Di kediaman alleta, alleta sedang berkumpul bersama kedua orang tua nya.
"Sayang sebentar lagi kamu lulus, rencana nya mau di terusin kemana?? " Tanya mama ara.
"Boleh gak sih ma kalau ara kuliah di kota x, terus tinggal bersama om dan kak dion" Punya ara.
"Tentu boleh sayang, kami akan mendukung semua keputusan kamu" Ucap nya.
Alleta sengaja ingin kuliah di tempat om nya agar bisa jauh dari kota ini dan dapat dengan cepat melupakan Alvaro.
Tapi ia juga merasa berat jika harus meninggal kan kedua orang tua nya karna selama ini ara tidak pernah jauh dari meraka.
Setelah selasai mengobrol dengan kedua orang tua nya, ara kembali masuk ke dalam kamar.
Kini ia berdiri di pinggiran balkon yang ada di kamar nya, pandangan nya menerawang lurus ke depan sambil mengingat momen manis bersama Alvaro.
Berasa mimpi jika hungungan nya dengan Alvaro yang terjalin cukup lama kandas begitu saja karna kesalah pahaman.
Sangat di sayang kan memeng cuman mau bagai mana lagi. Nasi sudah menjadi bubur gak mungkin balik lagi jadi nasi.
Alleta sangat kecewa dengan Alvaro namun tetep saja hatinya masih sepenuh nya dimiliki oleh Alvaro.
Setelah cukup lama berada di balkon dan hati nya sudah sedikit lebih tenang, alleta pun memutuskan untuk kebali masuk ke dalam kamar, dan merebahkan tubuh nya di atas kasus tak lama kemudian ia pun mulai terlelap.
Pagi hari sinar matahari mulai masuk dan menyinari kamar alleta melalui cela cela kecil di atas jendela.
Alleta pun mulai bangun dan meregang kan otot otot tubuh nya.
"Ternyata sudah pagi" Ucap nya langsung turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai seragam nya alleta pun melangkah keluar kamar turun ke bawah menghampiri orang tuanya yang sudah berada di meja makan.
"Pagi pa, ma" Ucap alleta pada kedua orang tuanya saat sampai di meja makan.
"Pagi sayang" Ucap kedua nya bebarengan.
"Ayo sarapan" Ucap mama alleta.
Selesai sarapan alleta langsung pamit untuk berangkat sekolah.
"Sayang tumben Alvaro belum jemput dan kemaren kamu juga di jemput siapa?? Sepertinya bukan Alvaro" Tanya mama ara.
"Oh kemarin itu teman ma, Alvaro lagi sibuk jadi gak sempet jemput" Ucap nya bohong.
"Oh yaudah sekarang kamu mau berangkat sama siapa??? " Tanya nya lagi.
"Hmmm..... " Alleta juga gak tau mau berangkat sama siapa, mau naik angkot pasti kesiangan.
"Udah bareng papa aja" Jawab papa ara.
"Ok pa" Jawab nya dengan mengacungkan jempol.
Hanya perlu waktu satu jam saja alleta sudah sampai ke sekolah nya.
"Alleta masuk ya pa, papa hati hati" Ucap nya sambil mencium punggung tangan papa nya.
"Iya nak kamu sekolah yang rajin"
Alleta masuk ke dalam dan tak lama Alvaro datang bersama sisil, alleta bisa melihat itu karna semenjak putus sekarang Alvaro pelanggan pergi sekolah bersama sisil.
Alleta pura pura tidak melihat kedatangan mereka, ia terus melangkah menuju kelas nya.
***
Jam istirahat tiba sekarang ara berada di kantin bersma Fika sedang menikmati makannya dengan lahap.
Tak jauh dari tempat duduk alleta, Alvaro sedang memperhatikan nya yang makan begitu lahap.
Alvaro tau jika ara lagi sedih atau ada masalah pelampiasan nya adalah makan.
"Kenapa loe terus menatap nya" Tanya irfan yang melihat Alvaro terus menatap ara yang sedang makan.
