"Kok kamu jadi marah sama aku, isteriku?" tanya Dewa Naga.
"Tentu saja aku marah sama kamu, Suamiku. Seharusnya kamu memberikan aku itu informasi yang akurat terpercaya dan benar adanya. kamu memberikan aku berita yang simpang siur, belum ada kejelasannya. bahkan berita itu entah benar atau tidak, lalu apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin dong kalau Amei dicelakai oleh serigala berbulu domba itu. kalau Sampai dia berani mencelakai Amei.. Lihat saja akan ku balikkan hutan para siluman ini." kesal Yura.
Dewa Naga terus mengikuti sang istri kemanapun dia pergi. "Ngapain ngikutin terus?!" tanya Yura.
"Kamu itu istriku, Tentu saja aku ngikutin istriku." jawab Dewa Naga.
"Aku baru tahu kalau makhluk sepertimu itu suka menguntit." kesel Yura.
"Lagian siapa juga yang menguntit, aku itu mengikuti istriku bukan mengikuti istri orang lain atau wanita lain." jawab santai Dewa Naga.
Yura langsung menghentikan langkah kakinya. "Memangnya kamu berniat untuk mengikuti wanita lain?" tanya Yura dengan wajah yang sudah marah.
"Aku salah ngomong ya istriku?" tanya dewa naga yang seperti pria bodoh.
"Ya Tuhan.. kenapa ada makhluk seperti ini di zaman ini, seharusnya dia itu adalah makhluk yang mempunyai pengetahuan luas, pandai berwibawa dan mengagumkan. tapi kenapa dia malah seperti ini." cibir Yura.
"Memang cinta itu membuat orang menjadi bodoh, sehebat apapun, sepintar apapun dan luar biasa apapun dia akan menjadi bodoh di depan cinta." jawab dewa naga yang membuat Yura langsung memutar kedua bola matanya dengan begitu jengah.
"Aku tidak pernah mengira kalau makhluk sepertimu itu adalah pujangga liar, pasti pada zaman dulu kamu itu adalah pria yang suka merayu para wanita ya?" tanya Yura.
"Aku tidak pernah mencintai satu wanita pun." jawab dewa naga.
"Kamu yakin?" Yura yang langsung mendekati sang suami. salah satu tangannya menarik pakaian Dewa Naga hingga membuat wajah mereka saling berdekatan satu sama lain.
"Kamu menggodaku ya, istriku?" Dewa Naga yang kemudian memberikan ciuman di bibir sang istri.
Yura yang marah mendapatkan perlakuan seperti itu.. tentu saja kedua bola matanya langsung terbuka lebar.
"Dasar pria sinting! aku ini sedang marah malah kamu seperti itu!" seru Yura yang mendorong tubuh Sang suami.
"Aku suka Istriku yang marah, artinya kamu cemburu kan?" tanya dewa naga yang membuat Yura memalingkan wajahnya.
"Kita sudah menikah beberapa hari, apakah kamu tidak ingin kita melakukan malam pertama." goda dewa naga yang membuat Yura langsung memalingkan wajahnya.
Sudah beberapa hari mereka menikah, namun Dewa Naga masih belum berani menyentuh Yura karena dia harus memulihkan tubuhnya.
DEG..
DEG..
jantung Yura berdebar begitu kencang, debaran jantung itu berpacu hingga membuat wajah Yura seperti tersiram air panas.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya." bisik dewa naga di telinga Yura.
tubuh Yura seperti ingin meleleh, tubuhnya terasa tidak mempunyai tulang untuk menopang. kedua tangan dewa naga langsung memeluk erat sang istri, perlahan-lahan semilir angin mulai berhembus. seketika pula mereka langsung berpindah tempat ke istana naga. tempat pribadi mereka.
Tangan nakal Dewa Naga Tian Yao akhirnya mulai beraksi, pria itu memberikan kecupan-kecupan nakal bahkan belaian-pelayan yang begitu lembut. Yura terasa berada di atas langit, tubuhnya sedikit merasakan gemetar. getaran itu benar-benar tidak pernah dirasakan oleh Yura, dia selalu berusaha untuk menjaga dirinya dia ingin memberikan jiwa dan raganya hanya untuk satu pria saja.
