...~Happy Reading~...
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love ....
“Nothing—“
“Berhenti nothing nothing, buatin gue susu!”
Zefanya yang sedang menikmati solo karir nya di dapur sembari merebus air langsung menghentikan nyanyian itu begitu saja, kala mendengar perintah dari sang majikan. Gadis itu langsung menurunkan sendok sayur yang tadi sempat cosplay menjadi sebuah mic, lalu menghampiri Batara yang kini sudah duduk di meja makan sambil memainkan ponsel.
“Bapak, mau susu apa?”
“Terserah! Asal jangan kopi!” jawab Batara tanpa menatap sang empu nya.
“Tapi susu Bapak habis, mau susu saya gak?”
Mata Batara langsung membola dengan sempurna kala mendengar pertanyaan dari Zefanya. Seketika itu juga, ponsel yang tadi ia genggam bisa langsung jatuh ke meja makan. Kepala nya langsung menoleh dan menatap Zefanya dengan begitu tajam, seolah tidak menyukai kata kata ambigu yang di ucapkan nya.
“El—“ Batara langsung menarik napas nya panjang sambil memejamkan mata.
“Maksud saya susu saya yang putih, Pak! Bapak kan biasanya coklat, nah coklat nya habis. Jadi saya nawarin, Bapak mau gak susu putih punya saya!” jelas Zefanya yang lagi lagi membuat pikiran Batara melayang di pagi hari.
Tidak bisakah Pembantu nya itu menawarkan antara susu coklat dan putih saja, tanpa harus menggunakan embel embel milik siapa. Biar bagaimana pun, Batara adalah laki laki yang sangat normal, dan ini masih pagi hari.
Dimana dirinya saja belum mandi jadi otak yang ada di kepala nya mudah sekali berselancar ria. Terlebih, kini ia melihat Zefanya yang hanya mengenakan kaos kebesaran milik nya serta celana short pendek yang hampir tak terlihat.
Selama ini, memang Zefanya selalu emngenakan pakaian milik Batara yang sudah tidak di pakai. Daripada membeli baru, gadis itu tentu saja belum memiliki uang. Meskipun ada beberapa Batara membelikan nya sebagai pinjaman uang dan akan di potong gajinya nanti. Tapi, Zefanya merasa lebih nyaman mengenakan kaos oblong milik Batara, karena bisa lebih bebas dan simple.
“Buatin gue teh aja, gak usah susu!” jawab Batara pada akhirnya dengan di sertai helaan napas sedikit panjang.
Sekuat tenaga ia mengalihkan pandangan nya, mengalihkan pikiran nya agar tidak berkelana. Namun, nyatanya begitu sulit, lantaran sikap Zefanya yang selalu unik dan membuat nya tak bisa berkutik.
“Kenapa Pak?” tanya Ella menatap bingung pada Batara.
“Gapapa, gue gak jadi pengen susu! Buruan teh aja, yang dingin!”
“Kok dingin sih Pak? Ini masih pagi loh, gak baik pagi pagi minum dingin.” Kata Zefanya menghela napas nya kasar, “Padahal udah bener susu pagi pagi juga, malah minta es teh!”
“Lagian kenapa sih Pak sama susu saya? Sama sama enak kok, apalagi anget anget, masih pagi—“ Zefanya terus menggerutu hingga tiba tiba ucapannya terhenti kala di potong oleh Batara.
“Ya udah terserah El, terserah lo mau buatin gue apaan. Yang penting cepet dan jangan banyak ngomong!” Seru Batara begitu frustasi menghadapi pembantu nya yang satu itu.
“Ok Pak!” Jawaban yang begitu riang dan terlihat bahagia, karena lagi lagi merasa menang kala berdebat dengan majikan nya. Tanpa ia sadari bahwa Batara mengalah bukan karena mengalah dan pasrah, melainkan karena muak mendengar kata kata ambigu yang di ucapan dirinya.
Zefanya memang sepolos itu, ia tidak bisa memfilter setiap ucapan yang keluar dari mulut nya dengan begitu matang. Sehingga membuat Batara yang memiliki otak sedikit belok, jadi mudah berkelana.
‘Masih pagi ini Batara, buang pikiran itu anjirr! Setan banget gue punya pembokat!’ jerit laki laki itu dalam hati seraya mengusap wajah nya dengan cukup kasar.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Shee
zefa/Joyful//Joyful/
2024-11-16
0
Aidah Djafar
🤣susu saya putih pak🤦🤣🤣
zevaa polosny kepolosan 🤣🤣
2024-09-07
0
santosowife
kocak sumpah/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-08-17
0