Toples Yang Bocor

Tidak terasa Yuna menjalani profesi terbarunya menjadi seorang sekretaris

sudah dua bulan. Semuanya berjalan lancar meski harus pintar membagi waktu, antara pekerjaan kuliah dan anak nya.

Yuna pun sudah mulai akrab dan gerbisa dngan sikap Ricki. Sore itu, Yuna Bersiap pulang dan akan bergegas ke kampusnya.

"Yuna ....."

panggil Ricki

"Ah, ia pa ...?" jawabnya sambil membungkukkan badan nya

"Malam ini, temani saya makan malam bersama klien!" titahnya.

"Maaf pak, bukannya sudah tidak ada lagi pertemuan dengan klien?" tanyanya.

"Sudah jangan cerewet!"

"Heem, baik pak saya pulang dulu karna ada kelas," pamitnya.

"Pergi saja! memangnya siapa yang meminta mu tetap di sini?!" ketusnya, seraya berlalu meninggalkan Yuna, dan memasukan tangan ke dua kantung celana nya.

huftttt....

Yuna menghembuskan nafas kasarnya.

"Benar- benar bos yang menyebalkan["

🌺🌺🌺🌺🌺🌺

waktu sudah menunjukkan pukul 19.00

Yuna bergegas ke parkiran

"kenapa nih motor ko ban nya bocor? Kalau saya urus motor ini. pasti lama, saya pasti telat si Nos songong itu bisa ngomel ngomel. Mending saya naik ojek online saja, sekalian pulang dulu. Motor simpan sini ajh titip security," Yuna Terus bergelut dengan pikirannya.

"permisi pa!"

"Saya titip motor saya Pak, boleh?" tanyanya. bannya bocor saya buru buru," ucapnya kembali.

"Baik, Dek."

"Terimakasih, Pak."

"Iyah, sama sama Dek."

Assalamu'alaikum

waalaikum salam, "Hati- hati di jalan," ucap security. Yuna tersenyum, dan berlalu.

Yuna segera membuka aplikasi ojek online dia menunggu. di kursi dekat pos security kampusnya.

l

10 menit Yuna menunggu, kemudian dia pergi

ke depan menungguu supir ojeknya.

tin

tin

"Siapa sih, berisik banget mobil kredit juga gaya banget!" sungut yuna. "Si Abang ojek lama banget lagi."

Tin ....

Tinn....

"Buset dah, tuh orang ngeselin banget! ngehalangin pandangan Gue lagi, baru punya mobil kali," gerutunya.

Yuna mulai menjauhi mobil di depannya itu.

tiba - tiba

"Yuna...!"

"Seperti tidak asing dengan suaranya? Ya Tuhan, kenapa dia selalu ada di pikiran ku."

"Yuna...!" teriak pria itu.

"Astaaga apa itu nyata?"

Yuna menengok ke belakang dan ternyata Ricki mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil dengan wajah masam.

"Astaga, ternyata ini nyata! dia mau ngapain ke sini?"

"Hey, apa kau mau berdiri saja di situ, hah?!" teriak Ricki.

"Kenapa berteriak- teriak seperti itu, membuat malu saja!" Yuna mengomel karna kesal.

"Apa, berani nya kau. Masuk!" titah Ricki yang mulai geram.

Yuna segera masuk. Di dalam mobil Yuna terus menggerutu dalam hati.

"Apanya yang tampan, gila ajh tuh si Arin sama Rina suka cowo model kaya gini! kaga ada lembut lembut nya, nyebelin!"

"Astaga!"

"Kenapa sih Yuna? kamu ngagetin saya sajah!"

"Pak, ojek saya gimana? ini kita malah udah jalan," tanyanya dengan wajah panik.

"Sudah saya batalkan tadi," ucapnya santai.

"Pak, tidak bisa seenaknya gitu dong! kasian kan?"

"Sudah saya bayar ngapain kasihan, kenapa kamu cerewet sekali?!"

Yuna seketika tertunduk

"Pak,"

hemmmzzzz

"Kenapa bapa jemput saya?" tanya Yuna.

"Jangan kepedean kamu! saya sekalian lewat dan lagi kamu tidak tahu tempatnya, bukan?"

"pa..."

"Apalagi Yuna, berisik sekali kamu!" geram Ricki.

"Boleh kah saya ke kosan dulu? Saya seharian belum ganti baju pak," pinta Yuna.

Ricki melirik dengan tatapan dingin

"Kalo tidak. Yah, tidak apa- apa. Toh, yang malu Bapak memiliki sekertaris bau dan kucel seperti saya!"