Walau pun kemaren arka, irfan dan Yudi sempat kecewa pada Alvaro tapi walau bagai mana pun mereka sudah lama bersahabat.
"Tidak" Ucap nya langsung mengalihkan pandangan nya dan kembali pokus memakan makann nya.
"Jangan membohongi perasaan loe sendiri al, loe masih punya waktu untuk memperbaiki semuanya sebelum terlambat" Ucap raka sinis.
"Gue denger denger sih si arka lagi gencar deketin alleta" Timpal Yudi.
"Keputusan gue sudah bulat, gak ada maaf bagi penhianat" Ucap nya datar.
"Terserah loe"
Meraka bertiga menghela nafas pelan, yang meraka tau Alvaro adalah anak yang cerdas dalam bidang apapun ternyata mereka salah, untuk masalah ini Alvaro terlihat sangat bodoh, karna tidak mau mencari tahu kebenaran nya dulu.
"Alleta bener sih jika memang loe bener bener sayang sama dia, loe pasti gak akan percaya begitu saja dan mau mendengar kan penjelasannya nya" Ucap irfan.
"Semoga tidak ada penyesalan di kemudian hari" Ucap raka sambil menepuk pundak Alvaro dan melangkah meninggal kan nya.
Jam istirahat telah usai sekarang mereka sudah kembali masuk ke dalam kelas.
"Ta loe baik baik saja" Tanya Fika yang melihat alleta sudah mulai kembali sepeti semula tidak ada lagi kesedihan.
"Gue baik baik aja kok fik" Ucap nya dengan senyuman.
Fika tau alleta bohong dia berusaha menyembunyikan kesedihan nya karna dua tahun buka waktu yang sebentar dan ia tau persih banyak kenangan kenangan indah yang ia lewati bersama Alvaro.
"Bagus lah kalau loe udah baik baik saja" Ucap Fika.
Jam pulang sekolah tiba, seperti biasa alleta melihat sisil yang akan pulang bareng sama Alvaro, sisil senga menghampiri Alvaro yang baru saja keluar dari kelas nya.
"Al pulang yuk" Ajak sisik. Alvaro pun mengguk.
"Sorry gue mau lewat" Ucap alleta datar menerobos Alvaro dan sisil karna merak berdiri di depan pintu dan menghalangi jalan nya.
"Ih dasar tidak sopan, seperti bukan anak sekolah saja" Cibir sisil.
"Bukan salah alleta tadi dia udah bilang sorry, loe nya aja yang pura pura budeg" Ucap arga sinis.
"Udah ayo pulang" Ajak Alvaro yang tidak mau merka semakin berdebat.
Meraka berempat pun jalan beriringan menuju parkiran.
Saat samapi depan sekolah tiba tiba alleta mendegar namanya di panggil.
"Alleta" Panggil arka sambil melangkah mendekati nya.
"Iya" Jawab alleta.
"Pulang bareng yuk" Ajak arka
"Hhmm gimana ya... " Ucap alleta ragu.
"Ayo lah ta" Ucap nya memohon.
"Ok deh" Ucap alleta.
Meraka pun langsung berjalan menuju parkiran dimana motor arka terparkir.
Arka memakai kan helm pada alleta dan semua itu di saksikan oleh Alvaro. Melihat itu Alvaro semakin yakin jika alleta benar bener cewe yang suska gunta ganti pacar.
"Biar aman tak" Ucap arka saat sedang membantu alleta memakai helm.
"Iya, makasih arka" Ucap nya sambil tersenyum.
"Lama lama diabetes aku ta liat senyuman kamu manis banget" Ucap arka.
"Gombal kamu ka" Jawab ara sambil memukul pundak arka.
"Aku serius ta, bukan gombal"
"Udah ah kapan pulang nya kalau gini terus" Jawab Alleta.
"Iya iya, ayo naik jangan lupa pegangan biar aman"....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Muhamad Ali
Saya sangat menikmati ceritamu, jangan berhenti menulis ya author!
2023-07-15
0
+sakuran+
Terima kasih untuk cerita yang menyenangkan! Jangan berhenti menulis ya thor 🌟
2023-07-15
0