Di sebuah danau kecil yang masih ada di kerajaan Byakgo, Yura nampak bercanda gurau dengan pelayan yang bersamanya.
"Hoammm...," tiba-tiba rasa ngantuk melanda Yura dan pelayan.
"Iya, nona. aku juga mengantuk banget." jawab pelayan.
WUSS...
tiba-tiba angin berhembus sedikit kencang.
"Idih.. dia malah tidur duluan." Yura menatap pelayan yang sudah memejamkan matanya.
"Heh..., malah dia udah ketiduran." Yura terlihat menatap tajam ke arah pelayan.
WUSS...
pepohonan yang ada di tempat itu perlahan lahan mulai bergoyang. perlahan-lahan Yura mulai memejamkan matanya.
WUSS...
KRINCING.. KRINCING..
tiba-tiba di tempat itu terdengar suara gemerincing gelang kaki, tiba-tiba mata Yura mulai terlelap, terasa mata itu berat sekali untuk dibuka. wajah yang begitu cantik dengan polesan yang begitu sederhana yang begitu asing.
sosok seorang pria dengan rambut panjang berwarna putih, sebuah senyum ditunjukkan dengan aroma wewangian yang begitu menggairahkan. langkah kaki sosok pria itu perlahan-lahan mendekati Yura. perlahan-lahan pria itu menyentuh wajah Yura.
"Kenapa gelang giok itu ada padamu." ucap si pria dengan suara yang begitu lembut.
Gelang giok yang tiba-tiba sudah berada di tangan Yura, terpakai dengan sendirinya ketika pagi sudah menampakkan sinarnya. Yura tidak menghiraukan hal itu Karena Dia mengira salah satu pelayan yang memakaikan gelang itu di tangannya.
Salah satu tangan pria itu menyentuh wajah Yura, wajahnya sedikit tersenyum dengan pertanyaan yang entah terjawab atau tidak. perlahan-lahan pria itu duduk di samping Yura yang sudah terlelap.
"Apakah kamu kembali dengan dendam yang sudah kau kumpulkan itu? apakah kamu kembali dengan sumpah yang telah kau ucapkan waktu itu." ucap si pria.
Semilir angin benar-benar membawa bau harum yang sangat eksotik, Yura yang sedang terlelap itu mulai memimpikan sesuatu di dalam mimpinya. Yura melihat sosok pria yang tidak dia kenal, sosok pria yang dia lihat di lukisan.
"Pria cantik..," ucap Yura dalam mimpinya.
Si pria nampak tersenyum, sedangkan Yura yang melihat senyum begitu menawan itu dia ikut tersenyum.
"Kenapa kamu kembali ke mari?" tanya si pria.
Yura langsung mengerutkan keningnya, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tidak tahu harus dijawab bagaimana.
"Siapa kamu!" tanya Yura.
"Kenapa kamu kembali?" tanya si pria kembali.
Yura mengangkat salah satu alisnya.
"Kamu pria cantik yang ada di lukisan itu kan? kenapa kamu bisa keluar dari lukisan?" tanya Yura
Sosok yang begitu berbeda dari ratusan tahun yang lalu, sosok yang begitu dibenci oleh pria yang ada di depannya itu.
"Apakah kamu kembali karena ingin membalas dendam? Apakah kamu kembali karena ingin menagih janjimu?" tanya si pria.
Yura benar-benar kebingungan dengan perkataan dari pria itu, sosok asing yang tiba-tiba muncul di mimpinya. sesaat kemudian Yura mulai terbangun dari mimpi itu, terlihat gadis itu menggerakkan tubuhnya. tak sengaja salah satu tangannya menyentuh tangan seseorang yang begitu dingin. Yura mengira itu adalah tangan si pelayan.
"Kamu habis menyentuh apa? Kenapa tanganmu dingin sekali..," ucap Yura.
perlahan-lahan Yura merasakan kalau tangan itu lebih besar dari tangannya, perlahan-lahan pula Gadis itu ingin membuka matanya. ketika Yura membuka matanya tentu saja sosok asing itu langsung menghilang.
"Kok tangannya nggak ada sih." ucap Yura yang perlahan-lahan membuka matanya.
Yura mulai duduk, dia menatap pembantu yang masih tertidur.
PUKK..
PUKK.
Yura menepuk pundak si pembantu untuk membangunkan wanita itu.
"Iya Nona." jawab pembantu yang berusaha untuk membuka matanya.
"Ayo bangun, kita kembali Sudah berapa lama kita tidur di sini?" tanya Yura.
