"Di PECAT pa...?" kaget Yuna.
"Tentu saja tidak pak, siapa yang mau di pecat Pak. Jangan pecat saya pak," Ucap yuna. dengan memohon dan mengatupkan kedua tangan nya dengan wajah polos nya.
"Baik lah.."
hemmzzz saya punya pilihan buat kamu. Mulai besok kamu jadi Sekretaris saya."
"Apppa pak?!" Yuna kaget dan langsung berdiri tanpa ia sadari.
"0wh, Rupanya kamu lebih memilih saya Pecat yah?"
Yuna sontak kaget.
"Ten...., ten- tu saja tidak Pak," ucapnya dengan terbata. "Saya cuma kaget Pak, saya senang sekali," ucapnya dengan senyum so manis nya.
dalam hati Yuna
"Mana mungkin gue bisa jadi Sekretaris ini dadakan sekali, apa dia berniat mengerjai ku? Menyebalkan!"
"Yuna!"
"Eehhh ia Pak, seketika membuyarkan lamunannya.
"Tapi pak, saya tidak mengerti pekerjaan itu! saya juga belum kuliah bagaimana bisa pak?" tawarnya.
"Semoga alasan ini, mujarab. Sungguh pekerjaan ini tidak saya ingin kan, saya hanya ingin bekerja dengan tenang," Yuna bergumam dalam hati.
"Soal itu biar saya Urus besok kamu sudah bekerja, dan langsung masuk kuliah kelas Sore semua nanti d atur," titah Ricki dengan santai.
"appaaa!" alasan itu pun tidak bisa merubah semua nya? hadeuuuh," Yuna mengacak ngacak rambut nya tanpa dia sadari.
"Kamu kenapa mengacak acak rambut mu? sudah tak waras yah?" tanya Ricki dengan senyum seringai nya.
"hhhaaa"
Yuna hanya tersenyum yang d paksakan
"Saya rasa semua sudah d sepakati yah? dan besok kamu sudah mulai bekerja! Nanti Lisa akan mengajarkan mu setelah saya datang kamu sudah harus siap!" tegasnya.
"Baik Pak, apa sekarang saya boleh pulang?" tanyanya dengan muka melas.
"Yah!" ucapnya dengan mengibaskan tangannya, seperti mengusir.
"Permisi pak," pamit Yuna.
Di setiap langkah Yuna masih sibuk dengan pikiran nya.
"apa ini kesepakatan bahkan saya tak punya pilihan. Bagaimana ini kuliah sore, sampai rumah jam berapa? Terus biaya nya? antara di pecat dan tidak! Semuanya sama tak ada pilihan yang bagus. Sepertinya saya mulai tak waras." Yuna yang sibuk dengan pikiran nya tanpa ia sadari dia menabrak pintu keluar.
"Aduuuhhhh!"
Ricki melihat itu menyembunyikan senyum nya. Yuna yang melihat, Ricki melirik nya. Ia merasa malu dan menepak Nepak jidat nya
Yuna menoleh melempar kan senyum buatan nya.
"Maaf, Pak."
"Bodoh sekali Sih, Gue! Pintu Segede ini, sampai tak lihat. Memalukan!" gerutu Yuna seraya berlalu.
Selepas kepergian Yuna, Ricki bersandar pada kursi kebesarannya dengan senyum senyum membayangkan tingkah yuna.
"Gadis aneh! padahal jelas dia gemetar dan takut padaku. Tapi, masih bisa pura- pura tersenyum.
Yuna memasuki ruangan nya untuk mengambil Tas nya dan ternyata pak Johan sedari tadi menunggunya.
"Bagaimana Yuna, apa katanya?"
Yuna melepas nafas kasarnya
"Bagaimana yah pak, saya juga bingung pak, apakah harus senang atau harus menangis?"
"Maksudnya apa Yuna?"
pak Johan bingung dengan peryataan Yuna
"Jadi gini pak, saya tidak jadi d pecat."
"Syukur lah."
"Tapi pak, saya d suruh jadi Sekretaris."
"Apppaaaaa!" pak Johan melongo, kemudian pak Johan tertawa terbahak.
"Kamu bercanda kan Yuna? Yah elah Pak, mana mungkin saya bercanda, jangankan Bapak, saya pun rasanya di buat gila Pak! Tapi, mau bagaimana lagi dari pada saya di pecat," Ucap Yuna dengan mengangkat kedua bahunya.
"Ya sudah, nikmatin saja buat diri mu senyaman mungkin,"
"Ya pak saya permisi pulang dulu." Sambil berjalan Yuna terus menggerutu.
"Apa yang nyaman coba? bekerja dengan orang model seperti itu! Huhh, apa yang harus ku ceritakan pada keluarga ku tentang kuliah ku."
Yuna berlalu menuju parkiran melajukan sepeda motor nya untuk pulang ..
...Bersambung...
mohon dukungan nya kka😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Alvia Artalyvia
ceritanya seru thor suka semangat ya
2021-06-21
1
Ley
klo aku yg ngalamin bisa bengong tanpa tujuan krn gk tau mo gimana 😂😂😂😂
2021-05-14
1
🔵¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman Arsyad ⏤͟͟͞R
hahahaahha.. dpt gading bertuah yuna
2021-04-14
1