Chapter 6 - Situasi Kota di Dunia Lain

Setelah selesai melakukan pendaftaran, aku, Riese dan Alice menuju ke Rumah toko yang telah aku sewa. sambil menuju ke sana, kami berkeliling kota sebentar untuk sedikit melakukan survei harga pasar. ini penting dilakukan karena aku sama sekali tidak tahu harga di dunia ini khususnya wilayah bezos.namun, dalam perjalanan, aku menemukan beberapa hal yang unik. ada beberapa orang yang memakai choker namun pakaian mereka juga tidak bisa dibilang seperti pakaian budak yang aku tahu. budak di anime maupun dunia nyata memiliki pakaian yang sangat tidak layak. karena penasaran, aku menanyakan pada Riese. Ah ngomong ngomong Riese sudah seperti ensiklopedia berjalan untukku.

"Riese, Kenapa orang itu memakai kalung coker? "

"Ah mereka adalah budak, paman"

"Tapi bukankah pakaian mereka cukup baik? apa budak disini memiliki kehidupan yang baik? "

"Ya, itu benar, Paman. Budak seperti orang tadi adalah budak yang sedang bekerja. Budak sendiri memiliki beberapa kategori, seperti Budak karena Perang, Budak karena menjadi Bandit, dan Budak karena Hutang."

"bisakah kamu Menjelaskannya lebih rinci Riese? "

"Tentu, Budak pada dasarnya dianggap sebagai properti untuk pemiliknya. Budak yang terendah adalah Bandit, mereka biasanya akan dikirim ke tambang dan dipaksa bekerja hingga mati. Lalu ada Budak perang dimana mereka adalah orang-orang yang tidak dapat ditebus negaranya saat perang. mereka biasanya digunakan untuk bekerja sebagai pengawal atau penjaga. mereka akan bekerja seumur hidup untuk pemilik nya tanpa memiliki hak menebus diri mereka. yang terakhir adalah budak karena hutang, mereka layaknya orang biasa hanya saja saat menjadi budak, mereka tidak menerima bayaran dan mereka akan bekerja hingga hutang mereka lunas."

"Ah begitu ya, aku mengerti"

"Paman, Aku mau itu" kata Alice saat mencium aroma sate.

Ah sate ya, apa disini namanya juga sate? baiklah ini patut dicoba

"Halo tuan, makanan apa ini?

"Ah halo tuan, ini adalah Brochette harganya satu perak, Bagaimana apa kamu berminat? "

"Baiklah, Berikan aku tiga tusuk"

Setelah itu, kami langsung mencobanya sambil berjalan.

"Paman, ini tidak seenak makananmu"

"Alice!!! Maaf paman, jangan dengarkan dia, untuk hidangan ini, sudah terhitung cukup enak disini"

"ahahaha tidak masalah, Alice adalah keluargaku tentu saja aku akan merawatnya dengan maksimal"

"Yeay, makasih paman. Humph kakak sangat suka mengomeli Alice"

"Eeh~, apakah aku yang buruk disini? "

""Ahahahha"" aku dan Alice tertawa bersama

saat sedang menikmati jajanan, sambil tertawa, aku terkejut karena tiba-tiba ditabrak seorang anak kecil, dia mungkin berusia sekitar 8 tahun memiliki perawakan kurus serta tatapan tajam dan seorang anak laki-laki.

"Akhirnya aku menangkapmu, dasar pencuri!!! "

"Ackkk... "

Eeeh~ ada apa ini?

"Tuan, kami telah menangkapnya"

"Bagus, Bawa anak itu ke sini"

"Tu-tunggu sebentar, ada apa ini? " aku bertanya dengan terkejut

"Maaf, tuan, membuatmu sedikit terganggu. anak itu baru saja mencuri daganganku" Kata seorang pria paruh baya itu.

Aku memperhatikan anak itu yg didekap pengawal pria paruh baya. didadanya, dia memeluk tiga buah roti gandum. dari pakaiannya, anak ini mungkin seorang gelandangan.

