Waktu mulai berjalan di luar kerajaan para siluman, beberapa kerajaan yang ada di dunia manusia mulai berperang untuk memperebutkan kekuasaan yang lebih tinggi di wilayah Selatan. ada beberapa kerajaan kecil yang mulai memperebutkan posisi tertinggi untuk menggulingkan pemimpin kerajaan Selatan.
"Kalian harus bisa mengalahkan orang-orang yang sudah membangkang! kalian harus bisa mengalahkan kerajaan-kerajaan kecil yang ingin memberontak kepada kerajaan kita!" seru Kaisar kerajaan Selatan yang bernama Shi-tan.
"Baik, yang mulia!" seru para prajurit yang kemudian maju ke medan perang. beberapa kerajaan kecil yang ada di sekitar kerajaan Selatan mulai menunjukkan taringnya. Mereka ingin mengukuhkan kepemimpinan mereka dan membuat kerajaan sendiri, Hal itu membuat kerajaan Selatan sangat murka.
Kaisar Shi-tan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk membantai seluruh pemberontak yang ingin melawan kerajaan Selatan.
"Kita tidak boleh kembali dengan tangan kosong, kita harus membunuh para pemberontak kerajaan-kerajaan kecil yang berusaha untuk melawan kita! kita binasakan mereka!" seru Jenderal kerajaan Selatan.
"Baik!!" jawab para prajurit dengan serempak.
Fajar mulai menyingsing, dari kejauhan suara gemuruh langkah kaki kuda mulai mendekati salah satu kerajaan kecil yang ada di kerajaan Selatan.
"Ratakan wilayah ini sampai tak tersisa!!" seru Jenderal kerajaan Selatan.
"Baik." jawab para prajurit.
Dari kejauhan benteng kerajaan Doho, salah satu prajurit kerajaan kecil itu menatap pergerakan dari jauh. mereka benar-benar sangat terkejut saat kerajaan Selatan mulai mendekati mereka, dengan terburu-buru salah satu penjaga gerbang kerajaan melaporkan kepada Kaisar.
*KERAJAAN SILUMAN*
Di tempat lain Yura sedang duduk bersama beberapa siluman wanita.
"Nyonya.. nyonya ingin melakukan apa?" tanya siluman kelinci wanita.
"Aku mau memasak sesuatu, kalau di duniaku dulu aku sering membuat masakan ini." jawab Yura.
"Bahannya ini terbuat dari apa?" tanya siluman kelinci.
"Tidak usah ditanya, nanti kamu tidak berani kemari lagi." jawab Yura.
"Aku kan mau bertanya, Nyonya. Memangnya makanan itu terbuat dari apa sih?" siluman kelinci yang penasaran.
"Kamu yakin kamu mau mendengarnya? yakin tidak kabur jika aku menjawabnya?" tanya Yura.
siluman kelinci menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya..," ucap Yura yang menatap Amei yang ada di sampingnya.
"Tidak usah dikatakan lah Nyonya, lebih baik tidak usah di jawab." jawab Amei.
Sedikit cerita Yura sudah menjadi istri dari dewa naga beberapa waktu yang lalu. akhirnya Yura memilih untuk menetap di kerajaan para siluman.
"Cepatlah, Nyonya. katakan ini bahannya dari apa?" tanya siluman kelinci yang benar-benar sangat penasaran.
Yura sedikit menggaruk lehernya.
"Apa?' tanya siluman kelinci.
"Sebenarnya ini.. bahannya terbuat dari..," ucap Yura yang tidak dilanjutkan.
"Dari apa, Nyonya?" tanya siluman kelinci lagi.
"Dari.. dari daging kelinci." jawab Yura yang memelankan suaranya.
Siluman kelinci nampak belum menyadari perkataan Yura. "Bahannya ini dari daging kelinci ya, Nyonya?" tanya siluman kelinci.
"Iya." jawab Yura ragu-ragu.
"Dari daging kelinci.. daging kelinci, daging kelinci?" tanya siluman kelinci yang langsung terdiam.
"Iya, dari daging kelinci." jawab Yura sembari menatap siluman kelinci.
Raut wajah siluman kelinci memucat saat mendengar jawaban dari Yura.
"Aaaaa!!!!" teriak siluman kerinci dengan sangat keras. seketika dia langsung lari terbirit-birit lari dengan begitu kencang Setelah dia mendengar jawaban dari Yura kalau daging yang dia masak adalah daging kelinci. padahal bukan daging siluman kelinci.
Yura dan Amel saling menatap satu sama lain.
"Padahal kan ini memang daging kelinci beneran bukan daging siluman kelinci." ucap Yura.
"Tapi kan Nyonya itu sangat menakutkan, mereka kan sama-sama kelinci Itu kelinci beneran atau kelinci siluman kan kita tidak tahu." jawab Amei yang membuat Yura menatap gadis itu.
