Chapter 13 Marah

Tantri dan Zorra tampak berbincang dengan serius, bahkan Tantri sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu akrab dengan anak muda itu. Menurutnya Zorra merupakan anak muda yang sangat enak untuk diajak bicara, dan tanpa dimintanya anak muda itu menceritakan tentang hobby dan kesukaannya. Tantri sengaja menutup informasi terutama tentang keluarganya, karena merasa tidak ada yang dibanggakan,

"Jika kamu mau, kapan-kapan datang ke tempat latihan skate board Tantr.. nanti kamu akan banyak bertemu dengan orang-orang baru disana. Hanya melihat orang orang meluncur, dapat menghilangkan pikiran kita yang pelik, seperti ikut meluncur pergi.." Zorra menawarkan pada Tantri untuk datang ke tempat berlatihnya di Skate Park.

"Sepertinya menarik sekali Zorra.., aku mau ke skate park kapan kapan. Tapi untuk minggu minggu ini, aku masih banyak aktivitas. Jadi belum bisa join Zorr.." karena masih ada aktivitas dengan club motor Spirit, Tantri menolak dengan halus ajakan laki-laki itu.

Zorra tersenyum, mencoba menerima apa yang dikatakan oleh gadis yang berbincang dengannya itu. Tanpa mereka berdua ketahui, dari arah belakang terlihat Harry, Antok, dan Irwan berjalan menuju ke arahnya. Tampaknya ketiga laki-laki itu sejak tadi sudah mencari Tantri, tetapi tidak menemukan di depan kelasnya. Akhirnya dari informasi yang didapatkan dari Stevie, ketiga anak muda itu mendatangi cafetaria.

"Tantri... sejak kapan kamu disini. Aku mutar mutar sekolah mencarimu sejak tadi.." tanpa permisi atau menyapa Zorra, Harry langsung duduk di samping Tantri.

Antok dan Irwan mengambil kursi dari meja di samping, kemudian mendekatkan ke tempat duduk Tantri. Zorra terkejut, dan menatap ke arah anak-anak muda yang baru datang itu dengan tatapan datar. tetapi laki-laki muda itu diam saja, dan tidak ikut menimbrung pembicaraan Tantri dengan ketiga teman laki-lakinya.

"Sebelum jam istirahat aku sudah disini. tadi kelas bu Rastrie, kebetulan memberikan perintah tanpa kesepakatan terlebih dahulu. Ya sudahlah.., aku berani untuk mengingatkan pada perempuan itu, dan aku sempat sindir dengan kejadian tadi pagi Ant.. Akhirnya bu Rastrie marah, dan memberikan latihan soal mendadak. Tidak sampai tiga puluh menit aku sudah selesai mengerjakanya, dan aku ijin untuk keluar terlebih dahulu.." Tantri menceritakan asal usul dirinya bisa sampai di cafetaria.

Tampak Zorra berpikir serius tentang cerita gadis itu terkait dengan Bu rastrie. Tetapi anak muda itu lebih banyak diam, tidak berkomentar lagi.

"Apa perempuan itu mencari masalah denganmu Tantr.. jika iya, aku akan memberi pelajaran pada perempuan itu." tiba-tiba Harry berbicara dengan ketus,

"Halah abaikan saja Harr.., tapi tadi tanpa sadar aku nyeletuk sih, dan reaksi perempuan itu tampak malu, tetapi wajahnya pucat pasi tidak bisa disembunyikan. Hanya saja, aku yakin setelah ini, pasti bu rastrie akan memperhatikanku.." dengan santai Tantri memberi tanggapan.

"Benar Tantr.. jika saja bu Rastrie berani membuat ulah padamu, aku akan membuka apa yang terjadi dengan pak Setyo di gedung belakang. Pasti mereka akan berhenti untuk menindasmu.." ANtok ikut berkomentar.

Ketika Tantri sedang berbincang dengan anak-anak muda yang baru datang ke tempat itu, tiba-tiba Zorra terlihat berdiri. Tantri terhenyak, dan ingat jika sejak tadi dirinya tidak mengajak laki-laki muda itu bicara.

"Mau kemana Zorra.. sorry aku mengabaikanmu beberapa saat.." dengan tatapan bersalah, Tantri meminta maaf.

"Emmmppphh... tidak masalah tantri. Kebetulan aku ada sedikit urusan, dan akan kembali ke kelas sekarang juga.." setelah berpamitan, anak muda itu menjatuhkan skate board ke kon block, kemudian meluncur pergi meninggalkan tempat tersebut. Pandangan Tantri terus melihat ke punggung Zorra, sampai anak muda itu tidak terlihat dari pandangan matanya.

