bab 14

Sudah beberapa hari alleta di rawat di rumah sakit, beberapa hari itu juga Alvaro sering banget berkunjung ke rumah sakit untung nya arka hanya bisa sesekali ke rumah sakit sehingga alleta tidak di buat pusing oleh persebatan mereka berdua.

Hari ini alleta sudah di perboleh kan untuk pulang dan Alvaro yang dengan sigap mau mengantar nya pulang, sebenar nya ia sudah menolak tapi Alvaro kekeh kata nya senagai bentuk tanggung jawab.

Alleta juga sudah memberi tabu arka bahwa ia akan pulang hari ini tapi arka mengatakan taknbisa menjemput nya karan sedang Ada meeting penting.

Ntah lah alleta bingung sepertinya semenjak ia ke celakaan arka seperti menghindari nya malahan sekarang Alvaro yang sering menemui nya.

"Sudah siap bu?? " Tanya Alvaro.

"Sudah nak, maksih ya sudah mau mengantar kami pulang, padahal tidak usah repot repot kita bisa pulang naik taksi" Ucap ibu alleta merasa tak enak.

"Tidak repot sama sekali kok but justru Alvaro senang bisa mengantar kalian" Jawab nya dengan senyum ramah.

"Mau aku gendong sampai ke mobil" Tanya Alvaro pada alleta.

"Buat apa Ada kursi roda jika harus di gendong" Jawab alleta sedikit ketus.

"Ssttt gak boleh gitu, niat Alvaro baik loh" Ucap ibu alleta memeperingati putri nya.

"Iya padahal Alvaro gak maksud apa apa cuman Mau membantu" Ucap nya memasang wajah sedih.

Alleta males mendengar nya, ia tau Alvaro hanya caper saja pada sang ibu "but bantu aku ke kursi roda" Pinta nya.

"Biar Alvaro saja bu" Ucap nya dengan cepat mengangkat tubuh alleta dan menindag kan nya ke kursi roda.

Alleta hanya pasrah karna ia juga tak bisa untuk ke kursi roda sendiri.

"Ayok bu" Ucap Alvaro, ia pun mentoring kursi roda alleta dan ibu alleta hanya mengikuti nya dari belakang.

Tanpa sadar ibu alleta senyum senyum melihat kedua nya, ntah lah ia meresa kalau Alvaro lebih cocok bersama putrinya dari pada arka tapi itu semua terserah alleta toh dia yang akan menjalan nya.

Sesampai nya di rumah alleta, Alvaro kembali membantu alleta masuk ke dalam rumah.

"Kamu gak ke kantor" Tanya alleta saat alvaro sudah membantu nya masuk ke dalam rumah.

Alvaro mengulum senyum bahagia karna panggilan alleta pada nya sudah tidak formal lagi.

"Betar lagi" Jawab nya.

"Cepetan ke kantor jangan bolos mulu"

"Biarin aku kan bos nya jadi gak masalah walau pun bolos" Jawab nya santai.

"Ck, sombong banget sih" Cibir alleta.

"Biarin emang kenyataan nya gitu kok"

"Nak alvaro maksih ya udah mau nganterin" Ucap ibu alina yang baru menghanpiri kedua nya setelah meletakan barang barang bawaan.

"Iya bu sama sama"

"Nak alvaro mau makan dulu sekalian di sini apa...?

" Alvaro mau pamit ke kantor bu soal nya kerjaan nya banyak di kantor, iya kan Al?? " Ucap alleta cepat.

"Hmm iya bu" Jawan Alvaro, sebenar nya iya belum mau pulang tapi alleta malah berkata seperti itu jadi mau gak mau Alvaro pun harus pulang.

"Ya udah cepetan sana ke kantor" Usir alleta.

"Iya iya bawel banget sih, bu Alvaro pamit ya" Ucap nya pada ibu alleta.

"Iya hati hati ya nak" Jawab nya.

