"Astaga, kesiangan!" Yuna loncat dari tempat tidur, karena terburu-buru kakinya terlilit selimut.
"Aduh...." Yuna tersungkur dengan jidat yang terkena tepian meja dan kaki yang masih terlilit selimut.
"Sialan!" Yuna mengumpat, kemudian Yuna menonjok- nonjok meja itu. "Lah, tangan gua yang sakit, kenapa jam wekernya mati Sih? basah lagi!" gerutunya sambil mencoba untuk kembali berdiri. "Ah, ia lupa tadi gua siram pake air minum. Hadeuhh," ucapnya dengan mengacak rambut prustasi.
flashback.
Yuna masih mengantuk jam wekernya terus berbunyi karna ngantuk tak sadar weker nya dia siram pake air.
"Tahu gitu, gue pasang alarm Handphone."
Waktu sudah hampir jam 06.00wib, Yuna segera mandi selang 15 menit, sudah selesai aktivitasnya, ia segera menunaikan ibadah shalat subuh, mungkin lebih tepatnya akan masuk waktu duha.
"Maafkan aku Ya Alloh yang lalai ini, dari pada tidak solat," gumamnya.
"Motor bocor lagi di kampus, harus naik ojek. biaya lagi," gerutu yuna.
Yuna bergegas ke dapur untuk membuat sarapan nasi goreng bahan seadanya.
Yuna mulai membuat bumbu halus
cabai merah, kemiri, merica, bawang merah
saya blender terlebih dahulu. Selagi menunggu bumbu halus Yuna memotong sawi, sosis, daun bawang. Sekarang tinggal panas kan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi. Selanjutnya nasi, di aduk
masukan bahan pelengkap yang sudah di potong
"Dan tidak lupa masukan MECIN biar pinter,"
hahaha. Yuna tertawa sambil memeragakan ala chef Juna. "Sedikit garam dan kaldu ayam
terakhir kecap, tunggu setengah matang, masukan kembali kecap biar warnanya cantik secantik inces Syahrini. Oke, nasi goreng Ala chef Yuna selesai," Yuna berucap dengan tersenyum. "Eummm, Yuni!" Cukup 10 menit saja. Makan di kantor saja kalo di rumah takut telat, semoga tidak macet," ucapnya kembali.
Setelah memesan ojek online dari aplikasi, Yuna menunggu di pinggir jalan
Isi chat Yuna dan supir ojek online
Yuna : Bang, buruan! aku telat ini bang.
ojol : OTW mba
Yuna : Buruan OTWnya! bukan on the WC kan ??
ojol. : hhhaaa.... "Ya elah mbak, ini mau sampe. Mbaknya pake Bh apa?
ojol
🤭
Baju apa? maksudnya.
Yuna : 🙄 Baju biru pak, Bapak yang mana?
ojol. : Yang ganteng ....
Yuna : ebuseyettt....😱😓😓
Tak lama supir ojol datang memberikan helm pada Yuna
"Buruan pak! saya sudah telat, ngebut ga pake lama," ucapnya dengan mengenakan helm.
"Bang bisa bawa motor ga sih? bang lambat banget kaya keong kena lampu merah kan!"
protes Yuna.
"Yah mba, ini sudah maksimal segini kemampuan saya."
"Abang pindah kebelakang saya yang bawa motor nya!" Sentak Yuna.
"Emang bisa mba?"
"Berisik! pegangan belakang ajah pak, Ingat jangan modus!" Yuna berucap dengan mengangkat jari telunjuk nya.
Yuna melajukan motor nya dengan kecepatan maksimum.
"Mbak, pelan-pelan mbak, saya blom kawin Mbak," ucapnya dengan memelas.
"Bukan urusan gw!" sentak Yuna.
"Mbak, ini motor masih kredit mba, kalo rusak gmana setoran ke Ema saya mba," ucapnya kembali.
"Ebuseyettt! Si Abang. Abang kalo mau motornya aman dan selamat. Diem Napa bang! jangan ganggu konsentrasi saya!" tukasnya.
Yuna sudah mulai fokus mengemudi motor nya, hingga sampe dengan tepat waktu. "Ternyata, kemampuan mengemudi saya keren," ucap Yuna menyombongkan diri.
"Napa bang?" Yuna bertanya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mukamu kenapa kelihatan pucet begitu?" tanya yuna.
"Mbak, lain kali tidak usah pesan saya lagi! sawan saya Mbak,"ucapnya dengan kaki yang masih bergetar.
"Bayi kali sawan, hahahaa."
"Lagian Mbak, cantik-cantik ko kaya gini amat, Mbak seperti pembalap, penampilan anggun kelakuan amburadu," ucapnya dengan tersenyum masam
"Ya elah, si Abang baper amat sih. Yang pentingkan selamat, Bang. Nih bang ongkos nya," ucapnya dengan memberikan satu lembar seratus ribuan.
"Ia mbak. Terimakasih," ucapnya dengan wajah pucat.
"Nanti aku ajak Abang naik motor lagi ya," ledek Yuna.
"Tidak Mbak. Tidak mau," tolaknya dengan menggelengkan kepalanya. Di bayar besar juga ogah Mbak, saya punya satu nyawa mba."
"hhhaaaa...."Yuna tertawa meninggalkan si Abang ojol.
