Farewell / Sampai jumpa lagi

Yuki menghela nafas dalam-dalam saat memandangi tubuh iblis singa tanpa kepala yang tergeletak di tanah. Meskipun tanpa kepala, tubuh itu masih memegang sabit Soul Sucker yang mematikan. Dengan langkah santai, Yuki mendekati tubuh tanpa kepala tersebut dan mengambil sabit Soul Sucker, menyimpannya dengan dalam inventarisnya.

Matanya kemudian beralih ke tiga mayat yang tergeletak di tanah: Julius, Alexander, dan Aeri yang sudah berbentuk tidak wajar, Ekspresi wajahnya tetap datar, namun sedikit kesedihan terlihat dalam matanya. Dengan menggunakan sihir [Create], Yuki menciptakan tiga kuburan di tanah dan secara perlahan memasukkan tubuh-tubuh mereka ke dalam masing-masing kuburan. Hatinya terasa berat saat menutupi kuburan-kuburan itu dengan menggunakan sihirnya.

Setelah itu, Yuki duduk di dekat makam-makam tersebut dan merenung sejenak, mengenang momen-momen bahagia yang mereka habiskan bersama. Dalam kepalanya, kenangan-kenangan itu tergambar dengan jelas, seperti layar kenangan yang diputar kembali. Yuki menciptakan tiga bunga yang berbeda, masing-masing indah dan mempesona, di telapak tangannya. Dengan lembut, satu per satu, Yuki menaruh bunga-bunga itu di atas masing-masing kuburan. Ia mengelus batu nisan sekali lagi, memberikan penghormatan terakhir kepada mereka.

Lalu, dengan langkah perlahan, Yuki berdiri dan mulai meninggalkan tempat itu. Meskipun perasaan kehilangan masih terasa dalam hatinya, ia harus melanjutkan perjalanan. Dunia yang luas dan penuh petualangan masih menanti di hadapannya. Dalam langkah-langkahnya yang lembut, Yuki membawa kenangan dan cinta mereka bersama dalam setiap langkahnya.

Kemudian, dengan lembut mengusap batu nisan, ia merapikan pakaiannya dan mulai berdiri perlahan, meninggalkan tempat itu.

Matahari pun terbit dengan gemilang di pagi hari, dan hutan misterius yang sebelumnya penuh dengan kegelapan dan keanehan kini kembali normal. Yuki merasakan sinar matahari yang hangat menyentuh wajahnya.

Yuki merencanakan untuk teleportasi ke Kerajaan Ardor terlebih dahulu, tetapi ia teringat kereta kuda yang mereka gunakan sebelumnya. Ia memutuskan untuk mengembalikan kereta kuda sewaan tersebut sebagai tanda hormat mereka yang terakhir.sebelum melanjutkan perjalanan dengan sihirnya. Dengan langkah mantap, Yuki naik ke kereta kuda, memasuki kabinnya yang kosong. Di dalam kereta itu, ia teringat akan kenangan indah saat mereka semua masih hidup, saat canda tawa terisi di udara. Namun, mereka telah tiada, meninggalkan hanya kenangan yang mengisi pikiran Yuki.

Yuki sadar bahwa ia memiliki kekuatan untuk membangkitkan mereka kembali dengan sihirnya. Namun, jiwa-jiwa mereka telah hancur dan dimakan oleh iblis singa saat sabit hitam tersebut melahap mereka. Kenyataan itu menyedihkan.

Dengan tekad yang kuat, Yuki menarik tali kuda dengan kuat untuk memberikan sinyal perjalanan. Kereta kuda itu pun bergerak maju dengan cepat, menuju Kerajaan Ardor yang terletak tidak jauh dari sana. Waktu berlalu, dan setelah satu hari dan beberapa jam, Yuki mulai melihat gerbang megah Kerajaan Ardor yang menjulang di kejauhan, dan penjaga pintu gerbang tampak berdiri tegak di pos jaga mereka.

Ia melihat penjaga gerbang yang berdiri tegap, mengenakan seragam kerajaan yang megah. Ketika kereta kuda mendekati gerbang, penjaga itu memperhatikan kedatangan Yuki dan memberikan isyarat untuk berhenti.

Saat Yuki mendekati penjaga gerbang kerajaan dengan kereta kuda, ia dihentikan oleh kedua penjaga yang berjaga di gerbang tersebut. Kedua penjaga itu meminta Yuki untuk menunjukkan identitasnya. Tanpa ragu, Yuki turun dari kereta kuda dan menghadapi kedua penjaga dengan sikap yang tenang.

Kedua penjaga tersebut memperhatikan sosok kakek tinggi dengan postur sekitar 210 cm. Mereka langsung mengingat wajah kakek tersebut yang sebelumnya memberikan kepingan emas yang sangat berlimpah kepada mereka. Kedua penjaga itu pun terkesima melihat Yuki.

Dengan penuh hormat, salah satu penjaga berkata, "Ah, tuan! Kami tidak menyadari bahwa itu adalah Anda. Silakan masuk, tuan, dan selamat datang kembali ke Kerajaan Ardor." Penjaga yang lain ikut mengangguk dan menambahkan, "Benar sekali, tuan. Kami sangat terhormat dengan kedatangan Anda."

Yuki hanya menunjukkan ekspresi datar tanpa berkata sepatah kata pun. Dengan anggukan sebagai tanda terima kasih, Yuki kembali naik ke kereta kudanya dan melanjutkan perjalanan ke dalam kerajaan.

