Naik motor

...~Happy Reading~...

"Kalian berdua mau kemana?" Ben dan Alvin langsung bangkit dari tempat duduk nya saat melihat kedatangan Batara dan juga Zefanya yang sudah rapi dengan pakaian pergi.

Celana panjang dan jaket kulit serta helm sudah bertengger cantik di badan keduanya. Membuat kening Ben dan Alvin mengerut dan menatap bingung.

"Malam mingguan dong!" jawab Zefanya dengan begitu bersemangat, "Ayo ikut biar seru!" ajak nya.

"Enggak!" Bukan Ben dan Alvin yang menjawab, melainkan Batara yang langsung menatap kedua sahabat nya tajam.

Jika di pikir, Zefanya lah yang mengajak Alvin dan juga Ben. Akan tetapi kedua manusia itu yang seolah di salahkan oleh Batara.

"Emang nya mau kemana El? Boleh juga sih kita ikut, cuma—" Ben sengaja berpura pura takut kepada Batara.

Lirikan matanya yang terlihat sendu, membuat Zefanya seketika langsung ikut melirik ke arah Ben melirik Batara.

"Gak usah ngajak mereka! Buruan ayo!" Batara langsung menarik tangan Zefanya dan membawa nya ke arah motor yang sudah terparkir tak jauh dari tempat nya nongkrong semula.

"Al, singkirin kursi nya. Gue mau lewat!" perintah Batara saat menaiki motor dan bersiap keluar gerbang.

"Tolong, Pak! Tolong!" Zefanya spontan menepuk bahu Batara seolah mengingatkan, membuat laki laki itu seketika langsung memutar bola matanya malas.

"Alvin, tolong bukain pintu gerbang!" ulang Batara dengan sedikit malas membuat senyuman kembali terbit di wajah Zefanya.

Sementara itu, Alvin dan juga Ben yang melihat perubahan besar pada Batara. Yang mana, mau meralat ucapan bahkan sampai berkata meminta tolong pada Alvin karena suruhan Zefanya. Tentu saja mata keduanya langsung membola dan menatap tak percaya.

Batara mengabaikan pikiran dan kebingungan kedua sahabat nya. Setelah memastikan Zefanya naik motor, ia pun segera menyalakan mesin motor nya dan melenggang pergi meninggalkan rumah.

Jam sudah menunjuk angka sepuluh malam. Tidak ada tujuan sama sekali, kemana mereka akan pergi. Batara hanya sebatas mengajak Zefanya keluar, tanpa tahu akan kemana dan mau apa.

Akan tetapi, hal itu tidak menjadi masalah bagi Zefanya. Karena gadis itu hanya ingin keluar rumah, menghirup udara bebas. Mengingat selama ini, dirinya sudah seperti burung di dalam sangkar.

Dan kini, ketika dirinya berada di luar. Ia merasa sudah sangat bahagia. Sekalipun ia hanya di ajak naik motor dan keliling kota saja.

Bahagia itu sederhana, bagi Zefanya. Karena kemewahan sudah sering ia rasakan sejak kecil. Jadilah, kini dirinya benar benar menemukan pengalaman baru yang sangat luar biasa dalam hidup nya.

"Pakk!"

"Apaan?"

"Saya pengen teriak, boleh gak?"

"Mau ngapain teriak?"

"Ya pengen aja!"

"Lo gak sadar, lo ngomong kaya gini juga udah teriak!"

"Ya kan beda Pak! Boleh ya Pak?"

"Terserah!"

Seolah mendapatkan lampu hijau dari Batara. Zefanya pun langsung merentangkan kedua tangan nya, dengan mata terpejam, ia menghirup udara malam hari yang begitu sejuk, di tambah aroma parfum Batara yang sangat maskulin.

Sebuah senyuman terbit menghiasi wajah nya, sampai akhirnya ia benar benar berteriak sekencang mungkin membuat Batara spontan menoleh ke belakang namun dengan cepat ia kembali lagi fokus pada setir nya.

"Hahaha saya seneng banget Pak! Ini tuh salah satu impian saya sejak kecil loh!" Tanpa sadar, Zefanya langsung memeluk Batara dari belakang saat setelah ia berteriak seolah meluapkan isi hatinya.

Sejenak, Batara terdiam. Impian sejak kecil? Apa impian Zefanya? Naik motor atau berteriak di jalan, atau sekedar jalan jalan? pikir nya bingung.

"Impian lo, naik motor?" tanya Batara pada akhirnya.

"Iya!" Zefanya menganggukkan kepala nya, "Saya sangat ingin naik motor sport seperti ini, tapi—"

"Sudahlah, gak usah di bahas. Sekarang lo udah ngerasain, jadi gak perlu di pikirin lagi!" potong Batara dengan cepat.

laki laki itu mengira, bahwa Zefanya bermimpi ingin memiliki motor sport tapi tidak tercapai karena tidak memiliki uang untuk membeli. Tanpa ia tahu, bahwa Zefanya bukan tidak mampu beli, hanya saja kedua bodyguard nya yang tidak memperbolehkan nya untuk membeli apalagi menaiki motor.

Siapa lagi kedua orang itu jika bukan Papa Raihan dan juga saudara kembar nya, Zafeer. Kedua laki laki itu sangat over protektif. Sehingga membuat nya sedikit sulit untuk melakukan aktivitas diluar.

...~To be continue......

Terpopuler

Comments

Shee

Shee

ini bapak nya kemana g da kabar, anak ilang g di cari
🤣🤣

2024-11-16

2

Aidah Djafar

Aidah Djafar

tercapai mimpimu zefanya 😀😂😍

2024-09-07

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehat

2024-04-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!