"Hahaha..., kalian ini bercandanya bisa banget sih." ucap Amei.
"Kami tidak bercanda, kami dari tadi mencari kalian di sana. Kami tidak melihat kalian, tempat itu kosong tidak ada siapapun." jawab pelayan selir Kyuhyun.
Mendengar hal itu seketika bulu kuduk Amei langsung berdiri, tadi Yura bilang kalau bulu kuduknya berdiri saat berada di gazebo yang ada di danau.
"Sudah-sudah kalian jangan menakutiku, tadi Nona Yura bilang tubuhnya merinding saat berada di sana." Amei yang kemudian mengajak teman-temannya pergi.
Yura sendiri terlihat berjalan menuju tempat selir Kyuhyun, baru melangkahkan kakinya beberapa langkah hendak masuk ke tempat selir Kyuhyun. Yura sudah terlihat seorang pria yang sangat menakutkan.
"Apa tidak bisa kau tidak membuat selirku kebingungan?!" seru Kaisar Zen Hui.
Yura menatap pria yang berdiri dengan begitu menakutkan di depannya.
"Memangnya ada apa, yang mulia?" tanya Yura tanpa dosa.
"Beraninya kamu membuat selir agung mencarimu kemana-mana, dasar wanita tidak tahu diri!" teriak Kaisa.
"Memangnya apa kesalahanku lagi? baru datang sudah dimarahi." jawab Yura.
"Sudahlah, Yang Mulia. sudah, yang mulia jangan memarahinya.. nanti dia pergi lagi ." ucap selir Kyuhyun.
"Biarkan dia pergi dari sini, wanita ini selalu saja membuat keributan. dia melarikan diri di saat pernikahan dengan pria lain, sekarang tanpa rasa malu dia kembali ke kerajaan ini. apakah itu di pantas disebut sebagai wanita yang mempunyai harga diri!!" teriak Kaisar Zen hui.
Yura menatap pria yang ada di depannya itu, selalu saja Kaisar Zen hui mencaci maki dirinya. menghina bahkan terus-menerus mengatakan perkataan yang benar-benar begitu menjengkelkan.
"Bisa tidak yang mulia itu tidak menghinaku, perasaan baru bertemu sampai sekarang kamu selalu menghinaku. memangnya apa kesalahanku sih?' lagi pula siapa yang melarikan diri saat pernikahan?!" tanya Yura.
Amarah Kaisar Zen hui semakin tinggi ketika Yura mengatakan hal itu.
PLAKK..
kaisar menampar Yura.
"Dasar wanita tidak tahu diri! seperti itukah perkataanmu kepadaku!!" seru kaisar Zen Hui.
Yura ingin mencaci maki pria yang ada di depannya itu, namun selir Kyuhyun langsung menengahi.
"Adik, tolong adik minta maaf kepada yang mulia." pinta selir.
"Kenapa aku harus meminta maaf kepada pria ini, sedangkan dia dari tadi dia terus mencaci maki aku. memangnya apa kesalahanku?" tanya Yura.
Selir Kyuhyun hanya menghela nafasnya, karena yang dia tahu Yura memang tidak ingat apapun.
"Yang mulia, lebih baik yang mulia Kembali ke tempat yang mulia. aku akan berbicara dengannya." ucap selir Kyuhyun.
"Dasar wanita tidak tahu diri! sampai kapanpun kamu itu tetap tidak tahu diri!" teriak Kaisar Zen hui.
"Kamu terus saja menghina aku, terus saja hina Aku dasar pria tidak berotak." jawab kesal Yura.
Kaisar Zen Hui benar-benar tidak bisa menahan amarahnya, pria itu nampak berjalan maju ingin mencekik Yura namun selir Kyuhyun langsung menghentikannya.
"Wanita murahan sepertimu tidak pantas ada di sini, lebih baik kamu pergi dari sini! jangan pernah kembali!" Kaisar Zen Hui nampak menatap Yura.
Salah satu tangannya langsung menarik kasar tangan Yura. "Seret wanita ini dari kerajaanku!" sang kaisar yang memerintahkan para prajuritnya untuk membawa Yura keluar dari kerajaan.
"Lepaskan? lepaskan aku!!" teriak Yura.
"Bawa wanita ini pergi dari sini! lemparkan wanita penuh dosa ini!" seru sang kaisar.
"Yang mulia, ampunilah dia yang mulia! ampuni dia..," ucap selir Kyuhyun yang kemudian tiba-tiba langsung pingsan tidak sadarkan diri.
