Sakit, terasa sakit tubuh Yura saat ini. terasa tubuhnya tidak bisa di gerakkan dengan baik.
"Bagaimana kondisimu, Yura?" tanya selir Kyuhyun kepada Yura.
"Selir bisa melihat sendiri kan Bagaimana kondisiku? Apakah harus ditanya lagi Bagaimana kondisiku." jawab Yura.
Kata-kata yang keluar dari mulut Yura terasa begitu menyakitkan bagi yang mendengarnya, memangnya siapa yang tidak akan merasa sakit ketika tubuhnya harus mendapatkan hukuman yang begitu menyakitkan. Air mata selir Kyuhyun menetes, wanita itu memegang salah satu tangan Yura.
"Akan kulakukan apapun untukmu, aku pasti akan menyembuhkanmu." ucap selir Kyuhyun.
tangannya terasa hangat.
Namun tangan Yura benar-benar terasa dingin. hatinya begitu pilu hatinya benar-benar seperti mati dalam sekejap.
"Aku ingin sendirian, selir. Aku ingin sendirian." ucap Yura.
Kedua bolanya matanya tidak menatap selir Kyuhyun sama sekali, Dia berbicara tanpa menatap yang mengajaknya berbicara.
"Maafkanlah Aku.. Maafkan aku." ucap selir Kyuhyun.
"Untuk apa harus meminta maaf, selir. untuk apa harus meminta maaf." jawab Yura yang kemudian memejamkan matanya.
Akhirnya selir Kyuhyun pergi dari tempat Yura, dia akan membiarkan Yura tenang terlebih dahulu. luka yang ada di tubuhnya memang benar-benar luka yang sangat parah. Hal itu membuat Yura hanya bisa berbaring ke samping agar lukanya tidak semakin para.
WUSS..
angin berhembus begitu sejuk, hembusan angin yang membawa kesakitan begitu luar biasa.
"Apakah masih terasa sakit?" tanya seseorang.
Yura nampak terdiam, wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari seseorang yang ada di sampingnya.
"Apakah begitu menyakitkan?" tanya seseorang.
"Tentu saja terasa sakit, bahkan sekarang aku sudah mati. aku benar-benar merasakan kematian." jawab Yura.
Kedua bola matanya masih terpejam, kesakitan itu terasa meremukkan seluruh jiwanya.
"Aku akan selalu melindungimu, aku akan selalu menjadi pelindungmu. teteskan darah di gelang giok itu, aku akan langsung berada di sisimu." ucap seseorang.
Yura tidak menghiraukan perkataan orang itu, sesaat kemudian perlahan-lahan Yura membuka matanya. sosok pria dengan pakaian putih agak biru, rambut berwarna putih dengan hiasan yang ada di kepalanya.
"Siapa kamu?" tanya Yura.
si pria nampak tersenyum, pria itu berdiri mendekati Yura.
"Apa kamu sudah lupa? kamu selalu melihat lukisanku sembari memuji lukisan itu." jawab si pria.
Yura terlihat tersenyum, dia mulai mengingat sosok pria cantik yang ada di depannya.
"Aku masih bermimpi, bukan. aku mungkin masih menghayalkan wajah cantik dan tampanmu itu." ucap Yura sembari menatap pria yang ada di depannya.
"Dari dulu sampai sekarang kamu selalu menderita, Apakah kamu akan tetap menderita?" tanya si pria.
"Nanti kalau aku bangun aku pasti akan menatap lukisanmu." ucap Yura yang mengira kalau dirinya masih dalam mimpi.
Salah satu tangan si pria menyentuh wajah Yura, tangannya begitu lembut selembut kain sutra yang sering dia pakai.
"Kenapa ini terasa nyata?" tanya Yura.
"Jika kamu mau menjalin perjanjian denganku dan menjadi pengantinku.. maka aku akan menyembuhkan seluruh lukamu itu." ucap si pria.
"Menjadi pengantinmu? kenapa aku harus menjadi pengantinmu? lagi pula ini hanya mimpi kan?" Yura yang masih mengira kalau dia bermimpi.
"Teteskan darah di gelang giokmu itu, maka aku akan menjadi sempurna. kamu akan menjadi pengantin dari dewa naga." ucap si pria.
Yura menatap pria itu dengan tatapan mata yang begitu tajam, lukanya benar-benar terasa sakit. tubuhnya tidak bisa digerakkan, hanya kedua bola matanya yang menatap pria itu.
"Tubuhku terasa sakit, ini artinya aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Yura.
si pria tersenyum, salah satu tangannya menyentuh bibir Yura..
"Jadilah istriku, ikutlah bersamaku." ucap si pria.
