bab 07

Pagi ini alleta pergi ke kantor tergesa karna hari ini arka tidak menjemput nya mungkin  karna sibuk alleta pun berangkat menggunakan kan angkutan umum.

Ia sampai di depan kantor tepat waktu hanya telat beberapa detik saja mungkin tak akan jadi masalah fikir nya.

Sedang kan Alvaro sudah datang dari tadi ia menunggu Alleta sejak tadi.

Ia menyuruh salah satu pegawai nya untuk menyuruh alleta ke ruangan nya jika ia sudah datang.

Alleta berjalan menuju ruangan nya "Alleta" Panggil seseorang.

"Iya."

"Kamu di panggil bos ke ruangan nya" Ucap nya, Alleta pun mengagguk dan melangkah menuju ruangan Alvaro.

Tok

Tok

Tok

"Masuk"

Alleta pun masuk ke dalam "dari mana saja kamu" Tanya Alvaro.

"Maaf Pak saya baru datang" Jawab nya.

"Kamu telat 10 detik" Ucap nya.

"Hah cuman 10 detik saja di permasalah kan" Gerutu alleta dalam hati.

"Iya Pak saya minta maaf" Ucap Alleta.

"Baik untuk kali ini saya maaf kan" Jawab Alvaro datar "buat kan saya kopi" Ucap nya lagi.

"Baik" Jawab Alleta, ia pun langsung pergi keluar ruangan bara.

Tak lama Alleta kembali ke ruangan Alvaro sambil membawa secangkir kopi.

"Ini kopi nya pak"

"Hm"

Alvaro pun langsung mencicipi kopi buatan Alleta "ternyata masih sama rasanya" Ucap Alvaro dalam hati.

"Apa jadwal saya hari ini" Tanya Alvaro.

"Hari ini pak Alvaro hanya di kantor saja menandatangani berkas berkas yang sudah mendekati dadline" Jelas Alleta, berusaha se profesional mungkin padahal kalau dekat Alvaro jantung nya selalu tidak aman.

"Ok, bawa semua berkas nya kemari"

"Baik" Ucap nya, sambil berbaik ingin ke ruangan nya.

Saat alleta sudah kembali ke ruang Alvaro sabil membawa berkas berkas yang akan di tanda tangani tiba tiba papa Alvaro masuk kedalan.

"Pagi alleta" Ucap nya saat melihat alleta.

"Pagi tuan" Ucap nya sambil menunduk hornat.

"Tidak usah seperti itu dan panggil om saja seperti dulu"

"Hmm ba-baik tu.. Eh om" Jawab alleta kaku.

"Kamu apa kabar ta" Tanya nya.

"Alhamdulillah baik om"

"Main main lah ke rumah, mama Alvaro kangen benget sama kamu"

"Iya nanti saya main om"

"Kalau mau ngobrol di luar aja, ganggu orang kerja" Ketus Alvaro tapi masih fokus dengan berkas berkas nya.

"Ma-maaf pak" Ucap nya tak enak "mari om saya ke ruangan saya dulu" Ucap nya berpamitan pada papa nya bara.

"Kamu cuek banget sih al sama alleta" Tanya papa Alvaro.

"Apa sih pa"

"Papa gak tau permasalahan kalian tu apa dulu tapi papa bisa liat kalau kamu masih sayang kan sama alleta" Ucap papa Alvaro.

"Jangan sok tau deh" Elak Alvaro "ada apa papa kesini bisanya juga di kelonin mama di rumah" Ucap Alvaro mengkih kan fikiran papa nya tapi memang benar semenjak Alvaro menggantikan papa nya di kantor, papa nya itu sudah tidak pernah lagi ke kantor paling hanya memantau saja di rumah.

"Ck, kamu ini papa hanya ingin mengecek kerjaan kamu saja"

***

Saat Alvaro sedang fokus dengan kerjaan ya tiba tiba pintu ruang nya ada yang mengetuk.

"Masuk" Jawab nya dari dalam.

"Hay al" Ucap seorang wanita menghampiri Alvaro siap lagi kalu bukan sisil.

"Sisil ada apa kamu kesini" Tanya Alvaro pada sisil.

"Gak papa aku hanya kangen saja sama kamu udah seminggu lebih kan kita gak ketemu" Keluhan nya.

"Sorry aku sibuk sil" Ucap nya datar.

Sisil pun berjalan ke samping Alvaro dan membelai pundak Alvaro, Alvaro merasa risih dengan kelakuan sisil.

"Lepas sil" Ucap nya namun sisil tak mau.

"Permisi pak... " Ucap alleta yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan Alvaro.

