...~Happy Reading~...
Setiba nya di rumah, ternyata Ben dan juga Alvin masih bertahan di halaman sambil bermain game bersama. Dan ketika mendengar suara motor, keduanya hanya bisa diam, menatap bingung kepada Zefanya yang terus tertawa sedangkan batara diam dengan wajah kesal nya seperti menahan marah.
“Kenapa El?” tanya Alvin penasaran, “Kamu di ajak kemana sama Bos?”
“Bukan ke kuburan kan? Kok gue jadi takut ya?” sambung Ben membuat tawa Zefanya semakin pecah, apalagi melihat ekspresi wajah ketiga cowok di rumah itu yang terlihat sangat, emmtt sangat sulit untuk di jelaskan.
“Bat, lo bawa kemana ni anak tadi?” tanya Ben saat tidak mendapatkan jawaban dari Zefanya.
“Hahaha,” Zefanya kembali tertawa melihat wajah kesal Batara, “Tadi tuh, kita makan di eemmmttt—“ Dengan cepat, Batara membungkam mulut Zefanya, membuat gadis itu semakin tak kuasa menahan tawa nya.
“Gak usah kepo, dan kalian buruan sana pulang! Besok gue libur, gak usah bangunin gue!” Usir Batara sambil mengangkat tubuh Zefanya dan menggendong nya seperti karung beras.
Lagi? Zefanya lagi lagi berteriak dan memberontak di gendongan Batara, agar di turunkan. Tapi, bukan Batara namanya jika langsung nurut, laki laki itu justru semakin mempercepat langkah kaki nya, sambil sesekali menggerutu yang mana membuat Zefanya lagi lagi tertawa.
“Gue penasaran mereka kencan dimana sih? Bisa kesambet kaya gitu,” Ben bergumam sambil terus menatap kedua manusia yang terlihat bahagia itu memasuki rumah.
“Kayaknya lo bener Ben, mereka habis kencan di kuburan,” Alvin menyaut sambil berfikir, “Atau mungkin, mereka ke tempat yang ada penunggu nya, terus pulang pulang itu hantu naksir ke mereka?”
“Maksud lo? Setan nya ada dua gitu?” Kini Ben menoleh dan menatap Alvin, yang mana membuat laki laki itu langsung menganggukkan kepala.
“Bisa jadi, setan itu pasti mas Wowo sama mbak Kun. Jadi, mas Wowo naksir ke Ela, terus mbak Kun nya naksir Batara. Gitu gak sih konsep nya kalau orang kesurupan tuh?” Alvin menggaruk kepala nya karena pusing sendiri menebak.
“Lo gimana sih, lo yang ngomong tapi lo juga yang bingung, setann emang!” umpat Ben terlihat kesal, namun Alvin justru terkekeh.
“Kita mabar lagi, biarin aja mereka bahagia sama dunia mereka sendiri. Yang penting gak di bawa mbak Kun sama mas Wowo.” Dan akhirnya, karena tidak ingin pusing, Ben pun mengiyakan perkataan Alvin.
Sudah biasa memang, jika malam minggu mereka akan menginap di rumah Batara. Mengingat kini juga jam sudah menunjuk angka dua dini hari. Jadilah mereka merasa nanggung jika pulang.
Sementara itu, kini Batara sudah tiba di dalam kamar Zefanya, laki laki itu langsung membanting tubuh Zefanya ke atas tempat tidur, hingga membuat gadis itu langsung memekik, walau tidak sakit, tapi ia cukup terkejut.
“Sakitt Pak!”
“Bodo amat!”
Batara langsung menghela napas nya berat sambil mengusap wajah nya dengan kasar. Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi pembantu nya yang satu itu. Selalu ada saja, tingkah dan cara nya yang membuat darah nya kembali naik dan mendidih.
Bagaimana tidak, jika tadi ketika di tempat makan, Zefanya kembali membuat drama dengan berpura pura menjadi adik nya. Dan yang lebih parah, Zefanya juga sudah mempermalukan nya dengan ikut berghibah ria para ibu ibu yang sedang membicarakan anak mereka.
Awalnya, Batara menuruti ide dari Zefanya yang mana mereka akan makan dengan Zefanya menyuapi Batara, jadilah laki laki itu tdiak perlu membuka helm nya. Bisa di bayangkan, betapa susah nya ia makan dengan menggunakan helm? Di tambah, Zefanya yang menyuapi nya persis seperti sedang menyuapi ibu ibu kepada anak nya, yakni sambil ber-ghibah.
Dan setelah perjuangan makan malam itu usai, ternyata pada akhirnya Zefanya membuka helm Batara dengan paksa, untuk menjual nya. Seperti dugaan nya sejka awla, jika sampai orang orang tahu bahwa itu adalah dirinya, maka sudah pasti ia akan di kerubung.
Dan rencana Zefanya sukses.Ia bisa membayar makanan yang mereka makan, dan kini dompet nya juga tebal lantaran habis menjual Batara kepada para fans yang ingin berfoto.
Karena tadi saat pergi Batara dan Zefanya sedikit buru buru, ternyata Batara sampai lupa membawa dompet. Yang mana hal itu kembali menjadi puncak kekesalanBatara. Bisa bisa nya, Batara merasa dijual oleh pembantu nya sendiri.
Dan Batara tidak bisa mebayangkan, bagaiman jika kedua sahabatnya sampai tahu, apa yang sudah di lakukan Zefanya pada dirinya. Bisa jadi, Alvin termasuk Ben juga pasti akan mentertawakan nya.
Seorang artis, Batara Kana tidak bisa membayar makanan gerobak pinggir jalan hingga pada akhirnya di jual oleh pembantu nya sendiri. Sangat lawak bukan, dan itu sungguh memuakkan bagi Batara.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
🤣hadeeeh zefaa bisa2 struk majikanmu 🤣 darting tinggiii🤣🤣🤣
2024-09-07
0
Fifid Dwi Ariyani
trussabsr
2024-04-05
0
martina melati
astagaaaa
2024-01-05
2