"Aku mengerti, tidak perlu setakut itu"

Aku mendekati anak itu dan bertanya padanya.

"Hei nak, kenapa kamu mencuri roti itu? "

Anak itu hanya diam, tapi dimatanya ada rasa khawatir dan takut yang bercampur. aku memperhatikan Alice, Sepertinya dia sangat ketakutan dengan kejadian ini. memang hal ini bisa berdampak buruk untuk anak-anak. Sepertinya aku perlu mengambil tindakan.

"Baiklah tuan, berapa harga roti-roti ini? "

Aku menanyakan itu ke pria paruh baya itu.

"hmm,itu seluruhnya berharga dua perak, ada apa tuan? "

"Baiklah ini dia empat perak, aku akan membayar kannya. sekarang tolong lepaskan anak itu"

Aku memberikan bonus agar hati pedang itu melunak.

"Hei, lepaskan dia" kata pria paruh baya itu

"Huh kamu selamat hari ini bocah, jangan lakukan lagi lain kali, tidak semua akan baik padamu seperti tuan ini" kata pengawal itu

Setelah itu pria paruh baya dan pengawalnya pergi meninggalkan kami. Aku mengamati anak itu yang hanya terdiam.

"Hei, nak, kamu bisa pergi sekarang. aku merasa kamu mencuri pasti karena suatu kebutuhan mendesak, pergilah. .... "

"...... "

Anak itu hanya terpaku menatapku dan tiba-tiba air matanya mengalir.

"Terima... Kasih, Paman"

"Ya, itu tidak masalah"

Aku berbalik dan hendak pergi tapi,

"Paman, Bisakah kamu ikut denganku"

"itu..... "

Aku segera melihat Riese dan Alice dan sambil tersenyum, Riese menganggukkan Kepalanya.

Setelah itu kami mengikuti anak tadi ke sebuah gang. Hmm, ini mungkin lebih cocok dibilang area/gang kumuh di kota ini. aku tahu dimanapun itu, pasti ada tempat seperti ini. pada akhirnya kami tiba diujung gang sempit. Aku cukup terkejut disana karena aku melihat ada dua gadis kembar seusia Alice, mungkin sekitar 5 tahun.mereka memiliki rambut putih yang seindah salju meski itu ditutupi debu. tinggi mereka kurang lebih sama dengan Alice.

"Aira, Airel!!! "

"Kakak ...." (Hanya salah satu yang menjawab)

entah kenapa secara spontan aku menggunakan appraisal pada mereka.

-----++++----

Nama : Aira

Kondisi : Kekurangan Gizi

------+++++----

Nama : Airel

Kondisi : Demam, Kekurangan Gizi

------++++------

"Aira, bagaimana keadaan Airel"

"Airel masih demam kak" Kata Aira sambil menangis

"Airel, Ini, Kakak membawakanmu makanan, setelah itu kamu bisa minum obat ini"

Anak laki-laki itu, memberi roti pada Airel, dan mengeluarkan sebungkus kecil obat bubuk dari dalam bajunya. sepertinya dia menyimpannya disana sebelum mencuri.

Note: (Ah disini sebungkus tidak berarti dibungkus dengan plastik tapi dengan kain)

aku melihat obat itu

-----+++++----

Nama : Obat penurun demam

Efektivitas : 50%

----- ++++ ----

Sepertinya obat di dunia ini tidak memberi efek yang baik. setelah itu, aku melihat Airel memakan roti dan obat. dia menelannya tanpa air, euuhh pasti sangat seret. Aku langsung mengambil botol air berkemahku dari item box dan memberikannya pada Airel.

".... "

Airel ragu-ragu menerimanya.

"Terimalah Airel, ini adalah pemberian dari penyelamat kita"

Dengan ragu-ragu, Aurel menerima botol dariku.

"Terimakasih, paman"

"Ya, minumlah"

Airel langsung meminumnya dan mengembalikan botol padaku.

Karena urusanku sudah selesai, aku bersiap untuk pergi.

