Kekecewaan

Ketika Yuki semakin dekat dengan tujuan akhirnya, yaitu markas petualang yang megah, pandangannya tertuju pada bangunan yang menjulang tinggi itu. Sebelum adanya niatan masuk ke dalam markas, Yuki memilih untuk menitipkan kereta kudanya agar aman dan terhindar dari kemungkinan pencurian. Dalam melakukan persiapan itu, ia mengambil sabit Soul Sucker dari dalam inventory kereta kuda tersebut dengan hati-hati, memastikan tidak ada orang yang melihatnya.

Dengan langkah mantap dan penuh keyakinan, Yuki turun dari kereta kuda dan mendekati petugas yang bertugas di pintu masuk. Petugas itu melihat Yuki dengan rasa hormat dan penuh keingintahuan, lalu berkata, "Selamat datang, tuan. Apakah ada yang dapat saya bantu?"

Yuki menatap petugas dengan sikap tegas berwibawa seperti bangsawan namun dengan ekspresi datar. "Saya ingin menitipkan kereta kuda ini untuk sementara waktu, agar saya dapat memasuki markas petualang dengan lebih tenang. Bisakah Anda membantu saya?"

Petugas itu menjawab dengan ramah dan antusias, "Tentu, tuan. Kami memiliki tempat parkir yang aman dan terawat dengan baik untuk kendaraan Anda. Silakan serahkan kendali kereta kuda kepada saya, dan kami akan menjaganya dengan baik."

Yuki memberikan kendali kereta kuda dengan percaya diri kepada petugas yang bertugas, meyakini bahwa keretanya akan ditempatkan dengan aman. Setelah itu, dengan erat memegang sabit Soul Sucker yang telah ia ambil dari inventory, Yuki melangkah maju menuju pintu masuk markas petualang. Terselip di dalam sabit itu adalah kekuatan magis gelap.

Dengan langkah mantap dan tegap, Yuki melangkah ke dalam markas petualang yang megah. Pintu-pintu besar markas terbuka lebar, menyambut kedatangannya dengan anggun. Suasana di dalam markas penuh dengan keramaian, suara percakapan dan diskusi antara para petualang yang sedang berkumpul. Yuki melangkah perlahan, menyadari bahwa semua mata tertuju padanya saat ia memasuki markas dengan sabit relik yang mempesona.

Semua orang di sekitar tidak bisa mengabaikan kehadiran Yuki dengan sabit Soul Sucker yang ia bawa. Tatapan mereka penuh dengan rasa ingin tahu dan kagum, seolah-olah terpesona oleh aura yang terpancar dari Yuki dan senjata magis yang dipegangnya. Namun, Yuki tetap mengabaikan perhatian itu dengan sikap yang tenang dan ekspresi wajah yang tidak berubah. Ia melanjutkan langkahnya menuju resepsionis markas, siap untuk menyelesaikan tujuannya yang sebenarnya.

Saat Yuki tiba di depan resepsionis wanita, wanita tersebut menyambutnya dengan penuh hormat. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak terpesona oleh penampilan pria tua tersebut, yang terlihat begitu anggun dan penuh kekuasaan seperti seorang bangsawan yang berkuasa.

"Selamat siang, tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis wanita dengan nada lembut dan sopan.

Yuki menjawab dengan tegas namun tetap sopan, "Aku telah menyelesaikan quest bersama rekanku, tetapi sayangnya rekan tersebut meninggal di dalam quest. Sekarang aku ingin menerima hadiah quest dan promosi kenaikan peringkatku." Sambil berkata, Yuki menunjukkan relik sabit yang dipegangnya, menjelaskan bahwa sabit itu adalah bagian dari misi yang telah ia selesaikan.

Resepsionis wanita tersebut mendengarkan dengan penuh perhatian dan senyuman lembut di wajahnya. Dengan sikap lemah lembut, ia berkata, "Baik, tuan. Mohon tunggu sebentar, saya akan mengkonfirmasi penyelesaian quest Anda."

Yuki mengangguk sebagai tanda pengertian sambil menunggu dengan sabar resepsionis wanita menyelesaikan tugasnya.

Waktu berjalan, dan lima menit telah berlalu. Yuki mulai merasa risih dengan lamanya proses konfirmasi yang dilakukan oleh resepsionis wanita tersebut. Sementara itu, wanita tersebut tampaknya telah selesai dan dia berkata dengan lembut, "Tuan Zephyr, setelah saya cek, saya tidak menemukan data quest seperti yang Anda jelaskan di sini. Mungkin Tuan Zephyr telah mengambil quest yang tidak resmi dari guild petualang kami." Senyum lembut masih terpancar di wajahnya saat ia mengucapkan kata-kata itu.

Yuki mendengarkan dengan serius kata-kata dari resepsionis wanita tersebut. Tatapannya tidak berubah meski mendapat kabar yang kurang mengenakkan. "saya yakin telah menyelesaikan quest bersama rekanku. Apakah ada kesalahan atau kekeliruan dalam pencatatan?"

Resepsionis wanita itu memandang Yuki dengan tatapan yang lembut namun sedikit ragu. "Tuan Zephyr, kami memiliki aturan yang ketat dalam mencatat dan mengakui penyelesaian quest. Saya akan berusaha mencarinya kembali untuk memastikan."

Yuki mengangguk, menghargai upaya resepsionis wanita tersebut. Ia menyadari bahwa masalah bisa terjadi dalam administrasi, dan berharap ada kejelasan yang akan datang. Sambil menunggu, Yuki melihat sekeliling markas petualang yang megah, merenungkan perjalanan yang telah dilaluinya.

Waktu berlalu, dan rasa risih semakin terasa bagi Yuki. Sudah lima belas menit berlalu sejak resepsionis wanita itu pergi untuk mencari data.

Resepsionis wanita itu menatap Yuki dengan wajah yang penuh penyesalan. "Maaf, Tuan Zephyr, tetapi kami tidak menemukan data quest seperti yang Anda jelaskan sebelumnya. Mungkin ada kesalahpahaman atau mungkin saja quest tersebut tidak terdaftar dalam catatan resmi guild petualang kami."

Yuki merasa kecewa mendengar jawaban tersebut, tetapi tetap menjaga ketenangannya. "Apakah ada yang dapat saya lakukan untuk membuktikan penyelesaian quest ini? Saya membawa relik sabit sebagai bukti."

Resepsionis wanita itu menggeleng dengan lembut. "Maaf, Tuan Zephyr, namun tanpa bukti yang valid dan catatan yang sesuai, kami tidak dapat memberikan hadiah atau kenaikan peringkat. Mungkin ada kesalahan yang terjadi, dan saya sarankan Anda untuk berbicara langsung dengan pemimpin guild petualang kami."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!