bab 15

Malam hari alvaro berniat untuk pergi keep rumah alleta lagi, padahal pagi samapi siang hari tadi ia berada di alleta hingga alleta menturuh nya mengusir nya dan menturuh pulang.

Saat di perjalanan menuju rumah alleta ia membeli beberapa cemilan yang mungkin fi sukai oleh alleta, seperti martabak banis rasa keju yang sang at alleta sukai tak lupa juga alvaro membeli beberapa buah buahan.

Sesampai nya alvaro di rumah alleta, ia melihat Ada mobil yang terparkir di depan rumah tersebut.

Alvaro turun dari mobil nya dan berjalan menuju pintu rumah alleta, kebetulan pintu rumah tersebut terbuka sedikit, alvaro bisa melihat Ada arka dan alleta yang sedang duduk di ruang tamu, ia mengurung kan niat nya untuk masuk keep dalam dan malah mendengar kan pembicaraan kedua nya.

Alvaro mengepal kan tangann nya saat mendengar permintaan arka agar alleta menjauhinya apa lagi arka akan memepercepat pernikahannya bersama alleta.

Alvaro menaruh bingkisan yang ia bawa di at as meja di depan rumah alleta lalu ia pergi melangkah masuk ke dalam mobil nya kembali dan pergi Dari sana.

Setelah cukup lama alleta dan arka mengobrol, akhir nya arka pamit untuk pulang, alleta dan ibu nya mengantar arka sampai ke depan rumah.

"Take, but aku pamit pulang ya" Pamit arka, alleta pun hanya mengguk.

"Iya hati hati di jalan" Jawab ibu alleta.

Saat arka Sudah pergi dengan mobil nya alleta melirik ke at as meja.

"Bu ini punya siapa??? " Tanya alleta.

"Ibu juga gak tau nak" Jawab nya.

Ibu alleta pun melihat isi bingkisan tersebut " Wah ini isi nya buah buahan Sama matrbak keju kesukaan name nak, kira kira siapa ya yang bawa" Ucap ibu alleta bingung.

"Aku juga gak tau but"

"Kalau arka yang bawa gak mungkin kan di taro di sini "

"Iya, lagian kan arka gak tau kalau aku suska martabak kenu bu"

"Terms siapa dong yang yang bawa in itu bust kamu berarti dia tau banget apa kesukaan kamu" Ucap ibu alleta.

"Alvaro" Gumam alleta pelan.

"Apa nak?? " Tanya ibu alleta.

"Gak papa bu, yuk masuk lagi di luar dingin'' ajak alleta.

" Iya, ibi di bawa ke dalam ajak ya sayang kalau di anggurin di sini " Ucap ibu alleta.

"Iya terserah ibu ajak" Alleta pun kembali masuk ke dalam rumah dan ia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar.

"Bu alleta langsung ke kamar ya pengen istrirahat" Pamit nya.

"Loh ini martabak nya gak mau"

"Gak bu" Jawab alleta ia oun langsung masuk ke dalam kamar nya.

Ibu alleta pun menyusul alleta ke dalam kamar untuk membantuk anak nya naik ke atas template tidur Karna ia belum bisa melakukan nya sendiri.

"Kalau Ada apa apa panggil ibu ya" Ucap nya l, lalu pergi Dari kamar alleta.

Alleta Sudah berbaring di at as tempat tidur nya tapi ia belum bisa memejakan mata, fikirannya terus terbayang Bayang akan alvaro ia yakin sekali jika yang memabawa kan nya martabak itu adalah alvaro Karna hanya dia yang tau kalau alleta sang at menyukai martabak krju.

"Al apa kamu tadi balik lagi ke sini dan kamu mendengar obrolan aku Sama arka?? " Tanya alleta pada diri sendiri.

Ia yakin alvaro pasti mendengar obrolan nya Sama arka makan nya dia gak jadi masuk dan memilih pergi lagi.

