*KERAJAAN BYAKGO*
"Hormat kami, yang mulia!" seru tamu kerajaan selatan.
"Ada apa kalian kemari? Apakah ada sesuatu yang membuat Kaisar bertamu utusan kerajaan Selatan ke kerajaan Byakgo?" tanya Kaisar.
"Kami diutus oleh kaisar kerajaan Selatan untuk membicarakan mengenai perjanjian damai." jawab utusan kerajaan Selatan.
"Baiklah kalau begitu, kerajaan ini akan menerima kalian sebagai utusan kerajaan Selatan. lebih baik kalian beristirahat dahulu." pinta Kaisar Zen hui.
Kerajaan Selatan masih belum mengetahui mengenai bencana yang terjadi di kerajaan biakyo karena mereka sudah mengusik Dewa Naga.
"Apa yang akan terjadi, yang mulia? kerajaan ini sudah didatangi oleh tamu dari kerajaan Selatan. sedangkan kerajaan Kita masih dalam kondisi seperti ini?" tanya menteri pertahanan negara yang baru.
"Dengarkan aku baik-baik, kalian harus bisa menstabilkan kondisi rakyat, kalian harus bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi." pinta kaisar Zen Hui.
"Baik, yang mulia. kami akan segera melakukan apa yang sudah yang mulia perintahkan." jawab beberapa menteri dan beberapa prajurit.
Kaisar Zen hui benar-benar merasa pusing karena dia harus mendapatkan kondisi seperti ini. kerajaannya harus mengalami begitu banyak kerusakan akibat kecerobohannya.
*PAVILIUN AIR*
"Kerajaan benar-benar mengalami goncangan." ucap selir Kyuhyun.
"Apa yang terjadi dengan nona Yura?" tanya dayang Rang.
"Entahlah, aku tidak mengetahui kabar mengenai Yura sama sekali. apa yang terjadi dengannya, yang mulia Kaisar benar-benar tidak bisa. Entahlah tapi yang jelas yang mulia sudah melakukan kesalahan." ucap selir Kyuhyun.
*DRAGON KINGDOM*
"Yang mulia." panggil Fang.
"Ada apa?" tanya dewa naga.
"Apakah nona sudah bangun?" tanya Fang.
"Dia sudah lebih baik." jawab dewa naga.
"Yang mulia." panggil Yu lang.
"Ada apa, Yu lang?" tanya dewa naga.
"Lebih baik Yang mulia membawa Nona Yura pergi ke hutan para siluman, di sana memiliki Aura positif yang sangat besar." jawab Yu lang.
Dewa Naga menatap Yu lang, pria itu memikirkan apa yang dikatakan oleh siluman rubah.
"Kamu benar, Yu lang, di sana mempunyai Aura positif yang sangat besar. itu akan membantu memulihkan kondisi istriku." jawab Dewa Naga.
setelah mengatakan hal itu Dewa Naga masuk kembali ke istana naga, pria itu melihat Yura sedang duduk bersama dengan ame.
"Mulai sekarang kamu jangan memanggilku seperti itu, Amei. panggil saja aku dengan panggilan Nona." ucap Yura.
"Bolehkah aku memanggilmu dengan panggilan kakak?" tanya Amei sambil tersenyum.
"Tentu saja." jawab Yura.
Dua wanita itu nampak saling berbicara dengan begitu akrab.
"Panggil Dia dengan sebutan nyonya atau kakak. mungkin itu akan membuat istriku lebih bahagia." Dewa Naga masuk ke ruang tengah yang ada di tempatnya.
"Ada apa?" tanya Yura.
"Aku ingin membawamu pergi ke hutan para siluman, di sana ada sebuah tempat yang akan menyembuhkan tubuhmu." jawab Dewa Naga.
"Lalu, apakah tempat itu akan bisa memulihkan tubuhku?" tanya Yura kembali.
"Tentu." jawab dewa naga.
Yura hendak berdiri, namun tubuhnya yang masih terasa lemah itu membuatnya hampir terjatuh. untung saja dewa naga langsung menolong Yura.
"Aku sudah bilang kan kamu tidak usah banyak bergerak dahulu, tubuhmu itu terluka parah. apalagi kondisimu masih belum stabil." ucap Dewa Naga.
"Yura nampak tersenyum, Gadis itu menatap pria yang ada di depannya. terasa tubuh Dewa Naga memiliki Aura yang begitu panas
"Kamu bisa jalan kan?" tanya Dewa Naga kepada Amei.
Gadis itu menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kamu ikut denganku, temani istriku merawat diri di hutan para siluman." ucap Dewa Naga.
Dengan senyum yang begitu mengembang akhirnya Amei langsung menggiatkan perkataan Dewa Naga.
*HUTAN SILUMAN*
"Apakah ini tempatnya?" tanya Yura.