"Paman... "

"ah, ada apa? "

Anak laki-laki itu tiba-tiba berlutut dan berteriak memohon padaku

"Bisakah kamu mengadopsi adik-adikku? Kumohon, Aku bahkan bersedia menjadi budakmu"

"Eeh~"

Aku sedikit kebingungan, situasi apa ini? ini terlalu mendadak. Anak laki-laki itu sepertinya sangat putus asa.

"Ku mohon, Paman!!! "

Aku masih bingung, kenapa tiba-tiba seperti ini?

Saat aku bingung, tiba-tiba Alice memegang tanganku.

"Ada apa, Alice? "

"Paman, Apakah kamu bisa.... merawat mereka juga?" kata Alice dengan mata berkaca-kaca.

ah aku paham, Alice pernah diposisi seperti mereka juga. Alice sungguh anak yang baik. Aku merasa malu dengan Alice, Aku bahkan tidak memikirkan hal seperti ini. Aku mungkin dulu termasuk orang yang tidak pedulian, tapi aku masih ingat bagaimana hidupku saat orang tuaku meninggal. keluargaku tidak ada yang mau merawatku dan aku harus bertahan hidup dengan uang pesangon orang tuaku.untungnya aku memiliki tetangga yang baik saat itu.

"Tentu, Alice tapi... kita harus bertanya apakah mereka mau bukan? "

aku lalu berbalik ke anak laki-laki tadi.

"Nak siapa namamu? dan juga nama adik-adikmu? "

"Namaku Rain, Paman, ini adikku Aira dan Airel"

"Baiklah Rain, Aira, Airel, ikutlah bersamaku. aku akan mengadopsi kalian. Khusus untukmu Rain, jangan pernah mencoba untuk mencuri lagi lain waktu, karena kalian akan menjadi keluargaku, kalian harus tumbuh dengan baik dan juga tidak perlu menjadi budak. Tumbuhlah menjadi anak-anak yang baik"

"Be-Benarkah, paman? "

"Tentu saja, Kalian bisa ikut denganku sekarang"

Setelah itu kami berenam pergi ke Rumah toko yang sudah Aku sewa. ah aku yang menggendong Airel karena dia sedang sakit. walaupun Rain mengatakan dia yang akan menggendongnya, aku tidak menyetujui itu karena akan berbahaya untuk Aurel.

 

setelah berjalan sekitar 20 menit, melewati Pasar, kami tiba di Ruko yang aku sewa. ah, ini cukup besar dengan luas bangunan 80m^2, dua tingkat. Aku merasa cukup layak membayar dua belas koin emas Sebulan.

Kami memasuki toko dan melihat lihat sekitar lalu aku mengajak mereka ke lantai dua. Disana ada satu ruangan kamar tidur besar, dapur dan ruangan umum. toilet juga ada tapi kami perlu membeli slime. ya, itu slime!!! mereka adalah monster yang hanya memakan kotoran. meski tergolong lemah, memburu mereka yang hidup di luar sekarang cukup langka, hal ini karena mereka pasti akan segera diburu dan dijadikan ternak. berbeda dengan didesa tempat Riese dan Alice dimana mereka bisa mengandalkan sungai, Didalam kota ini, slime adalah solusi terbaik, sehingga bahkan ada peternakan Slime, mudahnya kalian bisa memikirkan mereka seperti ayam ternak. Ah untuk seekor slime itu berharga tiga perak untuk saat ini.

Karena Ruangan tidur yang besar aku memutuskan kami berenam akan tinggal disana bersama-sama. Di dunia ini, normal untuk tinggal bersama laki-laki dan wanita disatu ruangan.

dengan Online Shop, Aku membeli futon enam buah beserta selimut dan bantalnya. ini berbeda dari kasur tempat penginapan kami sebelumnya yang menggunakan jerami dan bulu. saat ku beri sleeping bag ke Riese dan Alice waktu berkemah di hutan, mereka tampak sangat menyukainya.

Aku langsung mengeluarkan satu untuk menaruh Airel dahulu. Aku berharap dia lekas sehat. Aku sangat sedih melihat wajahnya yang begitu pucat.