Yura perlahan-lahan memejamkan kedua matanya. "Siapa sebenarnya aku? kenapa di dalam mimpiku, Aku melihat pria yang sangat mirip dengan seorang pria yang telah menyakitiku. seorang gadis yang dibunuh karena cintanya yang dikhianati, siapa diriku?" tanya Yura.
Dewa naga yang bergelar Kaisar kegelapan itu menyentuh bibir Yura kembali.
"Kamu adalah istriku, Kamu adalah belahan jiwaku." jawab Kaisar naga.
"Jika aku masih bermimpi, maka biarkan aku bermimpi dengan melihat wajah tampanmu. jika aku tidak bermimpi Aku ingin bisa bergerak, aku ingin hidup..," ucap Yura.
Dewa naga menarik salah satu tangan Yura, pria itu menggigit tangan Yura hingga berdarah.
"Auch..," rintih Yura ketika tangannya digigit oleh kaisar naga darah mengalir dari tangan Yura.
"Jika kamu mengizinkan aku meneteskan darah ini, itu berarti kamu menyetujui perjanjian darah denganku." ucap Kaisar naga.
"Aku ingin hidup, apapun akan kulakukan." jawab Yura.
Kaisar naga tersenyum, sesaat kemudian akhirnya pria itu meneteskan darahnya di gelang giok yang ada di tangan Yura.
"Wahai darah murni.. menyatulah dengan jiwaku." ucap dewa naga.
seketika tubuh Yura merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan, tubuh itu terasa seperti di kuliti. tulang yang terluka itu terasa diperbaiki.
"Sakit..," ucap Yura.
"Kamu harus bertahan." jawab dewa Naga.
Perlahan-lahan tubuh yang benar-benar terluka parah itu akhirnya bisa digerakkan sedikit demi sedikit.
"Mulai sekarang tidak akan ada satu pria pun yang bisa menikahimu, Karena sekarang kamu adalah pengantin dewa Naga, pengantin Kaisar Tian Yao." ucap Kaisar Tian Yao.
"Aku tidak peduli dengan apapun. Aku ingin hidup, aku ingin hidup di dunia yang kejam ini." jawab Yura.
Memang dari luar tubuh Yura terlihat masih lemah, bahkan luka-luka itu pun masih menganah.
"Aku sengaja membiarkan luka itu masih terlihat, namun luka dalam yang kamu rasakan itu sekarang sudah sembuh total." jawab kaisar Tian Yao.
WUSS...
Tubuh transparan itu perlahan-lahan akhirnya memiliki wujud, pria bernama Tian Yao itu akhirnya mempunyai tubuh sempurna.
"Siapa namamu?" tanya Yura.
"Namaku dewa Naga." jawab Tian Yao.
"Aku tidak bertanya nama julukanmu, tapi aku bertanya siapa namamu yang sebenarnya? aku bisa merasakan kalau kekuatan yang kamu miliki benar-benar mencengkram jiwaku." ucap Yura.
Tian Yao tersenyum, pria itu menatap Yura.
"Namaku Tian Yao, Aku adalah dewa Naga. aku penguasa lautan lepas yang ada di dunia ini." jawab Tian Yao.
salah satu tangan Yura terangkat, Gadis itu menyentuh wajah Tian Yao. Yura ingin meyakinkan dirinya Kalau pria yang ada di depannya itu benar-benar begitu nyata.
"Kamu benar-benar nyata, bukan?" tanya Yura.
"Tentu aku adalah makhluk nyata, aku terbebas dari kerangkeng ribuan tahun yang selama ini membelengguku." jawab Tian Yao.
Yura mengulurkan tangannya, Gadis itu meminta bantuan kepada Tian Yao. tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati tempat Yura, seketika Tian Yao langsung menghilang. pria itu kembali transparan agar tidak dilihat oleh siapapun.
"Nona." Panggil beberapa pelayan.
Yura kembali berpura-pura tidak bisa menggerakkan tubuhnya, terlihat Gadis itu menatap para pelayan yang sudah ada di kamarnya.
"Kenapa kalian kemari?" tanya Yura.
"Selir agung meminta kami membawakan makanan untuk Nona." jawab Ame.
"Aku tidak ingin makan, bawa saja kembali." ucap Yura.
"Tapi nona, nona harus makan. Nona tidak boleh seperti ini." Amei langsung menangis. gadis itu ingin menyentuh tubuh Yura namun takut jika Yura tersakiti.
"Suruh mereka semuanya keluar, kamu tetaplah di sini bersamaku." pinta Yura.
Amei terlihat ingin menangis, gadis itu ingin menyuapi Yura dengan bubur yang dia bawa.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Yusniati Mododahi
semangatttt thor aku selalu menunggu kelanjutanya 😊😊💪💪
2023-07-11
0