...~Happy Reading~...
“Ella kenapa?” Ben yang baru saja membuat secangkir kopi segera beranjak dan menghampiri Batara menuju sofa dengan menggendong Zefanya.
“Resiko bocah pecicilan!” jawab Batara yang masih begitu kesal mendengar perkataan menggerutu dari Zefanya.
“Bapak sejak kapan sih ngintipin saya di toilet? Bapak tau gak, kalau itu namanya kurang ajar! Mengganggu privasi!” balas Zefanya tak kalah kesal dari majikan nya.
“Anjirr, sakitt!” Batara langsung memekik saat ia baru saja meletakkan tubuh Zefanya di atas sofa.
Namun bukan ucapan terimakasih yang ia dapatkan. Melainkan sebuah pukulan dari Zefanya di bahu. Entah sudah berapa kali Batara menahan rasa sakit akibat di pukul oleh pembantu nya sendiri. Walau pun sakit nya tidak seberapa, tapi tetap saja ia merasa kesal.
“Lebih sakit ini saya gara gara Bapak!” cetus Zefanya sambil menunjuk arah bawah nya yang bermaksud menunjuk area pant**. Akan tetapi, Ben yang sejak tadi hanya mendengar kata kata debat yang cukup ambigu dari keduanya, hanya bisa mengerutkan dahi sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
“Lo apain anak orang sih Bat? Jangan bikin scandal aneh anel, lo!” bisik Ben di telinga Batara seketika membuat laki laki itu langsung membulatkan matanya dan menoleh menatap sang sahabat.
“Lo pikir gue mau ngapain bocah kaya dia? Manusia durhaka, yang selalu bikin gue darting! Kata kata dia emang gak jelas, kaya orang nya, jadi lo jangan asal kepancing!” Batara mengingatkan pada Ben.
“Enak aja bocah! Umur saya sudah 18 tahun ya! Jadi saya bukan bocah!” saut Zefanya kesal.
“Lo emang bocah!”
“Enggak! Saya sudah remaja!”
“Ckckc, itu sama saja bocah kecil!”
“Bapak jangan sembarangan ya, kecil kecil gini saya sudah besar! Saya juga sudah bisa—emmmtttt!” ucapan Zefanya langsung terhenti kala dengan tiba tiba Batara langsung membekap mulut itu dengan tangan nya.
Terlihat Batara langsung mendelik tajam sambil menarik napas nya cukup panjang. Ia tidak tahu, jika Zefanya kembali melontarkan kata kata yang ambigu lagi, yang mana akan membuat Ben semakin salah paham atau mungkin traveling.
“Loh Bat, mau dibawa kemana dia?” seru Ben semain dibuat bingung saat Batara kembali mengangkat tubuh Zefanya dan membawa nya ke belakang, tepatnya ke kamar milik Zefanya.
“Bapak lagi hobi gendong saya ya?” celetuk Zefanya seketika membuat langkah kaki Batara terhenti, laki laki itu langsung menunduk dan menatap wajah polos Zefanya yang berada di gendongan.
Berulang kali, Zefanya mengerjapkan mata. Seolah menunggu dengan setia jawaban apa yang akan diberikan oleh Batara. Pasal nya, sejak tadi Batara terus menggendong nya tanpa bertanya apakah dirinya bisa berjalan atau tidak.
Padahal, meskipun ia terjatuh. Namun, ia tetap masih sanggup untuk berjalan, karena bagian tersakit dalam tubuh nya itu adalah bagian bemper belakang, bukan kaki nya.
“Lo itu bener bener ya! Udah di tolong bukan terimakasih malah cerewet!” cetus Batara lalu segera melanjutkan langkah nya, membuka pintu kamar Zefanya dan meletakkan tubuh itu dengan perlahan di kasur single milik Zefanya.
“Makasih Pak, makasih banyak! Tapi saya itu gapapa!” Zefanya menghela napas nya berat, “Nih yang sakit itu panta** saya bukan kaki saya. Jadi saya bisa jalan, Cuma pant** saya emang sakit banget nih!” imbuh nya sambil mengusap usap pant** nya yang memang masih terasa nyeri.
Lagi lagi Batra dibuat terdiam. Rasa kesal, amarah bercampur menjadi satu bersama rasa malu. Sungguh, Batara merasa seperti manusia bodoh yang tidak bisa berkutik sama sekali. Berniat menjadi penolong, tapi ternyata yang di tolong tidak butuh pertolongan.
Belum lagi, perkataan dan perilaku Zefanya yang menunjukkan bagian yang sakit. Tentu saja, kembali membuat kepala Batara terasa sangat pening, “Terserah mau yang mana yang sakit. Pokoknya lo kunci pintu kamar lo. Sebelum gue pergi, jangan pernah keluar kamar! Apalagi nemuin Ben!”
Brakkk!
Mengurangi rasa malu nya, Batara memilih segera pergi dengan menutup pintu kamar Zefanya sedikit kencang. Tentu saja hal itu membuat Zefanya sedikit terkejut dan bingung dengan perubahan sikap Batara yang sangat aneh menurut nya.
‘Dia kesambet apaan sih pagi pagi? Astaga, apa ini efek karena minum susu putih kali ya?’ Zefanya bergumam dalam hati nya.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
kepolosan zeev🤣🤣🤣🤣
2024-09-07
0
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2024-04-05
0
💥💚 Sany ❤💕
Anggap ja iya Ze... efek minum susu putih 🤣🤣🤣
2023-11-19
1