"woah, Paman bagaimana kamu bisa melakukan itu? " Rain terkejut dan sepertinya Aira juga.

"Ini sihir paman, Hebat bukan? " kataku dengan sombong, muehehehe.

"Hebat sekali, Bisakah paman mengajariku? "

"Ahahaha sayangnya tidak bisa, ini adalah skill unik milik paman"

"Ah, sayang sekali"

""" hahahaha""" Riese Alice dan Aira tertawa bersama.

"Baiklah, Apakah ini saatnya makan Siang? "

"Ooooohhh Alice sudah menunggu itu,Paman!!!" Alice berseru dengan semangat.

Sepertinya Alice yang paling menantikannya. Dengan Begitu, Aku mulai menyiapkan makan Siang dengan dibantu oleh Riese.

 

Terpopuler

Comments

Nino Ndut

Nino Ndut

ini bikin resto bakalan mantab nih..tp masa iya begini doang??..mc g mikir buat ningkatin diri biar kuat kah?

2023-11-25

2

Yahya

Yahya

kasihan rimuru

2023-11-18

0

Rina

Rina

hmm

2023-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 -Tiba Di Dunia Lain (Revisi)
2 Chapter 2 - Kenangan Martin (Revisi)
3 Chapter POV - Kisah Riese dan Alice (Revisi)
4 Chapter 3 - Keluar dari Hutan (Revisi)
5 Chapter 4 - Wilayah Marquiss Bezos, Kota Bezos
6 Chapter 5 - Menyusun Rencana (Revisi)
7 Chapter 6 - Situasi Kota di Dunia Lain
8 Chapter 7 - mempersiapkan Toko
9 Chapter 8 - Pembukaan Toko Dengan Hasil Luar Biasa (Revisi)
10 Chapter 9 - PENGUMUMAN
11 Chapter POV - Kisah Rain, Aira dan Airel (Revisi)
12 Chapter 10 - Tiba Di Ibu Kota Kerajaan
13 Chapter 11 - Waktu Ujian
14 Chapter 12 - Hasil Ujian dan Bisnis Baru
15 Chapter 13 - Uji Coba Produk, Hadiah dan Hari Pertama di Akademi (Revisi)
16 Chapter POV - Hari Pertama Di Akademi
17 Chapter 14 - Pulang Sekolah dan Persiapan Membuka Toko
18 Chapter 15 - Membeli Budak
19 Chapter 16 - Luar Biasa
20 Chapter 17 - Melatih Karyawan dan Menjual Kosmetik
21 Chapter POV - Hari Pertama Toko Kosmetik dan Pakaian
22 Chapter 18 - Pelatihan Tambahan
23 Chapter 19 - Rapat Besar Akademi
24 Chapter 20 - Libur Sekolah dan Audiensi dengan Raja
25 Chapter 21 - Menikmati Liburan
26 Chapter 22 - Persiapan ke Hutan Kematian
27 Chapter 23 - Menjelajahi Hutan Kematian
28 Chapter 24 - Bertahan Hidup Di Hutan Kematian
29 Chapter 25 - Menolong Thunder Tiger
30 Chapter POV - Menunggu Paman
31 Chapter 26 - Kembali Ke Rumah
32 Chapter 27- Menemui Marquiss Aegnor
33 Chapter 28 - Negosiasi Dengan Marquiss Aegnor
34 Chapter 29 - Audiensi Dengan Raja (Lagi)
35 Chapter 30 - Event Cinta Yang Mendadak Part. 1
36 Chapter 31 - Event Cinta Yang Mendadak Part. 2
37 Chapter 32 - Melakukan Audiensi Dengan Raja (Aku lelah dengan audiensi ini)
38 Karakter Tokoh sejauh ini
39 Chapter 33 - Pengumuman Seleksi
40 Chapter 34 - Proses Seleksi
41 Chapter POV - Perasaan Sesungguhnya Eleanor
42 Chapter POV -Alicia Aegnor
43 Chapter 35 - Kembali ke Ibu Kota
44 Chapter 36 - Insiden (Akan ada Audiensi Lagi)
45 Chapter 37 - Pilihan Terbaik
46 Chapter 38 - Diskusi Lanjutan
47 Chapter 39 - Tim Marquiss Torstein