Hati nya jadi gelisah memilmkir kan ini semua, sejujur nya alleta taking ingin cepat cepat menikah dengan arka tapi menolak pun ia taking bisa.

Setelah cukup lama mata nya tak bisa terpejam, akhir nya setelah larut alleta pun bisa memejakan mata nya.

***

Pagi hari alvaro Sudah berada di kantor, ia sedang mengecek ngecek berkas yang menumpuk di atas meja nya.

Semalamam  alvaro juga tidal bisa memejamkan mata nya, fikirannya terus tertuju pada alleta yang akan segera menikah dengan arka, sejujur nya ia tak rela sangat tidal rela tapi mau bagai man lagi.

Makan nya pagi ini alvaro berangkat ke kantor pagi pagi ia ingin mentibukann diri nya dengan bekerja agar tidak terus memikir kan alleta.

Pekerjaan alvaro hari ini sangat banyak apa lgi beberapa hari ini ia selalu sesuka hati datang ke kantor.

"Gue harus cari Sekertaris baru atau asisten Karna gak mungkin gue kerja sendiri apa lagi alleta Ntah kapan lagi masuk ke kantor atau bahkan dia gak akan masuk lagi Karna akan menikah dengan arka"

Ucap alvaro sambil menyenderkan punggung nya ke kursi.

Siang hari teman teman alvaro datang ke kantor nya.

"Hey bro sibuk banget sih" Ucap raka uang tiba tiba masuk ke dalam ruangan alvaro tanpa mengetuk pintu.

"Iya ni kawan kita ini subuk sekali" Timpal infan yang Ada di belakang raka, di sana juga ada yudi.

Alvaro mendongkang melihat teman taman nya yang nyelononga aja masuk ke dalam.

"Ngapain kalian ke sini" Tanya Alvaro yang kelbali fokus pada bekas berkas nya.

"Kita bawa in makan siang bust lo, pasti loe belum makan kan" Ucap raka, mereka pun langsung duduk di sofa yang Ada di ruangan terse but.

"Lagi sibuk gue" Jawab Alvaro.

"Sesibuk apa pun lo jangan lewat kan makan bro, sakit lambung baru tau rasa loe" Ucap yudi.

Alvaro pun menutup semua berkas nya dan berjalan menghampiri teman teman nya.

"Di antara kalian Ada yang mau jafi asisten gue gak?? " Tanya Alvaro sambil bergabing dengan kawan kawan nya.

"Emang Sekertaris lo kemana?? " Tanya raka.

"Cuti buat sementara tapi gak tau balik lagi gak tau gak" Jawab Alvaro.

"Udah nanti aja kita bahas itu, mending kita makan dulu ok" Ucap irfan langsung mengeluarkan makanan yang mereka bawa.

Alvaro pun menurut Karna memang ia belum makan dari pagi, sarapan pun tak sempat Karna pagi pagi Sudah pergi ke kantor.

Setelah selasai makan teman teman Alvaro pun pamit untuk pulang Karna mereka juga tau Alvaro lagi sibuk.

"Ya udah kita pulang ya" Ucap raka.

"Jangan lupa pikirin ucapan gue, salah Saturday dari kalaian harus Ada yang mau jadi asisten gue" Ucap Alvaro mengingat kan.

"Ok siap bos" Ucap mereka bersamaan.

Mereka pun pergi dan Alvaro kembali Melanie kan pekerjaan nya.

Jam pulang kerja tiba, Alvaro siap siap untuk pulang.

Saat di perjalanan pulang Alvaro kejebak macet, makslum waktu nya jam pulang kerja pasti agak macet.

Saat sedang menyandarkan kepalanya di kursi mobil sambil menatap kanan kiri tak sengaja pandangan nya melihat seseorang yang ia kenal keluar dari sebuah hotel bersama sedang perempuan Tammpak mesra Karna laki laki itu merangkul pundak wanita nya.

"Sialan loe, berani ngehiatan dia... " Gumam Alvaro sambil mengepal kan tangann nya..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!