********

Beberapa saat kemudian...

Harry tampak terdiam, ketika melihat Tantri tampak mengawasi Zorra yang sudah meluncur dari tempat mereka berkumpul. Beberapa  saat tidak ada pembicaraan di antara anak-anak muda itu. Tetapi tidak lama kemudian..

"Dari mana kamu mengenal anak baru itu Tantr.." tiba-tiba Harry bertanya tentang Zorra.

"Zorra maksudmu Harr... kebetulan tadi pagi, aku hampir jatuh karena tersandung. Untungnya Zorra pas melintas dengan skate boardnya, dan anak itu menolongku sehingga aku tidak terjatuh. Dan kenapa kita bisa bertemu di cafetaria ini, terjadi tanpa sengaja. Kebetulan aku dan dia sama-sama diijinkan guru untuk keluar kelas.." sambil menyeruput minuman dari botol menggunakan straw, Tantri memberikan tanggapan.

"Hempphh.. ke depan lebih hati-hati Tantr.., Jangan terlalu mudah mengenal orang asing, akan bisa berdampak buruk padamu sendiri nantinya.." Tantri terkejut dengan tanggapan Harry.

Bahkan Antok dan Irwan saling berpandangan, dan berpikir jika boss mereka sedang cemburu dengan anak skateboarder itu. Sedangkan Tantri terdiam tidak memberikan tanggapan, dan malah menyeruput habis minuman dari botolnya. Tiba-tiba..

"Guys... aku tidak bisa lama-lama berada di cafetaria, cause aku harus kembali ke kelas. Jika ada informasi yang perlu untuk disampaikan padaku, chat via whattsapps saja ya. Aku duluan.." Tantri langsung berdiri, dan berpamitan dengan ketiga anak muda itu.

Kali ini Harry yang terkejut melihat Tantri yang berjalan meninggalkannya. Selama ini, hampir semua cewek di sekolah ini sangat mengidolakan, dan bahkan sering mencuri foto darinya. Namun dengan santainya, Tantri malah meninggalkannya tanpa beban.

"Brakkk..." tiba-tiba genggaman tangan Harry memukul meja dengan keras. Rahang laki-laki itu terlihat mengeras, dengan tatapan mata marah melihat ke tempat kosong.

Untungnya Antok dan Irwan tanggap, segera memegangi botol bekas minuman dan piring yang baru saja digunakan oleh Tantri dan Zorra. Bahkan beberapa siswa yang sedang makan di cafetaria, juga melihat ke arah mereka.

"Ada apa lihat-lihat, apakah aku perlu mengingatkan kalian, dengan menyiramkan bubuk cabe ke mata kalian semua.." Harry menjadi bertambah emosi, karena melihat para siswa lain memperhatikannya..

"Tidak Harr... kami hanya tidak sengaja saja. Maaf, maaf.." dengan cepat para siswa segera meminta maaf pada laki-laki itu.

"Kita sebaiknya kembali ke kelas saja Harr.. atau kembali ke base camp. Sepertinya tidak baik untuk terus berada di tempat ini, kita bisa membuat kekacauan, dan tidak akan bagus untuk kita." Antok yang sudah hafal dengan perangai Harry, segera berdiri dan menarik tangan sahabatnya itu untuk meninggalkan cafetaria.

Irwan juga berdiri, dan berjalan memberikan pengawalan pada Harry dan Antok. Anak muda itu mengedarkan pandangan dengan menatap tajam pada orang-orang yang melihat kepada mereka. Para siswa yang tanpa sengaja melihat ke arah mereka, segera menundukkan kepala ke bawah. Ke tiga anak muda itu terus berjalan ke arah luar, namun tidak ke kelas mereka melainkan berjalan menuju ke parkiran motor.

**********

Terpopuler

Comments

abdan syakura

abdan syakura

Tantri ma Zorra aja lah,Kak...
Tampaknya si Harry Temperamen...

