"Apa semua nya sudah siap?"
Ricki bertanya sambil berjalan di depan Yuna.
Yuna mengekor di belakangnya dengan langkah terburu-buru dan mendekap berkas yang tersusun di tangannya.
Semuanya sudah siap, Pak. Kita melakukan penerbangan malam ini pukul 21.10 Wib.
"Oke, kita bertemu di bandara!"
"Baik, Pak."
,
,
,
,
Yuna sudah menyiapkan semuanya untuk pergi ke Bali malam ini. Yuna mengambil benda persegi di atas tempat tidurnya dan menghubungi seseorang di sebrang sana.
"Assalamu'alaikum, Buk."
"Waalaikum salam, Nak. Bagaimana kabarmu, Nak?"
"Alhamdulillah, Baik Buk."
"Maaf, minggu ini tidak bisa pulang, Buk. Karena, ada pekerjaan yang mengharuskan pergi ke Bali, mohon Do'anya.
"Iyah, tidak apa-apa, jaga kesehatan dan solat tepat waktu yah."
"Insyaalloh, Buk. oh Iyah, Lexsa apa dia sudah tidur?"
"Baru saja."
"Bilang maaf ku pada lexsa, Buk. Minggu ini tidak bisa ajak jalan -jalan."
"Iyah, tidak apa-apa insyaallah dia mengerti."
" Yah sudah, Yuna siap-siap dulu ya Buk untuk berangkat."
"Assalamu'alaikum...
waalaikum salam..
Telpon tertutup, Yuna segera membersihkan diri sekitar 30 menit sudah selesai, dia mengenakan jeans panjang dan sweater serta sepatu flat shoesnya. Duduk di depan cermin memoles lip balm dan cream malam.
Sudah pukul 19.20 malam, Yuna mengenakan tas ransel dan memesan ojek online dari aplikasi nya.
"Hah di tolak? Yuna mengerutkan dahinya.
Yuna membuka profil yang menolaknya, dia tersenyum getir.
"Si abang ini yang nolak saya, takut kali d bawa ngebut- ngebut lagi, Haaaa."
20.00 wib Yuna sudah sampai di bandara,
dia melihat kesana- kemari untuk melihat bos nya.
"Apa dia belum datang?"
Ah ia Yuna mengirim kan e tiket untuk Ricki. Setelah selesai yuna memberikan Hp nya pada petugas karna dia sudah check-in melalaui mobile dan menunggu di boarding room.
"Belum datang juga? Sebentar lagi lepas landas Yuna mengambil be da persegi di tanganya sebelum naik ke pesawat.
"Halo, Pak."
"Masuk saja duluan!"
Yuna masuk dan mengecek nomer kursinya dan segera duduk, tidak lama seseorang yang mengenakan masker dan topi duduk di sebelah nya.
"Maaf, kursi ini sudah ada yang punya."
pria itu mengerutkan dahinya
"Maaf, Pak. ini punya bos saya. Apa kau tahu, Bos ku sangat menyeramkan. Jadi, menjauh lah dan cari kursi lain!"
Pria itu duduk dan membuka sedikit masker nya.
"Saya bos mu, bodoh? Kau, yang menjauh lah, seenak nya bilang aku menyeramkan," Sungut Ricki.
"Begitu sajah marah."
"kau..." Ricki mulai geram. Dia tidak mau berdebat karna dia tidak mau orang orang menyadari keberadaannya.
"Akhh...Yuna melengos menatap jendela.
"Menyebalkan!"
,
,
,
,
Pukul 00.00 pesawat sudah sampai di bandara Ngurah Rai Bali. Mereka di jemput oleh supir dari hotel. Di tengah malam seperti ini jalanan lenglang, hingga hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit sudah sampai di hotel.
Yuna menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar. Karna,sebelum nya ia sudah melakukan check in.
"Apa..!tidak bisa seperti itu dong ka."
"Mohon maaf, Kak." Sesal seseorang petugas resepsionis.
"Lah, bagaimana ini? apa besok pagi sudah bisa kosong?"
"Belum bisa d pastikan, Kak."
