Mereka berdua selesai makan dan membayar tagihan mereka. Setelah itu, seorang pria yang terlihat gugup mendekati Kai dengan hati-hati. "Permisi, tuan. Apakah tuan bisa membantu saya?" ucapnya dengan nada rendah.
Kai merasa sedikit risih dengan gangguan yang tak terduga ini. Dia masih belum terbiasa dengan interaksi manusia dan emosinya tetap terasa. Dengan sedikit ketidaknyamanan, dia menatap pria tersebut dan dengan suara yang sedikit terdengar emosional, dia berkata, "enyahlah sampah dariku."
Pria itu tampak terkejut dan terhenti sejenak, tapi dia tidak putus asa. Dia melihat ke wajah serius Kai dan berbicara dengan tulus, "Maafkan saya, tuan. Saya sedang merekrut seseorang dan berharap ada seseorang yang bisa membantu saya. Saya akan memberikan imbalan yang pantas jika tuan bersedia."
Saat itu, Yuki dengan cepat merespons situasi dan menepis tangan Kai yang hendak mengusir pria tersebut. Dia melangkah maju dan menatap pria itu dengan sikap yang lebih ramah. "Apa yang kau perlukan, nak?" tanyanya dengan suara yang lembut.
Pria tersebut berkata kepada Yuki, "Pak, aku melihat kekuatan anak tuan sangat tangguh dan berbakat saat melawan bandit tersebut. Apakah anak bapak bersedia untuk membantu misi saya? Saya sedang mencari orang kuat dan tangguh."
Yuki pun bingung sejak kapan ia memiliki anak. Saat itu juga ia sadar bahwa orang tersebut mengira Kai adalah anaknya. Dengan cepat berpikir, Yuki mengangguk seraya berkata kepada pria tersebut, "Ya, dia adalah anakku yang bernama Kai. Jika kau butuh bantuannya, aku akan mempertimbangkan permintaanmu. Namun, aku perlu mengetahui lebih lanjut tentang misimu dan apa imbalan yang kau tawarkan."
Yuki pun tersenyum sambil memandang Kai yang terlihat sedikit canggung. Dia memutuskan untuk memainkan peran sebagai ayah dari Kai untuk kepentingan situasi ini.
"Ah, tentu saja. Anakku ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan berbakat. Jika kamu butuh bantuannya, aku yakin dia akan dengan senang hati membantu," kata Yuki dengan penuh keyakinan.
Kai terkejut mendengar Yuki memanggilnya sebagai anaknya, tetapi ia memahami bahwa Yuki sedang melindunginya dari situasi yang tidak nyaman. Ia memilih untuk memainkan peran anak yang patuh.
Pria tersebut tersenyum lega mendengar persetujuan Yuki. Dia menjelaskan secara singkat tentang misinya yang melibatkan bahaya besar dan menjanjikan imbalan yang berharga. Yuki dan Kai mendengarkan dengan seksama, saling bertukar pandang sebelum akhirnya memberikan jawaban mereka.
Yuki berkata kepada pria tersebut, "Jadi nak, apa misi yang kau ingin lakukan dengan bantuan anakku?"
Pria tersebut menjawab kepada Yuki dengan hormat, "Pak, aku kekurangan satu orang dalam timku untuk mengeksplorasi relik misterius yang terbengkalai. Dan hadiah dari misi tersebut adalah 500 koin keping emas, yang akan dibagi rata untuk 5 orang menjadi 100 keping emas per orang."
Yuki mengelus jenggotnya dan berkata kepada pria tersebut, "Hmm, itu menarik nak. Baiklah, aku mengizinkan anakku untuk melakukan misi tersebut. Akan tetapi, aku akan ikut mendampingi anakku. Kau setuju nak?"
Pria tersebut pun menjawab dengan antusias, "Tentu saja, pak! Dengan senang hati!"
Yuki berkata kepada pria tersebut, "Nak, ngomong-ngomong, kau belum memperkenalkan dirimu."
