Kami terus Berjalan hingga dua jam dan kemudian kami tiba di jalan umum.
"Riese, apa kita sudah dekat dengan kota Vine? "
Aku bertanya pada Riese untuk mengkonfirmasi posisi kita saat ini.
"Umm.... "
"Riese? "
Sepertinya Riese sedang memikirkan sesuatu.
"Setahuku, Jalan ke kota Vine tidak sebesar ini.... terakhir aku ke kota Vine adalah 8 tahun lalu" kata Riese dengan wajah memerah.
Apakah dia malu?
Saat bingung akan menuju ke mana, tiba-tiba ada sebuah karavan yang lewat. Aku mengajak Riese dan Alice menuju ke Karavan yang lewat.
"Halo, Tuan, Bisakah aku menanyakanmu sesuatu? "
"Ah Halo juga tuan, tidak masalah. silahkan tanya apa saja, lagi pula aku sedang tidak terburu-buru"
"Apa tuan tahu kemana arah kota Vine? "
"Ah, Kota Vine tempat Baron Vine kan? Kamu bisa ke utara kira-kira dua hari perjalanan dari sini... "
"Ah begitu ya? kalau aku ingin ke selatan, kota terdekat kira-kira bisa tercapai berapa lama? "
" Kalau ke selatan kita akan segera sampai dalam sehari di wilayah Marquiss Bezos"
"Eeh~ ... "
Bukankah ini berarti aku salah memperkirakan jarak tujuan? seharusnya aku tidak percaya dengan perhitungan matematikaku.
"Maaf tuan, bisakah kami bertiga menumpang karavanmu? tentu saja aku akan membayarnya, hanya saja aku tidak bisa membayarnya dengan uang tapi dengan benda"
"Ah tentu saja bisa tapi itu tergantung benda apa yang bisa kalian berikan... "
Kata pedagang itu dengan wajah berbisnis.
Ini mudah, setidaknya kami bisa menumpang dan menghindari kami dari banyak perhentian. Seharusnya bila kami pergi dengan kuda, kita bisa sampai dalam setengah hari. karena sekarang pagi seharusnya kami bisa tiba tepat saat senja.
"Ini adalah bumbu dari tempatku, namanya bubuk cabai, ini bisa memberikan rasa yang pedas lebih pedas dari lada"
Dari yang aku dengar dari Riese, Belum ada cabai di Negara ini sehingga ini bisa kujadikan alat tawar menawar.
"Ooh menarik, biarkan aku Mencobanya"
Pemilik karavan itu mulai mencicipinya
"Aaaahhh, Pedas!! apa ini, Rasanya sangat pedas"
"Ah Tuan, Cara penggunaan Bubuk cabai tidak langsung dimakan, tapi harus dicampurkan ke makanan seperti lada"
Aku memperhatikan Riese dan Alice yang menutupi mulut mereka karena mencoba menahan tawa. Pemilik Karavan itu segera mengambil air dari kantong airnya dan langsung meminumnya dengan tergesa-gesa.
"Baiklah, kita sepakat, Kalian Bisa ikut dan aku akan menerima sebungkus bubuk cabai ini. ini bukan transaksi yang buruk, hahaha.... Ah ijinkan aku memperkenalkan diri, aku jeff pedagang keliling, siapa nama kalian? "
"Ah maaf telat memperkenalkan diri, Aku Martin, Ini Riese dan adiknya Alice"
"Baiklah kalian bisa duduk di dalam Gerbong"
"Riese, Alice, ayo ucapkan terimakasih pada Paman Jeff"
""Terimakasih, Paman Jeff""
"Hahaha.... sungguh anak-anak yang imut"
Dengan begitu kami mendapatkan tumpangan menuju wilayah Marquiss Bezos. ah benar juga, aku rasa kalian juga lupa, untuk masalah pakaian kami, kami memutuskan menggantinya dengan pakaian tunik khas Eropa Abad Pertengahan. lebih baik menghindari kecurigaan sebisa mungkin.
untuk mengganjal perut, Aku membeli sandwich satu pack lagi dan memakannya secara diam diam dengan Riese dan Alice. Bukannya aku tidak ingin berbagi dengan jeff, aku hanya ingin menghindari masalah yang tidak perlu. lagipula, suara kami makan juga tidak terdengar dari luar.
beberapa saat setelah perjalanan, area jalanan mulai terlihat ramai. aku memperhatikan jalan dan menjadi bersemangat.
"Alice, Lihat keluar, ini Sangat Ramai"
Alice yang juga bersemangat ikut melihat keluar.
