Alleta langsung memalingkan wajah nya dan bangkit keluar dari ruang bara.
"Terima kasih pak, saya permisi dulu" Ucap nya langsung keluar.
"Masih saja menggemaskan seperti dulu" Ucap Alvaro sambil menggeleng gelengkan kepala.
***
"Ahhhh" Sampai rumah sisil kesal dan marahnia malah teriak teriak seperti orang stress.
"Kamu kenapa sih sayang" Tanya mama sisil
"Wanita itu kembali lagi ma" Ucap sisil.
"Wanita siap sih"
"Matan nya Alvaro, aku udah berusaha jauhin mereka tapi sekarang wanita itu kerja satu kantor dengan Alvaro bahkan dia menjadi sekretaris Alvaro" Ucap sisil kesel.
"Kamu jangan seperti ini jika kamu memang menyayangi Alvaro kamu harus lebih berusaha meyakinkan nya terus saja dekati dia" Ucap mama sisil.
"Sudah bertahun tahun mah aku deketin Alvaro tapi apa hasil nya nihil" Jawab sisik.
"Mama bantu aku ya, mama kan deket dengan mama nya Alvaro, coba deh n mama jodoh kan aku dengan nya" Pinta sisil.
"Mama akan coba" Ucap nya sambil mengelus kepala sangat anak.
***
Di perusahaan Alvaro, ia maupun alleta masih sibuk dengan pekerjaan nya masing masing.
Alvaro yang sedang sibuk di ruangan nya tiba tiba ada yang mengetuk pintu raungan nya, tanpa menoleh Alvaro pun menyuruh orang tersebut masuk.
"Kak El" Ucap nya sambil mengerut kan kening nya saat melihat siap yang datang.
"Ngapain loe kesini, kaya gak ada kerjaan aja" Ucap nya datar.
"Emang gak boleh gue main ke perusahan adikku tersayang" Jawab nya.
"Ck, lebay, langsung aja mau apa kesini"
"Santai dong al gak usah ngegas gitu, gue mau ke ruangan alleta, sebelah mana ruangan nya"
"Mau ngapain"
"Mau ketemu aja kangen"
"Gak usah di gangguin dia lagi kerja" Jawab nya ketus.
"Bukan mau gangguain cuman mau ketemu aja lagian sebentar lagu jam pulang kantor al, gue mau ajak dia ke luar"
Alvaro tak menjawab pertanyaan kakak nya itu ia malah fokus dengan laptopnya.
"Ok kalau gak mau jawab, gue cari sendiri aja" Ucap nya langsung pergi ke luar.
Alvaro langsung bangkit dari duduk nya, ia melihat dari cela pintu apa kakak nya itu berhasil bertemu dengan alleta.
Dan benar aja saat Elvano melewati meleawati satu ruang kebutulan alleta lah yang keluar dari ruangan tersebut karna.
"Alleta" Ucap Elvano.
Alleta memdongkang menatap siap yang memanggil nya " Kak El "
"Kamu apa kabar" Ucap nya mendekati alleta.
"Aku baik"
"Kakak gimana" Tanya nya.
"Aku juga baik, kita ngobrol ngobrol mau gak" Ajak Elvano.
"Tapi ini masih jam kerja kak" Tolak alleta.
"Yudah aku tungguin, sebentar lagi juga pulang kan" Ucap Elvano, dia angguki oleh alleta.
Dan percakapan itu pun di saksikan oleh Alvaro "ternyata dia masih saja ramah sama keluarga gue" Ucap nya.
Tak lama jam kerja pun pulang Elvano langsung mengajak alleta untuk pergi keluar sekalian mengantar nya pulang, alleta pun mau karna memang hari ini arka juga tidak menjemput nya jadi apa salah nya.
"Ta kita makan dulu yuk" Ajak Elvano di tengah tengah perjalanan.
"Terserah kakak aja" Jawab alleta.
Meraka pun samapai di restoran yang Elvano pilih, setlah masuk dan memesan makan sekarang mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.
Namun tiba tiba ada yang sengaja menumpahkan kan minuman ke baju alleta.
"Upppss sorry gue gak sengaja" Ucap nya.
Alleta langsung membersihkan kan bekas minuman tersebut dangan tisu.
"Sil loe pasti sengaja kan" Banyak Elvano pada sisik, ya dia adalah sisil.
"Apaan sih kak orang aku gak sengaja juga" Ucap nya.
"Heh cewe murahan gak dapat adik nya kakak nya loe gaet juga" Cibir sisil.
"Sil mendingan loe pergi atau mau gue seret loe keluar" Ucap nya dengan nada tinngi.
Dengan kesal akhir nya sisil pun keluar.
"Ta kamu gak papa kan" Tanya Elvano.
"Aku gak papa kok kak, makasih ya udah belain aku"
"Iya emang bener bener tuh si sisil" Geram nya.