2023-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Kekacauan
2 Chapter 2 Kejutan Siang
3 Chapter 3 Perlakuan Papa
4 Chapter 4 Gangguan Anak Punk
5 Chapter 5 Pertolongan
6 Chapter 6 We are Biker
7 Chapter 7 Sketchy
8 Chapter 8 Perkelahian
9 Chapter 9 Jejak Digital
10 Chapter 10 Rasa Ingin Tahu
11 Chapter 11 Memukul Balik
12 Chapter 12 Bertemu Zorra
13 Chapter 13 Marah
14 Chapter 14 Berpisah Tujuan
15 Chapter 15 Menghilangkan Suntuk
16 Chapter 16 Mengantar Pulang
17 Chapter 17 What, and where is the error?
18 Chapter 18 Berkelahi
19 Chapter 19 Rasa Penasaran
20 Chapter 20 Tidak Enak Hati
21 Chapter 21 Berjaga-jaga
22 Chapter 22 Merendah
23 Chapter 23 Perkelahian dengn Geng Motor
24 Chapter 24 Mendapatkan Pertolongan
25 Chapter 25 Kamu Terluka?
26 Chapter 26 Niat Balas Dendam
27 Chapter 27 Beking
28 Chapter 28 Peluang Hacker
29 Chapter 29 Guru Baru
30 Chapter 30 Salah Paham
31 Chapter 31 Mencari Tahu
32 Chapter 32 Posesif
33 Chapter 33 Hati yang Pedih
34 Chapter 34 Menyelamatkan Asset
35 Chapter 35 Memanfaatkan Peluang
36 Chapter 36 Keributan
37 Chapter 37 Perkelahian
38 Chapter 38 Aksi Siswa
39 Chapter 39 Bukti Berbicara
40 Chapter 40 Tuntutan
41 Chapter 41 Masalah Keluarga
42 Chapter 42 Menghilang
43 Chaper 43 Galau
44 Chapter 44 Konflik Internal
45 Chapter 45 Trial
46 Chapter 46 Refreshing
47 Chapter 47 Tidak Ada jejak
48 Chapter 48. Dunia Bawah
49 Chapter 49. Penyesalan
50 Chapter 50. Mengalihkan Fokus
51 Chapter 51. Terpisah
52 Chapter 52 Mencari Solusi Bersama
53 Chapter 53 Bergerak Cepat
54 Chapter 54 Mengamankan Diri
55 Chapter 55 Perlawanan
56 Chapter 56. Ada Dimana Aku
57 Chapter 57 Tokyo
58 Chapter 58 Tersadarkan
59 Chapter 59 Jalan Keluar
60 Chapter 60. Penyelesaian Masalah
61 Chapter 61. Berpisah Sementara
62 Chapter 62 Bertemu Zorra
63 Chapter 63 Salah Sangka
64 Chapter 64 Kemarahan
65 Chapter 65 Marah dan Gelisah
66 Chapter 66 Bad News
67 Chapter 67 Berbeda Pendapat
68 Chapter 68 Buronan Sementara
69 Chapter 69 Berlari
70 Chapter 70 Menyesal
71 Chapter 71 Perubahan
72 Chapter 72 Laki-laki Misterius
73 Chapter 73 Kedatangan yang Mengejutkan
74 Chapter74 Tidak Percaya
75 Chapter 75 Menyusul ke Bolshoi Ussuriysky
76 Chapter 76 Rencana Baru
77 Chapter 77 Saudara
78 Chapter 78 Kecurigaan Harry
79 Chapter 79 Peringatan
80 Chapter 80 Pertolongan
81 Chapter 81 Surprise
82 Chapter 82 Menemani Menggapai Mimpi
83 Chapter 83 Ratu di Hati
84 Chapter 84 Ingin Tahu
85 Chapter 85 Jenewa
86 Chapter 86 Kesepakatan
87 Chapter 87 Karantina
88 Chapter 88 Lingkungan Baru
89 Chapter 89 Konspirasi
90 Chapter 90 Membobol Data
91 Chapter 91 Menanti Kabar
92 Chapter 92 Pengalihan
93 Chapter 93 Kecurigaan
94 Chapter 94 Rencana Evaluasi
95 Chapter 95 Pressure
96 Chapter 96 Pendekatan Kembali
97 Chapter 97 Kejar-kejaran
98 Chapter 98 Nasi Goreng
99 Chapter 99 Gagasan
100 Chapter 100 Turun ke Jenewa
101 Chapter 101 Konflik Kepentingan
102 Chapter 102 Pressure
103 Chapter 103 Terbuka Sendiri
104 Chapter 104 Tanggung jawab Sosial
105 Chapter 105 Persiapan Uji Coba
106 Chapter 106 Berhasil
107 Chapter 107 Panik
108 Chapter 108 Sikap Marah
109 Chapter 109 Kenyataan Pahit
110 Chapter 110 Serangan
111 Chapter 111 Pertolongan Pertama
