bab 02

Malam hari nya Dion mengajak aletta untuk menemani nya pergi keluar jalan jalan sekalian cari makan.

"Ta temenin aku keluar yuk, sekalian pengen makan nasi goreng" Ajak Dion.

"Tapi terektir aku ya" Jawab nya.

"Gak masalah"

Mereka pun langsung pamit ke pada para orang tua.

***

Sisil mencoba Meng hubungin Alvaro karna ingin mengadukan tetang aletta.

"Iya Hallo sil" Jawab Alvaro.

"Al gue mau nunjukin sesuatu sama loe"

"Apa?? "

"Ini tentang aletta"

"Kenapa dengan aletta" Tanya Alvaro penasaran.

"Tapi loe jangan marah ya, gue juga gak nyangka kalau aletta akan berbuat seperti ini" Ucap nya pura pura sedih.

"Maksud loe gimana sih, gue gak ngerti"

"Tunggu ya gue kirimin bukti nya" Ucap nya langsung mematikan panggilan nya pada Alvaro dan mengirim poto yang Ia dapet tadi siang.

Ting....

Suara pesan masuk dari sisil ke ponsel Alvaro, Ia langsung membuka nya dan melihat poto yang telah di kirim sisil, rahang Alvaro langsung mengeras tangan nya mengepal menahan amarah tapi Ia tak mau gegabah, Alvaro ingin tau kebenerannya dulu.

Alvaro pun langsung Meng hubungin aletta.

"Hallo, kamu dimana" Tanya nya.

"Aku lagi di tempat nasi goreng yang biasa kita beli sama.... "

Belum selesai aletta berbucara Alvaro sudah langsung menutup telpn nya begitu saja.

Alvaro pun oangsung mengambil jaket dan kunci motor nya ingin menyusul aletta.

***

"Siap?? " Tanya Dion

"Biasa kak, udah lanjutin makan nya" Ucap alina namun hati nya merasa tidak tenang karna tak biasa nya Alvaro seperti ini.

"Pacar ya, kecil kecil udah pacaran" Ucap dion, aletta hanya tersenyum menanggapi ucapan kakak sepupu nya itu.

Saat aletta sedang menikmati nasi goreng nya sambil ketawa ketawa bersama Dion, Alvaro datang dan menyaksikan semua nya.

"Aku mau ngomng sebentar" Ucap nya datar

"Eh al udah di sini aja" Jawab aletta.

"Ikut aku" Alvaro langsung menarik tangan aletta.

"Bentar ya kak" Ucap nya, Dion pun mengaguk.

Alvaro pun membawa aletta ke Tampa yang cukup sepi karna tak mau sampai menganggu orang lain.

"Ada apa sib al" Tanya alina yang belum menyadari kemarahan Alvaro.

"Ada apa kamu bilang, tadi siang bilang nya mau eskul tapi nyata kamu jalan sama cowo itu, dan sekarang kamu asik ketawa ketawa sambil makan nasi goreng" Kesal Alvaro

"Siap dia, pacar baru kamu" Tuduh Alvaro dengan nada tinggi.

"Gak gitu, kamu salah Paham al" Ucap alina yang mulai berkaca kaca.

"Aku salah Paham, liat ini" Ucap nya memperlihat kan poto yang di kirim sisil "dan sekarang apa??? kalian jalan berdua"

"Al biar aku jelas in dulu" Ucap aletta sambil memegang tangan Alvaro.

"Gak perlu semua nya udah jelas, mulai saat ini kita putus" Ucap nya sambil meninggal kan aletta yang sudah menangis.

"Gak al aku gak mau, aku sayang sama kamu Alvaro" Ucap aletta tapi Alvaro tidak peduli.

"Lepas dasar cewe murahan, nyesel gue pernah cinta sama loe" Ucap Alvaro langsung menepis tangan aletta dan melakukan motor nya.

Deg....

Aletta diam Ia baru kali ini melihat Alvaro semarah itu dan samapai mengelurka kata kata kasar yang membuat nya sakit hati.

Aletta pun langsung belari ke kamar mandi, ingin mencuci mukanya karna tak mau samapi dion tau Ia abis menangis.

"Dari mana aja sih ta ko lama" Tabya dion yang melihat aletta baru kembali.

"Gak dimana mana kok kak, udah lanjutin makan nya" Ucap nya

"Kamu kenapa" Tanya dion yang melihat aletta jadi diem malahan makan nya pun di anggurin.

"Gak papa kok, kakak udah kan makan nya kita pulang yuk, aku udah ngantuk" Ajak aletta.

Mereka pun langsung pulang, dion heran tadi pas berangkat aletta ceria sekali tapi kenapa sekarang jadi murung gini, mungkin karna sudah ngantuk fikir Dion.