48 Chapter 40 - Kejadian Di Berbagai Tempat
49 Chapter 41 - Terkejut
50 Chapter 42 - Berita Yang Menggemparkan
51 Chapter 43 - Keganjilan
52 Chapter 44 - Mengelola Wilayah
53 Chapter POV - Bermain Di Dunia Lain
54 Chapter 45 - Kerja Sama Besar
55 Chapter 46 - Hari-hari Sebelum Ke Kekaisaran Demon
56 Chapter 47 - Kekaisaran Demon
57 Chapter 48 - Negosiasi Dengan Raja Naga Part. 1
58 Chapter 49 - Negosiasi Dengan Raja Naga Part. 2
59 Chapter 50 - Kembali Ke Wilayah Wilson
60 Chapter 51 - Kunjungan Tidak Terduga
61 Chapter 52 - Rumit
62 Chapter 53 - Berbagai Situasi
63 Chapter 54 - Selesai Secepat Kilat
64 Chapter 55 - Kembali Ke Ibu Kota
65 Chapter 56 - Audensi Yang Panjang
66 Chapter 57 - Mengajar Lagi
67 Chapter 58 - Pemilihan Peserta Olimpiade
68 Chapter POV - Kondisi Tiap Toko
69 Chapter 59 - Rapat Warga Apartemen Part. 1
70 Chapter 60 - Rapat Warga Apartemen Part. 2
71 Chapter 61 - Balapan Rally
72 Chapter 62- Balapan Yang Kacau
73 Chapter 63 - Kunjungan Teman-Teman Alice, Aira dan Airel Part. 1
74 Chapter 64 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part 2
75 Chapter 65 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part. 3
76 Chapter POV - Negosiasi
77 Chapter 66 - Menyambut Warga Apartement.
78 Chapter 67- Dungeon dan Monster
79 Chapter 68 - Bertemu Raja
80 Chapter 69 - Pindah Rumah
81 Chapter POV - Hari-Hari Para Tunangan Part. 1
82 Chapter POV - Hari-Hari Para Tunangan Part. 2
83 Chapter 70 - Membeli budak
84 Chapter 71 - Di panggil Raja
85 Chapter 72 - Negosiasi
86 Chapter 73 - Hasil Negosiasi
87 Chapter 74 - Liburan
88 Chapter 75 - Rencana Pembentukan Panti Asuhan dan Penyusunan Toko
89 Chapter 76 - Kemunculan Dungeon
90 Chapter 77 - Investigasi Dungeon
91 Chapter 78 - Bertemu Raja Ular Berkepala Delapan
92 Chapter 79 - Kerja Sama Dengan Raja Ular
93 Chapter 80 - Persiapan Acara Kongres
94 Chapter 81 - Berkumpulnya peserta Kongres
95 Chapter 82 - Opening Ceremony dan Dimulainya Kongres
96 Chapter 83 - Kesepakatan Di Capai
97 Chapter POV - Penglihatan Raja Nidel
98 Chapter 84 - Tour Wilayah Wilson
99 Chapter POV - Pemikiran Ratu Luther, Olive
100 Chapter 85 - Persiapan Pesta Olimpiade
101 Chapter 86 - Pembukaan Olimpiade dan Acara pertama
102 Chapter 87 - Mendominasi
103 Chapter 88 - Für Elise
104 Chapter 89 - Hasil akhir
105 Chapter 90 - Menyusun Acara Pernikahan
106 Chapy 91 - Insiden Ibu Anna
107 Chapter 92 - Ras Malaikat dan Homunculus
108 Chapter 93 - Menikmati Liburan
109 Chapter 94 - Keseharian
110 Chapter 95 - Mencari Soul Stone
111 Chapter POV - Homunculus
112 Chapter 96 - Rencana Eleanor
113 Chapter 97 - Menjelaskan
114 Chapter 98 - Acara Pernikahan
115 Chapter 99 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 1
116 Chapter 100 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 2
117 Chapter 101 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 3