"Iya." jawab dewa naga.
Di sebuah tempat yang begitu sejuk Yura melihat sebuah tempat yang begitu menyejukkan.
"Itu pohon apa? kenapa pohonnya besar sekali?" tanya Yura yang menunjuk sebuah pohon yang sangat besar yang ada di depannya.
"Namanya pohon keabadian, itu adalah pohon para siluman. begitu banyak siluman yang kehilangan nyawa ketika ada pembantaian dari beberapa Klan." jawab dewa naga.
"Lalu, jiwa mereka menyatu pada pohon itu ?" tanya Yura Kembali.
Dewa Naga menganggukkan kepalanya, pria itu kemudian menggendong Yura Kembali menuju pohon besar itu.
"Kamu duduklah di sini, aku akan meninggalkanmu bersama Amei. Kamu harus ingat kamu harus menetralkan tubuhmu agar semua luka bisa cepat sembuh." ucap Dewa Naga.
"Apakah aku bisa pulih kembali?" tanya Yura.
Raut wajahnya begitu takut, takut jika dia tidak bisa sembuh. itu artinya dia akan cacat.
"Tentu saja kamu akan sembuh, kamu membutuhkan kekuatan untuk menopang jiwa dan ragamu." salah satu tangan dewa naga menyentuh rambut Yura.
"Aku pasti akan sembuh, aku pasti akan membalas sakit hatiku." jawab Yura.
"Setelah aku bangkit kemungkinan besar orang dari masa lalumu juga akan bangkit, orang yang sudah membuatmu menderita.. orang yang sudah kamu kutuk menjadi batu abadi, memang raganya sudah menjadi batu namun jiwanya terus bergentayangan hingga ratusan tahun lamanya." Dewa Naga tersenyum kemudian meninggalkan Yura.
Di hutan siluman Yura menatap tempat yang begitu cantik, kupu-kupu nampak berterbangan. hewan-hewan kecil berkeliaran di tempat itu.
"Tempat ini seperti surga, Nona." ucap Amei.
"Tadi kan sudah aku bilang jangan panggil aku Nona, panggil aku kakak." Yura tersenyum.
"Baiklah, Oya.. tempat ini sangat bagus. apalagi di tempat ini cahayanya begitu cantik, udaranya begitu sejuk dan pemandangannya begitu indah." jawab Amei.
"Tempat ini benar-benar begitu luar biasa, tapi tempat secantik ini dihuni oleh para siluman. apakah tempat ini tempat nyata ataukah tempat ini hanyalah tempat yang dipenuhi dengan kepalsuan atau ilusi?" tanya Yura.
"Aku pernah membaca legenda mengenai para siluman, mereka adalah makhluk yang hampir sama dengan kita. namun mereka memiliki dua wujud, sebagai hewan juga sebagai manusia. mereka mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa." jawab Amei.
"Sudahlah, lebih baik kita mengistirahatkan tubuh kita. kita buat tubuh kita lekas sembuh setelah itu aku ingin berjalan-jalan di tempat ini." Yura yang kemudian melakukan apa yang dikatakan oleh Dewa Naga.
Hutan para siluman memiliki perputaran waktu yang lumayan cepat, ketika Yura sedang menyembuhkan dirinya.. di luar sana Kaisar Zen Hui melakukan ritual penyucian diri. pria itu menerima kerjasama dengan kerajaan Selatan, salah satu putri kerajaan Selatan dipinang oleh sang Kaisar untuk menjadi istri ke limanya. selir Kyuhyun dan selir Selin benar-benar begitu sedih. kedudukan mereka seperti tersingkir, setiap hari Kaisar Zen hui menghabiskan waktunya bersama dengan selir barunya yang bernama selir Momo.
"Yang mulia Kaisar benar-benar sudah berubah, wanita itu baru menjadi istri yang mulia beberapa minggu namun kedudukanku sudah tersingkir, dayang." ucap sedih selir Kyuhyun.
"Tenanglah, selir agung. tidak mungkin yang mulia melupakanmu." dayang Rang mencoba untuk menenangkan selir Kyuhyun.
"Sudah beberapa hari ini Yang mulia Kaisar tidak kemari, dia tidak melihat kondisiku Bahkan dia tidak pernah berusaha untuk menemuiku." jawab selir Kyuhyun.
dayang Rang yang melihat hal itu dia hanya bisa terdiam, memang beberapa hari ini Kaisar Zen hui tidak pernah ke tempat para selirnya. pria itu menghabiskan waktu dengan selir Momo, selir baru kesayangannya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Murni Murniati
seperti ayahnya, dulu yura yg bgtu, skrg selir agung dbuat bgtu sm anknya,
2024-09-29
0
Oi Min
Yura..... sebaiknya kmu menolong selir Kyunhyun dri laki2 bastard itu
2024-05-12
0