bab 20

Jam 6 pagi raka dan kawan kawan sudah mendatangi rumah Alvaro.

"Pagi tan" Sapa raka saat mama Alvaro membuka kan pintu untuk mereka.

"Pagi, pagi pagi gini kenapa kalian sudah Ada di sini" Tanya mama Alvaro he ran.

"Kita mau ngajak Alvaro ke acara nikahan alleta tante" Ucap nya.

"Sepagi ini"

"Kan Alvaro harus siap siap makan nya kami datang sepagi ini"

"Ya sudah terserah kalian saja" Ucap nya langsung menyuruh teman teman anak nya itu masuk.

Mereka pun langsung berjalan menuju kamar Alvaro.

Tok

Tok

Tok

Tok

Tok

Ketiga nya mengetok pintu kamar Alvaro secara bersamaan agar Alvaro cepat bangun dan keluar.

Sedang kan Alvaro Langsung membuka mata nya karna kaget mendengar ketokan pintu yang tak biasa, karan jika sang mama yang membangun kan nya tidak samapi seperti itu.

"Alvaro bangun woy" Teriak dari luar.

"Kebo banget sih tidur loe"

Alvaro menajam kan pendengarann nya dan dapat menebak siapa yang sedang ber teriak teriak di luar kamar nya.

Ia pun langsung mengmbil ponsel nya dan melihat jam "baru jam 6 pagi ngapai mereka pada kesini" Ucap nya lalu Bangkit ingin membuka pintu.

Ceklek..

"Ya am pun Al baru bangun loe jam segini" Ucap raka.

"Ini masih pagi pada ngapain loe pada kesini" Tanya Alvaro.

"Loe gak inget hari ini" Tanya nya.

"Emang kenapa dengan hari ini" Tanya Alvaro cuek.

"Hari ini alleta nikah bro masa loe lupa?? "

"Gue tau, tapi kaya nya gue gak kesana" Ucap nya sambil kembali melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar dan kembali menghempas kan tubuh nya di atas kasur.

Ketiga kawan nya pun langsung mengikiti language Alvaro dan out duduk di pinggiran kasur Alvaro mengelilingi Alvaro yang merebah kan kembali tubuh nya.

"Gak bisa loe harus hadir ke acara itu Al" Ucap raka.

"Gue gak mau" Ucap Alvaro.

"Kalau loe gak kesana pasti lor bakal nyesel" Kata irfan.

"Maksud kalian apa sih"

"Udah mending sekarang loe siap siap aja"

"Gue gak mau males"

"Gue tau loe gak akan sanggup hadir di pernikahan mantan sebagai tamu" Ucap Raka.

"Tapi di sini loe hadir sebagai bos nya alleta, massa iya bos gak datang di acara nikahan sekertaris nya sendiri, tega banget" Ucap nya lagi berusaha membujuk Alvaro.

"Dan gue yakin pasti arka tertawa bahagia saat melihat loe gak datang itu artinya loe kalah" Timpal yudi.

"Ayo lah Al agap aja ini terakhir kalinya kita ketemu alleta" Bujuk nya lagi.

Mendengar ucapan dari teman teman nya Alvaro pun bangkin dan memutus kan untuk menghadiri acara tersebut.

"Ok gue bakal datang puas loe" Ucap Alvaro langsung melangkah ke kamar mandi.

"Ok buruan mandi nya jangan seperti anak perawan" Teriak raka.

Tak lama Alvaro pun keluar sudahanfi dan sudah segar tinggal mengganti baju saja, Ia berjalan melewati teman tan nya yang sedang asik bermain ponsel di atas tempat tidur nya.

Alvaro membuka lemari pakaina nya Ia mengambil celana dan kemeja yang akan Ia kena kan tapi dengan cepat raka mencegah nya.

"Loe yakin mau pake ini doang" Tabya nya.

"Kenapa?? " Jawab Alvaro rasa nya Ia malas jika harus memakai baju yang terlalu formal toh Ia cuman tamu undangan.

"Diam biar gue yang pilihin" Ucap raka memgambil setelan celana dan jas Alvaro yang mewah dan mahal.

"Pake ini" Titan nya.

"Gak mau, kaya gue yang mau nikah aja" Today Alvaro.

" Mending loe nurut aja deh sama gue, gue yakin nanti loe bakal berterima kasih sama kita kita, ya gak" Ucap raka sambil melihay ke arah teman nya mereka pun mengaguk setuju.

"Cepetan nih pake ke buru siang, apa perlu gue yang pake in" Ucap nya jahil.

"Ck, apaan sih loe, gue bisa sendiri" Jawab Alvaro Langsung mengambil baju nya dan melangkah ke ruang ganti.

