Yuna mengganti pakaiannya dan betapa kagetnya, Lisa melihat penampilan Yuna saat ini. Memang Yuna memiliki tubuh yang ideal. Tinggi, putih mulus, body yang seperti gitar spanyol. Jelas saja, karena dia pernah memberikan ASI pada anaknya. Jadi, terlihat sangat sexy dengan memakai pakaian itu.
Terlihat sangat cantik dan elegan dengan sepatu hak tinggi. Rambut d gerai DNA berponi. Wajah yang imut dan manis
tanpa memakai apapun d wajahnya memang sudah cantik .
" kak Lisa.."
"Eh ia Yuna ini kamu?"
"Ya, iya ini Saya. kenapa, aneh yah?" tanyanya.
"Ya biasanya saya lihat kamu pake seragam, seperti anak masih SMA, sekarang tiba tiba seperti wanita dewasa."
"Oh ia ini pakai lah titipan dari pak Ricki!"
"Apa ini ka?"
"Lihat saja," Lisa tersenyum
" Apaaaaa! Apa dia tidak punya kerjaan sampai bisa memberikan ku ini?" tanyanya dengan sedikit emosi.
ssstttt
"Jangan keras- keras Yuna! kau mau d pecat?
Pakai lah, biar kamu terlihat press!" titahnya.
Yuna hanya mengambil lip balm, bedak padat itu pun sangat tipis dan membuat rambutnya Curly d bawah.
" Perfect, Lisa tersenyum senang."
"Ok urusan performance udah ok, sekarang siap kan dirimu tentang apa saja yg haus kau pelajari."
Lisa mengajarkan nya dengan detail dan terperinci dari A sampai Z. Yuna memang orang yang cepat belajar karna saat sekolah pun memang dia mendapatkan beasiswa dan tidak d ragukan soal kecerdasan nya.
karna ada satu hal, dia dia tidak melanjutkan kuliahnya, itulah rumor yang beredar. Namun, kenyataannya Yuna sangat lah tertutup urusan masa lalunya.
"kamu mengerti Yun?"
"Oke, Kak. Saya paham!"
Waktu sudah menunjukan pukul 10.30wib.
tringg..triiing
"Baik, Pak. semua sudah siap," Lisa mengangkat telpon berbicara dengan orang di sebrang sana.
"Yuna, segera lah temui Pak Ricki!"
"Makan siang, ada pertemuan dengan klien kamu bawa berkas yang tadi sudah saya siapkan dan kamu paham kan!"
"Iyah, Kak. Saya permisi."
Yuna menaiki lift dan menuju ruangannya yang di sana hanya ada dua ruangan. Yaitu ruangan Yuna, dan ruang kerja Ricki.
Yuna menghembuskan nafasnya, sebelum mengetuk pintu.
tok
tok
"Selamat siang, Pak."
"Ya, silahkan masuk!"
Ricki menatap Yuna kagum.
"Cantik Juga dia."
"Pak, panggil Yuna." Ini berkas yang harus bapak tanda tangani.
"Ah, ia duduk lah! kenapa gue Jadi seperti ini, dia benar - benar..." ucapnya terpotong.
"Pak" panggil Yuna dan membuyarkan pikiran Ricki.
"Ada apa Yuna?" tanyanya dengan mencoba bersikap tegas.
"Bapak seharusnya tidak perlu memberi ku semua ini, sambil menunjuk muka dan baju nya."
"Saya tidak ingin klien ku melihat sekretaris ku yang tak enak d pandang!" sentak nya.
"Apa maksudnya? apa selama ini, saya tidak enak d pandang? Menyebalkan! seperti orang paling ganteng saja. Eh, tapi emang dia ganteng sih." Yuna terus bergelut dengan pikirannya. "Ahh, apaan sih gue."
Yuna yang berperang dengan pikiran nya
"Tapi saya tidak bisa mengganti semua ini pa,"
Yuna memang tak suka diberi orang lain, itulah karakter ya.
"Memangnya saya meminta mu mengganti nya?" Tanya Ricki.
"Tetapi pak...," ucapannya terpotong.
"Saya tidak suka penolakan, paham!"
"Iyah, pak."
"Ini siapkan semuanya pukul 12.00 siang kita makan, bersama klien!"
"Baik, Pak."
"karna kau telah membuat ku kesal, bawa ini
sebagai hukuman mu yang mencoba menolak pemberian dan perintah ku!" ucapnya dengan menyodorkan beberapa paperbag.
...----------------...
tinggal kan jejak ka 😍🤩😍🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
🌹🌹Sofia Salgi🌹🌹
kereeènn thorrr
2021-12-01
0
Ero
beneran ada yg kek gitu g ya didunia nyata
2021-02-07
0
⏤͟͟͞R. ALICE off
asik ini awal petama yuna bekerja bersama ricky
2021-02-06
0