Sampai di rumah aletta langsung masuk ke dalam kamar.

"Kak aku langsung ke kamar ya, udah ngantuk banget gak kuat" Jawab nya bobong. Dion pun mengagguk.

Aletta langsung masuk ke dalam kamar dan mrngunci pintunya dan air mata nya pun tumpah begitu saja.

"Kenapa kamu gak mau dengerin panjelasan aku dulu sih al" Ucao nya sambik menangis.

"Kamu jahat al sampe nuduh aku cewe murahan"

Aletta terus menagis Ia sedih ,kecewa , marah pada Alvaro Karna me nuduh nya yang gak gak, 2 tahun lebih mereka berpacaran banyak kenagan kenagan indah yang mereka lalu dan selarang sirnah begitu saja Karna ke salah pahaman.

Alina terus menagis samapai tak terasa akhir nya Ia pun tertidur.

***

Pagi Tiba Aletta berangkat sekolah di antar oleh dion, biasa nya Alvaro yang jemput tapi kali ini tidak Karna mereka sudah putus.

Aletta datang bersamaan dengan Alvaro yang datang sambik membinceng sisil.

"Kak aku masuk ya" Ucao aletta pada dion.

"Iya belajar yang rajin ya" Ucap nya sambil mengelus Kepala aletta. Kemudia dion pergi.

Aletta berjalan melewati Alvaro dan sisil, hati nya sakit sungguh sakit melihat Alvaro membonceng sisil Karna biasa nya Ia yang di bonceng Alvaro.

"Liat tuh al mantan kamu, kaya nya sih meraka udah lama pacaran keliatannya romantis banget" Ucap sisil menyindir aletta dan memanas manasin Alvaro agar semakin benci pada aletta.

Aletta tidak menghiraukan sindirin dari sisil Ia pun langsung berjalan melewati mereka.

***

Di kelas ke tiga sahabat Alvaro merasa aneh denga pasangan kekasih yang biasa nya bucin tapi sekarang seperti tidak kenal

"Al loe lagi berantem ya sama aletta" Tanya irfan yang penasaran dari tadi.

"Iya al, tumben banget diem dieman kaya gak kenal" Timpal arga.

"Gue udah putus"

"What" Ucap meraka bertiga secara bersamaa, sehingga membuat seisi kelas menoleh pada nereka, untung guru nya tidak masuk dan hanya memberi tugas saja.

Maraka hanya cengengesan Karna men jadi pusat perhatian.

"Loe serius al" Tanya arga penasaran.

"Iya"

"Tapi kenapa?? " Tanya yudi.

"Gak usah kepo kalian, inti nya gue udah gak Ada hubungan apa apa lagi sama dia" Jawab Alvaro Tegas, mereka pun diam.

***

Bel pulang sekolah pun berbunyi dan semua murid berhamburan keluar kelas.

Fika meliaht Alvaro keluar kelas begitu saja tanpa mengahampiri dulu aletta kekasih nya.

"Ta gue gak salah liat" Ucap nya tak percaya.

"Apaan sih"

"Barusan Alvaro keluar kelas begitu aja tanpa nyamperin loe dulu seperti biasa, ini aneh sih"

"Kenapa aneh, gue udah putus sama dia" Ucap nya santai.

"Apa??? Loe serius ta?? " Tanya nya tak percaya, aletta pun mengaguk.

"Tapi kenapa ta" Tanya nya.

Aletta pun langsung memeluk fika, tak terasa air mata nya keluar Karna sekuat apa pun Ia tahan jujur aletta Masih sayang banget sama Alvaro.

Untung kelas udah sepi jadi tak Ada yang melihat bahwa Ia sedang menagis.

"Ada apa sih ta, coba cerita sama gue"

Aletta pun menceritakan semua nya pada fika tidak Ada yang Ia tutup tutupi.

"Loe gak coba jelasin sama dia" Tanya fika.

"Udah tapi dia nya gak mau denger"

"Ya udah sabar ya ta, coba nanti loe coba jelasin lagi sama dia"

Aletta menggelkan Kepala nya " Udah cukup gue gak mau jelasin lagi, kata kata nya kemarin malam cukup buat gue sakit hati" Tolak aletta.

"Tapi kan loe masih sayang"

"Iya untuk sekarang mungkin gue masih sayang tapi gue akan coba melupakan itu semua, gue yakin lama lama akan lupa kok sama dia"

"Sabar ya" Ucap fika sambil memeluk aletta.

Kalian pernah ngerasain gak pas lagi sayang sayang nya eh di putusin rasa nya tuh sakit banget. Itu lah yang sekarang aletta rasain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!