"Lancang sekali kamu mengatakan hal itu padaku! Apa kamu ingin aku penggal di sini!" seru Kaisar Zen hui.
Kedua bola mata Yura langsung membulat sempurna.
"Yang mulia, Kenapa yang mulia mengatakan hal itu?" tanya lembut selir Kyuhyun yang kemudian mendekati Kaisar Zen hui
"Kenapa kamu membawanya ke mari?" tanya sang Kaisar.
"Tentu saja aku ingin menyambutnya, sudah lama dia tidak ada kabar." jawab selir Kyuhyun.
"Wanita tidak tahu diri dan wanita penuh dosa ini tidak seharusnya berada di sini!" seru sang Kaisar.
"Apa! wanita penuh dosa?! Memangnya dosa apa yang aku lakukan?" tanya Yura.
"Lancang! kamu berani menanyakan hal itu padaku? kamu sudah berani melarikan diri dari Kerajaan ini sekarang kamu bertanya seperti itu?!" seru sang kaisar yang marah.
"Memangnya kenapa aku melarikan diri dan Apa masalahnya jika aku melarikan diri?" tanya Yura yang masih belum tahu.
"Yang mulia.. nanti akan aku jelaskan, yang mulia tenanglah." pinta selir Kyuhyun dengan begitu lembut.
"Wanita ini tidak boleh ada di sini!" seru Kaisar.
"Yang mulia..," Panggil selir dengan begitu lembut.
Kaisar Zen Hui yang mendengar panggilan itu seketika dia langsung melemah.
"Biarkanlah dia di sini, Yang Mulia. biarkan dia bersamaku." pinta selir Kyuhyun.
"Kamu tahu, semua kepercayaanmu sudah dihancurkan! semua kepercayaanmu sudah di akhianati olehnya." ucap Kaisar.
"Dia mengalami penderitaan ketika dia pergi, yang mulia. dia tidak kabur dari kerajaan ini ada seseorang yang menculiknya, sekarang dia tidak ingat siapa kita. aku yakin orang-orang itu sudah menyiksanya." selir Kyuhyun mencoba untuk menceritakan apa yang terjadi kepada Yura.
"Kamu masih mau dibohongi oleh wanita ini? dia itu pembohong! dia itu pembohong!" jawab Kaisar Zen hui.
Dengan begitu lembut selir Kyuhyun mengajak Kaisar untuk duduk di taman, wanita itu menepuk tangan Kaisar Zen hui berulang kali.
"Itu karena dari awal yang mulia Kaisar tidak menyukainya, Itu karena dari awal yang mulia membencinya karena mengira menteri pertahanan negara adalah seorang pengkhianat." ucap lembut selir.
"Sudahlah, kamu tidak usah membantunya. Buat apa kamu membantunya, dia ini adalah orang yang tidak tahu balas budi!" seru Kaisar Zen hui.
Yura dari tadi mendengarkan pembicaraan dua orang itu, lambat laun kepalanya terasa pening. semua ocehan yang dikatakan oleh sang Kaisar membuat kepala Yura nyut-nyutan.
BRAKK!!
"Dasar pria tidak tahu diri, dengarkan aku baik-baik ya. kalau berbicara itu dengarkan, kenapa dari tadi kamu nyerocos terus tidak ada titik tidak ada koma. Kamu kira aku aku ini tahanan, Kamu kira aku ini apaan! kamu memenjarakanku ke tempat asing itu, tidak dikasih makan tidak dikasih apapun. Kamu kira aku ini hewan apa!" seru Yura yang begitu marah.
Kasim dan dayang yang Mendengar hal itu terlihat mereka sangat terkejut. gadis yang dikenal sebagai gadis lembut dari keluarga menteri pertahanan negara itu sekarang berteriak dengan begitu keras.
BRAKK!!!
"Kamu tidak punya sopan santun ya!" seru Kaisar.
"Kenapa aku harus punya sopan santun padamu, Memangnya kenapa aku harus sopan padamu. Kamu aja berbicara tidak punya sopan santun." jawab kesel Yura sambil terus bergumam.
"Seharusnya dulu aku membunuhmu! seharusnya dulu aku langsung memancung kepalamu dan seluruh keluargamu!" seru Kaisar Zen hui.
Yura menatap pria itu dengan tatapan mata yang begitu kesal, pria itu terlihat seperti Wan yili, pria yang begitu menyebalkan dari level standar orang menyebalkan.
"Kamu mau memancung ku? mau memenggal kepalaku? Kenapa tidak kamu lakukan langsung? kenapa harus pakai mengancam, lakukan saja sekarang!" seru Yura sembari berkacak pinggang.