112 Chapter 112 Tindakan
113 Chapter 113 Meminta Waktu Off
114 Chapter 114 Tersadar
115 Chapter 115 Peta Masa Depan
116 Chapter 116 Bosan
117 Chapter 117 Terkejut
118 Chapter 118 Kunjungan Teman
119 Chapter 119 Keberhasilan
120 Chapter 120 Meminta Bantuan
121 Chapter 121 Menemukan Keberadaan Rheima
122 Chapter 122 Temuan
123 Chapter 123 Turun ke Divisi
124 Chapter 124 Pemeriksaan
125 Chapter 125 Berkeliling
126 Chapter 126 Kerinduan
127 Chapter 127 Invitation Letter
128 Chapter 128 Tamu Malam Hari
129 Chapter 129 Make Up Artist
130 Chapter 130 Kejutan
131 Chapter 131 Wedding
132 Chapter 132 Kehangatan Keluarga
133 Chapter 133 Harta Berharga
134 Chapter 134 Ingin Anak
135 Chapter 135 Upaya Ulang
136 Chapter 136 Diajak Bicara
137 Chapter 137 Masa Depan
138 Chapter 138 Keputusan
139 Chapter 139 Keluar dari Laboratorium
140 Chapter 140 Travelling
141 Chapter 141 Shock
142 Chapter 142 Tanggapan Remeh
143 Chapter 143 Arogan
144 Chapter 144 Rahasia
145 Chapter 145 Pengalihan Asset
146 Chapter 146 Pemilik Baru
147 Chapter 147 Aktivitas Baru
148 Chapter 148 Wanita Karir
149 Chapter 149 Rapat
150 Chapter 150 Panik
151 Chapter 151 Kelahiran Putra Pertama
152 Chapter 152 Pertanyaan
153 Chapter 153 Kedatangan Oma dan Opa
154 Chapter 154 Masa Tua
155 Chapter 155 Kamu adalah Candu
156 Chapter 156 Pemikiran Baru
157 Chapter 157 Penghargaan
158 Chapter 158 Peluang Baru
159 Chapter 159 Quality Time
160 Chapter 160 Penanggung jawab Kerja sama
161 Chapter 161 Tamu Misterius
162 Chapter 162 Kedatangan Sahabat
163 Chapter 163 TAMAT
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Chapter 1 Kekacauan
2
Chapter 2 Kejutan Siang
3
Chapter 3 Perlakuan Papa
4
Chapter 4 Gangguan Anak Punk
5
Chapter 5 Pertolongan
6
Chapter 6 We are Biker
7
Chapter 7 Sketchy
8
Chapter 8 Perkelahian
9
Chapter 9 Jejak Digital
10
Chapter 10 Rasa Ingin Tahu
11
Chapter 11 Memukul Balik
12
Chapter 12 Bertemu Zorra
13
Chapter 13 Marah
14
Chapter 14 Berpisah Tujuan
15
Chapter 15 Menghilangkan Suntuk
16
Chapter 16 Mengantar Pulang
17
Chapter 17 What, and where is the error?
18
Chapter 18 Berkelahi
19
Chapter 19 Rasa Penasaran
20
Chapter 20 Tidak Enak Hati
21
Chapter 21 Berjaga-jaga
22
Chapter 22 Merendah
23
Chapter 23 Perkelahian dengn Geng Motor
24
Chapter 24 Mendapatkan Pertolongan
25
Chapter 25 Kamu Terluka?
26
Chapter 26 Niat Balas Dendam
27
Chapter 27 Beking
28
Chapter 28 Peluang Hacker
29
Chapter 29 Guru Baru
30
Chapter 30 Salah Paham
31
Chapter 31 Mencari Tahu
32
Chapter 32 Posesif
33
Chapter 33 Hati yang Pedih
34
Chapter 34 Menyelamatkan Asset
35
Chapter 35 Memanfaatkan Peluang
36
Chapter 36 Keributan
37
Chapter 37 Perkelahian
38
Chapter 38 Aksi Siswa
39
Chapter 39 Bukti Berbicara
40
Chapter 40 Tuntutan
41
Chapter 41 Masalah Keluarga
42
Chapter 42 Menghilang
43
Chaper 43 Galau
44
Chapter 44 Konflik Internal
45
Chapter 45 Trial
46
Chapter 46 Refreshing
47
Chapter 47 Tidak Ada jejak
48
Chapter 48. Dunia Bawah
49
Chapter 49. Penyesalan
50
Chapter 50. Mengalihkan Fokus
51
Chapter 51. Terpisah
52
Chapter 52 Mencari Solusi Bersama
53
Chapter 53 Bergerak Cepat
54
Chapter 54 Mengamankan Diri
55
Chapter 55 Perlawanan
56
Chapter 56. Ada Dimana Aku