Masuklah Yuki melalui pintu masuk gerbang yang megah menuju kerajaan Ardor. Dalam perjalanan dengan kereta kudanya, Yuki merasakan kehidupan yang begitu berwarna di sekitar kerajaan. Jalan yang dilaluinya dipenuhi oleh keramaian para penduduk yang sibuk dengan aktivitas sehari-hari mereka. Melihat pemandangan ini, Yuki memandang sekelilingnya dengan ekspresi datar, memperhatikan setiap detail yang menghiasi keramaian.

Di sepanjang jalan, berbagai pedagang berdesak-desakan di pinggir trotoar, menawarkan dagangan mereka yang beraneka ragam. Suara riuh tawar-menawar dan penawaran yang menarik terdengar di udara. Hidung Yuki terpenuhi dengan aroma harum rempah-rempah dan makanan lezat.

Kehidupan sehari-hari yang semarak di kerajaan Ardor terus mengalun dalam pandangan Yuki saat ia melanjutkan perjalanannya ke pusat keramaian. Setiap langkah yang diambilnya diiringi oleh sorak-sorai dan suara riuh pasar yang ramai. Ia melihat toko-toko yang menawarkan berbagai barang dagangan menarik. Ada penjual perhiasan yang memamerkan gelang dan kalung indah, sementara tukang tenun dengan keterampilan uniknya menciptakan kain-kain berwarna-warni. Tak ketinggalan, penjual buku juga menampilkan koleksi tulisan terbaru yang menggoda minat para pembaca.

Saat Yuki melangkah di tengah keramaian, terdengar suara ceria seorang anak yang memohon kepada ibunya untuk membelikan mainan dari toko mainan yang berderet di sepanjang jalan. "Ibu, lihat mainan itu! Aku ingin beruang besar yang berbulu lembut!" serunya dengan penuh kegembiraan. Sang ibu tersenyum dan mengangguk, berjanji akan memenuhi keinginan anaknya tersebut.

Yuki melanjutkan perjalanannya dengan kereta kuda, melewati penjaja makanan yang menggiurkan dengan hidangan-hidangan lezatnya. Meski aroma sedap itu menyergap hidungnya, Yuki tetaplah tanpa nafsu makan dan ia melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa lama, Yuki merasa perlu untuk beristirahat sejenak, dan ia memilih untuk turun dari kereta kudanya dan duduk di sebuah taman yang menawan.

Di tengah ketenangan taman tersebut, seorang musisi jalanan duduk di dekat Yuki dan memainkan alat musiknya dengan apik. Melodi yang indah mengalun memenuhi udara, menambah kehangatan dan kesenangan di sekeliling mereka. Beberapa pendengar terpikat dan berhenti sejenak, terhanyut dalam keahlian musisi jalanan tersebut.

Terdorong oleh keindahan musik yang ia dengar, Yuki memberikan satu keping koin emas kepada musisi jalanan tersebut saat ia menyelesaikan permainan musiknya.Musisi itu terkejut terharu dan sangat bahagia menerima hadiah 1 keping koin emas yang diberikan oleh seorang kakek bangsawan. Dengan tunduk hormat, ia berkata dengan rasa syukur, "Terima kasih, tuan. Sungguh tak terkira kebaikan hati Anda."

Yuki hanya memberikan anggukan sebagai tanggapan, tanpa mengungkapkan ekspresi apapun. Kemudian, dengan langkah tenang, Yuki kembali naik ke kereta kudanya dan melanjutkan perjalanan.

Saat matahari semakin tinggi di langit, Yuki merasa cukup dengan melihat kehidupan yang berlimpah di kerajaan Ardor ini. Namun, tujuannya yang sebenarnya masih menanti di depan, memanggilnya untuk meneruskan perjalanan menuju tujuan akhirnya. Kereta kuda bergerak lincah di jalan-jalan yang terawat dan indah di dalam kerajaan Ardor. Pemandangan bangunan kerajaan yang megah dan taman-taman yang hijau dan rimbun terus berlalu di sepanjang perjalanan.

Saat matahari semakin tinggi di langit, sinarnya yang terik mulai terasa di kulit Yuki. Meskipun terasa panas, Yuki tetap memusatkan pikirannya pada tujuan akhirnya. Dengan hati yang penuh keyakinan, Yuki melangkah maju, melewati setiap jalan dan sudut kerajaan Ardor yang ia temui.

Saat matahari semakin tinggi di langit, Yuki merasa cukup Yuki melanjutkan perjalanan menuju tujuannya yang sebenarnya di kerajaan tersebut.

Yuki melanjutkan perjalanannya dengan kereta kuda melalui jalan-jalan yang indah di dalam kerajaan Ardor. Semakin jauh ia berjalan, semakin dekat ia dengan tujuan akhirnya.

Perlahan, keramaian dan hiruk-pikuk pasar mulai mereda, dan Yuki memasuki area kerajaan yang lebih tenang dan teratur. Bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang anggun dan artistik terhampar di sekitarnya. Taman-taman yang rimbun dengan bunga-bunga yang indah memberikan kesegaran bagi mata dan pikiran.

Yuki melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhirnya. Kereta kuda melaju dengan lincah di jalanan yang mulus dan terawat. Pemandangan bangunan kerajaan yang megah dan taman-taman yang hijau mempesona terus berlalu di sepanjang perjalanan.

Akhirnya, dengan perjalanan yang penuh liku dan keindahan, Yuki merasa bahwa tujuannya semakin dekat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!