"Dimana kosan mu?" tanyanya.

"Yeesss!"

"Buruan jawab! sebelum saya berubah pikiran."

"Menyebalkan!" gerutu Yuna.

"kamu bilang apa Yuna?" tanya Ricky dengan muka geram.

"Ah itu pa bapa tampan, Upps." seketika Yuna menutup mulutnya.

Ricki melirik dengan sinis, namun samar terlihat senyumnya.

"Buruan!"

"Di depan ada pertigaan belok kiri pa,nah nanti belok kanan pa, lurus sampe deh, Pak."

hemzzzzz

Waktu berlalu selama lima bas menit.

"Stoooopppp, Pak!"

"Kamu kalo ngomong, bisa ga ngga ngagetin orang?" sentak Ricki.

"Maaf, orang udah sampe sih," jawab Yuna.

"Mana kosan mu?"

"Itu Pak," Yuna menunjuk kosan kecil.

"Kecil sekali kosanmu, seperti rumah ayam sajah," Ucap Ricki.

"Yuna sudah males menaggapi,"

"Bapa tunggu di mobil sajah!" pinta Yuna.

"Lah, tidak sopan sekali kamu! tidak menyuruh ku masuk."

"Kan kata bapa rumah ini seperti rumah ayam," Yuna mulai geram.

Yanpa di persilahkan Ricki masuk ke kosan Yuna.

"Duduk pa!"

"kenapa, dia menyebalkan sekali!" gerutu Yuna.

Yuna ke dapur, membuatkan kopi dan memberikan beberapa jenis kue kering buatannya di dalam toples.

"Silahkan Pak," Yuna menyodorkan kue kering buatannya.

"Apa ini tidak ada racun nya?" tanya Ricki.

"Kalau di dapur saya ada sianida, sudah ku kasih ke dalam kopi nya, Pak!" sungut Yuna

dengan muka kesal.

"Berani kamu!"

"Yah, sudah Bapak jangan cerewet! kalo mau makan dan minum tidak yah tidak usah, begitu saja repot!" sungut Yuna.

Yuna bergegas ke kamar, mengambil baju ganti dan segera bergegas ke kamar mandi.

Ricki POV

"Enak juga kopi buatannya, kuenya juga enak, beli di mana yah dia kue seenak ini? lama juga tidak masalah dia d kamar mandi,

saya tidak bisa berhenti enak banget," Ricki bergumam dengan mulutnya penuh dengan kue kering, seperti anak kecil yang baru makan- makannan kesukaannya.

Yuna sudah rapi dan bergegas bersiap siap untuk berangkat.

"Pak, ayo!" ajak Yuna.

"Kenapa kamu lama sekali, kamu membuang waktu ku!" sentak Ricki.

"Apa Bapak, lapar?" tanya Yuna dengan meheranana.

"Kenapa?" tanyanya polos.

"Apa toples kue saya bocor yah?" Yuna berkata, sambil memeriksa dan memutar dan membolik- balikkan toples kuenya.

"Ah sepertinya tidak, tapi tadi masih banyak," heran Yuna dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Hey, kamu tidak ikhlas! memberi kue ini pada ku?!" sentaknya.

"Tidak juga, perasaan tadi ada yang bilang takut diracuni tapi ini ko malah lahap sekali," timpal Yuna dengan terkekeh.

"Aku lapar, cerewet sekali kamu!"

"Apa kuenya sangat enak, Pak?" tanya Yuna dengan senyum mengejek.

"Tidak! sama sekali tidak enak! kue macam apa ini," ucapnya dengan tetap memasukan kue kering ke mulutnya.

"Ya sudah, kalau tidak enak," ucap Yuna dengan merampas toples kue kering di tangan Ricki.

Ricki kembali merampas kue itu dan membawanya ke mobil.

Yuna hanya menggeleng gelengan kepalanya

"Dia benar benar sepeti anak kecil dan menyebal kan!" gumam Yuna.

...Bersambung...

...----------------...