57
Chapter 57 Tokyo
58
Chapter 58 Tersadarkan
59
Chapter 59 Jalan Keluar
60
Chapter 60. Penyelesaian Masalah
61
Chapter 61. Berpisah Sementara
62
Chapter 62 Bertemu Zorra
63
Chapter 63 Salah Sangka
64
Chapter 64 Kemarahan
65
Chapter 65 Marah dan Gelisah
66
Chapter 66 Bad News
67
Chapter 67 Berbeda Pendapat
68
Chapter 68 Buronan Sementara
69
Chapter 69 Berlari
70
Chapter 70 Menyesal
71
Chapter 71 Perubahan
72
Chapter 72 Laki-laki Misterius
73
Chapter 73 Kedatangan yang Mengejutkan
74
Chapter74 Tidak Percaya
75
Chapter 75 Menyusul ke Bolshoi Ussuriysky
76
Chapter 76 Rencana Baru
77
Chapter 77 Saudara
78
Chapter 78 Kecurigaan Harry
79
Chapter 79 Peringatan
80
Chapter 80 Pertolongan
81
Chapter 81 Surprise
82
Chapter 82 Menemani Menggapai Mimpi
83
Chapter 83 Ratu di Hati
84
Chapter 84 Ingin Tahu
85
Chapter 85 Jenewa
86
Chapter 86 Kesepakatan
87
Chapter 87 Karantina
88
Chapter 88 Lingkungan Baru
89
Chapter 89 Konspirasi
90
Chapter 90 Membobol Data
91
Chapter 91 Menanti Kabar
92
Chapter 92 Pengalihan
93
Chapter 93 Kecurigaan
94
Chapter 94 Rencana Evaluasi
95
Chapter 95 Pressure
96
Chapter 96 Pendekatan Kembali
97
Chapter 97 Kejar-kejaran
98
Chapter 98 Nasi Goreng
99
Chapter 99 Gagasan
100
Chapter 100 Turun ke Jenewa
101
Chapter 101 Konflik Kepentingan
102
Chapter 102 Pressure
103
Chapter 103 Terbuka Sendiri
104
Chapter 104 Tanggung jawab Sosial
105
Chapter 105 Persiapan Uji Coba
106
Chapter 106 Berhasil
107
Chapter 107 Panik
108
Chapter 108 Sikap Marah
109
Chapter 109 Kenyataan Pahit
110
Chapter 110 Serangan
111
Chapter 111 Pertolongan Pertama
112
Chapter 112 Tindakan
113
Chapter 113 Meminta Waktu Off
114
Chapter 114 Tersadar
115
Chapter 115 Peta Masa Depan
116
Chapter 116 Bosan
117
Chapter 117 Terkejut
118
Chapter 118 Kunjungan Teman
119
Chapter 119 Keberhasilan
120
Chapter 120 Meminta Bantuan
121
Chapter 121 Menemukan Keberadaan Rheima
122
Chapter 122 Temuan
123
Chapter 123 Turun ke Divisi
124
Chapter 124 Pemeriksaan
125
Chapter 125 Berkeliling
126
Chapter 126 Kerinduan
127
Chapter 127 Invitation Letter
128
Chapter 128 Tamu Malam Hari
129
Chapter 129 Make Up Artist
130
Chapter 130 Kejutan
131
Chapter 131 Wedding
132
Chapter 132 Kehangatan Keluarga
133
Chapter 133 Harta Berharga
134
Chapter 134 Ingin Anak
135
Chapter 135 Upaya Ulang
136
Chapter 136 Diajak Bicara
137
Chapter 137 Masa Depan
138
Chapter 138 Keputusan
139
Chapter 139 Keluar dari Laboratorium
140
Chapter 140 Travelling
141
Chapter 141 Shock
142
Chapter 142 Tanggapan Remeh
143
Chapter 143 Arogan
144
Chapter 144 Rahasia
145
Chapter 145 Pengalihan Asset
146
Chapter 146 Pemilik Baru
147
Chapter 147 Aktivitas Baru
148
Chapter 148 Wanita Karir
149
Chapter 149 Rapat
150
Chapter 150 Panik
151
Chapter 151 Kelahiran Putra Pertama
152
Chapter 152 Pertanyaan
153
Chapter 153 Kedatangan Oma dan Opa
154
Chapter 154 Masa Tua
155
Chapter 155 Kamu adalah Candu
156
Chapter 156 Pemikiran Baru
157
Chapter 157 Penghargaan
158
Chapter 158 Peluang Baru
159
Chapter 159 Quality Time
160
Chapter 160 Penanggung jawab Kerja sama
161
Chapter 161 Tamu Misterius
162
Chapter 162 Kedatangan Sahabat
163
Chapter 163 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!