...~Happy Reading~...
Seperginya Batara dari rumah, kini hanya tinggal menyisakan Zefanya seorang diri. Gadis itu nampak tertegun kala melihat sekeliling rumah itu, masih cukup bersih dan rapi. Ia pun memutuskan untuk berkeliling, mengamati setiap sudut rumah itu, dan mengira ngira, bagian mana saja yang akan dia bersihkan.
Mungkin, karena memang Batara baru pulang dari luar kota, jadilah rumah itu masih terlihat bersih, batin Zefanya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke dapur, mencari sesuatu yang bisa di makan karena memang sejak tadi di Bandara, dirinya merasa sangat kehausan juga kelaparan tentu saja.
Sungguh tragis, cucu seorang dokter hebat dan pengusaha ternama, bisa mengalami kelaparan dan kehausan di negeri orang.
Wait! Negeri orang, bukankah Indonesia juga masih menjadi negara nya?
Wajah nya tidak terlalu mengikuti wajah orang luar, bahkan ia juga sangat fasih berbahasa indonesia, lantaran sepupu nya yang juga selalu mengajak nya bicara dengan bahasa Indonesia.
Ah entahlah, yang terpenting kini untuk sementara ia bisa tenang. Meskipun tidak ada ponsel, ia akan menganggap nya sebagai puasa. Biarkan saja saudara kembar dan juga papa nya sibuk dan panik mencari dirinya. Ini adalah suatu bentuk berontakan dari Zefanya lantaran selalu di kekang oleh dua laki laki berbeda usia itu.
“Oke Zefanya, sekarang kamu mau makan apa?” Ia terus bergumam seorang diri sambil membuka lemari dan kulkas yang ternyata isinya kosong.
“Katanya artis, terkenal banyak fans. Tapi kenapa miskin banget, sampai kulkas aja bersih begini gak ada isinya, huhuhu!” Zefanya duduk bersila di lantai sambil terus memandang kulkas di depan nya.
Entah apa yang bisa ia harapkan dari isi kulkas yang kosong itu. Lemari juga tidak menemukan apapun, lantas bagaimana nasib nya kali ini? Apakah dirinya juga harus berpuasa makanan? Ia pikir, ketika ia ikut eyang Darmani dan menerima tawaran kerja itu, maka dirinya akan mendapatkan makanan. Jika seperti ini, sama saja bohong, lebih baik tadi dirinya pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan.
Ah, nasi sudah menjadi bubur. Ini sudah menjadi pilihan Zefanya. Mau tak mau, dirinya harus bersabar sampai makanan datang. Makanan, Zefanya mengendus ngendus aroma sesuatu membuat perut nya kian berdemo seolah menuntut ingin di isi.
“Ngapain lo disitu!” Gadis itu langsung mendongak saat mendengar pertanyaan dari Batara. Entah sejak kapan laki laki itu sudah kembali dari bepergian, dan kini ia pulang dengan membawa sebuah makanan.
Dengan cepat, Zefanya bangkit dan segera menghampiri Batara. Bukan, bukan orang nya yang ia hampiri, melainkan makanan yang di bawa oleh laki laki itu, “Bapak bawa apa?”
“Batu!”
“Ih, jangan ketus ketus Pak, nanti cepet tua. Katanya artis loh, kok galak sih!” kata Zefanya tanpa memperhatikan wajah majikan nya lagi, karena kini fokus nya hanya kepada makanan yang ia bawa. Ia segera mengambil piring dan memindahkan makanan itu ke piring.
Hanya sebuah nasi goreng, namun karena perut Zefanya sangat lapar, ia merasa makanan itu begitu nikmat dan spesial, “Udah deh Pak duduk buruan. Gak usah sungkan,” katanya lagi sambil menyuapkan sesuap makanan itu ke dalam mulut.
Beruntung, Batara membeli makanan yang tidak pedas, jadi Zefanya bisa menikmati semuanya. Gadis itu begitu asik memakan nasi goreng yang di bawakan oleh Batara, mengabaikan tatapan kesal dan mematikan dari wajah laki laki itu yang masih setia berdiri tepat di samping Zefanya sambil bersedekap tangan di dada.
‘Gak usah sungkan? anjir ini rumah gue! Ada gitu pembantu modelan kaya gini!’ batin Batara lalu mengusap wajah nya kasar, tak habis pikir dengan tingkah pembantu barunya yang menurut nya sangat berani dan kurang ajar.
...~To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
suka zeva yg cuek 👍🤗😍
Batara nmbah kesel 🤣🤣
2024-09-07
0
Fifid Dwi Ariyani
trussabsr
2024-04-05
0
martina melati
nih seh bukan prt aplg art tp kenalan nemu dbandaraaa😁
2024-01-05
2