Setelah memakai pakaina nya Alvaro pun keluar, Ia merapikan sedikin rambut nya dan memakai parfum.

"Nah gini kan ganteng"

"Dari lahir" Jawab nya bangga.

"Yuk berangkat" Ajak yudi.

"Masih pagi kali" Ucap Alvaro.

"Gak papa lebih pagi lebih bagus"

"Kita tamu undangan bukan rombongan pengantin pria" Jawab Alvaro.

"Udah yuk turun bawel banget sih loe kaya perempuan" Ucap raka.

Meraka berempat pun langsung turun ke lantai bawah, di bawah sudah Ada kedua orang tua Alvaro dan juga sang kakak.

"Kalian mau berangkat sekarang juga" Tanya Alvaro melihat keluarga nya sudah rapi siap berangakat.

"Iya dong Al ini udah jam 7 loh, ayo nanti ke buru telat" Ucap mama Alvaro antusias.

"Kalian semangat babget sih kaya anak nya aja yang mau nikah" Cibir Alvaro.

"Eamang" Jawab mama Alvaro tanpa sadar.

"Apa mah" Tanya Alvaro yang mendengar mama nya mengatakan sesuatu.

"Gak papa"

"Udah yuk berangkat nanti telat lagi" Ajak papa Alvaro mengalih kan perhatian anak nya.

Meraka pun berangkat ke rumah alleta menggubakan 2 mobil, mobil pertama di kendarai oleh Elvano di samping nya Ada alvaro Dan di belakang kedua orange tua mereka sedangkan teman teman alvaro Satu mobil dengan raka.

"Al kenapa sih diem aja" Tanya Mama alvaro yang melihat anak nya murung sejak tadi.

"Gak papa ma"

"Galau ma mikirin alleta yang bakal menjadi milik orang lain" Ucap Elvano jahil.

"Diem loe" Kesel nya.

"Kalau jodoh gak bakal kemana kok al" Ucap sang papa.

"Apa sih pah orang dia ucap mau nikah ma sih ngomng gitu, tinggal nunggu beberapa jam lagi alleta akan resmi jadi istri orang" Ucap nya sendu.

Sebener nya ia benar benar gak sanggup jika harus menghadiri acara alleta kalau buka  karna paksaan teman teman nya mungkin alvaro akan memilih pergi keep kantor dari pada keep acara alleta.

Mobil mereka pun sampai di depan rumah alleta " Ayo turun" Ajak mama alvaro.

"Males mah ah"

"Cepetan al jangan bikin malu deh" Dengan lesu alvaro pun turun ia memandang sekeliling rumah yang sederhana di hias menjadi indah andai hari ini ia yang akan me nikah pasti bahagia tapi sayang bukan, fikir Alvaro

"Bagai mana pak, apa mempelai pria nya ma sih lama" Tanya pak penghulu yang Sudan dari tadi me nunggu.

"Mungkin sebentar lagi pak, kita tunggu saja ya" Jawab nya, pak penghulu pun mengagguk.

Sedang kan alleta yang berada di dalam kamar merasa gelisah karna Ia tau kalau arka tidak akan datang.

"Maaf kan alleta yah, bu yang akan buat kalian malu setelah ini" Ucap nya sambil menangis.

"Loh mbak kenapa menangis nanti makeup nya jelek" Ucap MUA.

"Maaf mbak" Jawab alleta.

Di luar pak penghulu masih menunggu Ia tak bisa lagi menunggu karna Ia juga mempunyai janji dengan yang lain.

"Maaf pak ini udah terlalu lama, saya tak bisa lagi menunggub karna harus ke tempat lain" Ucap pak penghulu, kemudian Ia pun Bangkit dari duduk nya.

"Tapi pak tunggu sebentar lagi saya mohon" Ucap ayah alleta memeohon.

"Maaf tidak bisa pak"

Alvaro yang melihat penghulu yang akan pergi meninggal kan acara, nah kenapa ia memberanikan dari until langsung masuk Dan menunjuk dirinya sendiri sebagai pengantin pria nya.

"Tunggu, saya calon pengantin pria nya" Ucap Alvaro dengan lantang.

Pak penghulu pun mengagguk Dan langsung menyuruh Alvaro untuk melakukan ijab kobul.

Hanya dengan sekalai tarikan nafas Alvaro berhasil Meng ucap kan ijab qobul dengan lancar hingga kata sah pun menggema di ruangan tersebut.

Sah

Sah

Sah

"Alhamduliah" Ucap semuanya..

"Aku gak tau apa yang akan terjadi setelah ini ta, kami pasti akan marah pada ku" Ucap Alvaro dalam hati...

Terpopuler

Comments

Lena Anggrek

Lena Anggrek

mana lanjutnya,,

2023-08-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!