"Ooohhh ini sangat Ramai"
"Riese, Apa mungkin yang bertelinga panjang itu elf? "
"Iya benar, bukankah mereka juga ada di tempat paman? "
"sama sekali tidak ada, ditempat ku hanya ada manusia, Riese"
"Ah begitukah? tempat paman sangat aneh. sebelumnya paman mengatakan tidak ada sihir, sekarang bahkan elf pun tidak ada, mungkinkah beastman juga tidak ada? "
"Ya kamu benar, mereka tidak ada"
"Sebenarnya dimana paman tinggal? aku sangat penasaran"
"Ahahaha.... itu tempat yang sangat jauh, untuk sekarang kita tidak bakal bisa kesana?"
Hei bagaimanapun tempatku itu dunia lain, mana bisa kita kesana. itu adalah yang aku pikirkan saat ini.
Pada akhirnya, kita sampai didepan gerbang benteng wilayah marquiss Bezos.
"Martin, Riese, Alice, Selamat datang di kota Bezos" kata Jeff dengan meriah
"""Oooohhhh!!!! """
Kami terkejut sekaligus kagum dengan megahnya tembok benteng kota Bezos. dari yang aku amati, kira-kira tembok itu setinggi 15 meter. ini sangat megah
Karena Kami tidak memiliki tanda pengenal, kami berpisah dengan Jeff dan menuju ke pos penjagaan untuk pemeriksaan.
Kami melewati pemeriksaan dengan lancar dan diberi tanda pengenal sementara dengan maksimal waktu 3 hari. untuk mendapatkan tanda pengenal permanen kami, kami bisa ke guild petualang atau guild pedagang untuk mendaftarkan diri.
Berhubung sudah malam, aku mengajak Riese dan Alice mencari penginapan Bulan Biru yang disarankan petugas penjaga pos penjagaan. sesampainya di depan penginapan kami segera masuk.
"Selamat datang di penginapan Bulan Biru, Apakah kalian ingin menginap? atau mungkin memesan makan malam?"
Itu adalah suara ramah dari meja resepsionis penginapan ini, dari yang aku amati,itu adalah bibi paruh baya yang tampak nya berusia sekitar 40an tahun.
"Ah kami ingin menginap, boleh aku tahu tipe kamar apa saja yang tersedia? "
"Ah sebelumnya aku akan memperkenalkan diri, Namaku Elisabeth, kalian bisa memanggilku elise"
"Ah salam kenal, Aku Martin, ini Riese dan Adiknya Alice"
"Halo, semuanya" kata Elise dengan ramah pada kami
"Tuan Martin, Kami menyediakan kamar keluarga seharga 50 perak semalam sudah dengan makan dan minum 2 kali sehari, ada juga kamar perorangan dengan biaya 20 perak kondisi makan dan minum juga sama"
"Bagaimana Riese, Alice? kamar mana yang ingin kalian tempati? "
"Aku ingin tetap bersama paman!!! " kata Alice
"Aku juga setuju dengan Alice, Paman"
"Baiklah, kalau begitu mari ambil kamar keluarga untuk 3 malam" kataku
"baiklah Terima kasih atas pesanannya"
Ah sebelum kalian bingung, akan ku jelaskan sedikit. bagaimana aku bisa memiliki mata uang didunia ini? tentu saja itu karena skill online shopku. Aku bisa menarik uang dari online shopku dan menjadi uang negara ini. tentu saja dengan konversi yang sudah ditetapkan.
Mari ku jelaskan sedikit tentang mata uang. didunia ini, uang terbagi atas emas, perak dan perunggu, 1 emas sama dengan 1 juta mata uang online shop, 1 emas sama dengan 100 perak dan 1 perak sama dengan 100 perunggu. begitulah sistem mata uang didunia ini.
Untuk masalah harga kebutuhan, aku akan meluangkan waktu setelah pendaftaran tanda pengenal di guild dan mensurvey harga di wilayah ini.
Untuk sekarang yang paling penting adalah istirahat. aku sangat lelah dengan perjalanan ini, setidaknya aku bisa tinggal di ruangan selain tenda. Kalian tahu, mungkin berkemah itu menyenangkan tapi bila terlalu lama itu akan merusak moodmu sendiri.
Setelah sampai dikamar aku melihat ada 2 kasur besar berjejer, Riese dan Alice mereka akan tidur di kasur sebelah kanan dan aku akan tidur di kasur sebelah kiri.
"Paman, Keluarkan Garfieldku, aku sangat merindukannya" Kata Alice
"Hahaha baiklah tunggu sebentar"
Dengan itu, aku mengeluarkan boneka kucing garfield yang merupakan hadiah pengganti revolver yang aku berikan untuk Alice. setelah kuberikan itu, setiap tidur dia pasti akan memeluknya. Alice sangat imut bukan?
"Garfield ayo tidur denganku" kata Alice dengan bahagia
Setelah itu, kamipun langsung beristirahat dan bersiap untuk hari esok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Tara
semoga bahagia selalu🥰🤗👍🙏
2023-11-23
2
Rina
hmm
2023-10-21
1
Gabutdramon
jika aku jd mc, mungkin tidak akan mau balik ke dunia asal andai itu bisa
2023-09-28
1