"Kenapa kak, bukan nya sisil pacar nya Alvaro ya kakak kok kaya gak suka gitu??? "
"Kakak gak suka sama dia bahkan bukan cuma kakak mama, papa juga, kita lebih suka Alvaro sama kamu" Ucap nya dan sukses membuat alleta malu.
"Tangan kamu kenapa ta" Tanya nya.
"Tadi sisil ke kantor mungkin dia gak suka sama aku karna di kantor Alvaro jadi dia dorong aku" Ucap nya.
"Emang bener bener tu cewe"
"Udah gak papa kok kak"
Tak lama makanan mereka pun datang, Elvano dan aletta pun menikmati makanan mereka.
"Ta kamu gak Ada niatan buat balikan sama Alvaro" Tanya Elvano di sela sela makan nya.
"Gak lah kak, aku sama di professional kerja di kantor gak mau bawa bawa masa lah pribadi" Jawab aletta.
"Tapi keliatan nya Alvaro masih sayang deh sama kamu, kamu gimanan??"
Aletta langsung menggelengkan Kerala nya walaupun ia masih sayang juga sama Alvaro tapi ucapan Alvaro dulu masih sangat membuat nya sakit hati.
"Lagian sisil sama Alvaro itu gak pacaran tau ta" Ucap Elvano memberi tahu.
"Tapi kaya nya mereka delete banget"
"Iya karna sisil yang selalu ngejar ngejar Alvaro"
"Hm" Jawab aletta Sebenar nya ia sudah tak mau tau mengenai Alvaro.
"Kalau kakak boleh tau dulu kalian putus kenapa sih" Tanya nya kepo.
"Hanya salah pahan aja kok kak" Jawab aletta.
"Udah kak gak usah bahas yang udah lewat sekarang aku udah bahagia dengan kehidupan ku saat ini dan mungkin dalam wants dekat ini aku akan me langsung kan pertunanagan" Jelas aletta memberi tahu pada Elvano agar dia tak berharap lagi dirinya kembali bersama adik nya itu.
"Wah serius padahal aku berharap kamu bisa kembali lagi sama Alvaro" Ucap nya sedih.
"Dia masa lalu kak"
"Beneran juga tapi selamat ya ta"
"Maksih kak" Jawab nya sambil tersenyum.
Setelah selasai makan Elvano pun mengantar aletta pulang ke rumah nya.
"Kak maksih ya udah teraktir sama anterin aku pulang" Ucap aletta saat mereka samapi di depan rumah aletta.
"Iya sama sama, kakak langsung pulang ya"
"Iya hati hati kak"
Selepas kepergian Elvano, aletta pun melangkah masuk ke dalam rumah nya.
"Sayang udah pulang?? " Tanya ibu aletta saat ia baru saja masuk ke dalam rumah.
"Iya bu"
"Kamu pulang sama si apa??
" Sama kak Elvano bu"
"Elvano???" Ulang ibu aletta mengingat ingat nama tersebut "kakak nya Alvaro kan" Ucap nya lagi aletta pun mengangguk.
"Kok bisa ng anterin kamu pulang" Tanya nya heran.
"Ibu jangan kaget ya sebener nya aletta kerja di prusahaan milik keluar Alvaro, aletta juga awal nya gak tau bu kalau itu prusahaan nya Alvaro tapi perlakuan mereka masih baik sama seperti dulu pada aletta" Jelas nya.
"Apa kamu nyaman kerja di sana"
"Ntah lah bu" Jawab nya lesu.
"Ibu akan selalu mendukung apapun keputusan kami tapi kami harus ingat Ada Dafa sekarang di sisimu nak" Ucap nya mengingat kan.
"Iya bu aletta tau, ya udah aletta ke kamar dulu ya" Pamit nya.
***
Elvano baru saja samapi di rumah nya, ia melihat keluarga nya sedang duduk santai di ruang keluarga.
Di sana Ada papa nya mama nya dan Alvaro yang sedang tiduran di pangkuan sang mama.
Elvano langsung berjalan mengahampiri mereka dan duduk di samping sang mama.
"Dari mana kamu El" Tanya mama nya.
"Abis jalan sama Aletta ma"
"Hah serius, bagai mana kabar nya sekarang" Tanya nya.
"Dia baik ma, sekarang Aletta semakin cantik" Ucap Elvano sengaja ingin menggoda adik nya.
"Wah pasti sih dulu saja di cantik banget apa lagi sekarang"
Alvaro kelihatan cuek dan tak peduli dengan obrolan kakak dan mama nya padahal ia dangat kepo.
"Iya tapi sayang harapan mama buat jadi in dia menantu gagal" Ucap nya pura pura sedih.
"Loh kenapa??? "
"Sebentar lagi dia mau tunangan ma" Ucap nya.
"SAMA SI APA?? Tanya Alvaro sedikit kaget dan langsunh bangkit dari tidur nya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Chị google là em
Bikin baper nih!
2023-07-19
0