Yuki, yang tetap kokoh dan tidak tergoyahkan, menyaksikan dengan dingin erangan iblis yang semakin membesar. Dalam wajahnya yang acuh tak acuh, tersembunyi kepuasan yang tak terlihat saat ia terus menuangkan Holy Water dengan penuh ketenangan. Setiap tetes air suci itu jatuh dengan ritme yang tenang, seakan-akan memanifestasikan kesenangan Yuki dalam menyiksa makhluk jahat itu.
Iblis merasakan kesakitan yang tak tertahankan saat Holy Water menyentuh kulitnya yang terbakar oleh api kegelapan. Rasa pedih yang menusuk hampir membuatnya kehilangan akal sehat. Dalam erangannya yang hancur, suara putus asa terdengar, mencerminkan betapa terjepitnya ia dalam siksaan yang tidak dapat ia hindari. Namun, Yuki tetap tegar, tak tergoyahkan oleh jeritan iblis yang semakin menyayat hati.
Dalam situasi yang begitu terhimpit oleh penyiksaan yang luar biasa, iblis itu memperlihatkan kekuatan terakhirnya. Dengan gerakan tak beraturan dan tawa keputusasaan, ia berusaha dengan keras membebaskan diri dari belenggu Holy Water. Tubuhnya berkeliling dalam retakan cahaya suci, berjuang dengan setiap serat keberadaannya. Namun, Yuki tidak membiarkannya lepas begitu saja. Siksaan yang ditimpakan tidak berhenti, dan tak ada belas kasihan yang diberikan kepada iblis itu.
Setiap tetes Holy Water yang menembus tubuh iblis mengakibatkan kelemahannya semakin nyata. Api yang membakar tubuhnya mulai meredup, kekuatannya terhisap oleh kekuatan yang suci dan tak terbantahkan. Walaupun demikian, iblis itu tidak menyerah begitu saja. Dalam upaya terakhir yang diiringi dengan suara yang penuh kebencian dan keputusasaan, ia melontarkan ancaman kepada Yuki.
Dalam momen ketika kekuatan iblis mulai memudar, erangan kesakitan memenuhi seluruh ruangan. Dalam keputusasaan yang meluap-luap, iblis itu dengan hati-hati memutuskan untuk menggunakan teknik terlarang yang selama ini telah ia simpan dengan penuh perhatian.
Dengan cepat dan bertahap, iblis itu berubah secara total menjadi semakin besar. Aura jahatnya semakin membesar, sementara sayap dan ekornya berubah menjadi hitam pekat yang diliputi oleh kobaran api. Kukunya tumbuh semakin panjang dan runcing, sedangkan hawa pembunuhannya semakin kuat terasa.
Yuki melihat perubahan yang terjadi dengan sikap yang diam dan wajah yang datar. Ia tidak peduli, karena ia tahu bahwa iblis tersebut bukanlah lawan selevelnya. Yuki mempertahankan ketenangannya, menunjukkan ketidaktertarikannya pada ancaman yang dihadapinya.
Sementara iblis singa yang berubah terlentang tak bergerak di tanah karena sihir gravitas Yuki. perlahan mulai bangkit berdiri, melawan kekuatan sihir gravitasi yang mengikatnya. Dengan kemauan yang kuat, Iblis tersebut berhasil membebaskan diri dari lingkaran sihir yang membelenggunya.
Sorot mata iblis penuh dendam yang melihat Yuki pun mulai menyeringai dengan kehausan akan pembunuhan. Dalam keinginannya yang sangat mendalam untuk menyiksa Yuki, iblis itu mengucapkan kata-kata dengan penuh kebencian, "Aku akan menyiksamu hingga kau meratap minta ampun, kau bangsat!"
Iblis itu kemudian mengeluarkan fragmen pecahan dari relik sabit, dan dengan lihai ia menyatukan kembali fragmen-fragmen tersebut. Dalam sekejap, relik sabit pun tercipta kembali. Iblis itu mengambil sabit itu, memasangkannya, dan melihat serpihan jiwa yang terperangkap di dalamnya. Sambil berkata dengan nada sinis dan senyum keji yang terpahat di wajahnya, ia menyeringai, "Ah, betapa indahnya teriakan jiwa-jiwa yang hancur. Tertawa pun ia, sambil merasakan kesenangan yang memuaskan.
