rambut ara di tarik dengan kuat oleh seseorang, hingga membuat kepalanya terhuyung ke belakang
" sakit ya, duh kasihan nya" kata selin sambil tersenyum sinis
" selin, sakit tolong lepaskan " ucap ara sambil meringis kesakitan
" merelapaskan mu, setelah apa yang kau buat pada ku" bentak selin dengan penuh emosi
ara hanya diam, ia tau kalau selin akan marah keadanya tentang kejadian tadi pagi yang dia dan oma Retno meninggalkan nya
selin langsung melepaskan tarikan rambut ara dengan kasar, sehingga ara tersingkir di lantai, tak hanya itu selin langsung mengambil kemoceng yang terletak di atas meja, kemoceng yang sudah ia siapkan untuk memberi pelajaran kepada ara
" selin apa yang ingin kamu lakukan? " tanya Winda baru datang
" aku ingin memberi pelajaran pada nya ma" jawab selin santai
" kenapa kamu tidak mengajak mama, mama kan juga mau memberikan pelajaran kepada nya " kata Winda dengan seringai licik nya
" tapi ingat ma, jangan sampai mama melukai wajah nya, bisa bisa nanti keluarga Alaska mengamuk kepada kita"ucap selin memperingatkan sang mama
" tapi bukan nya sama , mereka pasti akan melihat luka nya,kan dia kan melewati malam pertama nya"
"hahaha mama jangan bercanda, tuan muda dewa itu lumpuh tarus bagai mana mau melakukan mlam pertama " ucap selin sambil tertawa mengejek, meski ia terpesona dengan ketampanan dewa tapi kalau dewa nya lumpuh selin masih mikir mikir juga
" hahaha kamu benar juga, ayo kita lanjutkan aksi kita " ajk Winda sambil tertawa
ara yang sedari tadi mendengar pembicaraan selin dan Winda, diam diam ingin melarikan diri ke kamar nya, sebelum ia mendapatkan siksaan dari keduanya, namun sebelum ia berhasil kabur dari tampat itu dengan cepat selin menyadari nya dan langsung menarik kembali rambut ara
" aaaa" rintih ara saat rambutnya kembali di tarik oleh selin
" mau kabur kamu ya? " tanya selin yang semakin geregetan saat ara mau melarikan diri
Winda langsung mengambil kemoceng yang ada di tangan selin setelah itu langsung memukul punggung ara dengan keras , sehingga ara merintih kesakitan
namun Winda dan selin tak menghiraukan rintihan ara, mereka semakin semangat memukuli punggung ara sampi puas setelah puas mereka langsung meninggalkan ara bagitu saja di ruang tamu
kebetulan di rumah hanya ada selin dan Winda, karena Rusli sedang membayar hutang hutang nya kepada Rentenir, sehingga membuat selin dan Winda bergerak dengan leluasa menyiksa ara, kalau Rusli ada di rumah mereka tidak berani sampai segila ini menyiksa ara, apa lagi karena ara lah hutang di rentenir lunas dan mendapat kan uang puluhan juta dari keluarga Alaska
ara menangis menahan sakit di punggung nya, bukan hanya fisik yang sakit namun juga hati nya , belasan tahun ia merasakan siksaan yang di berikan selin dan ibunya kepada nya
ara terkadang berpikir coba ibu nya masih hidup mungkin ia tak semenderita ini dan menerima siksaan dari saudara tiri dan ibu tirinya, namun semua itu tak akan terwujud
ara menghapus air matanya , ia mencoba untuk berdiri meski sangat sakit di bagian pungung nya, namun ia mencoba untuk menahan nya , ara berjalan tertatih tatih menuju ke kamar nya
sesampi nya di kamar nya ia menangis lagi, meratapi nasip nya yang sangat dramatis ini, ia sudah pastikan kalau punggung nya saat ini sudah banyak bekas biru kehitaman akibat pukulan selin dan Winda
karena lelah menangis dan menahan sakit akhir nya ara pun tertidur , sampai ia terbangun karena pungung nya terasa sangat sakit saat ia membalikan posisi tidur nya