118 Chapter 102 - Hasil
119 Chapter 103 - Menyelesaikan Masalah
120 Chapter POV - Pemikiran Lisa
121 Chapter 104 - Menuju Dunia Lain
122 Chapter 105 - Balapan Liar Di Jalan Raya
123 Chapter 106 - Pesawat Dan Liburan Di Pantai
124 Chapter 107 - Berbelanja
125 Chapter 108 - Insiden Saat Piknik
126 Chapter 109 - Bermain Di Pantai
127 Chapter POV - Persiapan Universitas
128 Chapter 110 - Wisata Selesai, Persiapan Penerimaan Siswa Universitas Part. 1
129 Chapter 111 - Wisata Selesai, Persiapan Penerimaan Siswa Universitas Part. 2
130 Chapter POV - Ratu Luther Bahagia dan Pemikiran Raja Nidel Part. 1
131 Chapter POV - Ratu Luther Bahagia dan Pemikiran Raja Nidel Part. 2
132 Chapter 112 - Putri Elsa Datang Berkunjung
133 Chapter 113 - Menikmati Waktu Di Bumi
134 Chapter 114 - Semua Laporan Dari Wilayah Wilson
135 Chapter 115 - Rapat Ketahanan Pangan
136 Chapter 116 - Mengunjungi Panti Asuhan
137 Chapter 117 - Persiapan Membuat Kebun Monster
138 Chapter 118 - Rencana Membuat Pemandian Air Panas dan Sauna
139 Chapter POV - Mencari Ahli Pendidik dan Kesehatan
140 Chapter 119 - Menemani Mertua
141 Chapter POV - Menemani Kakak Ipar Menenangkan Diri
142 Chapter 120 - Pengumuman Seleksi Penerimaan Mahasiswa
143 Chapter 121 - Sekolah
144 Chapter 122 - Seleksi Masuk
145 Chapter 123 - Gedung Ice Skating
146 Chapter 124 - Keinginan Nona Phoenix Dan Bermain Ice Skating
147 Chapter 125 - Dungeon Taman Monster
148 Chapter 126 - Merencanakan Masa Depan
149 Chapter 127 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 1
150 Chapter 128 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 2
151 Chapter 129 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 3
152 Chapter POV - Guild Master Tercengang
153 Chapter 130 - Study Tour
154 Chapter 131 - Pemikiran Para Raja
155 Chapter POV - Bermain Ice Skating
156 Pengumuman Libur
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Chapter 1 -Tiba Di Dunia Lain (Revisi)
2
Chapter 2 - Kenangan Martin (Revisi)
3
Chapter POV - Kisah Riese dan Alice (Revisi)
4
Chapter 3 - Keluar dari Hutan (Revisi)
5
Chapter 4 - Wilayah Marquiss Bezos, Kota Bezos
6
Chapter 5 - Menyusun Rencana (Revisi)
7
Chapter 6 - Situasi Kota di Dunia Lain
8
Chapter 7 - mempersiapkan Toko
9
Chapter 8 - Pembukaan Toko Dengan Hasil Luar Biasa (Revisi)
10
Chapter 9 - PENGUMUMAN
11
Chapter POV - Kisah Rain, Aira dan Airel (Revisi)
12
Chapter 10 - Tiba Di Ibu Kota Kerajaan
13
Chapter 11 - Waktu Ujian
14
Chapter 12 - Hasil Ujian dan Bisnis Baru
15
Chapter 13 - Uji Coba Produk, Hadiah dan Hari Pertama di Akademi (Revisi)
16
Chapter POV - Hari Pertama Di Akademi
17
Chapter 14 - Pulang Sekolah dan Persiapan Membuka Toko
18
Chapter 15 - Membeli Budak
19
Chapter 16 - Luar Biasa
20
Chapter 17 - Melatih Karyawan dan Menjual Kosmetik
21
Chapter POV - Hari Pertama Toko Kosmetik dan Pakaian
22
Chapter 18 - Pelatihan Tambahan
23