"Istriku!!" seru kaisar Zen Hui yang kemudian mendorong tubuh Yura dan menolong Selir kesayangannya itu. pria itu nampak meminta beberapa pelayan untuk mencari tabib.
"Suruh wanita ini pergi dari sini! aku tidak mau melihat wajahnya!!" teriak sang Kaisar.
Akhirnya para pelayan mencoba untuk meminta Yura keluar dari tempat itu, Kaisar Zen hui benar-benar begitu marah. pria itu tidak akan membiarkan Yura berada di dekat selir kesayangannya.
"Memangnya Apa sih salahku? Kenapa pria itu memperlakukan aku seperti ini?" tanya Yura kepada beberapa pelayan.
"Apa Nona Yura tidak ingat?" tanya salah satu pelayan.
"Ingat apa?" tanya Yura kembali.
Akhirnya para pelayan menceritakan mengenai kejadian Yura kabur dengan seorang pria dari kerajaan ketika acara penobatannya sebagai seorang selir.
"Maksud kalian, sebenarnya itu aku calon istri dari Kaisar kejam itu?" tanya Yura.
"Benar sekali, Nona. di saat malam penobatan dan pengangkatan statusmu menjadi selir.. tiba-tiba Nona Yura menghilang. beberapa dayang dan pelayan melihat kalau Nona Yura pergi dengan seorang pria." jawab pelayan Selir Kyuhyun.
"Sial banget sih nasibku harus menikah dengan pria seperti itu, di masa depan bertemu dengan pria brengsek. di masa lalu masih tetap saja. jangan-jangan Kaisar Zen hui ini masih satu darah dengan Wa Yili. jika itu benar-benar terjadi berarti mereka berdua itu pria brengsek, buktinya di sini pria itu sudah mempunyai banyak istri masih mau mencari istri lagi. Yang benar saja..," Yura terus bergumam panjang lebar. bahkan Gadis itu nampak sekali menghina sang Kaisar dengan kata-katanya.
"Jangan keras-keras, Nona Yura. kalau yang mulia Kaisar dengar bisa-bisa Nona Yura di pancung, apalagi yang mulia Kaisar sangat benci dengan menteri pertahanan karena mencoba memberontak." ucap pelayan kembali.
"Menteri pertahanan itu siapa?" tanya Yura bingung.
"Apa?! apa Nona Yura lupa kalau menteri pertahanan itu adalah Ayah Nona Yura? menteri pertahanan di pancung di alun-alun kerajaan karena memberontak." jawab pelayan.
"Miris sekali nasib wanita yang dibunuh itu." Yura hanya bisa menghela nafasnya begitu kasar.
Kenapa hidup ini begitu kejam bahkan Kenapa hidup ini seolah mempermainkannya, di masa depan di masa lalu dan di masa ke manapun.
"Oh ya, salah satu diantara kalian Siapa yang memasang giok ini di tanganku?" tanya Yura.
"Gelang giok mana nona?" tanya pelayan.
"Ini..," jawab Yura sembari menunjukkan gelang giok berwarna begitu menawan itu.
"Kami tidak pernah memasang gelang giok di tangan Nona, Memangnya gelang itu dari mana?" tanya para pelayan.
"Jika bukan kalian.. Apa mungkin selir Kyuhyun yang memasang di tanganku waktu aku tidur?" tanya Yura.
"Selir belum ke tempat Nona sama sekali," ucap para pelayan.
Yura mulai pusing, sesaat kemudian dia tidak mau menghiraukan mengenai gelang giok yang tiba-tiba ada di tangannya.
"Yaa sudah kalau begitu aku lepas, Aku kira dikasih sama selir agung." jawab Yura yang mencoba untuk melepas gelang giok itu.
"Kok susah banget ya." ucap Yura.
"Ada apa Nona?" tanya pelayan.
"Ini kok susah buat dilepas ya." jawab Yura yang kemudian minta bantuan kepada beberapa pelayan untuk melepas gelang giok yang ada di tangannya.
Apa yang dilakukan oleh mereka ternyata Percuma saja karena gelang giok itu tidak bisa lepas dari tangan Yura.
"Kok sulit sekali Nona?" tanya para pelayan.
"Maka dari itu bagaimana mungkin gelang ini bisa masuk ke tanganku? sedangkan dilepas aja nggak bisa?" tanya Yura yang terus berusaha untuk melepas gelang giok yang sudah ada di tangannya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Anna Rima
aneh knp ga pergi aja klu udh d maki trs jelasin ke selir lalu pergi
2023-07-24
1