Bab 6

Dengan ragu Ara membalas pelukan Oma Retno pelukan hangat itu, tanpa sadar ara sampai meneteskan air matanya

tak lama oma Ratna pun melepaskan pelukan nya, ia tersenyum melihat wajah cantik ara, namun seketika senyum itu pun pudar saat melihat ara menangis

" kenapa kamu menangis? " tanya oma Retno bingung sambil menghapus air mata di pipi ara dengan lembut

ara langsung tersadar ia dengan cepat menghapus sisa air mata di pipi nya, setelah itu tersenyum

" saya tidak apa apa nyonya, maaf saya hanya terharu saja" uca ara sambil menundukkan kepala nya

" panggil aku oma, dan jangan menggunakn bahsa formal seperti itu, kamu kan sebentar lagi akan menikah dengan dewa cucu oma" kata oma Retno sambil tersenyum

" baik om" jawab ara dengan senang hati

ara sangat senang mendapat perlakuan manis dari oma Ratna, berbeda dengan selin dan Winda yang berdiri tak jauh dari mereka, selin dan Winda sangat muak melihat kedekatan oma Ratna dengan ara

sedangkan bram dan rusli tak terlalu menghiraukan,berbeda dengan dewa yang nampak sangat kesal saat oma Ratna bersikap manis kepada ara

' cih, oma apa apaan sih,kenapa dia bersikap semanis itu sama wanita murahan itu' gumam dewa dalam hati dengan kesal, ingin rasa nya ia segera pergi dari tempat yang membosankan ini, namun apa daya, kalau ia nekat pergi maka perjodohan nya akan di batalkan dan otomatis ada kemungkinan besar sepupu tirinya itu yang akan menguasai kekayaan keluarga Alaska, hal itu tidak boleh di biarkan, ia tak rela kalau kekayaan keluarga Alaska di ambil oleh sepupu tirinya itu

" ma bisa kita mulai pembicaraan kita, aku harus segera pergi karena ada undangan dari kelen ku" kata bram yang ingin mempercepat lamaran ini

" baik lah, ayo sayang duduk dekat oma saja " ucap oma Ratna yang menarik tangan ara dengan lembut dan menyuruh nya duduk di samping nya, lebih tepat nya di tengah tengah oma Retno dan dewa yang duduk di kursi roda

ara melirik ke arah pria tampan yang duduk di kursi roda si samping nya, sungguh ia terpana saat melihat ketampanan dewa, jantung nya langsung berdetak kencang tak karuan, ia langsung mengalihkan pandangan nya, ia merasa tak kuat jika harus menatap pria tampan yang ada di samping nya itu

' ya Tuhan, apa dia yang akan di jodohkan dengan ku, jika benar bagi mana nanti aku akan menjalani kehidupan bersama nya, hanya melirik nya saja sudah membuat jantungku tak karuan, terus bagai mana nanti' gumam nya dalam hati

dewa yang menyadari kalau ara melirik nya sekilas, namun ia hanya bersikap seolah olah tak tau, ia tetap cuek dan memasang wajah datar dan dingin nya

" begini pak Rusli, sesuai dengan kesepakatan kita kalau kita akan menjodohkan anak kita, jadi kehadiran kami di sini untuk meminang anak gadis anda" kata bram yang mengawali pembicaraan

" terimakasih tuan , saya selaku ayah dari ara putri kami yang akan di jodohkan dengan tuan muda Alaska sangat merasa tersanjung sekali, kami dengan senang hati akan menerima lamaran ini" jawab Rusli sambil tersenyum lebar menandakan ia tak berbohong jika ia sangat bahagia

" baik lah, demi mempercepat waktu, acara pernikahan nya akan di laksanakan lusa, di hotel milik keluarga Alaska, bagai mana pak Rusli, apa anda keberatan? " tanya bram yang tak mau terlalu lama menikahkan anak nya dengan ara dan lagi ia tak mau lagi berurusan dengan keluarga Rusli

semua orang yang ada di sana terkejut, termaksud dewa dan ara, mereka tak menyangka kalau acara pernikahan mereka akan di laksanakan lusa, apa tidak terlalu cepat pikir mereka, namun mereka berdua tidak ada yang berani protes