Iblis itu kemudian mengarahkan sabitnya ke arah Yuki, memperlihatkan senyuman yang kejam, dan berkata, "Sudah siap ku siksa, tua bangka?!" Tawa jahat yang menyeringai menggema, dan ekor iblis itu bergoyang-goyang, memainkan permainan yang busuk.
Yuki, dihadapkan dengan kehadiran sabit Soul Sucker yang mematikan, tetap memandang iblis itu dengan wajah yang tetap datar. Tidak ada sedikit pun tanda-tanda rasa takut yang terpancar dari matanya. Kekuatan dan ketenangan yang terpancar darinya tidak tergoyahkan oleh ancaman yang mengintai atau oleh aura kekejaman yang memancar dari iblis tersebut.
Iblis itu, penuh dengan niat jahat dan dendam, langsung menyerang Yuki dengan serangkaian pukulan dari sabitnya. Ia mengayunkan senjatanya dengan cepat dan berulang kali, berharap dapat melukai atau bahkan menghabisi Yuki. Namun, Yuki hanya tetap diam, tidak menunjukkan sedikit pun tanda-tanda luka atau kesakitan. Wajahnya tetap datar, tidak tergoyahkan oleh serangan iblis itu.
Iblis tersebut terkejut. Bagaimana mungkin serangannya tidak mempan terhadap Yuki? Tidak ada luka yang terlihat, bahkan tidak ada tanda-tanda bahwa Yuki merasakan sakit. Iblis itu mulai merasa frustasi dan kebingungan. Dalam keputusasaannya, ia memutuskan untuk menggunakan skill buff nya, [Demonic Rage].
Skill Demonic Rage adalah kemampuan yang meningkatkan kekuatan fisik iblis tersebut sepuluh kali lipat. Iblis itu merasa yakin bahwa dengan kekuatan yang meningkat seperti itu, ia akan mampu menghancurkan Yuki tanpa ampun. Ia menyerang Yuki dengan sabitnya, memancarkan kekuatan yang mengerikan.
Namun, iblis tersebut terkejut lagi. Meskipun ia menggunakan kekuatan terlarangnya, Yuki masih berdiri kokoh tanpa ada tanda-tanda luka atau kelemahan. Serangan iblis itu tidak berhasil menghancurkan Yuki seperti yang ia harapkan. Yuki tetap tenang, dengan sikap yang acuh tak acuh, seolah-olah tidak terpengaruh oleh kekuatan iblis tersebut.
Iblis itu terguncang oleh ketidaktertarikan Yuki terhadap serangannya. Ia merasa frustrasi dan kesal, karena tidak ada yang bisa merusak wajah datar dan ketenangan Yuki. Dalam kebingungan dan keputusasaan, iblis itu merasa semakin terjepit dan emosi.
Iblis itu menyeringai dengan penuh kepuasan dan mencemooh Yuki. Dengan nada yang merendahkan, ia berkata, "Bajingan tua, apakah kau menganggapku lemah? Jangan anggap aku remeh dan Seranglah aku!, jangan hanya berdiri di sana, sialan!"
Amarah iblis semakin memuncak karena sikap Yuki yang mengabaikannya ia tetap diam dan tidak terpengaruh oleh provokasinya. Menggunakan sihirnya, iblis singa itu menggunakan sihir penyiksanya [Inferno Jail], suatu bentuk rantai api neraka yang menjalar dengan cepat menuju Yuki. Rantai api tersebut melilit tangan, kaki, dan seluruh tubuh Yuki, menyelimutinya dalam kobaran api yang membara. Yuki tak terlihat lagi, sepenuhnya terperangkap dalam penjara api yang menyiksa.
Iblis itu tersenyum penuh kepuasan, merasakan kegembiraan melihat Yuki yang terperangkap dalam sihirnya. Dengan tatapan penuh dendam dan kebencian, ia berkata, "Inilah akhirmu, manusia sombong bajingan! Rasakan api penyiksaanku, manusia sialan!"
Matanya penuh dengan dendam kesumat saat ia memandang manusia pengecut yang menyiksannya dengan holy water. Ia kembali menatap Yuki dengan kepuasan yang terpancar dari matanya, yakin bahwa ia telah mengalahkan musuhnya.