Bantu like dan comen nya Kaka

😍😍😍😍😍😍

minta kemurahan jempol nya ka

buat tekan like nya 😘😘😘😘

terimakasih udah mw

baca novel receh qu😉😉😉

semoga harinya selalu menyenangkan

buat yang like komen 👍👍👍

Terpopuler

Comments

☬ஜ🅰RIZUMI༻☬

☬ஜ🅰RIZUMI༻☬

ketagihan baca nya thor.. 😍😍❤

2021-12-19

1

Atieks Syaiful Bahri

Atieks Syaiful Bahri

toples bocor🤣🤣🤣

2021-04-24

1

❀ᴅeᷟwͣiᷜʕ •́؈•̀ ₎

❀ᴅeᷟwͣiᷜʕ •́؈•̀ ₎

drijimuuu torrr

2021-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Pusat Perbelanjaan
3 Kediaman Ricki Ariando
4 Ariando Group
5 Ariando Group part 2
6 Istirahat
7 Istirahat part 2
8 Awal
9 Ruangan Presdir
10 kediaman Yuna
11 Hari Yang Berat
12 pekerjaan baru
13 Bertemu Client
14 Perlu Bicara
15 Toples Yang Bocor
16 Makan Malam
17 Ada ada saja
18 Membuatnya
19 Barang Berharga
20 Bali
21 Bali
22 Yuna yang aneh
23 Bertemu Edward
24 Oh Mamy
25 Team produksi
26 Teraktiran Presdir
27 Lelah
28 Bandung
29 kediaman Tuan Edward
30 Misteri Nona Anastasya
31 Gubuk Tua
32 kunjungan
33 Dunia Yuna dan Arya
34 Arini
35 Club
36 Bermalam
37 Rumah sakit
38 Rapat Divisi
39 Rumah Utama
40 kedatangan Jesicca
41 Wedding
42 Menuju Malam pertama
43 lagi - lagi Mamy
44 Rencana honeymoon
45 Surat kontrak
46 Siapa sebenarnya Yuna
47 Seandainya Bisa
48 Siapa kamu
49 Yuna dan james
50 kebodohan Ricki
51 Keluarga Marsela
52 James dan Marsela
53 kepergian Sela
54 Yuna Terluka
55 Kedatangan Pria tampan
56 Amarah Yuna
57 Flashback Masa kecil Yuna
58 Si Tampan, Dr. Rayhan
59 Aku tak sebodoh itu
60 Masa lalu Ricki
61 Masa Kecil Yang Mengerikan
62 Flashback, Masa Kecil Ricki
63 keluarga Endelson
64 Flashback, Awal pertemuan
65 Flashback, Ana Kecil
66 Best Friend
67 Kepergian James
68 Sela Yang berbeda
69 Flashback, kelicikan Eric
70 Menemani Sang Kakek
71 Dunia Anastasya dan Edward
72 Pesan Terkakhir Sang Kakek
73 Kedatangan Mamy Mertua
74 Kecemburuan Edward
75 Sisi Lain Nona Anastasya
76 Sebuah Kekonyolan
77 Kabar Yang Menyakitkan
78 Luka Lama
79 Flashback, Setelah Kakek Tiada
80 HELENA
81 Jebakan Helena
82 Flashback, Awal Kehancuran
83 Kabar Yang Mengguncang
84 kepergian Anastasya
85 Kecelakaan Dimasa Lalu
86 Boncap! Los Angeles- Sela dan James
87 Bonchap_ L.A. Oh, Jemes
88 Pengumuman
89 Ucapan Terimakasih
90 Season 2 _ Pesta pertunangan
91 Season 2_ Berpura-pura Tegar
92 Membuktikan Sesuatu
93 Season 2 Pria Misterius
94 Pertemuan Rahasia
95 Rencana Baru
96 Aku Normal!
97 Kebenaran Identitas Andre
98 Cinta itu Egois
99 Kewajiban Seorang Istri
100 Istri Durhaka
101 Perang Dingin
102 Tidak Cinta
103 Rumit
104 Keluarga Absurd
105 Kesempatan dalam Kesempitan
106 Menolak Kaya
107 Dianggap Anak Sendiri
108 Papah Sambung yang Sempurna
109 Rencana Melenyapkan Pewaris
110 Serangan yang Gagal
111 Tidak Menduga
112 Dendam dan Ambisi Berakhir Petaka
113 Acuh
114 Licik
115 Tempat Ternyaman
116 Mie India
117 Bermain Halus
118 Mulai Menemukan Celah
119 Skandal Menjijikan
120 Menjenguk yang Sakit
121 Kedatangan Edward yang Mendadak
122 Bunga Lili
123 Drama Daster
124 Pura-pura Sakit
125 Tingkah Bar-bar
126 Harga Diri Tinggi
127 Sangat Menyesal
128 Peringatan Penting
129 Kehilangan Semangat
130 Cara Ampuh Mengatasi Galau
131 Penyemangat
132 Membandingkan
133 Mencari Nyawa yang Hilang
134 Cinta Semu
135 Pengkhianatan tak Terduga
Episodes