Orang-orang yang ada di sana mereka nampak berkeringat dingin, kata-kata yang diucapkan oleh Yura adalah perkataan yang menantang pemimpin tertinggi di kerajaan itu.
"Kamu benar-benar ingin mati ya!" seru sang kaisar yang kemudian menadahkan tangannya meminta pedang kepada salah satu pengawalnya.
SRINGGG...
kilatan cahaya dari pedang yang diambil oleh sang Kaisar, bunyi yang begitu khas bahkan pedang itu benar-benar terlihat begitu kokoh.
Seketika kedua bola mata Yura membulat sempurna, salah satu tangan gadis itu nampak terangkat, langkah kaki Yura mendekat dia ingin memastikan pedang itu asli atau tidak.
TIK..
TIK..
bunyi pedang ketika diketuk.
"Ya ampun.. Ini pedang asli, ini pedang sungguhan.." ucap Yura yang langsung membulatkan kedua bola matanya.
"Kamu kira pedang ini palsu? Apa kamu mau bukti." ucap kaisar yang kemudian mengarahkan pedangnya ke leher Yura.
SRINGGG..
Pedang yang di bawa oleh kaisar benar-benar sudah berada di leher Yura, bahkan pedang itu sudah melukai sedikit kulit Yura hingga mengeluarkan darah.
BRUKK..
tanpa mengatakan apapun seketika tubuh Yura langsung ambruk. Gadis itu sangat terkejut ketika pedang itu benar-benar melukai dirinya.
"Apa yang Yang mulia lakukan?!" seru selir Kyuhyun dengan suara yang begitu keras.
Wanita itu langsung berlari menolong Yura.
"Salahkan saja karena mulutnya begitu lancang." jawab Kaisar.
"Tapi tidak seperti ini, Yang mulia. Kenapa yang mulia melakukan hal ini." selir Kyuhyun yang terlihat meminta dayang Rang untuk memanggil tabib.
singkat cerita akhirnya Kaisar tidak ingin melihat selir kesayangannya itu marah, kesal bahkan terjatuh karena sakit kembali. Yura akhirnya dibawa ke tempat selir Kyuhyun, dia diobati dengan semua pengobatan pada zaman itu.
"Tenanglah yang mulia." ucap tabib.
"Bagaimana, tabib?" tanya selir Kyuhyun.
"Gadis ini hanya kaget, dia hanya terkejut karena dia habis mengalami sesuatu yang sangat menakutkan." jawab tabib.
"Syukurlah kalau begitu." selir Kyuhyun nampak bernafas lega.
"Saya akan membuatkan resep agar tubuhnya cepat sehat." setelah mengatakan hal itu tabib pergi.
"Lebih baik yang mulia beristirahat dahulu, biar tubuh yang mulia bisa lebih baik." pinta dayang Rang.
"Baiklah aku akan istirahat pinta salah satu pelayan untuk menjaganya." minta selir Kyuhyun.
Akhirnya selir Kyuhyun beristirahat begitu pula dengan Yura. kabar mengenai Yura yang kembali ke kerajaan masih belum didengar oleh selir Celine ataupun selir yang lain.
KEESOKAN HARI
"Bagaimana? Apa kamu suka sama pakaian ini?" tanya selir Kyuhyun.
"Suka." jawab Yura.
"Ini semua pakaian untukmu, mulai sekarang kamu akan tinggal di tempat ini bersama mereka. akan lebih baik Kalau kamu di sini daripada di tempat lain." ucap selir Kyuhyun.
"Memangnya kalau di tempat lain Kenapa?" tanya Yura.
"Tidak apa-apa." jawab selir Kyuhyun.
Penampilan Yura nampak terlihat begitu cantik, begitu sempurna dengan balutan hanfu yang bermana begitu lembut.
"Oh ya, waktu aku berada di tempatku aku melihat sebuah lukisan seorang pria. Memangnya itu lukisan Siapa?" tanya Yura.
"Lukisan yang mana?" tanya selir kembali.
"Di kamarku kan ada banyak lukisan-lukisan seorang pria yang memakai giok naga serta rambutnya berwarna putih?" tanya Yura.
Selir Kyuhyun tersenyum.
"Namanya Kaisar Tian Yao, dia adalah legenda yang berusia ratusan tahun." jawab selir.
"Legenda maksudnya?" tanya Yura.
"Legenda seorang Kaisar dan kerajaannya yang disihir oleh penyihir jahat, Kerajaan itu tiba-tiba menghilang dalam satu hari bahkan seluruh kerajaannya tiba-tiba menghilang." jawab dayang Rang.
"Wow.. hebat banget." ucap Yura.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
sahabat pena
apakah MC nya tdk punya kelebihan Thor? krg seruu klo ga punya kelebihan 😔
2024-06-07
0