Seusai bertemu klien. Yuna dan Ricki Ariando
kembali ke kantor. Yuna membuntuti dibelakang dan berjalan terburu buru untuk mengimbangi Bosnya. Ricki terbiasa mengendarai mobil nya sendiri, tanpa bantuan supir.
Sesampainya d mobil.
"Emmmm," Yuna bergumam. "Maaf pak," Yuna memulai percakapan dengan menunduk dan memainkan kuku kukunya.
"Heem," sahut Ricki.
"Soal kuliah saya, bisa kah saya melanjutkan nya pa? karna saya dulu sudah semester enam Pak..," belum selesai Yuna berucap
"Bisa!" Ricki langsung menimpali.
"Saya akan meminta Andra urus semua nya, kau Senin tinggal masuk saja!"
"Terimakasih, Pak."
"Ada lagi yang perlu d tanyakan? kenapa kamu tidak selesaikan kuliah mu dulu?" tanyanya.
"Emm itu pa, karna ada sesuatu yang mendesak saya jadi tidak bisa melanjutkan kuliah ku dulu," timpal Yuna.
Ricki mengerutkan keningnya dengan menoleh menatap Yuna keheranan. Yuna yang di tatap seperti itu menunduk.
Sesampai ya di kantor Yuna kembali mengikuti Ricki sambil membacakan agenda nya hari ini
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul
17.00 wib. Yuna merapikan meja nya dan saat akan berlalu pergi dia teringat akan paperbag dari bosnya."
"Hem, si Bos seperti kurang kerjaan sajah, pake ngasih aku kaya beginian banyak begini."
Yuna melihat CEO nya keluar dari ruangannya.
Ricki menatap Yuna sekilas, setelah Bosnya lewat dia bergegas untuk keluar ruangannya.
"Sepi banget nih," Yuna setengah berlali menuju lift
Yuna terdiam saat CEOnya belum menekan tombol lift.
"Ayo! kamu tunggu apa lagi, masuk!
kamu mau sampai kapan di situ?"
"Ah, Baik pa."
Sesampainya d lantai dasar, yuna berpamitan pada bos nya dengan membungkukkan. kepalanya.
Lalu, Yuna bergegas ke taman perusahaan,
untuk menemui sahabat nya, siapa lagi kalo bukan Rina dan Arin.
"Hayyy," sapanya. "kalian udah lama?
"Yahh Lo pikir ajh sendiri!" ketus Arin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Eeh, apaan itu?" dengan menunjuk paper bag yang di pegang Yuna.
"Ah, biasa lah. Maklum punya bos kurang kerjaan!" jawab Yuna.
"Wah songong Lo, Gue bilangin nih," timpal Rina dengan terkekeh.
"Ahh kaya yang berani ajah Lo," tantang Yuna
"Cih," mereka berdecak. "Mana berani Gue, orang udah kaya balokan es gitu, hahaha."
"Songong kalian pada, hhhaaaa." mereka tertawa.
"Yuna Lo lama banget sih, gue udah karatan gini nungguin Lo!
"Sory, sory. Gue traktir deh, makan bakso langanan kita, gimana?" tawar Yuna.
"Ah, kalo gitu. Let's Go," ajak Arin dengan girangnya.
"Lo di sogok bakso ajh, langsung meleleh," timpal Rina
"Berisik lo, sirik ajh! Wew," Arin menjulurkan lidahnya.
"Ayo keburu sore, anterin gue cari kosan. Senin gue udah mulai lanjut kuliah."
"Wah Alhamdulillah, tidak sia- sia kuliah Lo selama ini bisa lanjut," timpal Rina.
"Iya, Rin Alhamdulillah bisa lanjut."
"Emang yah, kalo urusan sama horang kaya bisa ajah yah, hal yang sulit bisa mudah dengan uang."
"Yah, orang kaya mah bebas lah, Iyah gak Rin?"
"Iyah Arin, anak sultan ya bebas emang kita."
Mereka melajukan motornya, Rina yang sudah dari kemarin mencari beberapa kosan- kosan untuk Yuna.
"Yuna di sini gimana, cocok tidak?"
"Hemm, kayanya terlalu bagus. Pasti mahal, gue harus lebih hemat."
"Ya udah ada sih di tempat lain. Tapi kecil banget Yuna, yakin betah?" tanyanya.
"Yang penting kamar mandi di dalam sih gue oke oke ajah."
Yuna sudah sampai d kosan yang di maksud Rina, benar kosannya kecil dan sempit.
"Lo yakin, betah tinggal d sini Yuna? tanya Arin.
"Betah Arin, tenang ajh, nanti kalian nginep nginep deh di sini!" ajaknya.
"lah ini sempit banget Yuna, gimana kita tidur nya," timpal Arin
"Lo emang tidur mau sambil lari- lari. Tidur sono d lapangan!" sungut Rina yang sudah mulai gereget.
"Hah elah gitu ajh Lo marah marah, Rin. Cepet tua Lo kalo sering marah -marah! Nanti Lo keriput sebelum waktunya, hhhaaa."
"Ariiiiiin!" teriak Rina tak terima. "Lo ngeselin banget sih, yang bikin gue cepat tua itu elo!" sentak Rina.
"Sudah, sudah! Cuma perihal sepele ajh di ributin. Besok kalian liburkan bantuin gue yah? Rapihin dan bawa barang- barang gue!
biar Senin gue tinggal tempatin," Pinta Yuna.
"Siiyap!" kompak keduanya.
"Kalian baik banget deh, jadi semakin cintah aku,"
ucapnya sambil memonyong-monyongkan bibirnya untuk memeluk kedua sahabat nya.
"Iyuh, jijay. Gue ogah! ogah gue, di peluk sama Lo!" tolak Arin dengan bergidik.
"Gue masih normal kali, iya ga Rin?"
"Sialan kalian! Emang gue gak normal apah? Yuna mencebikan bibirnya sambil melipat kedua tangannya.
"Iyah, Maaf. Sini peyuk!" timpal Arin
"Ogaahhh!" tolak Yuna dengan terkekeh.
...Bersambung...
Mohon like dan komentar nya y kka 😍😍😍
biar author nya semangat ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
🔵¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman Arsyad ⏤͟͟͞R
mumpung punya sahabat yg baik bisa d andalkn ya
2021-04-15
0
Xiemen
lnjut ya kak
2021-02-12
1
R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🦃🍆(OFF)
jadi keinget geng gue waktu sekolah dl
2021-02-06
0