"Ma-maaf saya tidak tau" Ucap nya merasa bersalah karna tidak tau kalau bos nya itu sedang bermesraan fikir nya.

"Loe" Ucap sisik saat melihat alleta.

"Kenapa dia bisa ada di sini al" Tanya sisil mereasa tidak suka melihat mantan Alvaro itu.

"Dia sekertaris ku sekarang" Ucap Alvaro.

"Hah kamu serius al"

"Hmm"

"Maaf pak saya hanya ingin menyerah kan ini saja" Ucap nya memberika berkas pada Alvaro "kalau begitu saya permisi" Ucap nya langsung kelur ruangan bos nya.

"Kenapa kamu gak bilang kalau dia jadi sekertaris kamu serang" Ucap sisil kesal.

"Kenapa sih sil, stop berperilaku seolah kamu pacar aku" Tegas Alvaro.

"Tapi kan kamu tau sendiri al aku sayang sama kamu sejak dulu" Ucap nya.

Memang selama Alvaro putus dengan alleta sisil yang selalu menemani nya, sisil juga sudah berkali kali menyatakan cinta nya pada Alvaro tanpa rasa malu tapi Alvaro tak pernah menanggapi nya, ia selalu bilang bahwa hanya menganggap sisil seperti adik saja  tapi sisil tak Terima ia terus berusaha mendekati Alvaro sampai saat ini.

"Mending kamu pecat aja al si alleta itu dan aku yang akan mengganti kan nya" Ucap nya enteng.

"Gak bisa gitu sil kamu mana bisa mengganti kan dia" Ucap nya masih cukup sabar menghadapi sikap Sisil.

"Kenapa??? Apa karna kamu masih cinta sama dia, iya al?? " Ucap nya sedikit meninggikan suaranya.

"Cukup sil!!! Kalau kamu gak ada lagi urusan sebaik nya keluar dari sini" Usir Alvaro.

Sisil pun mendengus kesal dan melangkah keluar dari ruang Alvaro.

Saat keluar ia melihat alleta yang sedang berjalan bersama teman nya tanpa aba aba sisil langsung mendorong alleta hingga membuat tangan alleta terluka.

"Dasar cewe murahan, tukang selingkuh rasain loe" Umpat sisik pada alleta lalu ia pun pergi meninggal kan alleta.

"Ta kamu gak papa" Tanya teman alleta yang langsung membantunya bangun.

"Gak papa kok" Ucap nya.

"Tapi tangan kamu luka ta, sampai memar gini"

"Udah aku gak papa kok"

"Sebenar nya ada urusan apa sih ta kamu sama dia, bukan nya dia pacar nya bos ya, kok kayak dendam gitu sama kamu" Tanya teman alleta.

"Aku juga gak tau, mungkin karna aku sekertaris nya pak Alvaro jadi dia takut aku godain pacar nya mungkin" Jawab alleta asal.

"Bisa jadi sih di bandingkan dia kamu lebih cantik ta kenapa pak alleta mau sama dia ya"

"Udah udah yuk kembali ke ruangan"

Kedua nya pun kembali masuk ke dalam ruangan nya, sampai di dalam ruang alleta melihat ada berkas lagi yang harus di tanda tangani bos nya itu.

"Huh males sih harus ke ruangan dia lagi" Keluh nya tapi mau tak mau alleta harus kesana.

"Permisi pak ini ada bekas lagi yang harus di tanda tangani"

"Taro saja" Ucap nya tanpa menoleh.

"Tunggu" Ucap nya saat alleta akan kembali ke ruaangan nya.

"Tangan kamu kenapa?? " Tanya Alvaro saat melihat luka di tangan alleta.

"Ahh ini gak papa kok" Jawab nya.

Alvaro pun bangkit dan berjalan mendekat ke arah alleta lalu merah tangan alleta dan melihat luka di tangannya.

"Ba-bapak mau apa?? " Tanya nya gugup.

"Sudah di obati" Tanya nya l, alleta pun menggelengkan kepalanya.

"Duduk" Titah nya. Alvaro pun langsung melangkah mengambil kotak p3k.

"Sini"

"Apa??? "

"Sini tangan kamu mau saya obatin"

"Gak usah pak, saya bisa sendiri" Tolak nya.

Alvaro pun langsung meraih tangan alleta dan dengan telaten mengobati luka nya.

Saat sudah selesai pandangan kedua nya bertemu...

Deg

Deg

Deg

Suara detak jantung kedua nya...

Terpopuler

Comments

Odette/Odile

Odette/Odile

Ngakak dosa!

2023-07-16

0

Aura Cantika

Aura Cantika

Jangan lupa update yaa, ini fan berat nih

2023-07-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!