Pria tersebut pun memperkenalkan dirinya sebagai Julius, seorang petualang kelas C+ yang telah menjalani beberapa misi menantang. Dia memiliki reputasi sebagai ahli dalam menjelajahi reruntuhan kuno.
Yuki pun berpikir dalam pikirannya, "Jadi, di dunia ini ada grup petualang seperti di anime isekai yang seringku dengar, ya?" Dia merasa terhibur dengan pikiran itu dan tertawa kecil.
Kemudian, Yuki berkata, "Jadi nak, di mana anggota timmu yang lain?"
Julius menjawab, "Mereka sudah menunggu di tempat pertemuan yang telah ditentukan. Kita segera bergabung dengan mereka, pak."
Yuki dan Julius pun berjalan menuju tempat pertemuan, melewati jalan-jalan yang ramai dengan pedagang dan petualang lainnya. Di sela-sela perjalanan, Julius menceritakan beberapa pengalaman serunya dalam menjelajahi reruntuhan dan bertarung melawan monster-monster kuat.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah gedung besar yang dijadikan sebagai markas bagi para petualang. Di dalamnya,Saat mereka memasuki markas petualang, banyak mata melirik Yuki dan Kai. Kehadiran mereka yang tidak biasa menarik perhatian para petualang lainnya. Beberapa dari mereka menunjukkan kekaguman, sementara yang lain memandang dengan rasa ingin tahu. Ada juga yang merasa skeptis dan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang mereka. Yuki dan Kai menjadi pusat perhatian, membuat suasana di markas petualang menjadi sedikit tegang.Yuki melihat anggota tim Julius yang lain.
Tim petualang tersebut duduk mengelilingi sebuah meja, sedang membahas rencana mereka untuk misi berikutnya. Mereka menyambut kedatangan Yuki dan Julius dengan antusias.
Julius memperkenalkan ketiga anggota timnya kepada Yuki dan Kai. Pertama, ada seorang pria berotot yang bernama Alexander. Dengan tubuh yang kuat dan tatapan tajam, Alexander terlihat seperti seorang pejuang yang tangguh. Dia mengangkat tangan dengan ramah dan tersenyum pada Yuki dan Kai.
Kemudian, Julius memperkenalkan seorang wanita elf pemanah bernama Aeri. Dengan rambut panjangnya yang berwarna pirang dan mata yang tajam, Aeri memiliki keanggunan yang memikat. Dia menganggukkan kepalanya sebagai tanda salam pada Yuki dan Kai, mengungkapkan sikap ramahnya.
Terakhir, ada seorang pria dengan penampilan yang tenang dan penuh kelembutan yang bernama Polo. Dengan jubah putihnya dan ciri-ciri seorang penyembuh, Polo memiliki aura kebaikan yang terpancar darinya. Dia tersenyum lembut pada Yuki dan Kai, menunjukkan kehangatan dalam tatapannya.
Yuki pun mengambil kesempatan untuk memperkenalkan dirinya dan Kai kepada tim petualang yang ada di markas. Dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan, Yuki berkata, "Salam kenal, anak-anak. Nama saya Zephyr, dan di samping saya adalah anak saya, Kai."
Mendengar kata "anak" yang diucapkan oleh Yuki, beberapa petualang terkejut. Mereka tidak mengira bahwa Kai adalah anak Yuki. Tatapan mereka beralih dari Yuki ke Kai dengan keheranan dan rasa ingin tahu yang mendalam.
Julius, sebagai pemimpin tim, melangkah maju dengan wajah yang penuh rasa hormat. "Salam kenal, Tuan Zephyr dan Kai. Kami senang memiliki kalian berdua bergabung dengan tim kami. Kami siap bekerja sama dalam misi ini dan mencapai tujuan yang kita inginkan."