"Entahlah, Nona. kelihatannya ini sudah sore, apa mungkin kita tertidur sampai sore?" tanya pelayan.
"Iya juga sih.. mataharinya hampir terbenam, lebih baik kita kembali di sini hawanya sangat sejuk. tapi kenapa bulu kudukku merinding ya." ucap Yura.
Akhirnya Yura dan pembantu itu Kembali ke tempat selir Kyuhyun, sedangkan selir Kyuhyun sendiri yang berada di tempatnya Dia benar-benar sangat kebingungan karena dia belum mendapatkan keberadaan Yura.
"Kalian ini bagaimana sih! Cepat cari di mana Nona Yura berada! Kenapa kalian tidak becus mencarinya!!" seru sang selir.
"Maafkan hamba selir agung, tapi kami semuanya sudah mencari Nona Yura keseluruh tempat. tapi kami tidak menemukannya." jawab beberapa pelayan.
"Minta para penjaga kediamanku untuk mencari Nona Yura! Jangan kembali jika belum mendapatkan keberadaan wanita itu!!" seru selir Kyuhyun.
"Baik, nyonya." jawab para pelayan.
Akhirnya beberapa pelayan juga beberapa prajurit mencari keberadaan Yura.
"Tenanglah selir, pasti Nona Yura sedang berjalan-jalan di sekitar tempat ini." dayang Rang berusaha untuk menenangkan selir Kyuhyun.
"Bagaimana jika ada seseorang jahat yang berusaha untuk menyakitinya?" tanya selir Kyuhyun.
"Tenanglah, selir. yang aku lihat dia bukanlah wanita yang lemah, buktinya cara makannya saja begitu cepat. dia berbicara dengan kekuatan yang sangat hebat, apalagi kalau dia sedang beradu mulut..," jawab dayang Rang.
Yura yang berada di sekitar paviliun selir Kyuhyun terlihat Gadis itu tersenyum begitu lebar kepada pelayan.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Yura kepada beberapa pelayan yang terlihat begitu sibuk mencari sesuatu.
"Nona Yura..," ucap beberapa pelayan.
"Aku memang Yura, Memangnya ada apa?" tanya Yura.
"Ya ampun Nona, Kami mencari Nona Yura dari tadi pagi sampai sekarang. memangnya Nona Yura ini dari mana saja?" tanya para pelayan Selir Kyuhyun.
"Aku.. aku tadi dari salah satu danau yang ada di kerajaan ini." jawab Yura.
"Danau.. danau kecil itu?" tanya para pelayan.
"Iya danau kecil yang mengalir keluar dari kerajaan itu." jawab Yura kembali.
Para pelayan saling menatap satu sama lain, ibarat kata mereka tidak percaya dengan perkataan Yura. karena mereka tadi mencari keberadaan Yura dan pelayannya dari tadi pagi hingga sore menjelang.
"Kenapa wajah kalian seperti itu?" tanya Yura.
"Maaf Nona Yura, tadi kami dari tempat itu.. kami menyusuri tempat itu berulang kali, tapi kami tidak melihat Nona Yura ada di sana." jawab pelayan.
"Hahaha.., kalian ini pandai banget sih berbohong. padahal aku di sana sama dia benar kan?" tanya Yura kepada pelayannya.
"Iya, tadi kami berada di sana. bahkan Kami sedang tidur di sana, anginnya berhembus dengan begitu lembut." jawab pelayan.
Para pelayan selir Kyuhyun nampak terdiam, mereka sangat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Yura.
"Sudah sudah memangnya ada apa sih kalian mencariku?" tanya Yura kepada pelayan selir Kyuhyun.
"Selir agung tadi mencari nama Yura." jawab para pelayan.
"Ya sudah kalau begitu aku mau ke tempat selir Kyuhyun dulu, mungkin ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku."'Yura yang kemudian pergi ke tempat selir.
para pelayan selir Kyuhyun benar-benar kebingungan, jika Yura berada di sana Lalu kenapa mereka tidak bisa melihat wanita itu bersama pelayannya.
"Amei..," Panggil pelayan selir Kyuhyun kepada pelayan yang bersama Yura.
"Iya, ada apa." jawab Amei.
"Amei, Apa benar kamu sama Nona Yura tadi ada di danau gazebo itu?" tanya pelayan selir Kyuhyun.
"Iya, kami tadi ada di sana. tadi kami tertidur, udara di sana sangat sejuk." jawab Amei.
"Jika kamu berada di sana sama Nona Yura Kenapa kami tidak bisa melihat kalian? kami pusing dari tadi pagi sampai sore ini kami terus mencari kalian." ucap salah satu pelayan.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments