...~Happy Reading~...
“Assaamualaikum,”
“Walaikumsalam!” Zefanya segera berlari untuk membuka pintu, langkah nya yang begitu kecil membuat Batara sangat ingin tertawa kala melihat nya berlari seperti seekor bebek.
“Woahh, enak ya jam segini masih santai!” celetuk seorang laki laki yang baru saja datang dan kini sudah berdiri tak jauh dari tempat Batara berada.
“Ngapain? Bukan nya jadwal gue siang? Gue masih pengen nikmati hidup dulu!” jawab Batara tanpa menatap sang empu nya dan matanya masih terfokus pada layar ponsel di depan nya sambil sebelah tangan nya menggenggam segelas susu yang di buatkan oleh Zefanya.
“Sejak kapan lo minum susu putih?” tanya laki laki itu mengerutkan dahi, karena memang selama mengenal Batara belasan tahun, laki laki itu tidak pernah melihat Batara minum susu putih lagi sejak kejadian waktu itu.
“Lo lihat nya kapan?” Batara berdecak lalu meletakkan ponsel dan gelas nya di atas meja, tubuh nya bersandar pada kursi dengan tangan bersedekap lalu menatap laki laki itu.
Ben Aroan, sahabat baik Batara yang kini berperan sebagai manager nya, yang mengatur semua jadwal jadwal pekerjaan nya. Batara, Ben dan Alvin, adalah tiga sahabat sejoli sejak SMA. Ketiga nya sempat berpisah dengan Alvin, lantaran laki laki itu langsung sibuk bekerja setelah lulus SMA. Ben juga yang di sibukkan dengan kuliah, sedangkan Batara yang sudah mulai sibuk dengan dunia entertainment.
Tiga tahun lebih akhirnya mereka berpisah, hingga akhirnya Batara membeli rumah baru dan mencari kedua sahabatnya. Awalnya, Ben juga ikut tinggal di rumah Batara, hanya saja sejak ayah nya meninggal dunia, Ben memutuskan untuk di rumah nya dan menemani sang ibu. Walau pada akhirnya ia sering pulang malam dan lembur kadang sampai pagi. Tapi yang penting ia tetap pulang ke rumah, begitu pikir nya.
“Pagi ini kita ada meeting sama brand, buruan siap siap, gue tunggu!”
“Kenapa lo gak ngomong dari kemarin? Selalu aja kaya gini, males gue!” Batara langsung mendengus dengan kesal.
“Bukannya lo yang nerima tawaran ini? Dan lo sendiri yang udah nyiapin jadwal buat bertemu hari ini, kenapa lo nyalahin gue!” balas Ben seolah tak terima di salahkan.
Memang benar, bahwa Batara sendiri yang mengatur jadwal soal meeting pagi ini. Hanya saja, mengapa Ben tidak mengingatkan nya sejak kemarin atau bahkan semalam, toh mereka juga baru berpisah jam dua dini hari tadi. Mengapa harus pagi pagi di saat dirinya sedang bersantai mengira tidak ada jadwal di pagi ini.
“Itu tugas lo buat ingetin gue!”
“Bodo amat! Pokoknya sekarang lo siap siap, dan gue tunggu disini! Cepet!” titah Ben sambil mendudukkan diri di kursi depan Batara.
Mau tak mau, walau dengan perasaan yang begitu kesal. Namun Batara tetap bangkit dan segera bersiap, dirinya memang harus tetap profesional walau sebenarnya dirinya lelah dan ingin istirahat sejenak. Sudah tiga hari dirinya tidak bisa menikmati pagi hari di rumah.
Ia akan selalu pulang larut malam, dan pergi lagi pagi buta. Makanya, karena ia merasa waktu nya kosong pagi ini, lantaran syuting siang nanti. Tapi ternyata Ben datang dan mengingatkan jadwal meeting nya.
Disini Batara paham, ternyata jadwal ksoong nya di pagi ini bukan karena Tuhan ingin memberikan nya waktu santai. Melainkan karena memang ada pekerjaan diluar jadwal syuting.
Cklek!
Tubuh Batara langsung mematung di ambang pintu saat ia membuka pintu toilet di kamar nya. Rasa kesal dan amarah nya terhadap Ben, kini seolah sirna berganti dengan perasaan baru yang sangat sulit untuk di expresikan.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Aidah Djafar
awas struk dirimu Batara 🤗😂 emosi jiwa teruuz wkwkwk
2024-09-07
0
martina melati
pemandangan???
2024-01-05
2
💥💚 Sany ❤💕
Nah....pa lagi tu.....?
2023-11-19
0