...~Happy Reading~...
Setelah hampir dua jam Batara dan Zefanya berkeliling kota Jakarta dengan menggunakan motor. Kini akhirnya keduanya memutuskan untuk mengisi perut. Awal nya, Batara menolak, karena tempat makan yang di pilih oleh Zefanya berada tepat di pinggir jalan.
Bukan hanya di pinggir jalan, namun juga berada di tepian sungai yang bisa kalian bayangkan sendiri sungai di Jakarta bagaimana. Berulang kali, Batara mengajak Zefanya agar take away saja, akan tetapi gadis itu menolak dan tetap kekeuh ingin makan di tempat.
“Pak, Bapak tenang aja, gak bakal beracun kok. Meskipun tempat nya kaya gini, tapi percaya deh kayaknya enak disini tuh!” Zefanya berusaha untuk meyakinkan Batara dan mengajak nya untuk turun menghampiri gerobak pedagang kaki lima yang dia inginkan.
“Bukan masalah beracun atau gak!” Batara menarik nafas nya untuk sesaat, “Lo tahu gue siapa El? Gimana kalau mereka sadar gue disini? Yang ada, bukan makan malah kita di kerubungi sama mereka!” imbuh nya sambil menunjuk beberapa anak muda yang sedang menikmati makanan nya.
Memang malam minggu, sangat ramai dengan muda mudi yang sedang menikmati malam minggu bersama pasangan mereka. Tapi, ada juga beberapa ibu ibu yang berada di sana.
“Emang bapak ngapain? Bapak pernah nyakitin mereka? Mereka bukan mantan pacar Bapak yang patah hati kan Pak?” tanya Zefanya dengan raut wajah polos nya, membuat Batara lagi lagi harus menarik napas nya panjang.
“Pak, selama Bapak gak pernah maling, gak pernah nyakitin orang. Ya jangan takut buat ketemu mereka! Nih ya, kaya saya contoh nya. Ini adalah kali pertama saya pergi ke Jakarta sendiri. Tapi saya have fun aja, karena saya orang baik, jadi saya di pertemukan sama eyang Darmani, dan bang Alvin terus mas Ben, dan juga emmm bapak deh. Jadi, gak perlu takut, oke.” Imbuh Zefanya panjang lebar, berniat untuk meyakinkan Batara.
Namun, bukan ketenangan yang Batara dapatkan setelah mendengar ceramah dari pembantu nya. Melainkan, rasa geram dan amarah kini melanda lubuk hatinya. Terlebih kala ia mendengar bagaimana Zefanya sudah mengganti nama panggilan untuk Ben, what! Sejak kapan Zefanya memanggil Ben dengan sebutan Mas.
“Mas siapa tadi lo bilang?”
“Mas Ben?” kata Zefanya kembali mengerjap bingung, “Lucu ya, kaya nama judul film hihihihi.”
“Mas Ben!” Lagi lagi Zefanya hanya mengangguk polos sambil terkekeh membuat Batara semakin terbakar sesuatu di dalam sana, “Dah lah, kita pulang!” imbuh Batara langsung menggandeng tangan Zefanya dan bergegas mengajak nya pulang.
“Loh, kok pulang! Pak saya laper!” rengek Zefanya persis seperti anak kecil, yang mana seketika itu juga mengundang rasa penasaran beberapa orang yang datang di sana.
‘Ih kasihan banget sih itu, adek nya kelaperan masa di biarin aja.’
‘Apa mungkin dia gak bawa duit kali, makanya gitu.’
‘Iya tapi kasihan loh adek nya, sampai kaya gitu.’
‘Ya begitulah kalau kakak laki laki mah, kasar.’
‘Sama nih kaya anak ku yang di kampung, aduh kalau sama adek nya, parah banget. Persis nih sama mereka, tapi lucu kok.’
Bisik bisik orang di sekitar yang mungkin salah mendengar, saat Zefanya memanggil Batara dengan sebutan Pak, menjadi Kak. Yang mana kini semua orang mengira bahwa Zefanya adalah adik dari Batara.
Wajar mereka berfikir begitu, karena memang hingga kini, Batara belum melepas helm nya, jadilah mereka tidak tahu siapa sosok di balik helm hitam itu.
Sedangkan Zefanya yang mendengar bisik bisik dari orang, seketika langsung menyunggingkan sebuah senyuman. Ia seperti memiliki ide untuk mengerjai bos nya.
“Ngapain lo senyum senyum gitu!” seru Batara sedikit berbisik kepada Zefanya.
“Dih, Bapak kepo,” jawab Zefanya juga iktu berbisik, lalu ia terkekeh sendiri.
...~To be continue ... ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
pak bos cemburu niih Yee 😀😂
buciin 😀😂😍
2024-09-07
0
Fifid Dwi Ariyani
trusbahagia
2024-04-05
0
martina melati
lupa bossny aktor
2024-01-05
2