Restauran Oishin. Restauran Jepang terkenal dan termewah di kota ini.
Diisinilah, mereka melakukan pertemuan dengan klien.
" selmat malam Mr," sapa klien pada Ricki
"Malam," jawabanya singkat.
"Silahkan duduk, pak!"
"Terimakasih," ucap ricki dan Yuna bersamaan.
Lebih dari tiga puluh menit mereka membahas soal kerjasama yang akan mereka jalin.
"Baiklah, Mr.Rendy. Mungkin akhir pekan ini saya akan ke Bali untuk observasi, sebelum saya melanjutkan kerja sama ini," jelas Ricki.
"Baik, Mr. kami tunggu kedatangannya di tempat kami."
"Tentu, nanti sekretaris saya yang akan mengatur jadwal pertemuan kita lagi,"
"Saya mohon undur diri," pamit Ricki.
"Maaf, apakah tidak sebaiknya kita makan malam dulu?" tanyanya.
"Mohon maaf, dengan sangat menyesal kami masih ada kepentingan lain, Mr. Mungkin lain waktu."
"Baiklah, saya mengerti kesibukan Anda."
"kami permisi," Yuna berpamitan kepada kliennya.
Yuna berjalan di belakang Bosnya.
"Pak..."
"Hemmzz.."
"Saya lapar, belum makan kenapa tadi tidak makan dulu," polos Yuna.
"Saya tidak terbiasa berbasa basi, Yuna."
"Tapi, saya lapar pa," ucapnya kembali.
"Kau ini perempuan, tapi tidak tahu malu sekali!" sentaknya.
"Apanya yang tidak tahu malu, saya kan lapar.
kau enak sudah makan kue kering ku, sampai habis!"gerutu Yuna.
"Ya sudah, kau mau makan apa?" tanyanya.
"Pecel ayam pa," ucapnya antusias.
"Makanan apa itu?" tanyanya heran.
"Ya ayam, Pak. Masa tidak tahu?"
"Dimana saya harus menemukan makanan jenis itu?" tanyanya dengan heran.
"Apa Pak Ricki benar tidak tahu?" tanya Yuna polos.
"Kau ini cerewet sekali, tinggal tunjukan saja!"
"Ada di dekat kosan ku, Pak." jawabnya.
hemzzzzz
20 menit perjalanan
"Stoooopppp, Pak!" teriak Yuna.
"Kau ini selalu mengagetkan ku, apa kau tidak bisa berbicara lembut?" tanyanya.
"Maaf, takut terlewat."
"kamu kan bisa minta berhenti dari kejauhan tidak mendadak seperti ini!"
"Kau ini cerewet sekali!" sungut Yuna.
"kau ini!" Ricki mulai kesal. "Sudahlah, mana restorannya?" tanya Ricki.
"Memang saya bilang restauran yah, Pak?"
"Lalu, kita makan di mana?"
Yuna menunjuk tenda tempat yang berjualan pecel ayam.
"Kita duduk di mana yuna, tidak ada kursi dan mejanya?"
"kita lesehan Pak, itu kita duduk di bawah!"
"Kamu sudah gila!"
"Kalo saya gila, saya tkdak mungkin bisa kerja, kenapa kau menyebalkan sekali!" sungut Yuna.
"Ya sudah, tidak usah makan! Bapak, pulang saja!"
"Bagaimana bisa, saya tinggalkan kamu sendirian di sini!"
"Bilang sajah lapar!" Yuna ngeloyor pergi memesan pecel ayam.
"Mang, pecel ayam dua yah."
"Eh, nenk Yuna sama pacarnya neng?" tanyanya.
"Bukan, Pak. Dia Bos saya," sangkal Yuna.
"Lah, masa di ajak makan di sini neng?"
"Biarlah Mang, orang dia nya mau!"
Yuna segera menghampiri Ricki yang masih berdiri dan melihat sekitar.
"Apa mau makan sambil berdiri?" tanya Yuna.
"Lalu saya duduk di mana Yuna? dengan wajah bingung dan kesal.
"Ayo...!" Yuna mengajak Ricki duduk lesehan.
Selang berpaa lama Mang Udin datang.
"Permisi ini neng pesanan nya."
"Terimakasih, Pak. selamat menikmati.
Yuna mencuci tangan di magkuk kecil yang di sediakan untuk mencuci tangan.
Yuna dengan lahap memakan pesanannya
"Pak, kapan mau di makan? tenang pak ini aman dan halal."
"Saya bingung Yuna, bagaimana cara makannya? apa tidak ada sendok garpu atau pisau makan?" tanyanya.
"Banyak gaya sekali bapa! makan yah, tinggal makan, gitu ajah repot!" Yuna sudah mulai tak sabar
"Saya belum pernah makan pake tangan saya langsung," jawabnya.
Yuna tertawa puas.
"Hadeuhh, merepotkan sekali!" geram Yuna.
"Pindah sini, samping saya, Pak!"
"Apaan? kamu mau modus!"
" Astagaaaa!"
"Buset nih orang ngeselin amat, buruan udah malam ini, saya besok harus kerja!"
Ricki dengan polos nya menuruti apa kata Yuna.