" kiss sakit sekali" gumam nya yang langsung beranjak duduk sambil menahan sakit
ara langsung melihat ka arah jam yang ada di dinding nya, jam menunjukkan pukul empat lewat tiga puluh menit pagi
" aku harus mandi dan bersiap sholat," ucap nya yang langsung beranjak dari duduk nya sambil menahan rasa sakit dii punggung nya
ara langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur, ia langsung mendi dan mengambil wudhu, setelah itu ia langsung kembali ke kamar nya untuk melaksan sholat subuh, Azan subuh sudah berkumandang saat ia masih di dalam kamar mandi tadi
setelah melaksanakan shalat subuh dua rakaat ara langsung memanjatkan doa doa kepada Sang Pencipta untuk meminta ampun kepada Nya dan meminta kemudahan dan kelancaran untuk menjalani hidup serta minta di lancarkan untuk acara pernikahan nya dan di berikan keberkahan untuk pernikahan nya, setelah itu ia juga meminta untuk di berikan kebahagiaan dan keluarga harmonis dari pernikahan nya nanti
setelah melaksanakan sholat tiba tiba pintu kamar ara di ketuk dari luar
tok... tok...
" ara ap akamu sudah bangun " terdengr suara ayah nya dari luar
"papa" gumam nya yang mengenali suara itu, dengan cepat ara langsung melipat mukenah dan sajadah nya, setelah itu baru ia memabukkan pintu kamar nya
" papa, ada apa pa? " tanya ara tersenyum setelah pintu kamar nya terbuka
" di depan ada orang suruhan dari keluarga Alaska untuk menjemput mu" ucap Rusli sambil melihat ara dengan seksama, ada perasaan tak menentu sahatinya melihat wajah ara, rasa benci, sayang campur menjadi satu
' seandai nya wajah mu tak mirip dengan ibu mu, mungkin papa tidak akan menelantarkan mu ' gumam nya dalam hati
" baik pa, aku akan segera keluar" ucap ara sambil tersenyum senang karena ayah nya mau menemui nya
tanpa berkata apa apa lagi Rusli langsung pergi meninggalkan ara yang sedang berdiri di depan pintu kamar nya, setelah sang ayah pergi ara juga langsung keluar menemui orang suruhan dari keluarga Alaska
" selamat pagi nona " salam beberap orang wanita dan pria menunduk hormat kepada ara
" selamat pagi , jangan menunduk hormat seperti itu" ucap ara yang merasa tidak enak di perlakukan seperti itu
" nona kami di perintahkan oleh nyonya Retno untuk menjemput anda, karena anda harus di rias pagi ini juga"ucap salah satu dari orang yang menjemput ara
"baik lah kalau begitu aku pamit dulu kepada kedua orang tua ku" ucap ara yang hendak pamit
" tidak usah pamit pamitan segala, sudah sana pergi " ucap Rusli dengan dingin, entah sejak kapan Rusli sudah berdiri tak jauh dari ara
ara langsung menoleh ke arah ayah nya, ia tersenyum kecut saat mendengar ucapan ayah nya tadi
" nona, mari waktu kita tidak banyak" ucap salah satu orang yang menjemput ara sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya
" pa, ara pamit ya, ara harap papa hadir di acara pernikahan ara nanti " ucap ara sambil menatap sendu ayah nya
Rusli tak menghiraukan ucapaan ara, ia langsung melenggang masuk kedalam rumah nya
jangan lupa like , komen dan vote nya ya Terimakasih 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Febby Fadila
darah dagingmu sendiri lo kok bgt bencinya... gimana klw tau selin bukan anak kandungmu
2024-11-02
0
ira
sungguh kasihan ara
2024-10-30
0
ira
hanya Krn wajah Ara mirip dengan mendiang istrimu dulu kamu malah membenci darh dagingmu sendiri dasar orang tua nggak ada otaknya
2024-10-30
1