...~Happy Reading~...
Belum ada satu bulan Zefanya bekerja di rumah Batara, namun sudah berhasil membuat tekanan darah seorang Batara Kana naik drastis. Biasanya, Batara akan melakukan check up kesehatan setiap satu bulan sekali, namun sejak adanya Zefanya di rumah, dirinya sudah dua kali melakukan tes kesehatan.
Sungguh dahsyat memang, energi yang di berikan oleh Zefanya. Namun sangat di sayangkan, karena energi yang di berikan itu negatif, yang mana selalu menguji kesabaran Batara.
Di minggu pertama, Zefanya berulah lantaran tidak bisa melakukan pekerjaan nya dengan baik. Jangankan bekerja, hanya sebatas menyapu saja, Batara sendiri yang harus mem-praktekkan kepada Zefanya. Begitupun dengan mengepel dan mencuci piring, semua itu di lakukan sendiri oleh Batara di hari hari pertama Zefanya datang, demi menjaga keamanan barang dan benda di rumah itu.
Awalnya, Batara merasa masa bodoh, karena memang dirinya juga jarang berada di rumah. Namun, setiap kali dirinya pulang dari syuting, entah malam atau pagi, Batara selalu saja menemukan adanya pecahan gelas maupun piring, bahkan juga Vas bunga di tempat sampah. Itulah alasan, mengapa Batara memberikan training terlebih dulu kepada Zefanya.
Dan setelah hampir satu bulan, walaupun pekerjaan Zefanya belum sepenuhnya sempurna. Akan tetapi, gadis itu sudah tidak pernah lagi memecahkan benda, bahkan dapur nya bisa kembali bersih dan selau rapi, menandakan keahlian Zefanya yang semakin baik.
“Pak, nanti pulang jam berapa?” Zefanya mengetikkan sebuah chat kepada Batara.
Ya, kini Zefanya tengah memakai ponsel bekas milik Batara yang sudah tidak terpakai. Walaupun hanya ponsel android dan sudah sedikit retak lantaran pernah di jatuhkan oleh Batara, namun ponsel itu sudah sangat berguna untuk keduanya. Sebagai alat komunikasi, jika terjadi sesuatu di rumah maupun di luar.
‘Dih gak di buka, buka. Lagi apa sih itu orang! Sibuk banget kayaknya!” Zefanya kembali mendudukkan dirinya di sofa sambil bersandar. Membuka kolom obrolan dengan Batara lagi untuk mengirimkan spam chat.
Hingga setelah lebih dari dua puluh spam chat yang ia kirimkan, akhirnya mendapatkan respon dari sang empu nya, walau sedikit kurang menyenangkan.
“Berisik banget sih!”
“Astaga, bapak masih hidup kan?”
“Anjirr, lo nyumpahin gue mati! Dasar manusia durhaka lo!”
“Eh, bukan gitu Pak. Ya habisnya si Bapak dari tadi di tanyain diem aja gak respon.” Ketik Zefanya membalas chat Batara.
“Lagi di toilet!” jawab Batara singkat.
“Bapak pulang jam berapa sih? Ini udah malem banget loh, Pak. Sebentar lagi jam kunti!”
“Jam kunti?” Dahi Batara mengerut kala membaca balasan pesan yang di kirimkan oleh Zefanya.
“Tengah malam Pak, kan jam kunti itu namanya. Jam nya para kunti keliaran!” Tulis Zefanya, “Ayo dong Pak, buruan pulang. Bapak gak kasihan apa, sama anak gadis sendirian di rumah. Mana mas Alvin gak di rumah lagi.”
Drrttt .... Drrttt ...
Hitungan detik setelah pesan itu ceklis dua dan berwarna biru. Ponsel nya langsung berdering, lantaran Batara menghubungi nya. Mungkin, laki laki itu malas mengetik, jadinya memilih untuk menelfon langsung, batin Zefanya. Tanpa membuang waktu, gadis itu pun segera menggeser tombol hijau di layarnya dan mengangkat panggilan itu.
“Halo Pak, kena—“
“Alvin kemana?” tanya Batara to the point seperti biasa dengan suara ketus tak bersahabat.
“Dih, emang dia gak izin sama Bapak?” Bukan menjawab pertanyaan Batara, Zefanya justru malah balik bertanya membuat Batara di seberang sana langsung menghela napas nya berat.
“Alvin kemana, El!” tanya Batara menahan rasa geram nya.
“Katanya si Juni melahirkan Pak, jadinya dia pamit pulang. Kasihan di rumah gak ada yang ngurus katanya.” Jawab Zefanya pada akhirnya.
“Juni? Melahirkan?” Lagi lagi dahi Batara mengerut.
“Itu loh Pak, si Juni, kucing Bapak yang waktu itu mau di buang, yang dari pacar Bapak. Nah, pas di bawa ke kosan sama Alvin ternyata dia di perkosa sama kucing tetangga Alvin dan jadilah sekarang dia brojolin anakan kucing, katanya sih begitu.” Jelas Zefanya panjang lebar seketika membuat Batara terdiam.
Entah salah dan dosa apa yang sudah ia perbuat di masa hidup nya. Mengapa ia bisa memiliki karyawan yang tidak beres. Zefanya dengan segala keajaiban nya membuat nya darting.
Dan ini lagi Alvin, sekurity yang sudah bekerja dengan nya bertahun tahun, sejak kapan menjadi begitu perhatian terhadap kucing. Bahkan, Batara sendiri tidak tahu kapan ia memberikan nama kucing itu Juni. Karena seingat nya, Alvin itu laki laki tegas dan sedikit dingin, jangankan mencarikan nama untuk kucing.
Bahkan, saat ibunya melahirkan sang adik saja, Alvin di tanyai perihal nama ia tidak mau. Lantas mengapa ini tiba tiba ia sudah memberikan nama kucing itu Juni, sejak kapan? Dan ide dari mana? Batin Batara.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
Juni alias meong 🤣
zeva zeva bikin bosny dartimg kuadrat 🤣
2024-09-07
0
Zieya🖤
😂😂😂
2024-08-02
1
ksoo
🤣🤣🤣kocak
2024-06-30
0