Chapter 19 - Rapat Besar Akademi
24
Chapter 20 - Libur Sekolah dan Audiensi dengan Raja
25
Chapter 21 - Menikmati Liburan
26
Chapter 22 - Persiapan ke Hutan Kematian
27
Chapter 23 - Menjelajahi Hutan Kematian
28
Chapter 24 - Bertahan Hidup Di Hutan Kematian
29
Chapter 25 - Menolong Thunder Tiger
30
Chapter POV - Menunggu Paman
31
Chapter 26 - Kembali Ke Rumah
32
Chapter 27- Menemui Marquiss Aegnor
33
Chapter 28 - Negosiasi Dengan Marquiss Aegnor
34
Chapter 29 - Audiensi Dengan Raja (Lagi)
35
Chapter 30 - Event Cinta Yang Mendadak Part. 1
36
Chapter 31 - Event Cinta Yang Mendadak Part. 2
37
Chapter 32 - Melakukan Audiensi Dengan Raja (Aku lelah dengan audiensi ini)
38
Karakter Tokoh sejauh ini
39
Chapter 33 - Pengumuman Seleksi
40
Chapter 34 - Proses Seleksi
41
Chapter POV - Perasaan Sesungguhnya Eleanor
42
Chapter POV -Alicia Aegnor
43
Chapter 35 - Kembali ke Ibu Kota
44
Chapter 36 - Insiden (Akan ada Audiensi Lagi)
45
Chapter 37 - Pilihan Terbaik
46
Chapter 38 - Diskusi Lanjutan
47
Chapter 39 - Tim Marquiss Torstein
48
Chapter 40 - Kejadian Di Berbagai Tempat
49
Chapter 41 - Terkejut
50
Chapter 42 - Berita Yang Menggemparkan
51
Chapter 43 - Keganjilan
52
Chapter 44 - Mengelola Wilayah
53
Chapter POV - Bermain Di Dunia Lain
54
Chapter 45 - Kerja Sama Besar
55
Chapter 46 - Hari-hari Sebelum Ke Kekaisaran Demon
56
Chapter 47 - Kekaisaran Demon
57
Chapter 48 - Negosiasi Dengan Raja Naga Part. 1
58
Chapter 49 - Negosiasi Dengan Raja Naga Part. 2
59
Chapter 50 - Kembali Ke Wilayah Wilson
60
Chapter 51 - Kunjungan Tidak Terduga
61
Chapter 52 - Rumit
62
Chapter 53 - Berbagai Situasi
63
Chapter 54 - Selesai Secepat Kilat
64
Chapter 55 - Kembali Ke Ibu Kota
65
Chapter 56 - Audensi Yang Panjang
66
Chapter 57 - Mengajar Lagi
67
Chapter 58 - Pemilihan Peserta Olimpiade
68
Chapter POV - Kondisi Tiap Toko
69
Chapter 59 - Rapat Warga Apartemen Part. 1
70
Chapter 60 - Rapat Warga Apartemen Part. 2
71
Chapter 61 - Balapan Rally
72
Chapter 62- Balapan Yang Kacau
73
Chapter 63 - Kunjungan Teman-Teman Alice, Aira dan Airel Part. 1
74
Chapter 64 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part 2
75
Chapter 65 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part. 3
76
Chapter POV - Negosiasi
77
Chapter 66 - Menyambut Warga Apartement.
78
Chapter 67- Dungeon dan Monster
79
Chapter 68 - Bertemu Raja
80
Chapter 69 - Pindah Rumah
81
Chapter POV - Hari-Hari Para Tunangan Part. 1
82
Chapter POV - Hari-Hari Para Tunangan Part. 2
83
Chapter 70 - Membeli budak
84
Chapter 71 - Di panggil Raja
85
Chapter 72 - Negosiasi
86
Chapter 73 - Hasil Negosiasi
87
Chapter 74 - Liburan
88
Chapter 75 - Rencana Pembentukan Panti Asuhan dan Penyusunan Toko
89
Chapter 76 - Kemunculan Dungeon
90
Chapter 77 - Investigasi Dungeon
91
Chapter 78 - Bertemu Raja Ular Berkepala Delapan
92
Chapter 79 - Kerja Sama Dengan Raja Ular
93
Chapter 80 - Persiapan Acara Kongres