Alvaro pun melangkah kan kaki nya keluar rumah alleta.

"Kamu itu jangan ketus ketus ta sama Alvaro, kasian dia" Ucap ibu alleta.

"Biarin bu, kalau gak di gitu in dia gak bakal pilang pulang" Jawab alleta.

"Ibu liat liat kami kok lebih cocok sama Alvaro ya dari pada sama arka"

"Ibu ini again sih, kita cuma masa lalu bu, sekarang masa depan alleta arka" Jawab alleta tapi tidak sesuai dengan kata hati nya.

"Mulut bisa bohong tapi hati siapa yang taught" Jawab ibu alleta sambil ber lalu meninggal kan putri nya ke arah dapur.

Alleta menghela nafas berat ia memeang Masih sanagat menyayangi Alvaro apa lagi melihat perhatian yang Alvaro beri kan semalam di rumah sakit.

Tapi alleta tak bisa egois ia sudah memiliki arka yang sama baik nya seperti Alvaro, ya walau pun ia tidak men cintai nya sebesar alleta men cintai Alvaro tapi alleta akan berusaha untuk menetap kan hatinnya pada arka.

Malam tiba arka baru bisa mengunjungi alleta ia beralasan banyak pekerjaan di kantor.

"Ta maaf ya tadi gak bisa jemput kamu di rumah sakit soal nya aku banyak banget kerjaan" Ucap arka pada alleta.

"Ya ga Papa lagi" Jawab nya cuek.

"Hmm terus siapa tadi yang nanganter kamu pulang" Tanya arka.

"Alvaro" Jawab alleta seada nya.

Arka mengepal kan tanggan nya saat mendengar alleta menyebut kan nama mantan nya itu, ia tak suka jika alleta semakin delay demgan laki laki itu.

"Ta aku mau mulai saat ini kami jangan deket deket sama Alvaro" Ucap arka.

"Kenapa?? " Tanya alleta.

"Tak dia itu mantan kamu, kalau kalian delay dan sering ketemu aku hanya takut kamu pun ya perasaan lagi sama dia" Tegas nya.

"Kamu tenang saja aku bukan tipe cewe yang suka mempermain kan hati laki laki, jika pilihan aku sudah sama kamu sebisa mungkin aku akan serial sama kamu" Jelas alleta.

"Iya aku tau tapi bagai mana dengan Alvaro?? Aku yakin dia pasti masih berusaha deleting kamu kamu kan kalau gak mana mungkin dia bisa nganterin kamu pulang" Ucap arka yang mulai kesal.

"Dia hanya kebetulan saja menjenguk aku pas aki do boleh kan pulang jadi sekalian dia menawar kan diri untuk mengantar aku dan ibu pulang" Jawab alleta jujur.

"Tetap aja apa pun alasan nya aku dak suka kami dekat dekat dengan nya lagi" Tegas arka.

"Kenapa kamu jadi gini sih bentak bentak aku segala" Ucap alleta yang tak suka.

Arka menyadari kalau ia tak sengaja telah mem bentak kekasih nya itu, ia oun langsung berjongkong di depan kursi roda alleta dan meminta maaf pada nya.

"Maaf sayang aku gak sengaja bentak kamu, aku begini karna aku sangat menyangi kamu tak, aku gak mau kehilangan kamu" Ucap nya, alleta hanya mengagguk.

"Maksih ta" Ucap arka sambil tersenyum.

"Ta aku mau setelah kamu sembuh dan bisa berjalan lagi dengan normal, kita langsung nikahin saja gak usah Ada lamaran segala" Ucap arka memberi tahu keinginann nya.

"Kenapa bukan nya kita udah membahas ini ya" Tanya alleta bingung karna mereka sudah membahas nya jika alleta tidak mau langsung menikah karna masih ingin kerja dan mem bahagia kan orang tua nya.

"Aku gak mau ambil resiko, poko nya kami sembuh kita langsung menikah" Ucap nya tegas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!