...~Happy Reading~...
Atas permintaan Batara, kini Zefanya benar benar menikmati masa libur nya. Memang laki laki itu menyuruh nya untuk menetap di kamar sampai dirinya berangkat kerja.
Namun, hal itu tidak membuat Zefanya langsung mengiyakan. Terbukti, kini sudah hampir beberapa jam dari kepergian Batara, gadis itu masih nampak begitu asik di dalam kamar nya sambil melihat lihat drama.
Salah sendiri melarang nya, jadi Zefanya menuruti nya bahkan melunjak.
‘Ih lucu deh,’ zefanya begitu intens menatap salah satu drama keluarga yang sedang menampilkan seorang ibu sedang membuatkan bekal makanan untuk anak dan suami nya. Membuat Zefanya semakin melupakan waktu, hingga tanpa sadar jam sudah menunjuk angka 5 sore.
Saat drama itu ending. Zefanya tidka langsung keluar dari kamar nya. Melainkan, ia kembali berselancar untuk melihat beberapa contoh perbekalan, yang entah mengapa kini sudah mengetuk hati nya yang paling dalam.
Ada rasa bahagia sendiri saat ia melihat bagaimana tangan tangan terampil dari wanita wanita hebat diluar sana yang sedang membuatkan bekal menggemaskan untuk keluarga nya.
‘Masak aja kamu gak bisa Zef, gimana ceritanya mau buat bekel. Yang ada kamu bakal di ketawain sama Zafeer!’ Gadis itu bergumam sambil berdecak, tapi matanya masih terus menatap lekat pada layar ponsel di tangan nya.
“Tapi aku tetep pengen cobaa!” rengek nya sendiri terlihat begitu gemas akan bekal bakal cantik itu.
Zefanya bangkit dari tempat tidur nya. Ia baru sadar bahwa ternyata dirinya merasa lapar, melihat jam yang ternyata sudah sore, ia pun segera pergi keluar untuk mencari makanan di dapur, yang sudah pasti tidak akan ada makanan, karena dirinya belum membeli makanan.
Cklek!
“Astaga!” Tubuh Zefanya langsung terkejut, kala melihat ternyata Batara sudah berada di depan pintu kamar nya dengan memang wajah datar nya.
Entah sejak kapan laki laki itu berada di luar kamar nya. Dan kini sukses membuatnya hampir jantungan, terlebih tatapan matanya yang begitu tajam dan menyelidik membuat Zefanya seketika langsung menelan saliva nya dengan sulit.
“A—ada apa Pak?” tanya Zefanya sedikit gugup, “Kok Bapak sudah pulang, bukannya katanya bapak bakal pulang mal—‘
“Ini jam berapa?” kata Batara denan datar dan singkat.
“Jam?” Zefanya mengerutkan dahi nya, ia menoleh ke sembarang arah lalu menoleh ke bawah mengambil tangan Batara yang masih terdapat jam di tangan nya.
“Ini jam berapa Pak? Kenapa Bapak nanya saya, kan bapak bawa jam sendiri. Dan jam Bapak juga masih idup kok belum mati atau abis batrei!” imbuh nya panjang lebar yang membuat Batara semakin di landa frustasi.
Bagaimana tidak, ia sedang cukup sibuk bekerja. Tapi pikiran nya sejka tadi melayang memikirkan Zeanya di rumah. Baru saja dirinya hendak memulai syuting, ia sudah di hubungi oleh Alvin yang mengatakan bahwa Zefanya belum keluar kamar.
Belum ada satu jam dirinya syuting, ia sudah mendapatkan laporan lagi dari Alvin yang mengatakan bahwa ia mendengar suara tangisan dari dalam kamar Zefanya. Pikiran Batara semakin kalut dan melayang, ia merasa bersalah dan kasihan terhadap gadis itu karena harus berpura pura tegar demi menahan rasa sakit nya.
Iya, Batara mengira bahwa pagi tadi ketika Zefanya mengatakan kaki nya tidak sakit, hanyalah kepura-puraan saja. Karena pada kenyataan nya, gadis itu menangis dan tidak juga bisa keluar kamar. Jadilah Batara mengira bahwa kaki Zefanya benar sakit dan terluka.
Selama syuting, pikiran Batara tidak tenang. Ia sangat ingin cepat pulang dan akan membawa Zefanya ke dokter. Tapiiii .... tapi ternyata semua persepsi nya salah besar. Lagi lagi ia mendengar suara Zefanya yang menyebut nama kekasih nya, membuat perasaan khawatir nya seketika langsung luntur dan terganti rasa kesal dan marah.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
waaaa c bapak Barata mulai buciin niih 🤗😂😀 cemburu bilang pak 🤣🤣🤣
2024-09-07
0
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-04-05
0
martina melati
dtanya dong bang... sp tuh zafeer
2024-01-05
3