" apa tidak terlalu cepat tuan, kami belum mempersiapkan apa apa" kata Winda

" ya tuan kami belum ada persiapan apa apa" ujar Rusli menimpali

" kalian tenang saja semuanya akan di urus oleh anak buah ku, kalian hanya mempersiapkan diri saja " kata bram

" ya kalian tak usah mempersiapkan apa apa, biar kami yang mempersiapkan semuanya termasuk baju untuk kalian nanti " ujar oma menimpali

" baik lah kalau begitu, kami akan ikut saja" kata Rusli

" ara besok ikut oma untuk mencari baju pengantin ya" kata oma Retno sambil mengelus kepala ara

" baik oma" jawab ara sambil tersenyum

selin semakin tak suka melihat ara dan oma Ratno, apa lagi di akan melihat ara menikah dengan dewa, pria yang sangat tampan dan kaya, namun selin sedikit minder karena dewa lumpuh, andai saja kalau dewa tak lumpuh pasti dia akan menjadi pria yang paling sempurna dengan ketampanan dan kekayaan nya, begitu lah pemikiran selin saat melihat wajah tampan dewa

setelah pembahasan tentang acara penikahan dan di akhiri dengan dewa memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis ara, setelah itu mereka amit pulang, karena bram ada undangan dari rekan bisnis nya

setelah mengantar kan kepulangan keluarga Alaska, Rusli dan yang lain nya langsung masuk kedalam rumah

" seneng ya yang dapat cincin berlian" celetuk selin sambil menatap tak suka

ara yang sedang membereskan gelas kotor yang ada di ruang tamu, bekas tamu keluarga Alaska tadi, ia hanya diam tak menjawab perkataan selin, ia sudah tau arah pembicaraan selin, selin saat ini tengah iri pada nya dan ingin mencari gara gara padanya, jadi mendingan dia diam ketimbang mendapatkan masalah

" hey, apa ku tuli hah? " bentak selin yang kesal karena ara hanya diam saja tak menjawab perkataan nya

" maaf selin aku sedang fokus membereskan ini, jadi aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan" kata ara yang pura pura tak mendengar apa yang di katakan selin

selin semakin geram dengan ara yang pura pura tak mendengarkan ucapan nya tadi, ia langsung menarik rambut ara ke belakang sehingga membuat ara mendongak sambil meringis kesakitan

" aaaa sakit lin, tolong lepaskan, apa salah ku pada mu? " tanya ara sambil menahan sakit saat rambutnya di tarik selin

" sakit ya, emang nya enak, salah sendiri kamu pura pura tak mendengarkan ucapan ku" ucap selin sambil menyeringai puas

" maaf kan aku lin tolong lepaskan aku, sakit" ara meringis kesakitan

" mangkanya jangan sok sokan kamu berani sama aku, jangan mentang mentang kamu mau menikah dengan tuan muda dewa kamu mulai berani pada ku" ucap selin semakin menguatkan tarikan rambut ara

ara semakin meringis kesakitan, dengan rambut nya yang di tarik oleh selin semakin kuat

" ingat jangan coba coba kamu berani melawan ku, aku akan lebih kejam menyiksa mu, meski kamu nanti akan menjadi menantu keluarga Alaska " ucap selin sambil melepaskan tarikan rambut ara dengan kasar

jangan lupa like, komen,dan vote nya ya terimakasih🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Nurwana

Nurwana

astaga Ara.... coba melawan juga... jangan kayak kerupuk melempar. jengkel hatiku sama Ara. maaf thor baper saya.

2025-02-20

0

Febby Fadila

Febby Fadila

iiiiiiihhhhhh kok aku yg geeerrrraaaammmm siiiiiii lihat kelakuan selin

2024-11-02

0

ira

ira

syukurlah Oma sangat menyukai ara, tunggu aja pembalasan arah atas perbuatanmu itu selin

2024-10-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!