94
Chapter 81 - Berkumpulnya peserta Kongres
95
Chapter 82 - Opening Ceremony dan Dimulainya Kongres
96
Chapter 83 - Kesepakatan Di Capai
97
Chapter POV - Penglihatan Raja Nidel
98
Chapter 84 - Tour Wilayah Wilson
99
Chapter POV - Pemikiran Ratu Luther, Olive
100
Chapter 85 - Persiapan Pesta Olimpiade
101
Chapter 86 - Pembukaan Olimpiade dan Acara pertama
102
Chapter 87 - Mendominasi
103
Chapter 88 - Für Elise
104
Chapter 89 - Hasil akhir
105
Chapter 90 - Menyusun Acara Pernikahan
106
Chapy 91 - Insiden Ibu Anna
107
Chapter 92 - Ras Malaikat dan Homunculus
108
Chapter 93 - Menikmati Liburan
109
Chapter 94 - Keseharian
110
Chapter 95 - Mencari Soul Stone
111
Chapter POV - Homunculus
112
Chapter 96 - Rencana Eleanor
113
Chapter 97 - Menjelaskan
114
Chapter 98 - Acara Pernikahan
115
Chapter 99 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 1
116
Chapter 100 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 2
117
Chapter 101 - Kekacauan Setelah Pernikahan Part. 3
118
Chapter 102 - Hasil
119
Chapter 103 - Menyelesaikan Masalah
120
Chapter POV - Pemikiran Lisa
121
Chapter 104 - Menuju Dunia Lain
122
Chapter 105 - Balapan Liar Di Jalan Raya
123
Chapter 106 - Pesawat Dan Liburan Di Pantai
124
Chapter 107 - Berbelanja
125
Chapter 108 - Insiden Saat Piknik
126
Chapter 109 - Bermain Di Pantai
127
Chapter POV - Persiapan Universitas
128
Chapter 110 - Wisata Selesai, Persiapan Penerimaan Siswa Universitas Part. 1
129
Chapter 111 - Wisata Selesai, Persiapan Penerimaan Siswa Universitas Part. 2
130
Chapter POV - Ratu Luther Bahagia dan Pemikiran Raja Nidel Part. 1
131
Chapter POV - Ratu Luther Bahagia dan Pemikiran Raja Nidel Part. 2
132
Chapter 112 - Putri Elsa Datang Berkunjung
133
Chapter 113 - Menikmati Waktu Di Bumi
134
Chapter 114 - Semua Laporan Dari Wilayah Wilson
135
Chapter 115 - Rapat Ketahanan Pangan
136
Chapter 116 - Mengunjungi Panti Asuhan
137
Chapter 117 - Persiapan Membuat Kebun Monster
138
Chapter 118 - Rencana Membuat Pemandian Air Panas dan Sauna
139
Chapter POV - Mencari Ahli Pendidik dan Kesehatan
140
Chapter 119 - Menemani Mertua
141
Chapter POV - Menemani Kakak Ipar Menenangkan Diri
142
Chapter 120 - Pengumuman Seleksi Penerimaan Mahasiswa
143
Chapter 121 - Sekolah
144
Chapter 122 - Seleksi Masuk
145
Chapter 123 - Gedung Ice Skating
146
Chapter 124 - Keinginan Nona Phoenix Dan Bermain Ice Skating
147
Chapter 125 - Dungeon Taman Monster
148
Chapter 126 - Merencanakan Masa Depan
149
Chapter 127 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 1
150
Chapter 128 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 2
151
Chapter 129 - Hari Pertama Masuk Sekolah Part. 3
152
Chapter POV - Guild Master Tercengang
153
Chapter 130 - Study Tour
154
Chapter 131 - Pemikiran Para Raja
155
Chapter POV - Bermain Ice Skating
156
Pengumuman Libur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!