Yuki memberikan senyuman yang tulus sebagai balasan. Dia merasa lega karena tim petualang ini menerima kehadiran mereka dengan baik. Selain itu, Yuki juga merasa bangga bisa melibatkan Kai dalam petualangan ini. Dia yakin bahwa ini akan menjadi pengalaman berharga bagi putranya dan akan membantu membentuknya menjadi seorang yang tangguh dan bijaksana.
Julius dengan hormat berkata kepada Yuki, "Permisi, Tuan Zephyr. Apakah Tuan sudah mendaftar menjadi petualang bersama dengan anakmu?"
Yuki menjawab dengan berpikir sejenak, "Hmm, belum, Nak. Baiklah, kita akan mendaftar terlebih dahulu bersama."
Yuki dan Kai pun mendatangi resepsionis untuk mendaftar sebagai petualang. Seorang wanita muda dengan ramah menyambut mereka dan bertanya, "Selamat siang, Tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Yuki menjawab, "Nak, aku ingin mendaftar menjadi petualang bersama anakku." Yuki menunjuk kepada Kai yang berdiri di sampingnya.
Wanita itu menjawab, "Baik, Tuan." Sambil mengeluarkan selembar kertas dokumen, ia melanjutkan, "Silakan Tuan tanda tangani dokumen ini." Yuki dan Kai pun menandatangani dokumen tersebut. Setelah selesai, wanita itu menjelaskan bahwa petualang memiliki tujuh peringkat, dari peringkat tertinggi S hingga terendah F.
Wanita itu menjelaskan bahwa untuk naik peringkat, mereka harus menyelesaikan misi-misi secara bertahap. Dia juga menjelaskan kepada Yuki dan Kai bahwa mereka saat ini berada di peringkat F.
Wanita itu memberikan sebuah gelang kepada Yuki dan Kai. Dia menjelaskan bahwa gelang tersebut merupakan identitas sebagai petualang dan juga menunjukkan peringkat petualang mereka.
Yuki mendengarkan dengan seksama dan mengangguk. Dia berpamitan kepada wanita itu, "Baiklah, Nak. Aku mengerti. Kami akan pergi sekarang."
Wanita itu tersenyum melihat Kai yang malu-malu dan pipinya memerah. Dia berkata, "Baik, Tuan. Selamat bersenang-senang."
Yuki kembali ke meja Julius untuk bergabung dengan timnya. Dia berkata kepada mereka, "Sudah selesai mendaftar, Nak. Jadi, kapan kita bisa berangkat?"
Julius menjawab, "Kita sudah siap berangkat, Pak. Kami tinggal menunggu kedatanganmu."
Tim yang lain juga menyambut kedatangan Yuki dengan senang. Alexander, pria berotot, mengangkat tinjunya dan berkata, "Selamat datang, Tuan Zephyr. Kami siap untuk memulai petualangan ini!"
Aeri, wanita elf pemanah, tersenyum cantik. "Kami akan menjaga Anda dan anak Anda dengan baik, Tuan. Jadi, jangan khawatir."
Polo, pria healer, mengangguk dan berkata, "Kami memiliki keahlian yang berbeda-beda, tapi kita akan saling melengkapi. Bersama-sama, kita dapat mencapai misi ini."
Seluruh tim petualang pun bersiap-siap untuk memulai perjalanan mereka. Mereka mengumpulkan perlengkapan, memeriksa senjata, dan mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Yuki dan Kai merasa semangat yang membara dalam diri mereka, siap untuk menjalani petualangan yang menantang dan penuh dengan keajaiban.
Dalam ketegangan dan antusiasme, mereka meninggalkan markas petualang dan melangkah ke dunia yang menanti di luar sana. Misi mereka yang misterius dan hadiah yang menarik telah menarik perhatian Yuki dan Kai, dan kini mereka berdua bersama tim petualang lainnya, siap untuk menjelajahi alam yang belum terjamah dan menghadapi segala rintangan yang mungkin mereka temui.
Jangan lupa follow Ig ku ya @inimario
Muehehe :3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Qodok
Joss
2023-06-12
2