"Perkataanmu kok sedikit membuatku merinding ya, Amei." ucap Yura.
"Maksud nyonya?" tanya Amei.
"Maksudmu itu yang bagian kelinci manusia beneran atau siluman kelinci itu loh..," jawab Yura.
Dua wanita itu saling menatap satu sama lain, seketika mereka menunjukkan ekspresi yang tidak terkatakan lagi.
"Nyonya, kok aku jadi takut sendiri ya." ucap Amei.
"Nanti kalau daging ini tiba-tiba berubah menjadi kelinci siluman.. Lalu bagaimana? nanti arwahnya gentayangan setelah itu menghantui kita?" tanya Yura yang membuat raut wajah Amei langsung berubah.
"Jangan menakut-ku, Nyonya." Amei langsung mendekatkan tubuhnya ke tubuh Yura sembari menarik lengan pakaian Yura.
"Di sini memang ada kelinci beneran bukan kelinci siluman, kelinci siluman kalau mereka terkena senjata mereka akan berubah menjadi manusia. jadi yang kalian makan itu beneran kelinci bukan siluman." dewa naga yang tiba-tiba datang ke tempat Yura dan Amei.
Seketika dua wanita itu langsung menghembuskan nafasnya dengan sangat teratur.
"Amei, Bisakah aku meminta tolong padamu sebentar?" tanya Dewa Naga.
"Iya Dewa, Memangnya Dewa ingin meminta tolong apa?" tanya Amei.
"Begini.. Yu lang kan kemarin dari perbatasan wilayah klan siluman hitam. Dia sedikit mengalami luka, jadi.. bisakah kamu membantuku untuk menyembuhkan dan merawat Yu lang?" tanya dewa naga yang membuat Amei mengerutkan keningnya.
"Tuan Yu lang?" tanya Amei.
"Iya, yu lang." jawab Dewa Naga.
"Tapi, Dewa. apakah akan baik-baik saja jika aku menolong Tuan Yu lang. Dewa Naga tahu kan.. kalau dia.. kalau dia marah sangat menakutkan dia langsung berubah menjadi serigala, kalau dia nanti marah dia langsung menerkamku, bagaimana?" seketika Amei langsung ketakutan.
"Kalau dia berani melakukan hal itu aku akan menerkamnya duluan, akan kubuat dia menjadi makananku." jawab Yura.
"Wow.. istriku benar-benar sangat hebat, istriku Memangnya mau makan daging Yu lang? Istriku mau makan daging serigala ya?" tanya dewa naga yang membuat Yura seketika tersenyum.
"Ya nggak juga sih, masih banyak daging di sini. ada daging ayam daging kelinci daging kerbau ke pasar pun aku bisa beli. ngapain juga makan daging serigala, bulunya banyak menjijikkan." jawab Yura yang kemudian bergidik ngeri.
"Bisa tidak kamu membantuku, Amei?" tanya Dewa Naga kembali.
Mau tidak mau Amei akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Jangan khawatir, Yu lang itu adalah serigala yang sudah jinak kok. dia nggak bakalan menerkam kamu atau mencoba untuk menyakitimu." jawab Dewa Naga.
Mendengar jawaban dari sang suami terlihat Yura sangat penasaran. "Memangnya dia beneran jinak?" tanya Yura di telinga sang suami.
"Tentu saja dia jinak, dia kan ada perasaan sama Amei." jawab lirih Dewa Naga yang membuat Yura langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.., Oh begitu ya. Oh aku baru paham." jawab Yura yang kemudian meminta Amei untuk mengobati Yu lang yang terluka.
"Apa akan baik-baik saja, Nyonya?" tanya Amei.
"Tentu saja baik-baik saja, sana pergi dia tidak akan pernah menyakitimu kok. kalau dia berani menyakitimu aku benar-benar akan menerkamnya. aku akan memakannya dan akan membuat pria berbulu itu menjadi ikon kerajaan siluman." jawab Yura sembari tersenyum.
"Heh..," Amei menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar. langkah kakinya begitu berat untuk pergi ke tempat Yu lang.
setelah Amei pergi Yura langsung menatap sang suami.
"Semenjak kapan serigala berbulu domba itu menyukai Amei?" tanya Yura.
"Aku cuma menebak saja kok, soalnya kalau dia melihat Amei wajahnya sedikit memerah. jadi aku menyimpulkan kalau Yu lang jatuh cinta kepada Amei." jawab dewa naga yang membuat Yura mencibir kan bibirnya.
"Berarti itu belum pasti, kalau belum pasti Kenapa kamu bicara seperti itu padaku, suamiku. kamu ini menyebalkan, kalau begitu nanti malam tidak usah masuk ke kamar." kesal Yura yang kemudian pergi.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments