Setelah bermimpi bertemu dengan hantu yang begitu mirip dengannya.. akhirnya Yura terbangun. wanita itu menatap tempatnya berada.
"Tempat ini kok angker banget ya, dingin lagi..," Yura menatap di sekitar tempat dia berada.
Di sebuah ranjang yang terlihat begitu tua, bangunan yang terlihat begitu kuno juga angker. Yura berdiri, Gadis itu nampak berjalan menuju pintu yang ada di tempat itu.
TEK..
TEK..
Yura mencoba membuka pintu itu berulang kali tetap saja tidak bisa, pintu itu tertutup begitu rapat.
"Pintunya dikunci ya?" Yura yang bingung.
TEK..
TEK..
ditarik berulang kali masih tetap tidak bisa dibuka.
BRAKK!!
BRAKK!!
pintu digebrak oleh Yura berulang kali. Tak ada suara yang menyahut.
"Ini di mana sih.. Kenapa bulu kuduk ku merinding semuanya." ucap Yura.
Sekitar beberapa menit kemudian seorang wanita datang ke tempat itu, wanita tua yang berparas sangat menakutkan.
"Lancang! ternyata setelah kamu melarikan diri dengan seorang pria sekarang kamu kembali lagi ke sini!!" seru si wanita tua yang berada di tempat itu.
Yura menoleh, Gadis itu sangat terkejut saat melihat penampakan wanita yang ada di depannya.
"Setan!!" seru Yura yang melihat wanita tua yang tiba-tiba berada di belakangnya. tadi pintu dibuka tidak bisa namun sekarang ada wanita tua di ruangan itu.
"Lancang, tutup mulutmu!" seru wanita tua.
"Ampunn.. ampunn..," Yura meringkuk.
"Kamu benar-benar tidak tahu diri!" seru si wanita tua.
"Kamu ini siapa sih?" tanya Yura binggung.
"Jadi kamu sudah melupakanku? melupakan wanita tua ini?!" seru wanita tua yang dulu sempat menjadi perawat.
"Aku benar-benar tidak tahu siapa kamu." jawab Yura yang masih ketakutan.
"Lihatlah aku." ucap si wanita.
"Aku mohon jangan takuti aku, kalau kamu mau bicara silakan saja bicara. Katakan Siapa namamu..," Yura yang masih menundukkan kepalanya.
"Aku adalah dayang Rang. Aku adalah wanita yang membawamu masuk ke kerajaan atas suruhan selir Kyuhyun." jawab dayang Rang Yura perlahan-lahan mendongakkan kepalanya.
Gadis itu menatap wanita yang ada di depannya.
"Maksudnya wanita ini yang membawa wanita yang mati tadi kemari? kalau begitu sebenarnya Bagaimana sih." guman Yura dalam hati.
dayang Rang nampak terduduk, wanita itu duduk di samping Yura yang masih terduduk di lantai.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu melarikan diri dengan pria itu?" tanya dayang Rang.
Yura menoleh, Gadis itu bingung dengan pertanyaan wanita tua yang ada di depannya.
"Aku.. aku..," ucap Yura yang harus memikirkan sesuatu. dia harus menolong wanita yang sudah meninggal itu.
"Huaaaa!!!!" Yura tiba-tiba menangis.
"Ada apa?" tayang Rang kebingungan. Wanita itu sangat terkejut saat melihat Yura tiba-tiba menangis.
"Aku.. aku... huaaa...," Yura menangis lagi.
"Tenanglah.. coba kamu katakan padaku." pinta dayang Rang yang mencoba untuk menenangkan Yura.
Sesaat kemudian Yura mulai berakting.
"Coba kamu katakan apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kamu meninggalkan kerajaan dengan pria itu?" tanya dayang Rang.
"Sebenarnya waktu itu.. waktu itu aku tidak pergi dengan pria itu, aku diculik.. aku diculik.. mereka mengancam akan membunuhku jika aku melawan." jawab Yura sambil berakting menangis.
"Lalu, kenapa kamu tidak meminta tolong?" tanya dayang Rang.
"Aku sudah minum racun, aku sudah diracuni. kalau aku memberontak aku akan mati." jawab Yura kembali.
"Lalu, kemana selama ini kamu pergi?" tanya dayang Rang kembali.
"Mereka membawaku ke suatu tempat, membawaku pergi jauh dari kerajaan ini. setelah itu aku tidak tahu aku mengalami penyiksaan, Bahkan aku harus kehilangan sebagian memoriku." jawab Yura yang kemudian berakting menangis kembali.
Dayang Rang sangat marah, nampak dia langsung memeluk Yura dengan begitu lembut.