Updated 135 Episodes

1
PROLOG
2
Pusat Perbelanjaan
3
Kediaman Ricki Ariando
4
Ariando Group
5
Ariando Group part 2
6
Istirahat
7
Istirahat part 2
8
Awal
9
Ruangan Presdir
10
kediaman Yuna
11
Hari Yang Berat
12
pekerjaan baru
13
Bertemu Client
14
Perlu Bicara
15
Toples Yang Bocor
16
Makan Malam
17
Ada ada saja
18
Membuatnya
19
Barang Berharga
20
Bali
21
Bali
22
Yuna yang aneh
23
Bertemu Edward
24
Oh Mamy
25
Team produksi
26
Teraktiran Presdir
27
Lelah
28
Bandung
29
kediaman Tuan Edward
30
Misteri Nona Anastasya
31
Gubuk Tua
32
kunjungan
33
Dunia Yuna dan Arya
34
Arini
35
Club
36
Bermalam
37
Rumah sakit
38
Rapat Divisi
39
Rumah Utama
40
kedatangan Jesicca
41
Wedding
42
Menuju Malam pertama
43
lagi - lagi Mamy
44
Rencana honeymoon
45
Surat kontrak
46
Siapa sebenarnya Yuna
47
Seandainya Bisa
48
Siapa kamu
49
Yuna dan james
50
kebodohan Ricki
51
Keluarga Marsela
52
James dan Marsela
53
kepergian Sela
54
Yuna Terluka
55
Kedatangan Pria tampan
56
Amarah Yuna
57
Flashback Masa kecil Yuna
58
Si Tampan, Dr. Rayhan
59
Aku tak sebodoh itu
60
Masa lalu Ricki
61
Masa Kecil Yang Mengerikan
62
Flashback, Masa Kecil Ricki
63
keluarga Endelson
64
Flashback, Awal pertemuan
65
Flashback, Ana Kecil
66
Best Friend
67
Kepergian James
68
Sela Yang berbeda
69
Flashback, kelicikan Eric
70
Menemani Sang Kakek
71
Dunia Anastasya dan Edward
72
Pesan Terkakhir Sang Kakek
73
Kedatangan Mamy Mertua
74
Kecemburuan Edward
75
Sisi Lain Nona Anastasya
76
Sebuah Kekonyolan
77
Kabar Yang Menyakitkan
78
Luka Lama
79
Flashback, Setelah Kakek Tiada
80
HELENA
81
Jebakan Helena
82
Flashback, Awal Kehancuran
83
Kabar Yang Mengguncang
84
kepergian Anastasya
85
Kecelakaan Dimasa Lalu
86
Boncap! Los Angeles- Sela dan James
87
Bonchap_ L.A. Oh, Jemes
88
Pengumuman
89
Ucapan Terimakasih
90
Season 2 _ Pesta pertunangan
91
Season 2_ Berpura-pura Tegar
92
Membuktikan Sesuatu
93
Season 2 Pria Misterius
94
Pertemuan Rahasia
95
Rencana Baru
96
Aku Normal!
97
Kebenaran Identitas Andre
98
Cinta itu Egois
99
Kewajiban Seorang Istri
100
Istri Durhaka
101
Perang Dingin
102
Tidak Cinta
103
Rumit
104
Keluarga Absurd
105
Kesempatan dalam Kesempitan
106
Menolak Kaya
107
Dianggap Anak Sendiri
108
Papah Sambung yang Sempurna
109
Rencana Melenyapkan Pewaris
110
Serangan yang Gagal
111
Tidak Menduga
112
Dendam dan Ambisi Berakhir Petaka
113
Acuh
114
Licik
115
Tempat Ternyaman
116
Mie India
117
Bermain Halus
118
Mulai Menemukan Celah
119
Skandal Menjijikan
120
Menjenguk yang Sakit
121
Kedatangan Edward yang Mendadak
122
Bunga Lili
123
Drama Daster
124
Pura-pura Sakit
125
Tingkah Bar-bar
126
Harga Diri Tinggi
127
Sangat Menyesal
128
Peringatan Penting
129
Kehilangan Semangat
130
Cara Ampuh Mengatasi Galau
131
Penyemangat
132
Membandingkan
133
Mencari Nyawa yang Hilang
134
Cinta Semu
135
Pengkhianatan tak Terduga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!