"Ada apa Yuna?" Ricki menghampiri Yuna
"Ada masalah besar, Pak. Jadi, kita hanya dapat satu kamar hotel."
hemzzz
" Modus kamu!"
"Orang aku check in dua kamar hotel. Tanya saja nih!" Yuna menunjuk pekerja resepsionis dengan kesal.
"Mohon maaf atas ketidaknyamannya, Pak. ada sedikit masalah tadi."
"Yasudah..."
Ricki mengambil kunci dari tangan Yuna.
"Bagaimana ini?" gumam Yuna.
Yuna masuk ke kamar dan menutup pintu kamar hotel.
"Apa saja jadwal untuk besok?" tanyanya. "Pukul 10.00 pagi kita observasi lahan pak dengan Mr Randy." Yuna membacakan agenda Ricki dengan Rinci dan tiba-tiba dia berhenti sejenak.
"Hemmmzzzz...." Yuna bergumam.
"Kenapa, Yuna?"
"Maaf, Pak. pukul 20.00 kita ada pertemuan dengan Mr.Edward Endelson, Pak."
"Yuna kita harus dapatkan tander ini! Kau, tahu? Mr.edward adalah perusahaan terbesar di Jerman dan temasuk di negara ini juga dan bukan cuma itu bila kita bekerjasama dengan dia, kita bisa untung besar dan lagi, banyak yang akan mempercayakan tender besar pada kita."
"Semangat sekali bapak ini, Yuna tersenyum getir."
"Tenang saja saya sudah tahu apa yang dia suka dan tidak."
Ricki mengerutkan dahinya.
"Maksudnya, Pak. Saya sudah mencari tahu tentang dia, biar kita bisa dapatkan tendernya."
"Bagus..."
Setelah dari kamar mandi Ricki masih mendapati Yuna memangku laptop nya. dengan beberapa berkas d sampingnya
"Kau belum tidur Yuna?"
"Saya masih menyiapkan berkas yang akan di bahas dengan Mr.Edward, Pak."
"Istirahat lah dulu, Bapak duluan saja, setelah selesai saya akan tidur di sopa ini.
"Ekhem," Ricki berdehem. "Apa kau tidak tertarik tidur di atas kasur ini?" Ricki menepuk -nepuk tempat tidurnya. "Ahhhhh, sangat nyaman sekali." ucapnya dengan mengedipkan matanya.
"Shittt...! Dia benar- benar sudah gila!" gerutu Yuna.
"Ayolahhhh, kemarlah baby," Ricki berucap dengan menepuk- nepuk bantalnya." Dengan senyum mengoda.
"Tingkah mu seperti gigolo saja!" Sungut yuna.
Ricki melempar bantal ke arah Yuna,
"hhhaaaa," Ricki tersenyum puas melihat tingkah Yuna yang salah tingkah.
'
'
'
'
'
'
'
***intermesso 😍😍dulu yah
Dokter kepada pasiennya, kakek 72 tahun….
Dokter : “Pak, rasa sakit di kaki kanan anda itu tampaknya akibat penyakit rematik.”
Pasien : “Penyakit rematik itu apa, dok ?”
Dokter : “Rematik itu salah satu penyakit yang menyerang sendi, Pak. Penyakit itu dapat
disebabkan, misalnya, karena usia Bapak sudah tua…”
Pasien : “Eh, dokter jangan coba2 bohongin saya ya !! Kaki sebelahnya, umurnya juga
udah sama
tuanya, tapi gak sakit apa2 tuh”
'
'
'
'
mohon** dukungan nya
like dan coment 😍😍😍 ya kaka,tingalin jejak biar semangat*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
🌹🌹Sofia Salgi🌹🌹
😅😅😅😅itu kkek lucu juga bikin aq ketawa sendiri ,,,,,,,,
2021-12-01
0
Tiwi Rahayu
ketawa ngakak sampai keram perut baca intermezo nya 😀😀😀😂😂😂🤣🤣🤣🤣
2021-09-09
0
Atieks Syaiful Bahri
intermezzo koplak🤣🤣
2021-04-24
3