Karena ia sangat marah ia melampiaskan dendamnya Tiba-tiba, iblis itu menggunakan sihirnya yang lebih kuat, [True Pain]. Seperti perintahnya, rantai-rantai api Inferno Jail yang melilit tubuh Yuki mulai mengeluarkan api pekat berwarna hitam keemasan. Erangan jiwa-jiwa yang terikat dalam api hitam itu terdengar memekik kesakitan, menciptakan suasana yang mencekam.
Iblis itu tertawa dengan kencang, yakin bahwa Yuki telah mati dalam siksaan sihirnya yang dahsyat. Namun, ia tidak menyadari bahwa teknik terlarang yang ia lakukan untuk mencapai wujud yang lebih besar telah menguras kesadarannya secara perlahan.
Iblis itu berjuang dengan keras untuk mempertahankan kesadarannya, yakin bahwa Yuki telah mati dalam serangan terakhirnya. Namun, saat ia membuka matanya, dia terkejut melihat tubuhnya sendiri tanpa kepala. Pikirannya dipenuhi dengan kebingungan dan keraguan. "Bukankah itu tubuhku? Apakah ini mimpi? Bagaimana mungkin?" Tampilannya pun berubah, dan saat itu Yuki mengambil kepala iblis yang terpotong dan menghadapkan padanya, mereka saling memandang.
Kepala iblis singa yang terputus itu mengucapkan dengan pasrah, panik, dan kesadarannya yang semakin memudar, "Bagaimana bisa? Seharusnya kau sudah mati oleh serangan combo sihir terkuatku." Yuki tetap diam dengan ekspresi datarnya, tanpa memperlihatkan reaksi apa pun. Iblis itu berkata lagi dengan suara yang pasrah, "Ah, ternyata aku masih lemah. Setidaknya aku tidak merasakan rasa sakit lagi," sambil tertawa kecil sebelum kesadarannya semakin menurun dan akhirnya mati.
Yuki yang mendengar kata-kata tersebut menyeringai dengan sinis. Ia menggunakan sihirnya, Raise Dead, pada kepala iblis singa tersebut, dan kepala iblis itu perlahan-lahan membuka matanya. Ia kembali menatap Yuki dengan kebingungan yang besar. "Bukankah aku sudah mati? Bagaimana aku bisa hidup kembali?" serunya.
Yuki tanpa ragu langsung menggunakan sihirnya, [Eternal Pain], pada kepala iblis singa tersebut. Iblis itu merasakan kabut kegelapan menyelimuti tubuhnya dan merasakan rasa sakit yang dahsyat, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa sakit ini bahkan melebihi sihir gravitasi ratusan ton dan holy water yang pernah diterimanya. Iblis singa itu menangis dan berteriak dengan keras, darah mengalir dari matanya dan mulutnya. Namun, darah tersebut kembali ke mata dan mulutnya lagi. Ia berusaha bunuh diri, tetapi tidak mampu fokus karena rasa sakit yang tak tertahankan. Sekarang, ia hanya berbentuk iblis kepala buntung.
Yuki, yang melihat penderitaannya, tertawa dengan kekejaman dan tersenyum sinis. Ia meningkatkan intensitas rasa sakit Eternal Pain menjadi 10 kali lipat. Iblis singa itu berteriak semakin keras, darahnya semakin mengalir, dan ia memohon ampun pada Yuki sambil menjerit kesakitan, "Mohon hentikan rasa sakit ini! Kumohon!"
Yuki, dengan senyum sinis, mengabaikan kata-kata iblis itu. Ia mengambil sebuah kotak dari inventarisnya dan memasukkan kepala iblis tersebut ke dalamnya, kemudian segera menutup kotak tersebut. Saat Yuki hendak menutupinya perlahan, iblis itu berbicara sekali lagi dengan jeritan rasa sakit yang tak tertahankan, "Tidak! Jangan! Aku mohon, bebaskanlah aku dari siksaan ini! Ampunilah aku! Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan!" Darah mengalir deras dari mata, mulut, dan telinga iblis itu, namun darah itu kembali ke kondisi semula. Yuki tidak memperdulikannya dan segera menyimpan kotak tersebut ke dalam inventarisnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments