ia tak mau memaksa seseorang kalau orang itu belum mau sholat
namun sebelum sampai di kamar mandi ara menghentikan langskah nya, lalu berbalik ke arah dewa
" mas , apa di sini ada mukenah dan sajadah, aku lupa bawa mukenah dan sajadah ?" tanya ara yang melihat punggung suaminya yang tidur membelakangi nya
" kamu masuk aja dulu ke kamar mandi , nanti aku meminta asisten ku untuk mengantarkan mukenah dan sajadah" jawab dewa tanpa membalikan tubuh nya
Ara hanya mengaguk lalu masuk kedalam kamar mandi , setelah memastikan ara sudah masuk kedala kamar mandi dewa langsung beranjak dari tidur nya , ia langsung mecari ponsel nya dan langsung menghubungi asisten pribadinya
" halo tuan , ada yang bisa saya bantu?" tanya satria di seberang telfon dengan suara serek has bangun tidur
" kau baru bangun" bukan nya menjawab dewa malah balik bertanya
" ya tuan , maaf tuan" jawab satria
" apa kau bisa sholat ?" tanya dewa
Satria yang mendengar pertanyaan bos nya itu langsung membelalakan matanya ,dan ia berpikir apa benar bos nya ini menanyaka tentang sholat
" satria, apa kau mendengar pertanyaan ku?" tanya dewa lagi dengan kesal karena satria malah diam saja
" hem , maaf tuan saya hanya terkejut dengan pertanyaan tuan barusan , saya tidak bisa sholat tuan" jawab satria dengan jujur, ya satria mana bisa sholat karna ia beragama kristen , jadi salah besar kalau dewa bertanya sholat kepada saria
" ah kau ini, masa sholat saja tidak bisa " ucap dewa kesal
" maaf tuan , saya beragama kristen jadi saya tidak bisa sholat " jawab satria
" sejak kapan kau bragama kristen , kenapa aku bisa tidak tau?" tanya dewa dengan konyol nya
Sebenar nya satria ingin sekali tertawa saat mendengar pertanyaan konyol dari bos nya, namun ia tahan , karea kalau dia tertawa pasti dia akan menadapatkan hukuman dari bos nya itu
" saya memeluk agama kristen sejak lahir tuan " jawab satria berusaha menahan tawa nya
" sudah lah , bikin kesal saja bicara dengan mu, cepat carikan mukenah dan sajadah dan segera kirimkan kesini" ucap dewa dengan kesal
" untuk apa mukenah dan sajadah tuan , apa anda mau sholat, dan bukan nya kalau seorang laki laki sholat itu mengunakan peci dan sarung bukan mukenah?" tanya satria panjang lebar
" kok kamu tau banyak tentang sholat , bukan nya kamu seorang kristen?" tanya dewa dengan ciruga
" ya kan dulu rumah saya waktu kecil dulu tak jauh dari masjid tuan , jadi sedikit nya saya tau tentang hal seperti itu" jawab satria
" kau ini bodoh atau bagai mana , sudah tau rumah mu dekat masjid , malah memilih beragama kristen " cibir dewa semakin kesal
' mana saya tau tuan , saya meluk agama kristen itu dari keluarga saya , trus saya bisa apa tuan ' ingin sekali stria meneriaki bos nya yang pagi ini bersikap aneh
" sudah lah , aku males berdebat dengan mu, segera kirimkan mukenah dan sajadah ke kamar ku, aku tunggu lima menit dari sekarang" ucap dewa yang langsung memutuskan sambungan telfon nya tanpa mendengar jawaban dari satria
Satria hanya mendengus kesal meladeni bos nya ini, ingin sekali ia menjitak kepala bos nya itu, kalau tidak mengingat posisi nya saat ini
jangan lupa like, komen dan votenya ya terimakasih🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Febby Fadila
Dasar bos aneh ya sat..
2024-11-02
0
ira
sabar ya Satria ngadapin bosmu itu🤣🤣🤣
2024-10-30
0
ira
ya ampun bikin ngakak terus 🤣🤣🤣🤣
2024-10-30
0