Tanpa Yuna sadari sejak di lampu merah sudah ada sepasang mata yang menatap nya
dengan senyuman dan menggelengkan kepala.
Ricki POV
Saat berhenti di lampu merah mobil Ricki tepat berada di belakang motor yang di tumpangi Yuna,
"Bukan kah itu Yuna? belum benar motornya?
lah, itu kenapa dia pindah ke depan?" Ricki mencoba mengejar Yuna namun tidak bisa mengimbangi kecepatan Yuna.
"Sampe juga, gue ke toilet dulu dah pasti nih rambut udah acak- acakan seperti habis kesetrum," cicit Yuna dengan terkekeh.
Setelah selesai dari kamar mandi, Yuna menekan tombol lift menuju ruangan nya.
"Aman, si bos belum datang. Me time, sarapan dulu kita," Yuna mengelus ngelus perut nya. Yuna makan di kolong meja kerja nya.
Selang berpaa lama Ricki datang.
"Mana dia? biasnaya dia sudah sibuk dengan layar di depan nya," Ricki celingak celinguk mencari Yuna. "Apa dia belum datang? ah, rasanya tidak mungkin tadi saja bawa motor sampe mau Ng fly gitu."
Ricki masuk ke Ruangan Yuna, betapa kaget nya dia melihat Yuna di bawah meja mambelakanginya dengan berjongkok.
"Yuna....,"panggil Ricki
Yuna kaget dan langsung berdiri lupa bahwa dia berada di kolong meja
"Aduhhh....." mengelus-ngelus kepala nya
"Sedang apa kamu, hah?!" sentak Ricki.
"Hemmm, enngga. nga- nu pak," ucap
Yuna dengan terbata.
"Apa itu di belakang tangan kamu?"
"iin-nii ituuu pa, nganu," ucap Yuna dengan wajah nampak bingung.
"Ini itu apah? nganu apa?" sentak Ricki, kemudian Ricki merampas bekal Yuna.
"kamu makan di ruang kerja, hah?
"maaf pak....," ucapnya dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Bekal kamu saya sita! saya rasa kamu tahu peraturan di perusahaan ini? tupperdare saya pa," Yuna melepas dengan wajah tak ikhlas.
"Apa itu tapperdare?" Ricki mengerutkan kening nya.
"Tempat makan saya pa."
"Cuma tempat makan plastik ajh kamu ributin!"
"Tapi, itu limited edition pa."
Ricki membolak balikan bekal Yuna di tangan nya.
" Apanya yang limited edition? tempat plastik kaya gini kan banyak!" Ricki langsung masuk ke ruangan nya. Ia menatapi bekal Yuna,
dengan ragu dia membuka nya.
"Makanan seperti ini apa enak? kenapa dia lahap sekali makan nya?" Ricki mengambil satu sendok dan memakan nya .
matanya seketika membulat.
"Tidak ku sangka, enak juga nasi goreng ini
apa dia yang membuat nya?"
Tidak ku sangka dia begitu pandai memasak."
tak terasa Ricki menghabis kan bekal Yuna
tok
tok
tok
"Permisi, bolehkah saya masuk?"
"tunggu!"
Ricki segera menghabiskan kunyahan di mulut nya dan segera minum dan menyimpan bekal Yuna di laci yang kosong."
"Ekhem," Hem Ricki berdehem untuk menetral kan suaranya.
"Ya, masuk.."
Yuna masuk dengan membawa berkas di tangannya.
"Ini pa, berkas yang harus bapa tanda tangani jm 10.00 kita ada meeting Yuna mulai membacakan jadwal bos nya
"Stop jam dua siang kamu cansel
atur pertemuan ulang
"hemm, baik pa. Maaaf," ucapnya dengan tersenyum senyum ."
"kenapa kamu senyum -senyum gitu, sudah gila?" tanya Ricki.
" Itu, Pak...."
"Apa?"
"Ada nasi di sudut bibirmu, Pak."
Ricki kalang kabut membersihkan bibirnya
"kamu keluar!"
"Baik, Pak."
"Ah, malunya aku kenapa tadi lupa tidak mengelap dulu bibir ku, di depan dia kenapa aq selalu terlihat bodoh, sialan!" umpatnya.
Yuna keluar masih dengan tawanya, bilangnya peraturan. Tapi nyatanya? bilang ajah doyan," Hahaha.
Yuna masih terkekeh.
...Bersambung...
hallo Kaka Shay....
my love love ku
😍😍😍
boleh pinjam jempol nya sebentar 🤭🤭
buat tekan like 👍 sebanyak banyak nya
pinjem jarinya buat tulis tulis komentar apa ajh 😉😉
biar author nya senang 🤩🤩
ayo ka tingalin jejak sebanyak banyak nya
kalo ada poin vote udah Alhamdulillah bgt ka🤭🤭🤭
semoga pembaca yang Budiman yang baik hati dan tinggalin jejak di murahkn rejekinya😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Indah Islamiah
aduuhh thor ngakak banget, sampai air mataku keluar 😂😂😂
2022-09-28
1
🌹🌹Sofia Salgi🌹🌹
lucu thorrrr😅😅😅smpai tertawa sendiri aq thorrr ,,,,,,The best aq suka ,,,,,,,, aq sukkkkkka 💪💪💪💪
2021-12-01
0
Yunia Abdullah
lucu
2021-07-28
0