"Appaaa?" tanya Ricki polos
"Buka mulut Pak, saya suapin! buruan sudah malam!" titahnya.
Ricki membuka mulut nya dengan ragu Ricki mengunyah makanan di mulut nya.
"Gimana enak?"
"Lumayan."
"Ayo, suapi saya lagi kenapa lama sekali!"
"Hah, ku kira Bapak tidak doyan?"
"Itu karna saya lapar, buruan!"
"kenapa tidak sabaran Sekali!"
Yuna menyuapi Ricki sampai di piring bos nya itu hampir habis.
"Yuna kenapa lama sekali, ini sedikit lagi!" Ricki menunjukan piringnya.
"Kenapa bpa tidak sabaran, saya juga lagi makan!"
"Kalo tak sabar makan sendiri!" Yuna yang meletakan Piringnya di dekat tangan Ricki.
"Gitu ajh, marah!"
"Dia ini memang cantik, imut dan baik
tapi dia juga galak dan menyebalkan! Apaa yang ku katakan? tidak, tidak!
aku tidak mau menyukainya. Aku udah janji pada diriku untuk setia mencintai gadis kecil ku," gumam Ricki.
"Hey, Pak. Buka mulutmu, tadi kau minta buru-buru!" titah Yuna.
Sudah aku tidak berselera Ricki segera pindah duduk di depan Yuna.
"Aneh," pikir Yuna.
"Buruan, sudah malam!" titah Ricki.
"Iyah..."
"Buruan Yuna!"
"Bapak ini menyebalkan sekali sih, dari tadi aku menyuapi mu!" sentak Yuna.
"Kau, jangan kurang ajar pada bosmu! sudah, ayo!"
"Bayar dulu lah, Pak."
Yuna nyelonong pergi ke dekat mobil Bosnya.
Ricki mengeluarkan dua lembar uang seratus Ribuan dan memberikannya pada Mang Udin.
"Ini, Mang." Ricki menyodorkan dua lembar uang bergambar pak Hatta.
"Kebanyakan, Pak."
"Oh, kalo ini," Ricki memberikan satu lembar seratus ribuan.
"Ini juga masih kembalian, Den."
"Ya sudah, ambil buat Manang ajh kembalian nya," ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi ini kembaliannya masih banyak, Den."
"Ambil saja! tidak apa- apa."
"Terimakasih, Den."
Ricki hanya tersenyum dan menuju mobil dan melajukan mobilnya ke kosan Yuna.
🌺🌺🌺
Dii tempat pecel ayam
"Buk.."
"Iyah, Pak!"
"Neng Yuna cocok banget yah, sama Bosnya?" tanyanya.
"Iyah, Pak. cantik dan tampan," ucapnya.
"Iyah, Buk. selama dia kos di sini memang tak pernah mebawa laki- laki, baru kali ini. Yah Buk?"
"Iyah, Pak. Di kosan juga neng Yuna selalu sibuk kerja dan kuliah. Kadang, kalo kita pulang jualan neng Yuna masih belum tidur. Yah, Pak. Sempat-sempatnya nyapa kita ya pak."
"Iyah, anaknya baik banget tapi heran bangetnya, jutek dan dingin banget sama laki laki. Tapi, sama Bosnya dia terlihat serasi."
"Iyah, Pak. Kita doakan saja yang terbaik buat neng Yuna."
"Iyah, Aminn...Bu."
Mang Udin dan Bik Mina tukang pecel adalah tetangga kosan Yuna. Jadi, selama Yuna kost di sana kalo ada waktu luang kadang bantuin pa Udin dan Bu Mina buat persiapan mereka jualan. Jadi, mereka sudah dekat.
Di tempat berbeda.
"Terimakasih, Yah pak. Sudah anterin saya pulang."
"He'em"
"Mulai deh mode kulkas!"
"Buruan masuk Yuna!" titah Ricki.
"Iyah, pak."
setelah Yuna masuk ke dalam rumah
Ricki langsung melajukan mobilnya. lelah sekali aku sudah hampir jam sepuluh malam
tugas kuliah ku belom kelar, kerjaan juga blum kelar. Alamat begadang lagi ini.
Yuna mulai mengotak- atik laptopnya.
😍😍😍😍😍😍
Halo, selamat membaca ka.
semoga kalian suka dan terhibur ya Kaka
boleh minta tolong kaka Kaka yamg baik hati dan Budiman 😘😘
pinjam jempol nya buat tekan like 👍👍
dan
tingalin jejak coment sebannyak banyak nya
author sangggat berterimakasih
bagi yang udah tingalin jejak
semoga di lancarkan seglanya 🤩🤩
terimakasih my love love ku😘😘😘
terimakasih sudah .mampir😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Yani mulyani
Boss Riki msih punya cinta terpendam sama gadis kecilnya..tp knp ya memperlakukan yuna istimewa....ksih baju d sekolahin jd sekertaris nya...kirain dia jatuh cinta pd yuna...apa maksud nya yaaa klo gtu
2021-04-29
0
Xiemen
wkwkwk Ricky mirip si dia,si kulkas yg manja wkwkwk
2021-02-12
1
Ero
sibuk bgt yun
2021-02-07
1