"Pasti mereka menyiksamu, pasti mereka melakukan sesuatu yang kejam padamu." ucap dayang Rang yang kemudian mengusap air mata Yura.
"Aku sangat ketakutan..," ucap Yura. "Yes..," ucap Yura tersenyum dalam hati.
"Heh... aku akan pergi ketempat selir agung, aku akan menceritakan mengenai kondisimu." ucap dayang Rang.
Yura menganggukkan kepalanya, tanda dia akan melakukan sesuai permintaan dayang Rang. ketika dayang Rang sudah pergi.. Yura menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Aku pasti akan membantumu, aku akan mencari Siapa pembunuh dirimu. Mungkin Tuhan benar-benar mengirimku ke sini agar aku bisa membantumu." ucap Yura sembari menganggukkan kepalanya.
KRUCUK... KRUCUK..
tiba-tiba perut murah berbunyi karena kelaparan.
"Aduh.. kenapa pakai kelaparan lagi." ucap Yura.
Berteriak seperti apapun tidak ada yang datang ke tempat Yura. di tempat lain di paviliun sang Kaisar, terlihat pria itu mencari tahu mengenai Yura.
"Saya yakin itu adalah putri dari menteri pertahanan negara, Yang mulia." ucap salah satu Kasim.
"Apa kamu yakin?" tanya Kaisar Zen hui.
"Saya yakin, Yang mulia karena waktu itu saya sendiri yang menjemput Nona Yura ke tempat mendiang menteri pertahanan negara." jawab Kasim.
"Gadis itu sudah melarikan diri bersama pria lain, Lalu kenapa dia berani kembali ke sini?" tanya Kaisar.
"Tapi.. kelihatannya ada yang salah, yang mulia." ucap kasim.
"Ada apa?" tanya Kaisar lagi.
"Kelihatannya Gadis itu linglung, dia tidak mengenal tempat kita. Bahkan dia tidak mengenal siapa-siapa." jawab Kasim.
"Tentu, bahkan di kolam pemandian dia menyebutku dengan kata-kata yang aneh. dia menuduhku hendak melakukan sesuatu." Kaisar menghela nafasnya dengan begitu kasar.
Tak berselang lama paviliun sang Kaisar mendapat kunjungan dari selir Selin.
"Yang mulia, dayang Sun menghadap Kaisar Zen hui.
"Ada apa, dayang?"
"Yang mulia, selir Selin ingin menemui yang mulia." jawab dayang Sun.
"Mau apa dia kemari?" tanya Kaisar kembali.
"Saya kurang tahu, yang mulia. Tapi menurut hamba mungkin selir Selin ingin bersama Yang mulia." jawab dayang Sun.
"Hari ini aku ada sedikit masalah, dayang. bilang kepada selir Selin untuk kembali ke paviliunnya." pinta Kaisar.
"Baik, yang mulia." dayang Sun yang kemudian menemui selir Selin.
"Ada apa selir?" tanya selir Selin.
"Maafkan hamba yang mulia, tapi yang mulia Kaisar berpesan agar selir Selin kembali ke paviliun saja. yang mulia Kaisar masih ada pekerjaan yang tidak bisa diganggu." jawab dayang Sun.
"Tapi aku tidak mau pergi, aku mau bertemu dengan yang mulia." selir Selin nampak bersih kukuh.
"Maafkan hamba yang mulia, tapi selir harus kembali ke paviliun. jika tidak yang mulia Kaisar akan marah." jawab salah satu pelayan.
Salah satu kaki selir Selin dihentakkan, kelihatan sekali kalau wanita itu marah karena Kaisar Zen hui tidak mau menemuinya.
"Tenanglah yang mulia, pasti yang mulia Kaisar sedang sibuk. Kalau yang mulia Kaisar selesai dengan pekerjaannya pasti yang mulia mau menemui Anda." ucap pelayan selir Selin.
"Aku ingin bersama yang mulia Kaisar hari ini, bukan malah diusir seperti ini." kesal selir Selin. berharap bersama Kaisar Zen hui hari ini malah wanita itu diusir karena kedatangan Yura.
"Kalau Anda berbuat seperti ini yang mulia Kaisar akan bertambah marah, Yang Mulia Kaisar akan membenci anda." ucap pelayan.
"Kamu benar juga, aku akan berakting menjadi istri yang begitu patuh. aku akan berakting menjadi wanita yang begitu kesepian setelah itu akan kurebut yang mulia kasar dari selir agung. aku akan membuat yang mulia Kaisar berpaling dari selir agung." ucap selir Selin yang kemudian kembali ke paviliunnya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Murni Murniati
biar yura sm yg tak punya selir gitu, jgn yg bnyk selir
2024-09-29
0