karna kau telah membuat ku kesal, bawa ini!" Ricki menyodorkan paperbag. "Itu sebagai hukuman mu yang mencoba menolak pemberian dan perintah ku," sentak nya.
"Maaf pa, saya tidak bisa menerima ini," Yuna berucap dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Ya sudah. Tidak usah, tidak usah di terima!" ucapnya dengan wajah sinis. "Sekalian besok tidak usah kerja lagi!" Yuna yang mendengar itu matanya langsung membulat.
"Eumm baiklah, kalau Bapak memaksa, Saya terpaksa menerimanya," ucap Yuna mengambil paperbag dan berlalu. "Saya permisi," pamit Yuna.
"Sungguh bos gila, yang kekanak- kanakan," gumamnya dalam hati.
Yuna pun berlalu meninggalkan Ruangan pak Ricki Ariando.
Ricki yang mendengar itu tercengang
"Hey...!" dia memanggil Yuna namun Yuna sudah pergi berlalu.
"Memaksa katanya, berani sekali dia," gumamnya dengan menggelengkan kepala dan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.
Yuna pergi ke ruangannya dengan terus menggerutu kesal.
"Apa apaan ini dia memberi ku banyak sekali pakaian. Apa aku sangat terlihat memalukan?
Sungguh, dia sangat menyebalkan!"
...----------------...
Yuna sudah mulai sibuk dengan pekerjaan nya, dia melihat arloji waktu sudah menunjukkan pukul 11.30.
"Saya harus segera siap -siap. Sebentar lagi, saya bertemu client," gumamanya.
Yuna bergegas menuju ruangan pak presdirnya.
tok
tok
tok
"Permisi, Pak. Sekarang kita ad..." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ricki sudah memotongnya.
"Saya tahu, ayo berangkat!"
Yuna membuntutinya dari belakang
Ricki menarik tangan Yuna.
"Hey, cepat masuk! mau sampai kapan berdiri di situ?"
"Iyah, Pak." Yuna segera masuk lift. Entah apa yang ada d pikirannya. Sesampainya do cafe yang telah d tentukan, mereka segera duduk. Tidak lama clientnya datang.
"Selamat siang, Pak." Sapa client itu.
"Siang, Pak Angga. Silahkan duduk!"
"Terimakasih, Pak."
Mereka memulai pembicaraan tentang kerja sama yang akan mereka buat, dengan sangat serius. Sampai akhirnya mendapatkan kesepakatan.
"Oke, Pak. Terimakasih," mari kita makan siang dulu pa!" ajak Ricki.
"Baik, Pak." Angga sesekali memperhatikan Yuna. Yuna yang tahu di perhatikan hanya menunduk
"Hemmmm" Angga memulai percakapan.
"Maaf, apakah kau Ana? yang bersekolah di SMA xx?" tanyanya.
"Maaf, sepertinya anda salah orang, Pak."
Ahhhh, padahal aku sudah sangat bersyukur, bisa bertemu primadona di sekolah ku. Tapi, sepertinya bukan?"
"Maaf, Pak." Sesal Yuna dengan senyum manisnya.
Ricki mendengar itu tersenyum kecut
"Iyah, kau sangat mirip."
Yuna hanya tersenyum kaku.
"Sombong sekali kamu tidak mengenali teman SMA mu, Yuna!" timpal Ricki
"Dia sudah mulai berulah lagi!" gerutu Yuna dalam hati.
"Maaf Pak. Karena, itu bukan sekolah ku, mungkin hanya mirip."
"Pak Angga, kenapa anda bisa mengira si sombong ini?" tanyanya.
"Apa dia bilang? Sombong! bukankah, jelas jelas dia yang menyuruh ku tidak banyak bicara saat bertemu client.
flashback on
ketika di lift Ricki berbicara pada Yuna.
"Nanti kalo bertemu client, jangan banyak bicara! Jangan mengumbar senyuman,
jangan genit, karna client nya laki laki! Jangan membuat ku malu!" ancamnya.
"Bicara apa si menyebabkan ini," gumam Yuna.
Yuna hanya mengangguk tanda setuju.
flashback of
"Maaf, Pak." Ucap Yuna.
"Iyah, tidak apa- apa." Ternyata, ada yang mirip banget yah?"
lagi lagi Yuna hanya tersenyum.
"Iyah, mungkin hanya mirip, Pak. Dan lagi, saya tidak seistimewa itu saat sekolah," jawabnya dengan tersenyum.
Ricki menatap Yuna dengan tatapan tidak suka.
"Nenar sekali! Kalau boleh, saya ingin mengenal mu lebih jauh," pintanya. Boleh saya meminta no contacts Mu?" tanyanya.
"Maaf, Pak." Yuna mengatupkan tangannya.
Saya hanya bisa memberikan no kantor saja, Pak."
...Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R. ALICE off
bentar lagi bakalan ada yg cemburu nih. awas pak ricky siap2 dapat saingan
2021-02-08
1
Ero
hmmm
2021-02-07
1
R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🦃🍆(OFF)
next
2021-02-06
1