Yuna dengan langkah gontai memasuki ruang kerja nya. Dia terdiam, pikiran nya kacau setelah mendengar ucapan pak Johan.
"Bagaimana ini ? apa kah ini hari terakhir ku bekerja? Sudah dua tahun bekerja dan apakah harus berakhir seperti ini? bagaimana dengan anak ku?"
tak terasa air bening itu membasahi pipi
Yuna, terus melamun dan mengetuk ngetuk bolpoin nya d meja.
pak Johan mengetuk pintu.
namun, Yuna tak menyadari nya hingga pak Johan masuk dan duduk pun Yuna tak menyadari nya.
Yuna...
"Yuna hey, kamu kenapa?" ucap pak Johan dengan menggoyang kan tangan Yuna.
"Ehhhh, ada pak Johan. Maaf Pak saya tadi mataku kelilipan jadi berair." Hehehe. Ucapnya dengan senyum getir.
"Sebentar yah Pak. Saya ke ruangan pak Ricki setelah saya rapih kan ini semua."
"Sebaiknya kamu segera menghadap Yuna. jangan buat kesalahan. Tenag saja, kalau memang kau tak salah. tidak usah takut." Ucap pak Johan dengan menepuk nepuk punggung tangan yuna.
Yuna tersadar
" Eehh, iyah pak. Saya pergi dulu yah."
"
pak Johan melihat punggung Yuna yang berlalu sampai tak terlihat
"kamu wanita yang masih muda Yuna. Cantik, manis dan selalu menutupi kesedihan. Kamu selalu ceria padahal saya tahu seperti apa kamu. Terkadang, memang benar orang yang terlihat selalu ceria dan bahagia dia adalah orang yang menutupi kesedihan nya. Saya kagum Yuna sama kamu."
Sesampainya Yuna d depan pintu CEO. Dia akan mengetuk pintu lalu mundur lagi. Lalu maju lagi. Ia mengacak-ngacak rambut nya
berbalik lagi dengan menghentak hentak kan kaki nya.
Ricki yang melihat tingkah Yuna hanya tersenyum dan terkekeh.
Di luar Yuna sudah komat- Kamit baca doa.
huhhhhh,
Dia menghembuskan nafas kasar nya.
Kemudian, mengetuk pintu. Setelah d persilahkan masuk, lalu dia pun masuk dengan perasaan kacaunya.
Yuna berdiri dengan kaki gemetar nya
"gila nih kaki tidak bisa di ajak kompromi.
Dan lagi, kenapa coba gue tidak di persilahkan duduk, dasar CEO songong."
gerutu Yuna dalam hati.
Yuna pun memberanikan diri
"Selamat sore Pak, Saya Yuna mohon maaf ada kepentingan apa bpa memanggil saya?"
hemzzzzz
"Udah gitu doang jawabanya. Gue ngomong panjang lebar cuma balas gitu, dingin banget sih nih orang kaya batu es." Gerutu Yuna dalam hati.
" Duduk....!"
" Baik pa."
"Setelah duduk pun gw d cuekin."
hadeuhhhh
s
" Sebentar lagi waktu nya pulang lagi. Ini orang gini amat sih, ini tangan pake gemetar lagi." Yuna masih sibuk dengan isi hatinya.
Setelah alarm berbunyi menandakan waktu pulang, dan semua karyawan/karyawati pulang.
"Pak, apa saya boleh pulang ? ini sudah waktunya pulang."
Ricki menutup laptopnya dan menatap Yuna tajam
"Maaf pa ..." Ucap Yuna dengan senyum senyum tak jelas
"hemmz.., apa kamu tahu kesalahan kamu?"
Deg ..
Yuna mendengar itu langsung gemetar dan tiba- tiba berkeringat dingin.
"Ii -i -ia pa," dengan terbata.
" Ayolah Yuna bersikap santai saja tidak apa-apa, Yuna yang memotivasi dirinya sendiri.
"Apaaaa..." Ricki kembali bertanya.
"ketika d mall saya menabrak Bapak." Saat ini
Yuna hanya bisa menunduk.
Ricki menahan senyum nya melihat ekspresi Yuna.
"lalu....?"
Yuna dengan wajah polos nya bertanya
"Lalu apa pa..?"
Ricki menatap tajam mata Yuna.
Hem Yuna menghela nafas dan mencoba bersikap santai meski tangan nya gemetar.
"Saya minta maaf pa..." Ucap Yuna dengan senyum nya.
"Apa kamu mau saya PECAT...?"
...Bersambung...
mohon dukungan nya ka,
tingalin jejak like ,commen ka 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
🔵¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman Arsyad ⏤͟͟͞R
kasian yuna yg polos..
2021-04-14
0
Hasman Amuat
sikap angkuh tapi butuh....🤣🤣🤣🤣
2021-03-14
0
⏤͟͟͞R. ALICE off
sepertinya ricky mau ngerjain yuna😊
2021-02-06
0