"Aku mencintaimu, istriku." bisik dewa naga di telinga Yura.
hembusan nafas yang begitu hangat, belaian yang begitu lembut hingga membuat Yura benar-benar terbang ke dunia khayalannya. hembusan angin perlahan-lahan berpacu dengan hembusan nafas kedua insan itu. nafas yang mulai memperdengarkan melodi yang indah, ******* yang benar-benar tidak tertahankan. gairah yang begitu luar biasa.
Dewa Naga perlahan-lahan menggendong Yura, meletakkan istrinya di ranjang penuh cinta mereka. ciuman yang begitu lembut di bibir Yura membuat gadis tidak bisa mengatakan apapun. ciuman yang begitu menggoda, penuh gairah bahkan tidak terkata seperti apa.
Tangan yang menggenggam pakaian sang suami, Yura tidak bisa mengatakan apapun. terasa semuanya bagaikan dalam mimpi, buaian.. kecupan, ciuman itu membuat jiwa Yura terasa rontok. sentuhan yang begitu lembut bahkan kecupan yang sangat mempesona. perlahan-lahan sepasang suami istri itu akhirnya mulai melakukan ritual malam pertama mereka. gerakan demi gerakan, ******* demi ******* terlontar dari mulut sepasang suami istri itu.
Pergerakan yang begitu menggairahkan, suara ******* yang mengalun begitu indah. Yura dan Dewa Naga akhirnya menyatukan rasa cinta mereka. angin yang berhembus bagaikan tiupan angin yang menghilangkan gerah di saat keringat bercucuran. suara erangan yang panjang pertanda pencapaian hasrat mereka, dua insan akhirnya merasakan kenikmatan yang tiada tara. tubuh yang penuh dengan keringat itu akhirnya tumbang di atas ranjang. nafas yang saling bersahutan, nafas yang begitu terdengar menggairahkan.
"Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan dirimu menderita, Kamu adalah milikku satu-satunya. tidak akan aku biarkan siapapun berusaha untuk memilikimu." ucap dewa naga.
Yura tersenyum, wanita itu memeluk sang suami dengan begitu erat. "Jangan pernah menghianatiku." ucap Yura.
"Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah mencoba untuk menyakitimu." jawab dewa naga.
Siang itu akhirnya menjadi siang yang begitu menggairahkan, sepasang suami istri itu saling memeluk diantara Cinta yang sudah bermekaran. sekitar beberapa saat kemudian mereka akhirnya keluar, Yura ingin melihat kondisi Amei yang berada di tempat Yu lang.
"Kamu mau ke mana, istriku?" tanya Dewa Naga.
"Aku mau ke tempat serigala berbulu domba." jawab Yura.
"Kenapa mau ke sana?" tanya Dewa Naga kembali.
"Aku ingin melihat Bagaimana kondisi Amei, jika sampai pria itu berani menyakiti atau melukai Amei.. lihat saja aku sudah mempersiapkan tusuk sate untuk memanggang pria itu." jawab Yura yang kemudian langsung meninggalkan dewa naga.
"Ternyata istriku sangat kejam juga." ucap dewa naga yang kemudian mengikuti sang istri dari belakang.
*PONDOK YU LANG*
BRAKK!!
Yura langsung masuk ke dalam pondok Yu lang, rumah serigala jantan itu terlihat begitu kokoh.
"Nyonya..," beberapa siluman memberi salam kepada Yura.
"Sudah-sudah, Di mana tempat serigala berbulu domba itu?" tanya Yura.
Para serigala anak buah Yu lang mereka sudah hafal betul panggilan yang diberikan oleh Yura kepada Yu lang.
"Tuan Yu lang ada di dalam, nyonya. nona Amei sedang mengobatinya." jawab Salah satu siluman serigala.
"Dia masih utuh kan?" tanya Yura.
Dua serigala yang ada di depan Yura nampak saling menatap satu sama lain.
"Memangnya kenapa, Nyonya?" tanya salah satu serigala.
"Amei masih utuh kan?" tanya Yura kembali.
"Tadi dia berangkat seperti itu, masuk ke dalam masih seperti itu. utuhnya di mana, Nyonya?" tanya salah satu serigala.
"Halah.. kalian ini nggak tahu banget, minggir sana." Yura yang langsung masuk ke tempat Yu lang.
BRAKK!!
di salah satu ruangan Yura langsung membuka paksa pintu itu, salah satu pintu yang ada di tempat itu.. salah satu pintu ruangan milik Yu lang.
"Nyonya." Amei yang terkejut saat pintu kamar Yu lang dibuka paksa.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Oi Min
kok Amel panggil Yura nyonya lagi?
2024-05-12
0